Rain (Oneshoot) ll Sehun X Seohyun




RAIN // Sehun x Seohyun // romance / comedy / school life / friendship// PG 15
Cover by YoonArtworker ll NIKYoon storyline



.
--Selamat membaca—
.
“Kenapa berhenti? bukankah ini sudah bel pulang” Seohyun menyadari bahwa sahabatnya yang tadi melangkah di sampingnya tiba-tiba berhenti di depan pintu kelas. Lelaki itu melangkahkan kakinya menuju ke teras kelas. Tatapan lelaki itu menelisik ke arah langit. Seohyun menghampiri lelaki itu dan ikut serta menatap langit yang kini begitu mendung. Sepertinya akan hujan deras hari ini. Seohyun mengerti sekarang apa yang di rasakan oleh lelaki itu. Tangannya memegang pundak sahabatnya, hingga sahabatnya menoleh ke arah Seohyun yang sekarang sedang menatapnya prihatin.
.
“Sebentar lagi akan turun hujan. Dan lihat airnya mulai turun. Kajja Sehun, kita segera pulang” Seohyun menarik tangan Sehun, lelaki itu malah meminta untuk di lepaskan. Seohyun menghela nafasnya. Ia tahu bahwa sahabatnya itu tak akan pulang jika hujannya belum berhenti. Sehun memang membenci hujan. “Ayolah... Hun sampai kapan kau akan seperti ini? ubahlah sifatmu itu. Lupakanlah dia dan kau harus berubah jangan pernah lagi membenci hujan. Lupakanlah kenangan burukmu itu” Seohyun menghela nafasnya pasrah. Karena tak ada respon dari Sehun. Lelaki itu  lebih memilih masuk kedalam kelasnya.
.
“Sehun...!! Yak! Cepat kita pulang, sekolah mulai sepi!” teriak Seohyun kesal. “Pulang duluan saja, aku akan tetap disini sampai hujan itu berhenti. Aku tak ingin tubuhku ini tersentuh air hujan”  jawabnya datar menatap ke arah luar jendela kelas. Lalu Sehun memasangkan earphone ketelinganya. “Ya sudah, jika itu maumu. Aku pulang” dari pada menunggu lama jawaban dari Sehun, Seohyun langsung berlalu pergi meninggalkan sahabatnya. Walaupun agak sedikit berberat hati meninggalkan Sehun yang sekarang sedang termenung di kelas. ‘Berapa lama kau akan membenci hujan? Lupakanlah tentang kejadian itu Hun. Dia telah menyakitimu. Aku tak ingin kau seperti ini’ batin Seohyun.
.
‘Aku tidak suka kau masih seperti ini. lupakanlah yeoja itu. Aku mencintaimu Sehun’ batin Seohyun.
.
Flashback on
Seorang namja tengah duduk di bangku sebuah taman. Sudah satu jam ia menunggu seseorang yang ia sangat rindukan. Walaupun kenyataannya setiap hari selalu bertemu tetapi namja itu selalu rindu setiap waktu. Gadis itu memang sangat dicintainya. Ia menerawang ke arah langit. Dahinya mengkerut ketika menyadari bahwa langit yang semula cerah menjadi mendung. “Kenapa langit tidak bersahabat hari ini? tunggulah jangan hujan dulu” gerutu namja itu cemas. Orang yang ditunggu pun akhirnya datang. Park Mi Rin. Ia sangat cantik hari ini.
.
Sehun berdiri dari duduknya dan menunggu gadis itu sampai di hadapannya. “Mirin-ah bogosippeo” ucap Sehun dengan nada manjanya. Dia memang selalu seperti itu ketika bersama Mirin. Tapi hari ini, raut muka Mirin terlihat murung dan tak bersemangat. Sehun sadar akan itu, ia pun kemudian menyuruh gadis itu untuk duduk di kursi bersamanya. “Wae? Apa yang terjadi?” tanya Sehun menatap gadis itu. Tiba-tiba air mata keluar dan membasahi pipi Mirin. Kemudian gadis itu menatap Sehun. Ia sedang dilanda rasa kekhawatiran akan hal yang akan ia ucapkan. Ia khawatir jika membuat hati Sehun menjadi sakit.
