My First Kiss 4


Title : My First Kiss (Chapter 4)
Author : NIKYoon
Main cast : Moon Taeil (NTC U) & Shin Hana (OC)
Support cast : Kim Seul Mi (OC), Jung Hyena (OC), Jeon Jungkook (BTS), Kwon Soon Young (17’s Hoshi), Kim Jongin (EXO), and other
Genre : Comedy, school life, friendship, romance, etc
Rated : T
Cover by : Yoon17Art
Lenght : Chaptered ( 2.206 words )
.
Notes : Semua jalan cerita di FF ini merupakan hasil pemikiran author. Jangan meng-copast FF ini karena FF ini milik author seorang. Wajib bagi yang sudah membawa FF ini harap tinggalkan jejak berupa komentar, kritik, saran atau apapun yang pasti membangun author agar semangat nulis FF ini. Maaf jika ada typo, walaupun author sudah berulang kali meneliti. Dan satu hal yang perlu kalian ketahui, setiap chapter akan bertambah wordsnya. Entah itu berapa ratus. Baiklah, Selamat membaca^^ semoga ini bisa menghibur para readers.  
.
N-I-K-Y-O-O-N >< S-T-O-R-Y-L-I-N-E
.
.
Taeil menatap tak suka kepada gadis yang sedang menghampiri dirinya. Kebetulan sekarang ini timnya sedang beristirahat sejenak. Sehingga membuat gadis yang bernama Jung Hyena bisa menghampiri dirinya.
.
Jongin yang berada disamping pemuda itu membisikan sesuatu. “Hey,, lihatlah siapa yang datang” bisik Jongin. Taeil mendesah kasar. Gadis itu rupanya sedang mencari perhatian kepadanya.
.
“Taeil... kau haus bukan? Ini aku bawakan minum untukmu” ucap gadis itu dengan nada centilnya. “Aku tak haus” sahut Taeil malas. Sebenarnya dia bisa menyeret gadis itu untuk menjauh darinya. Tetapi ia sadar, di sekitar lapangan terdapat banyak siswa. Jadi, ia tak mau jika orang-orang menganggapnya lelaki yang kasar terhadap wanita.
.
Walaupun usaha yang pertama gagal. Hyena tetap tak menyerah. “Kau banyak mengeluarkan keringat, sini biar aku bersihkan” ucap gadis itu, kemudian mengambil tisu yang dibawanya untuk diusapkan kewajah Taeil. Namun, Taeil menolak. Ia tak butuh perhatian dari gadis itu. Yang ia butuhkan hanya gadis itu harus menjauh darinya, itu saja.
.
“Sudahlah, sebaiknya kau pergi dari sini. Pertandingan akan segera di mulai lagi” tolak Taeil. Kemudian lelaki itu menuju ketengah lapang menyusul teman-temannya.
.
“Aku tak akan menyerah Taeil. Sampai aku bisa mendapatkanmu” gumam Hyena menatap kepergian Taeil.
.
______oOo_______
.
“Sepertinya aku akan gila disekolah ini” keluh Hana dan ditanggapi dengan kekehan oleh sahabatnya sendiri. Siapa lagi kalau bukan Seulmi. “Kalau kau gila, jangan tularkan kepadaku ya...” canda Seulmi mendapat decakan kecil dari bibir Hana. “Ahh jangan berncanda okay?” pinta Hana. “Okay..okay.. I’m sorry” sahut gadis itu.
.
“Hana-ya ingat perkataanku okay?! Jaga jarak dengan Taeil sunbae” ujar Seulmi memegang pundak sahabatnya. “Eoh.. aku akan mengingatnya” ucap Hana penuh keyakinan. Ada sesuatu yang dipikirkan Seulmi. Saat tadi mereka menonton pertandingan, Hana menyemangati Taeil. AH IYA!
.
“Hana-ya.. kenapa kau tadi mengatakan fighting kepada Taeil sunbae?” tanya Seulmi. Hana tersentak. “Ah.. i-itu aku tak tahu, tiba-tiba mulutku mengucapkan itu” jelas Hana. “Aigoo jika keterusan seperti ini, mungkin kau semakin dalam bahaya. Bagaimana jika Taeil sunbae berpikir bahwa kau menyukainya??”
.
WHAT??!! ME-NYU-KA-I-NYA?? Tidak .. tidak aku hanya menyemangatinya saja kok. Tidak lebih’ ucap Hana dalam hatinya.
.
“Aku tidak menyukainya” jawab Hana kemudian. Dan Seulmi hanya menangguk pelan dan bisa bernafas lega.
.
.
Pertandiangan sudah berakhir. Team sekolah ini yang berhasil memenangkan pertandingannya. Membuat semua siswa disekolah ini bersorak senang. Begitupun dengan Taeil bersama teman-temannya. Ia merasa senang saat ini.
