My Confession (Oneshoot)




My Confession
Jiyeol (OC) & Sehun (EXO) | Romance, School-life, etc | Oneshoot | Teen



NIKyoon Storyline
At Seoul Broadcasting High School
.
Suasana di kantin sekolah terlihat sangat ramai. Terdapat beberapa murid yang mengantri untuk bergliliran mengambil makanan. Ada pula yang sedang menyantap makanan dengan nikmat. Juga segerumbulan murid yang sedang mencari tempat duduk yang kosong agar mereka segera menyantap makanannya.
.
Termasuk Jiyeol dan Jae- yang merupakan teman sebangkunya-. Mereka berdua memilih bangku di pojok belakang. Kebetulan belum di tempati oleh siapapun. Yang merupakan tempat favorit mereka ketika menghabiskan waktu istirahatnya.
.
Jiyeol segera menyeret kursi dan langsung ia duduki. Begitu pun dengan Jae. Menaruh makanannya di atas meja dan mengambil sendok untuk menyuap makanan ke dalam mulut. Ada nasi dan beberapa lauk yang tadi mereka ambil. Jiyeol terlihat akan mengambil sesendok nasi beserta lauknya. Namun ... sebelum itu ...
.
Drrttt ... drrttt ... drttt ...
.
Jiyeol merasakan bahwa smartphonenya bergetar. Lalu, dia segera mengambil dari dalam saku roknya dan menyalakan. Menampakan bahwa ada sebuah pesan masuk di layar smartphonenya. Jae mengerutkan keningnya ketika melihat Jiyeol  menganga setelah melihat ponselnya. Hingga membuat gadis itu penasaran dan akhirnya bertanya pada Jiyeol.
.
“Kau kenapa? Apa ada masalah?” tanyanya pada Jiyeol. Langsung diberi balasan dengan anggukan kepala cepat yang di lakukan oleh Jiyeol. “Jae, kau masih ingat tentang ucapanku yang kemarin ‘kan? Dia mengirimiku pesan lagi” ucap Jiyeol menjelaskan apa yang terjadi. Jae-gadis itu- membulatkan matanya dan langsung merampas ponsel yang di pegang Jiyeol. Membuka pesan yang tadi masuk dan membacanya dengan seksama.
.
From : 085xxx
Sebuah kejutan akan menghampirimu ketika School Party berlangsung. Tinggal tiga hari lagi... bersiap-siaplah! ;-)
.
Setelah membaca pesan itu, Jae langsung menatap Jiyeol. Gadis itu terlihat seperti cemas. Jika itu benar, Jiyeol tidak akan menghadiri pesta itu. Dipikiran gadis itu, mungkin orang itu akan mengerjainya dan membuatnya malu di hadapan orang-orang nantinya. Jiyeol tidak mau hal itu terjadi.
.
“Jangan bilang bahwa kau berniat ingin tidak menghadiri pesta itu. Ingat Jiyeol. Semua murid wajib mengikuti”  Jiyeol menghela nafas kasar. Dirinya tidak ingat bahwa pesta itu wajib diikuti seluruh siswa dan siswi. Jadi, dengan sangat terpaksa dia harus hadir di acara itu dan menjumpai kejutan yang akan di berikan kepadanya. Entah itu untuk mempermalukannya atau pun sebaliknya. Jiyeol tidak tahu akan itu.
.
“Kau benar, Jae. Tapi aku takut. Nanti jika ada hal buruk terjadi bagaimana?Aish! Orang misterius itu membuatku frustasi saja!”  gerutu Jiyeol. Gadis itu sedikit mengacak-acak rambut panjangnya. Sedangkan Jae terdiam memikirkan sesuatu.
.
Tanpa di sadari oleh mereka, ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan kedua perempuan itu. terutama ke arah Jiyeol berada. Orang itu menyeringai.
.
____oOo____
.
“Jiyeol-a, tunggu!” teriak Jae seraya mengejar seseorang yang berjalan agak jauh darinya. Jae mencepatkan langkahnya agar bisa berada di samping Jiyeol.
.
Puk! Tangan Jae memegang pundak Jiyeol.
.