.
Mirin menenangkan hatinya dan berusaha agar ia bisa mengatakan ini. “Se-sehun” ucap Mirin, lelaki yang dipanggilnya memandang gadis itu dengan tatapan yang bingung. “Sebaiknya hubungan kita sampai disini, jangan temui aku dan jangan hubungi aku lagi” setelah mengucapkan itu Mirin meninggalkan Sehun yang sedang terdiam tak percaya akan perkataan kekasihnya itu. Tak memikirkan apa yang dirasakan Sehun, Mirin tetap melangkah pergi. Tetesan hujan juga menemani Sehun kala itu. Tak memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya. Sehun tetap duduk di bangku taman itu.
.
“Kenapa Mirin? Kenapa kau mengakhiri hubungan ini? aku sangat mencintaimu Mirin” ucapnya setengah berteriak. Kemudian ia menangis. Hujan telah menjadi saksi akhir kisah cintanya dengan yeoja yang sangat ia cintai, Mirin.
.
Sejak saat itu Sehun membenci hujan. Karena baginya hujan membawa kenangan buruk baginya.
Flashback off
.
.
“Sehun!!” teriak yeoja dan berlari menghampiri Sehun yang sedang duduk santai ditemani dengan buku ditanganya. Sehun menengok ke arah gadis itu. “Ada apa?” tanya Sehun memandang gadis itu yang sudah ada disampingnya. Ia pun menaruh buku itu di pangkuannya. “Hari ini, bagaimana jika kita pergi taman kota. Sepulang sekolah nanti, apakah kau setuju?” ujar gadis itu semangat. Sehun tersenyum. “Baiklah, lagi pula aku tak punya acara hari ini” jawabnya tak kalah semangat.
.
“Sehun, aku ingin mengatakan sesuatu” ungkap Seohyun sedikit gugup. “Katakanlah” ucap Sehun singkat. “Apakah kamu punya perasaan? Maksudku kita kan seorang sahabat dan juga sangat dekat. Apakah kau tidak merasakan sesuatu? Mungkin perasaan yang lain” Sehun mengkerutkan keningnya.  “Apa maksudmu? Apakah kau tak ingin bersahabat denganku lagi?” pertanyaan Sehun membuat Seohyun terkejut. “B-bukan itu maksudku, ah ani... sebaiknya ucapan yang tadi lupakan saja” setelah mengucapkan hal itu keadaan menjadi hening. “Ahh benar-benar susah untuk mengatakan bahwa aku menyukainya” ucap Seohyun yang sengaja ia kecilkan. Tetapi Sehun tetap bisa mendengarnya walaupun samar-samar. ‘menyukaiku?’ ucap Sehun dalam hati menatap ke arah Seohyun.
.
.
Seohyun pov
.
‘Ah bukan itu maksudku. Dan kenapa juga aku mengatakan hal itu. Lagi pula mana mungkin Sehun mempunyai perasaan yang sama sepertiku. Aku telah menyukaiku. Tetapi, pasti dia masih mencintai yeoja itu. Kau terlalu bermimpi Seohyun!’ batinku.
.
Aku melirik kearah Sehun yang sedang membaca bukunya. Dia terlihat sangat tampan hari ini. Dan andai saja kebenciannya terhadap hujan hilang begitu saja.
.
Seohyun pov end
.
Author pov
.
Menyadari bahwa dia sedang di perhatikan oleh Seohyun, Sehun menengok ke sampingnya dan menatap wajah Seohyun. Seohyun gugup. “Kenapa kau terus melihatku? Apakah penampilangku hari ini ada yang salah?” lidah Seohyun kelu untuk menjawab pertanyaan Sehun barusan. Dia gugup setengah mati. “A-ahh.... benar. Kau terlihat sangat jelek hari ini” ucap Seohyun dengan kekehan kecilnya untuk menutupi rasa gugupnya.
.
“Aish kau ini! aku sangat tampan kau tau” ucap Sehun mempoutkan bibirnya. Dia terlihat sangat menggemaskan jika seperti itu. “Baiklah aku pergi ke kelas dulu, sampai jumpa” pamit Seohyun berlalu pergi. “Ah anak itu” gumam Sehun seraya memandangi punggung Seohyun yang lama kelamaan menjauh.
