Tittle : Special Girl
Author : ByunBaek
Cast : Park Chanyeol <박 찬녈> & Yoon Seorin (OC) <윤 서 린>
Other cast : Byun Baekhyun <변 백 현>
Genre : Fantasy, friendship, School life, Sad, romance
Rating : PG-16
Lenght : Threesoot/2
Warning!
- Don’t copy
- This Fanfiction
is mine, no plagiat
- No silent readers
- Typo merajalela
(mungkin)
HAPPY
READING
Chanyeol hanya tertunduk takut. Ia sedang berpikir apa yang harus
ia lakukan untuk sekarang? Untung saja keberuntungan menghampiri Chanyeol.
Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya dan langsung mengajak Chanyeol untuk pergi
dari tempat itu. Dan itu membuat Chanyeol menjadi bernapas lega. Dalam hatinya
ia berkata ‘Baekhyun kau memang sahabat terbaikku’.
.
“Huft untung saja, jika aku tak menghampirimu dan membawamu kemari
pasti kau akan mati disana menghadapi namja sialan itu” seru Baekhyun dengan
menghela nafas lega.
“Gomawo chingu, kau telah membantuku lagi” jawab Chanyeol sembari
membenarkan kaca matanya. “sudahlah palli kajja... sebaiknya kita menuju ke
kelas, sebelum bel masuk berbunyi” ajak Baekhyun dan Chanyeol mengiyakannya.
Mereka berdua pun melangkah pergi.
.
Keadaan di kelas seperti biasanya, semua siswa terus saja
mengobrol. Dan membuat kelas menjadi ramai. Chanyeol hanya terduduk lesu
disana. Ia mulai bosan sekarang. Tak ada hal lain selain membaca buku dan
mendengarkan ocehan semua siswa di kelasnya.
.
“Aigoo... kenapa guru Han sangat lama, bukankah ini sudah lebih
dari lima menit?!” gumamnya sembari terus menatap jam yang ada dipergelangan
tangannya. Baru saja Chanyeol mengatakan itu, guru Han datang. Dan beliau tak
sendirian. Guru Han datang bersama seorang yeoja. “bukankah itu Seorin?” gumam
Chanyeol saat melihat gadis yang datang bersama guru Han. Guru Han kemudian
memanggil Seorin untuk memperkenalkan dirinya.
.
“Annyeonghaseyo, Seorin imnida... senang bertemu dengan kalian” ucap
Seorin di hadapan semua siswa. Chanyeol terus menatap keberadaan Seorin yang
sekarang di kelasnya. Guru Han menyuruh Seorin untuk duduk. Seorin pun duduk di
bangku pojok belakang yang kebetulan tak ada yang memakainya. Kebetulan berada
tepat di deretan tempat duduk Chanyeol.
.
“Oke, sekarang kita mulai pelajaran hari ini... siapkan buka
catatan kalian!” perintah guru Han. Pelajaran pun dimulai. Semua siswa terlihat
sedang memperhatikan saat guru Han mengajar. Begitu juga dengan Chanyeol dan
Seorin. Mereka berdua sangat serius mengikuti pelajaran hari ini.
.
>> saat istirahat <<
Rasa lapar mulai dirasakan oleh perut Chanyeol. Sehingga membuat
dia ingin pergi ke kantin sebentar untuk mengisi perutnya. Namun sebelum itu,
Chanyeol melihat sesosok yeoja yang kini tengah sedang memperhatikannya. Yoon
Seorin. Gadis itu menghampiri Chanyeol.
.
“Annyeong Chanyeol-sii” sapa Seorin dengan memasang wajah ceria. Chanyeol
hanya menatap dan tersenyum. “kau akan ke kantin kan?” tanya Seorin. “eum”
jawab Chanyeol singkat. “baiklah, kajja kita ke kantin bersama” Soerin pun
mengajak Chanyeol untuk ke kantin. Ia menggandeng tangan Chanyeol erat. Dan itu
membuat jantung Chanyeol berdebar tak karuan. Apakah itu semacam perasaan, eum
bisa dibilang jatuh cinta?