“Aish wae?” ketus Jiyeol menatap ke sampingnya-ke arah Jae-. “Kenapa kau meninggalkanku?! Kan, sudah aku bilang bahwa tunggulah sebentar. Aishh!” gerutu Jae memandang sahabatnya cemberut. “Mian, Jae. Ini karena orang itu mengirimiku pesan aneh lagi. Astaga, semakin hari hidupku tidak aman saja. Aku seperti terancam dengan pesan itu” jelas Jiyeol. “Chamkkaman! Orang itu mengirimu pesan lagi? Sebenarnya apa sih maunya??” tanya Jae dengan nada kesal. Bagaimana tidak kesal, ini menyangkut sahabatnya. Jae merasa kasihan jika harus melihat Jiyeol seperti khawatir dan takut jika sudah bersangkutan dengan pesan-pesan yang orang itu kirimkan.
.
“Sudahlah, kajja kita pulang” ujar Jiyeol menarik tangan kanan Jae.
.
Disisi lain, dua pasang anak manusia sedang memperhatikan mereka berdua. Salah satu anak itu memegang pundak anak yang lain. Dengan satu tangannya di masukan ke dalam saku celananya. “Kau lihat, gadis itu begitu manis” ujar salah satu dari orang itu. “Yeah.. kau benar. Geundae, kau masih mengiriminya pesan eoh?” tanya salah satu anak itu. Yang di tanyai mengangguk pelan dan mengangkat sudut bibirnya.
.
“Iya. Kau lihat saja nanti saat pesta dansa itu berlangsung. Aku akan membuat kejutan yang menarik untuknya”
“Baiklah. Kuharap itu berhasil”
“Eoh”
.
______oOo______
.
From : 085xxx
Oh setiap kali ku melihatmu                                                                                                                                   Saat ku melihat matamu                                                                                                                                         Hariku terus berkibar                                                                                                                                                        Kau adalah takdirku                                                                                                                                                           Satu-satunya orang yang ingin ku lindungi sampai akhir dunia
.
Baru saja Jiyeol masuk ke dalam kamarnya, smartphonenya menyala karena ada satu pesan baru. Gadis itu segera membukanya. Namun, Jiyeol terlihat sangat malas ketika membaca pesan itu. lagi-lagi pengirimnya nomor yang tidak di kenalnya. Membuat Jiyeol membuang ponselnya ke atas kasur dan dibiarkannya.
.
Kemudian gadis itu menuju ke kamar mandinya. Sekedar untuk membasuk mukanya agar terlihat segar kembali. Beberapa menit kemudian Jiyeol keluar dari kamar mandinya. Dan mengambil smartphonenya kembali.
.
From : 085xxx
Hai  Jiyeol :-*
.
“Ya ampun, mau orang itu apa sih?!” gumam Jiyeol seraya membaca pesan itu. Tapi, Jiyeol tak menanggapinya. Gadis itu, tak tahu harus berbuat apa lagi selain mengganti nomornya. Aha! Yap, mengganti nomor. Dengan cara itu Jiyeol tak lagi menerima pesan-pesan dari seseorang itu.
.
“Aha! Aku ganti nomor saja. Jadi, dia tidak lagi mengirimiku pesan” ujar Jiyeol dengan senyuman yang mengembang. “Aishh! Kenapa aku tidak melakukannya dari awal?! Aigoo~” rutuk Jiyeol.
.
____oOo____
.
At Seoul Broadcasting High School #ClassRoom
.
Suasana di sebuah ruangan kelas terlihat masih sepi hanya ada beberapa anak saja yang sudah datang. Jiyeol dan Jae terlihat baru sampai di depan kelas dan masuk ke dalam. Mereka berdua terlihat asyik mengobrol.
.
“Jae, kau tahu, aku sudah mengganti nomorku” ucap Jiyeol terhadap Jae yang berjalan beriringan menuju bangku mereka. “Wah.. bagaimana dengannya?” tanya Jae menghentikan langkahnya dan menaruh tas di atas mejanya. Begitu pun dengan Jiyeol. “Tidak mengirimiku pesan lagi” balas Jiyeol semangat.
.
“Kan sudah kubilang dari awal untuk mengganti nomor dan kau tak mau menuruti perkataanku. Aishh!” Jiyeol hanya tersenyum menampakan giginya menanggapi perkataan sahabatnya. “Haha..  habisnya aku nyaman memakai nomor itu sampai aku tak rela jika harus menggantinya” ucap Jiyeol dengan terkekeh kecil.
.
“jadi, dia sudah mengganti nomor. Berarti pesan tadi malam belum ia baca. Huh! Sial!” gumam salah satu siswa yang berada di dalam kelas itu.
.
.