.
*SKIP*
.
Menunggu adalah hal yang sangat di benci Seohyun. Dia terlihat kesal karena Sehun belum muncul sama sekali. Dia tak bisa menahan lagi. Saat dia ingin menyusul lelaki itu. Akhirnya Sehun datang juga dengan membawa dua botol mineral di tangannya. Seohyun tersenyum senang.
“Yak kenapa kau lama sekali eoh? aku kehausan kau tahu?” celoteh Seohyun memandang kesal Sehun. Dia dari tadi sudah tak sabar akan hausnya. “Mianhae... ige minumlah” Sehun memberikan botol mineral satunya kedapa Seohyun. Dengan cepat Seohyun meminumnya.
.
“Kau sangat haus sekali, lihatlah tinggal setengah” ucap Sehun menunjuk botol mineral yang di pegang Seohyun. Sedangkan yeoja itu hanya tersenyum dan menggaruk-nggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu.
.
“Ah baiklah sekarang apa?” tanya Sehun. “Maksudmu?” tanya Seohyun bingung. “Yak! Kau ini, kau yang mengajakku kesini. Tetapi kau tidak punya rencana sekalipun” omel Sehun. “Ya ampun.. iya yah” gerutu Seohyun. Sedangkan Sehun memandang Seohyun kesal dengan mencibirnya tidak jelas.
.
“Aha!!.. bagaimana kalo kita bermain saja” ujar Seohyun.
“Bermain apa eoh? kau ini, kita sudah SMA tetapi masih tetap bermain” celoteh Sehun.
“biar saja! Lagi pula terakhir kita bermain sejak lima tahun yang lalu”
“hm... terserah kau sajalah. Aku tidak mau ikutan” ucap Sehun.
.
“dasar pria dingin” cibir Seohyun dengan memeletkan lidahnya. Ia menghiraukan tatapan tajamnya Sehun. Tetapi, Seohyun malah melangkah pergi dan menuju ke arah kumpulan anak-anak kecil disana. Dia mengajak anak-anak itu untuk bermain bersamanya. Sehun diam-diam memperhatikan yeoja itu. Senyuman manis pun terukir sempurna. “Seohyun.. bagaimana bisa kau cantik seperti itu? kau tahu, setiap aku melihatmu hatiku terasa tentram” gumam Sehun.
.
“Tunggu, apakah tadi aku memujinya? Astaga mulutku ini, kenapa bisa memuji yeoja itu” rutuk Sehun. Setelah itu, ia mengalihkan pandangannya ke arah lain. Agar dia tidak ketahuan karena diam-diam memperhatikan gadis itu. Dan Sehun juga ingat tentang ucapan Seohyun kemarin. “Apa dia bernar-benar menyukaiku?” ucap Sehun kemudian.
.
.
.
Seohyun melangkahkan kakinya dan segera masuk ke dalam kelasnya. Pandangan Seohyun mengarah ke arah Sehun dan juga mengarah ke yeoja yang berada di samping Sehun. Seohyun menaikkan alisnya bingung. ‘siapa dia?’ batin Seohyun yang masih menatap yeoja itu. kemudian ia menuju ke mejanya dan menaruh tas itu di atasnya. Dan beralih untuk bergabung dengan mereka.
.
“Hai” sapa Seohyun menampilkan senyuman manisnya. Sehun juga membalas dengan senyumannya begitu juga dengan yeoja itu. Kemudian ia mencondongkan tubuhnya ke arah Sehun dan membisikkan sesuatu. “Sehun-ah dia siapa? Aku sama sekali belum melihat dia sebelumnya” bisik Seohyun. Sehun terdiam sejenak seperti sedang berpikir untuk menjawab. Sebuah ide nakal terlintas di otaknya. “Ah dia... dia Cha Rin murid pindahan kelas sebelah” balas Sehun berbisik di telinga Seohyun. Seohyun mengangguk kecil, kemudian duduk di kursi. ”Cha Rin-sii, perkenalkan dia Seohyun sahabatku sejak kecil” ucap Sehun memperkenalkan Seohyun kepada yeoja yang bernama Cha Rin itu.
