Title : He’s My
Brother #2
Main cast : Fidelya
Kayana (OC) & Park Chanyeol
Other cast : *find
it by yourself*
Genre : School
life, comedy, friendship, family-life
Rate
: T
Lenght : Chaptered
++++++++++++++++++++++++++
Story by NIKYoon || Cover by Yoon88 ART
++++++++++++++++++++++++++
Notes : Annyeong^^ Yoon kembali... dengan
membawakan Chap 2. Aku memutuskan untuk melanjutkan fanfic ini. Dari pada
dibiarin kan kasihan :v . Yoon nggak tau mau nulis apa lagi di notes jadi
langsung aja kita ke fanficnya :v . Selamat membaca ...
++++++++++++++++++++++++++
.
.
Aku dan dia berada dalam perjalanan menuju ke
tempat yang dituju. Kendaraan yang kami naiki berhenti di depan tempat yang
menjadi tujuan. Sebuah rumah makan. Aku langsung turun dan langsung diikuti
olehnya. Aku tahu dia terlihat bingung. Dia juga menatap sekelilingnya. Hey!
ini juga pertama kalinya dia kesini. Aku menahan tawa. Dia terlihat seperti
anak kecil yang tersesat.
.
Aku langsung berlalu meninggalkannya. Hingga
ia lagi-lagi mengikutiku dari belakang. Siapa suruh dia ikut denganku. Lagi
pula ini tempat baru baginya. Aku langsung membuka pintu rumah makan tersebut. Tatapanku
mendapati sekumpulan orang yang berada di meja agak pojok. Mereka
teman-temanku. Aku melangkah kearah mereka seraya melambaikan tanganku.
.
Namun langkahku terhenti ketika melihat
seseorang yang sedang menatapku. Dia orang yang tidak aku harapkan. Aku
menggigit bibir bawahku dan berpikir. Jika aku pergi, percuma karena aku sudah
terlanjur datang kesini. Apalagi aku tidak sendirian. Aku bersama Chanyeol. Aku
menghela nafas perlahan mencoba untuk memantapkan keputusanku selanjutnya.
.
Aku sedikit melirik kearah Chanyeol yang
sedari tadi diam sambil memandang sekitar. Ku genggam tangannya erat. Hingga ia
menatapku bingung. “Biarkan seperti ini. Kumohon bantu aku. Ikuti permainanku
saja” bisiku kepadanya, namun Chanyeol menatapku dengan tatapan sebelumnya.
.
Aku melanjutkan langkahku dan segera
menghampiri mereka. Terlihat tatapan para teman-temanku mengarah ke Chanyeol. Termasuk
seseorang yang tadi memperhatikanku.
Apalagi sekarang tanganku dengan Chanyeol saling bertautan.
.
“Elya, kukira kamu nggak datang” ujar salah
satu temanku. Dia bernama Cira orang yang tadi mengiriku pesan. Kini dia menatapku seolah-olah seperti sedang
meminta penjelasan siapa seseorang yang ada di sampingku. Kemudian aku
tersenyum kepada semua yang ada disana. Sedangkan Chanyeol sedari tadi terdiam.
.
Kebetulan ada dua kursi yang masih kosong.
Langsung aku duduki begitu juga dengan Chanyeol. Kulihat teman-temanku termasuk
orang itu terus menatap Chanyeol hingga membuat Chanyeol sedikit canggung dan
risih oleh tatapan mereka semua. “Hey .. hey .. berhenti menatapnya” seruku
pada mereka semua hingga mereka langsung mengalihkan tatapannya.
.
“Duh .. duh .. baru seminggu, udah dapet baru
lagi nih. Ganteng lagi” celetuk salah satu temanku. Membuat Chanyeol beralih
menatapku seolah-olah menanyakan maksud dari ucapan tadi. “Kubilang ikuti saja
permainan yang kubuat” bisiku kepadanya.
.
“Kenalin ini Chan. Dia pacarku sekarang” aku
mengenalkan Chanyeol pada mereka. Hingga ketika aku mengatakan bahwa Chanyeol
adalah pacarku, mereka semua menatapku tak percaya apalagi Chanyeol. Aku
menyenggol lengannya supaya dia mengiyakan apa yang aku ucapkan tadi. “I-iya
... selam kenal semuanya” ucapnya kemudian.
.