.
“sepertinya disini sangat menyenangkan juga, andaikan aku terlahir
sebagai manusia biasa. Bisa tinggal di bumi dan bersenang-senang” ucap Seorin
sembari menikmati makanannya. Chanyeol menatap gadis itu sejenak “itu
menurutmu, bagiku disini sangatlah tidak menyenangkan” ujar Chanyeol. “aku
sendiri sudah merasa bosan tinggal di tempat ini, aku ingin mengunjungi tempat
yang lebih indah dan juga penuh dengan ketenangan” lanjut Chanyeol.
.
Seorin mengangguk pelan dan pada detik itu juga dia melihat namja
sedang menghampiri mereka berdua disini. “Baekhyun-sii, palliwa!!” teriak
Seorin sembari melambaikan tangannya. Kemudian, Baekhyun mempercepat
langkahnya.
.
“Yoon Seorin kenapa kau ada disini?” tanya Baekhyun setelah sampai
dihadapan mereka berdua. “aku bersekolah disini” jawab Seorin singkat. “Astaga,
kau bersekolah disini?! Apakah ini nyata?” teriak Baekhyun. Semua siswa yang
berada disitu memperhatikan mereka bertiga. “Ya!! Baekhyun-ssi kau terlalu
keras, lihatlah semua siswa yang ada disini memperhatikan kita terus” bisik
Chanyeol kemudian membenarkan kaca matanya yang sedikit agak melorot.
.
“mianhae, aku terlalu bersemangant tadi” sahut Baekhyun. Seorin
dan Chanyeol hanya menatap malas Baekhyun. “jadi, apa alasanmu bersekolah
disini. Apakah disana tidak ada sekolah?” tanya Baekhyun penuh dengan
penasaran. Seorin mendesah pelan. “Baekhyun-ssi.. semenjak tadi kau bertanya
tentang itu saja” ucap Seorin sebal.
.
“setidaknya aku harus tahu alasanmu, Seorin-ssi”.”baiklah aku tak
akan bertanya-tanya lagi” ucap Baekhyun sembari mengerucutkan bibirnya. Seorin
dan Chanyeol hanya terkekeh melihat tingkah laku Baekhyun. ‘Seperti anak kecil
saja’, pikir mereka berdua.
.
SKIP
Setelah mereka bertiga keluar dari kantin. Mereka melangkah menuju
ke kelas. Saat dikoridor sebuah masalah menghampirinya. Geng sialan itu,
menghalangi jalan mereka. Raut wajah mereka bertiga berubah menjadi tegang. “Sepertinya
mereka takut pada kita” seru Sehun disertai senyuman meremehkan. Kai yang
berada paling depan maju selangkah. Dan sekarang berhadapan dengan Chanyeol.
>> Chanyeol pov <<
Aku menundukan kepalaku ketika Kai berada di hadapanku. Aku sangat
takut dan juga gugup. Wajah Kai mendekat ke arahku dan dia mengatakan “sudah
sembuh rupanya, sepertinya pukulanku kurang keras” kata Kai di sertai smirknya
matanya terus menatap wajahku. Aigoo... orang ini. “Ya!! neo!! Jangan sakiti
Chanyeol lagi, atau kau akan berhadapan langsung denganku” bentak Seorin, tangan
kanannya menunjuk ke arah Kai.
.
>> Kai pov <<
Gadis itu, bukankah murid baru yang tadi? Bukan salah lagi dia
memang murid baru itu. Kenapa dia membela Chanyeol? Apakah mereka sudah lama
kenal, batinku. Arah mataku tak lagi ke arah Chanyeol melainkan pada gadis itu.
.
“Cih!! Mau jadi pahlawan kesiangan hah? Astaga kau itu perempuan
mana mungkin aku berani melawanmu. Kau itu cantik, aku tak rela jika wajah
cantikmu itu hilang” Balasku seraya menghempaskan tangan Soerin dan di sertai
senyum evil. “cukup!!, sebaiknya kalian bubar. Ini disekolah tidak mungkin jika
kita berbuat ribut disini” ucap Baekhyun. Kemudian, ia mengajak Chanyeol dan
juga murid baru itu pergi. “Cih!! Dasar pengecut” ucapku.