Seseorang siswa beranjak dari duduknya dan melangkah pergi dari bangkunya. Melewati Jiyeol yang masih berdiri di dekat bangku hingga ... entah di sengaja atau tidak, lengan orang itu menyenggol lengan Jiyeol. Lalu tanpa berhenti dan meminta maaf, orang itu melangkah seperti tak terjadi apa-apa.
.
Jiyeol yang merasa perilaku orang itu buruk langsung mengejar dan menarik ujung seragamnya. Hingga dia memekik tak terima atas apa yang Jiyeol lakukan. “Yaa! Apa yang kau lakukan?” ucap orang itu tak terima. “Aish! Kau selalu mencari gara-gara denganku! Oh Sehun, kau telah menyenggol lenganku. Jadi, bisakah kau meminta maaf?” jelas Jiyeol. “Kau saja yang salah, kenapa kau tidak duduk. Lagian jalannya sem___”.”Tapi kan kau bisa lewat jalan yang lain!”.”Aish! gadis ini...” gerutu Sehun.
.
“Baiklah.. maaf” sesudah mengucapkan itu, Sehun langsung melangkah pergi ke luar kelas tanpa memperdulikan Jiyeol yang masih terdiam dan menatap tak percaya. Jae yang sedari tadi hanya menyaksikan langsung menghampiri Jiyeol dan memegang pundak gadis itu dengan manik matanya yang mengarah pada pungguh Oh Sehun. “Wow! Apakah tadi dia bilang maaf? Atau pendengaranku yang salah?” tanya Jae. Jiyeol menggeleng pelan. “Aniya. Benar. Dia bilang maaf padaku. Kesambet apa ya dia?” Jiyeol balik tanya pada Jae. Gadis itu langsung mengendikan bahunya. “Mollayo..” sahut Jae.
.
Oh Sehun, siswa yang tadi. Dia memang selalu ribut dengan Jiyeol. Entah itu karena hal kecil atau besar. Dia anak yang menurut Jiyeol selalu membuat orang marah dan kesal. Buktinya seperti kejadian tadi. Tapi untuk hari ini, tidak biasanya dia bilang maaf pada Jiyeol. Sebelumnya dia keras kepala dan mengatakan dirinya selalu yang paling benar. Nah ini, ada apa dengannya?
.
_____oOo_____
.
Oh Sehun. Namja itu menghampiri seseorang yang sedang berdiri di dekat tangga. Park Chanyeol belum menyadari kehadiran Sehun di hadapannya. Hingga membuat Sehun melepas kedua earphone yang terpasang di kedua telinga namja jangkung itu. Chanyeol menatap ke depannya dan menampakkan senyuman-yang terlihat idiot-bagi Sehun.  
.
“Wow.. kau rupanya. Ada apa?” tanya Chanyeol kemudian. Dia segera menyimpan aerphone dan smartphone ke dalam saku celananya. “Yya! Aku sangat kesal sekarang” keluh Sehun lalu menyenderkan punggungnya di tembok seperti yang Chanyeol lakukan. “Kesal kenapa?” tanya Chanyeol menatap ke arah Sehun dengan kening yang berkerut.
.
“Baiklah akan ku ceritakan padamu. Ini mengenai pengakuanku semalam. Beberapa kalimat lanjutan telah aku buat dan mengirimkannya padanya. Tapi,...”.”Tapi apa?” tanyanya lagi. “Dia telah mengganti nomornya, Chan” sahut Sehun sedikit agak kecewa. “Huahaha... kau kesal karena ini, eoh?!” tanya Chanyeol yang seperti mengejek Sehun.
.
Sial! Sehun semakin kesal dan menatap tajam Chanyeol yang sedang menertawakannya. Dia berkacak pinggang seperti ibu-ibu yang akan memarahi anaknya dengan mata yang berkilat. “Berhentilah tertawa dan bantu aku untuk rencana selanjutnya” ujar Sehun kesal. Lelaki jangkung itu menghentikan tawanya dan sekarang menatap Sehun serius. “Baiklah..baiklah tuan muda Oh” sahut Chanyeol kemudian.
.
_____oOo_____
.
Jiyeol terlihat tergopoh-gopoh dengan tumpukan buku tebal yang di bawanya. Buku itu akan ia bawa ke perpustakaan. Gadis itu berjalan tanpa melihat di sekitarnya hingga ia tak tahu akan menabrak seseorang. Tumpukkan buku yang dibawanya jatuh berserakan sedangkan dirinya jatuh terduduk di lantai yang dingin.
.