.
“Annyeong Cha Rin-sii, senang bisa berkenalan denganmu” ucap Seohyun tersenyum manis. “Hm.. ne Seohyun” balas Cha Rin.
.
.
Dan pada hari itu juga Sehun terlihat sangat dekat dengan Cha Rin. Sehingga membuat Seohyun sedikit tidak suka. Dia seperti dikucilkan oleh mereka. Mengobrol dan tertawa bersama tak memperdulikan Seohyun. Seohyun yang semakin tidak suka, hanya diam dan memilih untuk pergi.
.
Dia ingin menenangkan dirinya. Ada sedikit rasa cemburu melihat mereka. kenapa?
.
Seohyun memilih pergi ke taman sekolah. Keadaan sangat sepi di sana. Hanya ada dia. Seohyun menghela nafasnya kasar ketika mengingat mereka berdua. “Oh ya ampun, kenapa aku seperti ini?” tanya Seohyun pada dirinya sendiri. Dia menyendehkan punggunya. “Aku, merasa tidak suka kepada kedekatan mereka berdua” sambungnya.
.
.
Disisi lain, Sehun yang menyadari bahwa Seohyun yang sekarang tidak ada di dalam kelas mengernyit bingung. ‘kemana anak itu?’ batinnya. Dia melihat ke keseluruh ruangan. Bisa saja dia ada. Tapi nihil. Sehun tak menemukan yeoja itu. “Cha Rin-sii aku pergi dulu. Ada urusan sebentar” Sehun berlalu pergi tanpa menunggu respon dari Cha Rin.
.
“Kemana dia, tidak biasanya dia seperti ini” gumam Sehun yang masih mencari keberadaan gadis tu. “Apakah mungkin dia... ternyata caraku berhasil juga” ucap Sehun seraya menghentikan langkahnya dan menampilkan smirknya.
.
.
Seohyun pov
“Oh tidak langit mulai mendung. Dan bagaimana dengan Sehun? Aku harus menemuinya” ucapku yang khawatir. Aku bergegas menuju kelas. Rasa kesalku kepada Sehun jadi hilang. Aku jadi khawatir kepadanya. “Apa, dimana dia? Astaga anak itu” keluh Seohyun yang menyadari jika Sehun tak ada di kelasnya.
.
Saat ingin melangkah pergi, pandanganku mengarah kepada Sehun yang sedang asyik mengobrol dengan Cha Rin. ‘Ck! Bagaimana bisa aku mengkhawatirkan anak itu. Toh, dia juga terlihat senang sekali dengan Cha Rin. Lebih baik aku pulang dulu dari pada aku pulang kehujanan’ batinku, lalu cepat-cepat pergi sebelum Sehun dan Cha Rin melihatku.
.
Hari ini Sehun akrab sekali dengan Cha Rin dan hingga melupakanku, yang sahabatnya sejak kecil. Aish! Pilih kasih sekali. Huh! Buat apa aku mengurusi dia. Dia juga tak peduli sama sekali denganku.
Seohyun pov end
.
Author pov
.
Sehun masih di sekolah menunggu teman semasa kecilnya, namun sudah setengah jam ini dia tak muncul sama sekali. “Aish! Kemana anak itu?” keluh Sehun, sesekali dia juga melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. “Kenapa kau masih ada disini?” tanya seseorang yang tak lain adalah Cha Rin menatap heran Sehun. Sehun tersenyum mendongakan kepalanya. Dengan segera ia berdiri. “Dan kenapa juga kau masih di sekolah bukankah jam pulang sudah berlalu? Kau sedang menunggu siapa?” tanya Sehun.
.
“Kenapa kau bailk tanya kepadaku? Baiklah, aku masih di sekolah karena tadi habis ngerjain tugas. Dan kamu?” jelas Cha Rin kemudian berbalik tanya kepada Sehun. “Aku sedang menunggu Seohyun” jawab Sehun cepat. “Oh gadis itu, mungkin dia sudah kembali” ucap Cha Rin lagi. “Bagaimana mungkin dia bisa meninggalkanku, ahh anak itu” kesal Sehun.
.
.