.
>> Chanyeol pov <<
Hari ini sepertinya penuh dengan permasalahan. Kai yang selalu
mengangguku dan kelas yang selalu ramai sehingga membuatku tidak kosentrasi
dalam belajar. Astaga kenapa aku bisa bertahan sampai sejauh ini. Padahal aku
sudah dua tahun bersekolah. Kurasa aku bisa mempertahankannya sampai aku lulus.
Semoga saja bisa.
.
.
.
“Baekhyun-ssi, kurasa hari ini aku agak pulang terlambat” seruku
kepada Baekhyun yang posisinya berada disampingku. Sekarang aku dan dia sedang
berada di koridor sekolah. “memangnya ada acara apa? Apakah guru Choi
menyuruhmu lagi untuk membantunya?” selidik Baekhyun. “Ahh ani, ada tugas yang
harus kuselesaikan, baiklah kau pulang saja! aku tidak apa-apa jika pulang
sendiri” ucapku sebelum berlalu pergi.
.
>> Baekhyun pov <<
Apakah aku harus mempercayai kata-katanya? Kurasa dia berbohong
kepadaku. Kuyakin perasaanku benar. Akan ada sesuatu yang buruk terjadi pada
Chanyeol. Yeah... itu yang kurasakan semenjak ia berlalu pergi. Apakah ada
hubungannya dengan geng sialan itu? kurasa aku harus mengikutinya.
.
Langkahku sengaja aku buat hingga tidak terdengar oleh telinga. Aku
terus mengikuti Chanyeol. Langkahku terhenti ketika ia masuk ke dalam sebuah
ruangan. Aku mencari tempat yang aman agar aku tidak ketahuan olehnya. Dengan
segera aku menguping pembicaraan mereka. Sudah kuduga, geng sialan itu. Astaga,
apakah aku tidak salah dengar? Geng itu, meminta Chanyeol untuk mencuri sebuah
flashdisk yang berisi soal-soal ujian? Kuharap Chanyeol tidak mengiyakannya.
.
>> Author pov <<
Saat ini Chanyeol sedang berada di sebuah kelas. Ia disuruh oleh “Wolf
Boy” untuk datang kesini. Sekarang, ia sedang berhadapan dengan mereka semua. “Ya!!
lambat sekali, Ahh.. kurasa aku akan menyebutmu si siput yang bodoh... hahaha”
seru Kai dan itu membuat Sehun dan kawan-kawannya tertawa. Sepertinya mereka
sedang mengejek Chanyeol.
.
“m-mian, tadi ada urusan sebentar” ucap Chanyeol dengan
terbata-bata. “Hah.. sudahlah, kau tahu aku menyuruhmu kesini?” tanya Kai dan
Chanyeol hanya menggeleng pelan. Posisi kepalanya menunduk. Dia juga terus saja
membenarkan kaca matanya. Kai menoleh kearah Sehun yang kini sedang berada
disampingnya. Sepertinya ia sedang memberikan kode kepada Sehun. Sehun anggota
geng itu sekaligus sahabatnya Kai tiba-tiba saja merangkul pundak Chanyeol.
.
“Kau tahu kan, tiga hari lagi akan di adakan ujian, itu artinya
semua siswa harus belajar dengan giat untuk mendapatkan nilai yang sempurna dan
aku juga berharap bisa mendapatkan nilai sempurna. Aku akan mengubah
peringkatku menjadi diatasmu, hah akan aku usa___” sebelum sehun menyelesaikan
ucapannya, sebuah jitakan mendarat di kepalanya dan itu membuat Sehun berteriak
kesakitan. “Ya!! kenapa kau memukul kepalaku?” protes Sehun tanganya seraya
mengusap-usap kepalanya.
.
“Bukan yang itu bodoh, astaga kenapa aku mempunyai teman seperti
dia, huh? Kau sama seperti siput bodoh ini” ucap Kai dengan menatap malas
Sehun. kakinya melangkah maju menuju Chanyeol. Dan itu membuat Chanyeol sedikit
merasa takut dan gugup. Berkali-kali ia terus membenarkan kacamatanya.