.
Sekarang ini mereka sedang berada di dalam ruang ganti. Taeil yang sudah selesai mengganti pakaiannya, segera pergi keluar. “Aku duluan” ucapnya kepada Soon Young. Laki-laki itu hanya menganggukkan kepalanya. Manik matanya masih memandangi pintu yang barusan tertutup.
.
.
.
Taeil kini ia mendadak kesal, pasalnya gadis yang bernama Jung Hyena telah menghalangi jalannya saat ini. Memang gadis keras kepala. Laki-laki itu menatap malas Hyena. “Permisi kau menghalangi jalanku” ujar Taeil tetapi sama sekali tak digubris oleh Hyena. Hingga laki-laki itu semakin geram dibuatnya.
.
“Apa perlu aku menyeretmu agar kau bisa minggir?”
.
“Taeil.. kenapa kau selalu kasar kepadaku?”
.
Astaga... tidak akan selesai jika mengurusi gadis ini’ batin Taeil.
.
Dari pada berlama-lama dengan gadis itu, Taeil pergi ke arah yang berbeda. Lebih baik seperti itu.
.
“Aishh selalu saja. Tetapi, aku tak pantang menyerah untuk mendapatkanmu Taeil” gumam Hyena sebelum dia meninggalkan tempat itu.
.
.
.
Hana membaringkan tubuhnya ke ranjang. Satu tangannya ditekuk untuk menumpu kepalanya. Hana masih memikirkan kejadian di sekolah tadi. Ada yang mendukung dia dan Taeil. Padahal itu tidak benar. Bahkan menjalin hubungan dekat pun tidak. Disisi lain dia sangat senang dengan itu tetapi setelah pikirannya muncul nama ‘Jung Hyena’ Hana menjadi tak bersemangat.
.
Apalagi, ia tahu bahwa gadis itu akan mencelakainya jika dekat dengan Taeil. Bukan mencelakainya saja tetapi bahkan setiap gadis yang berusaha mendekati Taeil. Ugh... benar-benar tidak waras gadis itu. sebegitu cintanya pada Taeil, hingga siapa saja yang dekat dengan lelaki itu akan berhadapan dengannya. Hana benar-benar tak suka tentang hal itu. Apasalahnya? Dia kan hanya ingin berteman dengan Taeil sunbae.
.
Tak lebih. Hanya BERTEMAN saja kan tidak apa-apa.
.
“Apakah itu saja yang ada dipikiranku? Ugh.. benar-benar membosankan” celetuk Hana. Selang beberapa detik, terdengar bunyi ketukan pintu. Hana segera beranjak dan membukakan pintu kamarnya.
.
“Eoh ibu, ada apa?” tanya Hana setelah membuka pintu dan mendapati ibunya yang sedang berdiri tepat dihadapannya.
.
“Hanya ingin memberitahu, bahwa besok ada acara makan malam. Jadi, kau harus ikut. Karena, ingin membahas sesuatu yang penting untukmu dan masa depanmu” jelas Ny. Shin tanpa jeda.
.
Sesuatu yang penting untukku dan masa depanku? Astaga, perasaanku jadi tidak enak setelah mendengar kalimat yang ibu katakan tadi’ batin Hana.
.
“Baik bu” jawab Hana. Walaupun sepenuhnya masih ragu-ragu tentang jawabannya.
.
.
.
Sementara itu, di keluarga Moon sedang melakukan kegiatan makan malam. Tn. Moon berdehem kecil untuk memecahkan keheningan. Sedangkan Ny. Moon tahu, ini adalah kode untuk memberitahukan sesuatu penting kepada putranya. Moon Taeil. Ny. Moon menghentikan aktivitas makannya. Dan memandang Taeil yang masih makan. Sedangkan Tn. Moon terus mendesak istrinya agar segera mengatakannya.
.
“Ehm... “ dehem Ny. Moon. “Taeil, bagaimana sekolahmu?” tanya Ny. Moon. Ini hanya untuk basa-basi saja. “Baik bu. Tapi, ada hal yang tidak disukai disekolah itu” jawab Taeil seadanya. Dia memang tipikal orang yang jujur.
.
“Maksudmu?” kini giliran Tn. Moon yang bertanya pada putra satu-satunya itu.
.
“Ada gadis yang selalu mengejarku kapan saja. Dia gadis keras kepala, walaupun aku sudah menolaknya” dan lagi-lagi Taeil berbicara apa adanya. Dia memang anak yang sangat jujur. Terutama pada kedua orangtuanya.
.
Tn. Moon dan Ny. Moon saling memandang satu sama lain. Sepertinya mereka harus mengatakan tentang perjodohan Taeil dengan gadis pilihannya.
.
“Taeil, besok malam kau tidak ada acara ‘kan?” tanya Ny. Moon hati-hati.