“Duh.. maafkan aku. Aku salah karena jalan tidak melihat sekitar. Sekali lagi maafkan aku” rutuk Jiyeol menyesali perbuatanya tanpa melihat kearah orang yang ditabraknya. Gadis itu memilih untuk membereskan buku-bukunya yang tercecer di lantai.
.
Lantas sebuah tangan lain juga ikut membantu Jiyeol membereskan bukunya. “Tak apa. Ini sudah aku bantu bereskan. Lain kali hati-hati yaa” Jiyeol melihat ke orang itu yang tadi berucap.
.
‘Oh Sehun??!’ pekiknya dalam hati.
.
Jiyeol tak percaya apa yang barusan ia lihat. Jadi, tadi yang di tabrak adalah Oh Sehun dan lelaki itu membantu dirinya? Benarkah ini?
.
“Nggak papa kan? Apa ada yang sakit?” tanya Sehun dengan raut sedikit khawatir pada Jiyeol. Gadis itu pun menggeleng pelan.
.
Pemuda itu meninggalkan dirinya yang masih terduduk di lantai. Gadis itu tersadar bahwa dirinya tengah di perhatikan oleh siswa dan siswi sekitar koridor hingga dia beranjak bangun dan merapikan bajunya. Jiyeol mengambil tumpukkan buku di atas lantai.
.
Pandangan kedua matanya masih tertuju pada punggung seseorang yang tadi. Menatap dengan keheranan. “Apakah benar tadi Oh Sehun?!” gumam Jiyeol.
.
Pluk! Seseorang menepuk pundak gadis itu. hingga Jiyeol terkesiap dan langsung menoleh ke arah pelakunya. “Hey!  Kenapa kau masih disini. Bukankah seharusnya kau sudah di perpus?” tanya seseorang itu yang tak lain adalah Jae. “Dari tadi aku lihat kau tengah memperhatikan sesuatu. Siapa yang barusan kau perhartikan?” tanya Jae sambil melihat kesekitar.
.
“Heum.. molla. Kajja kau bantu aku bawakan ini” Jiyeol langsung menaruh sebagian buku di kedua tangan Jae tanpa menunggu respon dari gadis itu. “Aishh... seharusnya aku tidak menghampirinya tadi” keluh Jae menatap kesal Jiyeol yang sudah melangkah duluan dengan terkikik geli.
.
____oOo____
.
“Wow.. wow .. wow .. dilihat-lihat dari wajahmu, kau terlihat bahagia sekali tuan muda Oh. Ada apa gerangan?” ucap Chanyeol yang langsung mendapat jitakan dari Sehun sendiri.
.
“Wow .. wow .. wow .. dilihat-lihat dari wajahmu, kau kesakitan sekali pengawalku. Ada apa gerangan?” sahut Sehun dengan menirukan gaya bicara Chanyeol.
.
“Aish. Ini karena ulah tanganmu. Jangan menjitaku Oh Sehun!! Dan apa tadi, pengawalku? Cih! Tak sudi aku” keluh Chanyeol. “Ya .. ya .. ya .. maaf”sahut Sehun. “Kau terlihat bahagia. Ada apa?” tanya Chanyeol dan menyuruh Sehun untuk duduk di emperan depan kelas.

.
“Aku tadi bertemu Jiyeol” jawab Sehun dengan senyuman yang masih mendominasi di wajahnya. Pandangan matanya menghadap ke langit. “Heum.. pantas saja. Oh iya. Apakah kau sudah melakukan rencananya?” tanyanya lagi pada Sehun. “Eoh. Tenang saja” sahut Sehun kemudian dengan menarik sudut bibirnya.
.
.
Jiyeol terlihat memasuki kelasnya bersama Jae, setelah mereka habis ke perpustakaan. Kedua gadis itu menuju ke bangkunya masing-masing. Kedua mata Jiyeol tertuju pada sebuah kertas yang terletak di mejanya. Jiyeol mengambilnya. “Eoh untukku?!” gumam Jiyeol lalu membaca isi yang di dalam kertas itu.
.
Jiyeol ... berdandanlah yang cantik untuk nanti malam :-*                                                                                      Aku menunggumu di sana, Kejutan untukmu akan segera datang
-       OhSeh
.
“Mwoya?!!” pekik Jiyeol setelah membaca kertas itu. Membuat Jae menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi. “Ada apa?” tanya Jae dengan raut yang tidak mengerti.
.