.
“Hei siput! kau harus mencuri falshdisk yang berisi soal ujian
arraseo? Akan ku tagih besok, jika kau tak melakukannya, akan kubuat
teman-temanmu itu menderita” ucap Kai. Kedua tanganya dilipatkan diatas perut
sembari tubuhnya dicondongkan kedepan sehingga wajahnya berada tepat di depan
wajah Chanyeol.
.
Chanyeol hanya mengangguk pasrah ketika mendengar ucapan Kai.
Sebenarnya, ia ingin menolak tetapi mengingat ancaman tadi dia harus berbuat
konyol seperti itu. Hah... kurasa tak ada cara lain untuk mengatasi hal ini. “sudahlah
sekarang kau boleh pergi dan ingat tentang hal tadi” ucap Kai. Kemudian,
Chanyeol berlalu pergi meninggalkan mereka yang masih berada di dalam. Sedari
tadi, suaranya tak terdengar. Seperti tak bisa berbicara apapun.
.
“Psstt...psstt...Chanyeol” sebuah bisikan terdengar di kedua
telinga Chanyeol si namja berkacamata. Ia kemudian menolehkan kepalanya dan
matanya mencari seseorang yang tadi memanggil namanya. “Aigoo... Baekhyun?!
kenapa kau masih berada disini? Apa kau tak mendengar bahwa ada tugas yang
harus kukerjakan dahulu? sehingga kau kan bisa pulang lebih awal” tanya
Chanyeol seraya menghampiri Baekhyun yang berada di depan ruang kelas 2 B.
.
“Chanyeol untuk masalah itu biarkan saja, sekarang ini ada hal
yang sangat penting yang ingin kutanyakan padamu” ucap Baekhyun lirih agar
tidak terdengar oleh siswa lain. “tentang apa?” tanya Chanyeol lagi. Kedua tangan Baekhyun memegang pundak
Chanyeol. “sebaiknya kau jangan menuruti perintahnya, itu sama halnya kau
membuat masalah sendiri dan kaulah yang akan menanggung akibatnya. Aku tidak rela
jika sahabatku ini dihukum” ujar Baekhyun, dia melarang Chanyeol agar tidak
mencuri falshdisk itu.
.
“Jadi kau mengikutiku dan menguping pembicaraanku dengan Kai”
tebak Chanyeol. “untuk yang itu maafkan aku. Aku hanya khawatir saja kepadamu.
Tapi ingat tentang ucapanku tadi, jangan lakukan itu Chanyeol” ucap Baekhyun
dengan mantapnya. “tetapi aku tak mau jika kau dan Seorin terluka karena aku”
ucap Chanyeol sembari tersenyum. “Baekhyun maafkan aku, aku harus melakukannya,
karena aku ingin melindungi kedua sahabatku” sambung Chanyeol.
.
Ia kemudian berlalu pergi meninggalkan Baekhyun di tempat itu.
Baekhyun hanya menatap Chanyeol pasrah. Rasa khawatir masih menyelimuti di
dalam diri Baekhyun. “Astaga anak itu” gumam Baekhyun.
.
Saat Baekhyun ingin mengejar Chanyeol tiba-tiba saja Seorin sudah
berada tepat di depannya. Sehingga Baekhyun terkejut ketika kedatangan Seorin
yang mendadak itu. “Oh ya ampun” pekik Baekhyun. “Seorin-ssi jangan seenaknya
menggunakan kekuatanmu disini, dan jangan membuat jantungku copot” gertak
Baekhyun. Tangan kananya memegangi dadanya, jantungnya masih berdetak kencang
karena ia terkejut tadi.
.
“Mianhae, lagi pula tidak ada siswa di tempat ini selain kau dan
aku sehingga tidak ada yang tahu bukan?! Dan... Baekhyun-ssi, kenapa kau tak
membujuk Chanyeol lagi agar tidak melakukan hal itu eoh? Jika dia ketahuan
bagaimana, dia pasti akan dihukum” ucap Seorin kesal.