.
“Tidak bu” jawab Taeil singkat.
.
“Baiklah. Berarti, besok kau harus ikut bersama ibu dan ayahmu untuk menghadiri acara teman lama ayahmu” jelas Ny. Moon.
.
“Untuk apa? Bukankah itu acara ayah mengapa aku harus ikut?” tanya Taeil. Dia memang tidak tahu yang sebenarnya. Ny. Moon dan Tn. Moon masih bungkam mengenai perjodohan itu. Jika, mereka langsung mengatakannya. Mungkin Taeil tidak terima dengan hal semacam itu. Jadi, besok saja saat acara itu berlangsung.
.
Perjodohan itu merupakan bukan kehendak mereka berdua. Tetapi, ini merupakan wasiat kakeknya yang supaya menjodohkan cucunya dengan seorang gadis pilihannya sejak dulu. Gadis itu merupakan putri dari teman ayah Taeil.
.
“Ini menyangkut kau kedepannya” jelas Tn. Moon. “Sudahlah sebaiknya kita selesaikan ini dan kemudian istirahat. Kau juga harus sekolah ‘kan besok?” sambung Ny. Moon. Sedangkan Taeil mengangguk pelan sebagai jawabannya.
.
.
.
Pagi ini Hana telah sampai lebih awal disekolah. Dia langung menuju kelasnya dan mencari keberadaan sahabatnya. Seulmi.
.
Ceklek
.
Hana membuka pintu kelasnya dan tak ada seseorang pun disana. Padahal ia berharap ada Seulmi disana. Tetapi, gadis itu belum datang. Mungkin dia datang terlalu awal. Hana memilih untuk duduk di bangkunya. Sambil menunggu yang lainnya datang.
.
Hana menopang dagunya dengan tangan kanannya. Arah pandangnya menuju jendela yang berada tepat disampingnya. Terlalu lama menunggu sehingga ia menjadi bosan sendirian. Dan ini sudah sepuluh menit tetapi belum ada yang datang.
.
Suara langkah kaki membuyarkan lamunan Hana. Hingga gadis itu menoleh kearah sumber suara. ‘Sunbae? Ada apa dia kemari?’ batin Hana. Seseorang yang datang adalah Taeil. Dia menghampiri Hana yang sedari tengah memperhatikannya.
.
“Selamat pagi” sapa Taeil pada Hana. Gadis itu pun menyunggingkan senyumnya. “Selamat pagi... ada apa sunbae kemari?” tanya Hana.
.
“Ada urusan dengan siswa disini. Tetapi dia belum datang rupanya” jawab Taeil menelisik keseluruh ruangan kelas.
.
“Jika seperti ini, lebih baik aku kembali saja” lanjut Taeil. “Sampai jumpa Hana” ucap Taeil sebelum meninggalkan Hana sendirian di kelasnya. Hana tersenyum melihat punggung Taeil yang semakin menjauh. Padahal, dia sudah senang ada seseorang yang datang. Jadi, dia tak sendirian. Tetapi dia malah pergi. Poor Hana.
.
Selang beberapa detik, setelah Taeil keluar dari kelas itu. Seulmi akhirnya datang. Dia mengerutkan dahinya ketika melihat Taeil yang sepertinya habis dari ruang kelasnya. Ketika dia masuk, Seulmi mendapati Hana yang sedang duduk santai di bangkunya.
.
“Hana-ya” panggil Seulmi dengan senyumannya.
.
“Eoh.. akhirnya kau datang juga” sahut Hana tersenyum senang. Akhirnya, ia tak sendirian lagi.
.
Kemudian, Seulmi menghampiri Hana. “Hana-ya, apakah ada seseorang yang datang kesini sebelumnya?” tanya Seulmi.
.
“Ya benar. Dia Taeil sunbae” jawab Hana.
.
“Ada apa dia kemari?” tanya Seulmi lagi.
.
“Katanya, dia ada urusan dengan siswa disini. Tetapi yang bersangkutan belum datang. Jadi, dia pergi” jelas Hana. Seulmi pun mengangguk pelan.
.
.
.
“Bagaimana tadi? Kau sudah bertemu dengannya?” tanya seseorang laki-laki yang bermata sipit dengan rambut blondenya. “Eoh.. dia sendirian di kelasnya” jawab seseorang yang tak lain adalah Taeil. Sedangkan yang bertanya ada Kwon Soon Young.
.
“Dia begitu cantik hari ini” ucap Taeil sembari membayangkan Hana yang tadi dilihatnya. Dia memang sangat cantik.
.
“Ooh... sepertinya dia mulai tertarik dengan gadis itu” bisik Jungkook pada Jongin. “Lebih baik seperti itu, dari pada dia tak tertarik sama sekali pada gadis” balas Jongin. Mendengar ucapan Jongin, Jungkook berdecak kecil. Tetapi benar juga sih... setidaknya itu lebih baik untuk sahabatnya yang satu ini.