Orang itu masih terus menatapku dengan raut
wajahnya yang sedih. Mungkin karena ucapanku tadi. Aku tidak memperdulikan itu.
Biar dia merasakan apa yang selama ini aku rasakan setelah mencapakanku dan
meninggalkanku tanpa alasan.
.
_____oOo______
.
Aku mengernyit heran kenapa Chanyeol tiba-tiba
menariku untuk keluar dari tempat itu. Aku hanya mengikutinya. Dia terus
menariku hingga kini aku dan dia sudah berada halaman rumah makan itu. Aku
menatap kesal kearahnya. “El, ya ampun ... kamu bilang aku pacarmu? Gila kali
ya!” ucapnya sedikit kesal. Aku hanya menampilkan deretan gigiku. “Kan kubilang
ikuti permainanku Park Chanyeol. Kamu ini!” geramku.
.
“Ooh mungkin karena aku ganteng jadi ya ..
saudara sendiri ingin di jadiin pacar” Aku tercengang mendengar ucapannya.
Percaya dirinya terlalu besar. Aku memutar bola mata malas. “Perlu kamu
ketahui. Aku melakukan ini dengan sangat terpaksa karena seseorang” sahutku. “Seseorang?
Alasan!” cibirnya. “Beneran ..! Disana ada mantan pacarku, Aku kesal dengannya.
Jadi, aku membohonginya dengan seperti ini” jelasku.
.
Chanyeol menatapku serius. “Oh jadi kau ingin
membalas perbuatannya. Baiklah aku mengikuti permainanmu” serunya. Aku menatapnya
berbinar. Aku dan dia kembali masuk ke dalam dan segera kembali duduk bergabung
dengan mereka.
.
“Kurasa kau bukan orang sini? Asalmu darimana?”
tanya temanku yang bernama Alden pada laki-laki di sampingku. “Aku dari Korea”
jawab Chanyeol. Seketika membuat mereka terperangah tak percaya. Berlebihan
sekali -_- . “Dia belum lama pindah kesini” sahutku santai seraya mengambil
segelas jus yang berada di depanku. Lalu kuteguk dua kali dan diletakkan
kembali di atas meja.
.
“Wow ... dari Korea ya ampun ... apa kau tahu
boyband EXO? Itu idolaku” oh ya Tuhan pasti jika sudah berbicara tentang Korea
Cira langsung nyerocos. Apalagi aku :v . Haha, kebetulan aku dan dia sama
mengidolakan EXO.
.
“Jangan di tanggapin. Nanti dia bakalan
nyerocos terus” celetuk Farica yang salah satu temanku juga. Chanyeol tersenyum
kecil dan mengangguk. “Aww .. ihh sakit tahu!!” pekik Farica saat terkena
pukulan dari Cira. “Rasain ..” ucap Cira mengejek. Dan hanya di balas decakan
sebal dari Farica.
.
“Tapi, bahasa Indonesiamu sangat lancar” ujar
Andra. “Aku belajar bahasa Indonesia sudah lama” jawabnya. Andra mengangguk pelan begitu juga
yang lainnya. Tiba-tiba-“El, sebelum pulang ikut aku sebentar”-ujar seseorang
yang tak lain adalah mantan pacarku. Dennis.
.
Aku sedikit tersentak. Pasalnya Dennis mau
menangajakku. Perlu kalian ketahui aku tak ingin bertemu dengannya apalagi
ngomong sama dia berduaan. Pasti dia bakalan ngomong yang nggak penting ke aku.
Aku tahu itu.
.
“Den, seenaknya ngajak pacar orang! Huh minta
izin dulu sama Chan!” cibir Cira. “Chan, aku boleh ajak Elya?” Chanyeol
terlihat bingung. Semoga dia tidak memperbolehkanku. “Boleh kok” APA? Park
Chanyeol kau mati huh?! Chan andai kamu tahu, aku sebenarnya udah nggak tahan
disini. Jika aku tahu dari awal bahwa ada Dennis disini, aku nggak bakalan
kesini.
.
Aku menatap sengit Chanyeol, namun dia hanya
mengendikan bahunya acuh. Dasar saudara sialan!, cibirku dalam hati.
.