.
“tentang itu kau tahu dari mana?” tanya Baekhyun. Dia heran
mengapa yeoja ini tahu tentang hal itu. Padahal tadi hanya ada dia dan
Chanyeol. Dan dia baru saja muncul setelah Chanyeol pergi. Itu aneh, pikir
Baekhyun. “aku selalu mengawasi Chanyeol setiap hari. Kemana ia pergi,
melakukan apa dan kegiatan sehari-harinya aku selalu tahu” jelas Seorin.
.
“Ommo!! Berarti kau mengawasi Chanyeol ketika dia mandi dan
astaga... Seorin-ssi” seru Baekhyun membuat Seorin kesal terhadapnya. “Ya!!
jangan seenaknya berbicara, mana mungkin aku mengawasinya saat ia sedang mandi,
euh... aku masih punya otak Baekhyun... kau ini, Aishhh!!” jelas Seorin yang
semakin kesal. Ia kemudian menghilang dari hadapan Baekhyun. lagi-lagi dia
menggunakan kekuatanya disini. Bagaimana jika ada seseorang yang tahu? Pasti
akan timbul masalah yang baru lagi.
.
Entah sejak kapan Sehun berada di dekat ruang tempat mereka
bercakap-cakap tadi. Dan dia menguping pembicaraan mereka. Mata Sehun membulat
sempurna ketika ia melihat Seorin yang menghilang dengan tiba-tiba. Seperti
teleportasi, pikirnya. Dengan segera ia berlalu dari tempat itu. Sepertinya ia
akan memberitahukan yang barusan ia lihat tadi kepada Kai.
.
Disisi lain kini Chanyeol telah sampai di ruang guru kebetulan di
dalam sana tidak ada siapapun. Karena di jam ini semua guru sudah pulang. Dan
itu menjadi kesempatan Chanyeol untuk melakukan aksinya (?). Ia menuju ke
sebuah meja, langkah kakinya dibuat sangat pelan.
.
Tiba-tiba langkah kaki Chanyeol terhenti, ia melihat sesosok
Seorin yang kini berada tepat dihadapanya. Ia sangat terkejut dan hampir saja
berteriak. Tetapi untung saja Chanyeol bisa menahannya dengan mentupi mulutnya.
“Aishh kau ini, bisa tidak sih jangan membuatku terkejut seperti ini. kau kan
tahu ini ruang guru, jika tadi aku berteriak pasti kita sudah ketahuan” bisik
Chanyeol kepada Soerin.
.
“jangan bahas itu dulu, kajja sebaiknya kita pergi dari sini”
tangan Seorin meraih tangan Chanyeol. Ia menggenggam dengan sangat erat. Ia
ingin mengajak Chanyeol pergi dari tempat itu dengan menggunakan kekuatanya. Tetapi
Chanyeol mencegahnya. “Aku tidak mau pergi, ada urusan penting yang harus
kuselesaikan!!” ucap Chanyeol lalu ia melepaskan tautan tangan mereka. Chanyeol
pun meneruskan langkahnya menuju meja yang tadi.
.
“Chanyeol-sii, kau harus mendengarkanku!! Jangan lakukan itu!!”
kemudian Seorin menarik tangan Chanyeol dan langsung menghilang dari tempat
itu. Seorin membawa Chanyeol ke parkiran sekolah. Disana ia disambut oleh
Baekhyun yang sedang menunggu di depan mobil. Sembari kedua tanganya di masukan
ke dalam sakunya dan tubuhnya menyendeh di sisi mobilnya.
.
“Baekhyun, kajja kita pulang” Baekhyun mengangguk kemudian ia
masuk ke dalam mobilnya. Di susul oleh Chanyeol dan Seorin. Chanyeol masih
bingung dengan keadaan yang sekarang. Ia merasa kedua sahabatnya yang
merencanakan ini agar ia tidak jadi mencuri flashdisk itu. Ia merasa marah
sekarang.
tbc
next or no?

Komentar
Posting Komentar