“OhSeh? Nugu?” tanya Jae lagi setelah membaca kalimat di dalam kertas yang di pegang Jiyeol. Sedangkan yang di tanya menggeleng tidak tahu. “OhSeh-hun” ujar Jae sedikit ragu. “Mungkin itu dia? Wow .. Jiyeol, Sehun menyu__” ucap Jae yang membuat Jiyeol membekap mulut gadis itu.
.
“Tidak mungkin dia, Jae” bantah Jiyeol seraya melepaskan tangannya dari mulut Jae. “Kita buktikan saja nanti malam. Ugh aku jadi tidak sabar”.
.
@Night in School Party
.
Sesosok gadis dengan balutan gaun biru muda tanpa lengan memasuki ruangan pesta hingga semua orang yang terdapat di dalam sana terperangah melihatnya. Terutama para laki-laki. Tatapan mereka membuat gadis itu merasa risih, Jiyeol-gadis itu-cepat-cepat menghampiri Jae yang sedang berada di antara segerombolan para siswi yang terlihat seperti mengobrol.
.
“Jae-ya!” panggil Jiyeol. Jae menoleh kearah seseorang yang memanggilnya. “Jiyeol, sini!” sahut Jae dengan sumringah.
.
“Wow kau terlihat cantik malam ini. Apa karena seseorang itu?” goda Jae yang membuat Jiyeol menatap tajam ke arahnya. “Jangan mulai Jae” ucap Jiyeol menatap malas. “Baiklah..baiklah..mian” sahut Jae.
.
.
“Ekhm.. cek..cek... Halo semua. Terimakasih atas kehadiran kalian di pesta ini. Untuk selanjutnya mari kita isi pesta ini dengan dansa. Berdansalah dengan pasangan kalian masing-masing. Nikmatilah acara ini kawan-kawan” ujar seseorang di balik mikrofon. Seseorang itu kemudian turun dari atas panggung dan terlihat sedang memberikan kode pada seseorang yang lain.
.
“Jalankan rencanamu” bisik orang itu.
.
.
“Jiyeol, bagaimana kalo kita berdansa?” tanya seorang siswa pada Jiyeol. Dia bernama Baekhyun.“Baiklah ayo! Kebetulan aku belum mempunyai pasangan” ajak Jiyeol namun di halangi oleh seseorang. “Jiyeol akan berdansa denganku. Carilah yang lain” Gadis itu membelalakan matanya ke arah orang yang berani menghalanginya berdansa dengan Baekhyun.
.
“Yya! Apa yang kau lakukan. Baekhyun terlebih dahulu dari pada kau!” ucap Jiyeol tak setuju dengan apa yang orang itu lakukan. Bukannya menjawab, orang itu malah menyeret Jiyeol ke tengah-tengah dan mulai berdansa.
.
“Aku tak peduli. Aku sangat senang sekali bisa berdansa denganmu” ujar orang itu. “Kau terlihat cantik malam ini. Ternyata kau menuruti keinginanku” ujar orang itu lagi dan membuat Jiyeol mengerutkan keningnya. “Menuruti ke inginanmu? Apa maksudmu?” tanya Jiyeol tak mengerti. “Sehun kenapa diam?” tanya Jiyeol lagi.
.
“Jiyeol ... “ ucap Sehun dengan wajah yang terlihat serius. “Dengarkan baik-baik karena aku hanya akan mengucapkannya sekali” Jiyeol memasang wajah tak mengerti.
.
“Apa? Katakan saja” ujar Jiyeol.
.
“Seseorang yang selalu mengirimimu pesan adalah aku. OhSeh adalah aku. Aku menyukaimu Jiyeol”
.
Mendengar penuturan Sehun kepadanya membuat Jiyeol menatap tak percaya pada Sehun. “Kau sedang bercanda ya?” kekeh Jiyeol. “Aku tidak bercanda. Aku menyukaimu Jiyeol” sahut Sehun dengan wajah seriusnya.
.
Jiyeol terpaku setelah mendengar ucapan Sehun lagi. ‘Jadi, Sehun menyukaiku?’ tanyanya dalam hati.
.
FIN
.
Gamvar ajin gue :v gila endingnya gimana beud. Ini otak gue udah buntu dan buat juga buru-buru. Jadi, endingnya nggantung gini :v .Ya amvun  maafkan dakuh yang membuat fanfic ini gaje bgd. gue kagak tau lagi mau nulis apa. Ya udah deh ... kalo nggak suka fanfic ini hapus ajin. Huahahaha :v






Komentar