“Ngomong-ngomong kamu belum kenal kami ‘kan?”
tanya Alden. “Aku Alden, yang nyerocos tadi Cira, yang kena pukulan si Cira tuh
Farica, dia Andra dan dan yang terakhir Dennis alias mantan pacarnya Elya”
jelas Alden memperkenalkan mereka semua. Yang terakhir aku nggak suka! Alden
nggak tahu aja, sekarang hati sedang panas malah di tambahin panasnya -_- .
.
_____oOo______
.
Aku menatap mohon pada Chanyeol agar dia
ngelarang aku untuk ikut Dennis. Tapi dia hanya diam saja hingga Dennis segera
menarik tanganku dan menuju ke samping rumah makan itu. Chanyeol menatapku acuh
seraya melipat kedua tangannya.
.
Chan .. awas saja kalo dirumah! Dasar Cendol !
.
Aku menatap ke arah lain asalkan jangan ke
arah Dennis. Dia mulai menggenggam kedua tanganku. Ingin sekali aku melepasnya
tapi hatiku berkehendak lain. Aku tetap membiarkan dia menggenggam tanganku. Terasa
hangat. Sudah lama sekali aku tak merasakan genggaman tangannya.
.
“El, aku tahu. Kamu masih marah sama aku. Aku
nyesel El mutusin kamu. Aku masih sayang sama kamu El” aku masih diam dan
enggan untuk meliriknya. “El, aku cinta banget sama kamu” ucapnya lagi. Aku
segera melepaskan genggaman tangannya. Mataku sedikit memanas. Tapi, aku tahan
agar air mataku tidak jatuh. “Udah Den, kita udah nggak ada apa-apa lagi.
Fokusin aja si Hana. Dia itu pacar kamu” Aku segera pergi meninggalkan Dennis.
.
Tes (?)
.
Air mataku menetes. Aku sudah tidak tahan lagi
menahannya. Aku berlari kecil dan menahan isakan yang keluar dari bibirku.
Berlari melewati Chanyeol begitu saja. Hingga dia pun ikut berlari untuk
mengejarku.
.
Kebetulan bus datang dan segera aku menaiki dan
masuk ke dalam begitu pun Chanyeol. Aku memilih ke tempat duduk paling
belakang. Kebetulan masih kosong hingga aku bisa mendudukinya. Chanyeol juga
duduk di sampingku. Dia terus menatap ke arahku yang masih menangis. Sadar jika
dia terus menatapku, aku segera menyeka air mataku kasar dan seolah-olah tidak
terjadi apa-apa. Aku hanya menatap lurus ke depan enggan untuk menengok ke
arahnya.
.
“El, kamu nangis tadi. Kenapa? Apa karena
Dennis?” tanyanya padaku. Aku terdiam dan berpikir sejenak. Aku beralih menatapnya
dan menampakkan senyumku. Seolah-olah aku baik-baik saja. Dan tidak terjadi
apa-apa. “Menangis? Oooh tadi hanya kelilipan jadi sampe ngeluarin air mata deh”
jawabku bohong. Aku segera mengalihkan padanganku kearah depan.
.
Park
Chanyeol pov
.
Aku tahu dia tadi menangis. Bahkan sangat
jelas saat dia melewatiku setelah tadi bersama Dennis entah berbicara apa. Dia
menahan isak tangisnya.
.
“Jangan berbohong, El. Aku tahu kamu nangis.
Kamu habis diapain huh, sama Dennis? Cepat bilang ke aku ntar aku balas
perbuatannya karena udah buat saudaraku nangis” seruku yang sedikit emosi.
Dennis. Pasti dialah yang membuat Elya menangis. Awas saja jika aku bertemu
dengannya lagi.
.
“Bukan dia Chan. Udahlah. Aku juga udah nggak
ada apa-apa lagi sama dia” ujarnya. “Jujur deh sama aku. Emang dia habis bicara
apa sama kamu, huh?” tanyaku seraya menyentuh tangannya. Namun, disaat itu, bus
berhenti. Elya segera bangkit, dia menuju ke sopir untuk membayar ongkos dan
keluar dari bus itu hingga aku juga mengikutinya.
.
“Elyaa!” teriakku memanggil namanya. Pasalnya
dia seperti sedang menghindar untuk tidak menjawab pertanyaan tadi. “Ya udah
deh.. aku nggak bahas itu lagi” seruku dan segera mensejajari langkahnya.
.
______oOo______
.
Aku membaringkan badanku di atas kasurku. Melipat
tangan kananku untuk mengganjal kepalaku. Padanganku menghadap ke langit-langit
kamar. Aku masih teringat tentang kejadian tadi. Saat Elya menangis.