.
“Eoh... aku setuju denganmu” bisik Jungkook kemudian. Melihat gerak-gerik kedua sahabatnya, membuat Taeil curiga pada mereka berdua. “Hey! Apa yang kalian bisikkan?” tanya Taeil penasaran.
.
“Jangan-jangan ini tentang diriku. Apa yang kalian bicarakan eoh?” ulang Taeil.
.
“Tidak.. tidak bukan apa-apa” elak Jungkook disusul dengan anggukan Jongin. “Sudahlah hentikan. Kajja sebaiknya kita pergi ke kelas” ujar Soon Young. Dari pada ini terus berlanjut. Lebih baik dia mengajak mereka bertiga untuk ke kelas. Lagi pula sebentar lagi bel masuk berbunyi. Kebetulan mereka sedang berada di tempat kumpul mereka yang dekat dengan kelas.
.
Jadi, tak perlu waktu yang lama untuk sampai kesana.
.
.
.
“Bener nih.. kenapa kau tidak bisa?” ini untuk kedua kalinya Seulmi terus menanyakan alasan Hana tidak bisa menemaninya nanti malam. Ugh.. Hana benci hal ini. Seulmi gadis yang selalu ingin tahu urusan orang lain. “Kubilang aku tak bisa. Sudah itu saja. Hanya ada acara nanti malam. Dan itu, aku harus menghadirinya” jelas Hana supaya Seulmi tak terus bertanya kepadanya.
.
“Hana-ya memang acaranya penting gitu? Kau bilang saja pada ibumu, bahwa nanti malam kau tak bisa ikut karena kau harus menemaniku” ujar Seulmi. Hana menghela nafasnya pelan. ‘Benar-benar, gadis ini!!’ batin Hana. ‘Ingat Hana dia sahabatmu’ lanjutnya.
.
“Aku tak mau mengecewakan orang tuaku” balas Hana. “Ya... baiklah. Tidak apa-apa jika kau tak bisa menemaniku” ucap Seulmi kemudian. Walaupun dia sedikit kecewa dengan ucapan Hana.
.
.
.
Malam ini di kediam keluarga Moon. Taeil sudah siap dengan pakaian rapinya. Begitu juga dengan ayah dan ibunya. Jadi, sekarang ini mereka telah menuju ke mobil, untuk bersiap pergi ke sebuah restoran ternama.
.
“Kau terlihat tampan malam ini, nak” puji Ny. Moon pada putranya saat semuanya sudah berada di dalam mobil. “Pasti dia juga sangat cantik” sambung Tn. Moon yang membuat bingung Taeil. ‘Cantik? Sebenarnya ada apa ini?’ batinnya.
.
“Ayah... siapa yang cantik?” tanyanya. Tn. Moon tersenyum kecil mendengar putranya bertanya. “Seseorang yang nanti akan datang” jawab Tn. Moon. ‘Aku rasa akan ada sesuatu nanti. Tapi, aku tak tahu apa itu’ batin Taeil. Dan setelah itu, keadaan menjadi hening. Ny. Moon tersenyum melihat kearah putranya. ‘Semoga berjalan lancar’ ucapnya dalam hati.
.
.
Menunggu. Hal yang tidak disukai oleh Shin Hana. Dia sudah terlihat sangat bosan sekarang. Dia mendengus kesal. Karena, keluarga teman ayahnya belum datang. Kejebak macet. Tidak mungkin. “Hana-ya, kenapa kamu murung seperti itu?” tanya Ny. Shin pada anaknya. “Bu, kapan mereka datang?” kemudian Hana bertanya balik pada ibunya.
.
“Ooh.. sepertinya dia sudah tidak sabar, bu” sahut Tn. Shin. “Ehm... pasti dia sudah besar dan tampan” balas Ny. Shin. Dan percakapan kedua orangtuanya membuat Hana bingung. Dan juga membuat penasaran. “Siapa yang tam___” ucapan Hana terpotong oleh ayahnya.
.
“Eoh mereka sudah datang” ucap Tn. Shin. “Cepat Hana, berdiri dan sambut mereka dengan baik” bisik Ny. Shin. Hana hanya mengangguk pelan. “Wahh... kalian sudah sampai disini lebih awal. Maafkan kami yang baru sampai” ucap seseorang laki-laki paruh baya, yang Hana sudah tahu siapa itu. Walalupun hanya tebakan saja. Teman ayahnya pastinya.
.
Dan arah pandang Hana menuju kearah lelaki yang berada disamping lelaki paruh baya itu. Dia mengenalnya dan pagi tadi orang itu juga ke kelasnya. “Kau?” ucap mereka bersamaan.
.
TBC


Komentar

Posting Komentar