.
Ada rasa aneh yang ada di dalam diriku ketika
melihatnya seperti itu. Aku seperti mencemaskannya. Ahh padahal aku tak seperti
ini sebelumnya. Lagi pula dia hanya selalu membuatku kesal. Dan ini dia
membuatku mencemaskannya. Ada apa sebenarnya denganku?
.
Park
Chanyeol pov end
.
.
{}{}{}{} Malam {}{}{}{}
.
.
Terlihat Chanyeol dan Elya menuruni anak
tangga bersamaan. Kedua anak itu menuju kearah ruang makan. Karena, beberapa
menit sebelumnya Ibu mereka menyuruh untuk turun dan segera makan malam.
.
Kini mereka berdua telah sampai dan segera
duduk. Terdapat beberapa makanan yang tertata rapi di atas meja. Apalagi bi
Inah yang masih sibuk menata piring beserta gelas dan lainnya.
.
“Chan ... tadi kamu habis dari mana aja sama
Elya?” tanya Ayah mereka dan di sertai anggukan Ibu mereka. “Tadi habis
jalan-jalan, yah” sahut Chanyeol kemudian. Lalu, Chanyeol mengambil secentong
nasi dan di taruh di piringnya. Begitu pun dengan Elya yang terlihat enggan
untuk berbicara sedikitpun. Dia terlihat sedang mengambil lauk pauknya.
.
“El, kamu kenapa? Nggak biasanya kamu diem kaya
gini?” tanya Ibu mereka yang menyadari bahwa putrinya tak mengeluarkan kata
sedikitpun. Elya kini menatap Ibunya dan menggeleng pelan. “Nggak kenapa-napa
kok, bu” sahut Elya. Lalu, dia mulai menyuapkan makanannya ke dalam mulutnya.
.
“Bu, besok aku mau ke rumah temen” ucap Elya. “Ya
udah. Sekalian ajak Chan. Kan dia juga harus memahami lingkungan sekitar” ujar
wanita berumur itu, membuat Elya makan tak bersemangat. “Tapi Bu, tadi aku udah
ajak dia. Masa, besok lagi” sahut Elya mengerucutkan bibirnya. “Bu, udahlah
nggak papa. Lagian Chan males bepergian” mendengar ucapan Chanyeol, Elya
tersenyum senang. “Tuh kan dia bilang males bepergian. Jadi, nggak usah ajak
Chanyeol” celetuk Elya.
.
“Oke .. oke .. terserah kalian saja”
.
_____oOo_____
.
“El, kamu marah ya .. sama aku??”
“Siapa yang marah sama kamu?”
“Kamu sendiri”
“Memangnya aku terlihat marah ya, sama kamu?”
“Iya”
“Siapa juga yang marah. Aku hanya sedang kesel
sama seseorang. Udah deh! Sana masuk ke kamarmu! Kepo banget sih!”
Chanyeol mendengus kesal. Lalu, beralih pergi
untuk memasuki kamarnya. Dia membaringkan tubuhnya di atas kasur. “Tsk! Kenapa
dia jadi ketus gitu sih?!” gerutu Chanyeol.
.
.
“Dasar cendol!” cibir Elya ketika Chanyeol
tidak lagi di depan pintu kamarnya. Lalu, dia fokus ke bacaannya. Dia sekarang
sedang membaca novel.
.
Drrrt...drrtt...
.
Mendengar smarphonenya getar, Elya langsung
mengambilnya dan melihat di layar smartphonenya bahwa ada satu pesan baru.
.
From : Cira
Woy! Sungguh dia pacarmu? Ganteng bener ... ya
ampun mirip member boyband masa :-D
.
To Cira :
Member boyband apanya?! Dia bukan pacar,
sebenarnya dia hanya saudara tiriku -_-
.
From : Cira
Whaaattt??? Yang bener?! Besok kamu harus
jelasin ke aku, OK!!
.
“Haishhh ... dasar kemal!” cibir Elya ketika
membaca pesan yang dikirim Cira beberapa detik lalu.
.
TBC :v
.
Wuuuhhuuu ... FF ini makin gaje apa makin seru
??? Okay, don’t forget to leave your comment after your read this fanfiction!
#YEHET #YOON

Komentar
Posting Komentar