Tes...tes...tes..... hujan mulai turun dengan derasnya. Sehun menghentikan langkahnya ketika ia ingin pulang menuju ke rumahnya. “Oh tidak! Hujan! aku tidak bisa pulang untuk saat ini” keluh Sehun dan kemudian ia mengambil sesuatu di dalam saku celananya. Sebuah handphone. “Kurasa ini lebih baik, dari pada mendengar bunyi hujan” ujarnya seraya memasangkan earphone di telinganya. “Ahh jinjja.... membuatku susah saja” gerutu Sehun sembari mengacak-acak rambutnya.
.
“Seohyun-ah!”
Seohyun yang merasa dipanggil segera menoleh dan mendapati eommanya yang sedang berdiri tepat disampingnya. Kedua tangan eomma Seohyun memegang sebuah kotak cukup besar.
“Apa itu eomma?” tanya Seohyun sembari melihat kotak itu.
“Ige, berikan ini kepada bibi Oh” jawab eomma Seohyun.
“Sekarang ini?” tanya Seohyun yang tak percaya.
“Hm... palli” titah eomma Seohyun.
“Tapi eomma di luar hujan” melihat eommanya yang akan mengomel Seohyun dengan cepat berdiri dan segera mengambil kotak itu. “Baiklah” ucap Seohyun cemberut.
.
Tok...tok...tok.... Seohyun segera mengetuk pintu rumah Sehun. Kemudian, tak menunggu lama. Pintu telah dibuka oleh eomma Sehun. “Oh... Seohyun. Ada apa kamu kesini?” tanya bibi Oh saat mengetahui Soehyun yang mengetuk pintu tadi. “Annyeong bibi... ibu memberikan ini kepadaku untuk dikasih ke bibi”.”Apa ini?” Seohyun menggeleng. “Baiklah terimakasih, tolong ucapkan itu kepada ibumu” ucap bibi Oh. Saat Seohyun hendak ingin pamit pulang, bibi Oh menanyakan Sehun kepada Seohyun. “Seohyun-ah, apa kau tadi pulang bersama Sehun?” tanya bibi Oh.
.
“Tidak bi, memangnya kenapa?”
“Sehun sampai sekarang belum pulang” jawab bibi Oh cemas.
“Apa? Bagaimana bisa? Baiklah bi, aku akan mencari Sehun sekarang” Seohyun segera mengambil payungnya dan di pegangnya. “Seohyun-ah, hati-hati ... hujan deras” teriak bibi Oh memandang Seohyun yang sedang melangkah pergi. Seohyun pun menengok ke arah bibi Oh dan menganggukan kepalanya. “Baik bi, tenang saja” teriak Seohyun.
.
Seohyun pov
.
Aku mencari Sehun di sekolah. Mungkin dia masih ada disana. Aku harus segera menemukan Sehun sebelum hari semakin sore.
.
“Paman, apakah di sekolah masih ada siswa?” tanyaku kepada paman Kim selaku penjaga sekolahan. “Tidak ada. Semua siswa sudah pulang” jawab paman Kim. ‘Ahh jinjja, Sehun kau kemana? Aku mengkhawatirkanmu’ batinku. “Terimakasih paman” paman Kim mengangguk. Aku pun segera mencari Sehun di tempat lain.
.
Aku berhenti di depan sebuah toko. Aku beristirahat di sana. Dan pandanganku mengarah ke Ibu-ibu yang sedang kesusahan. Dia sepertinya sedang gelisah. Aku menghampirinya. “Permisi, ibu kenapa sepertinya ada hal yang di khawatirkan?” tanyaku kepada ibu itu.
.
“Ah ne... Ibu harus segera pulang sekarang. Karena anak ibu sedang sakit. Tetapi tidak mungkin. Ini sedang hujan dan pasti butuh waktu lama untuk menunggu hujan mereda” jawab sang ibu. Aku jadi kasihan kepadanya. Bagaimana pun dia harus segera pulang. Karena, anaknya sedang membutuhkannya. Aku berniat untuk menolong ibu itu. Aku memberikan payungku kepada ibu itu.
.
“Ini bu, pulanglah. Pakai payungku saja” ucapku seraya memberikan payung itu. “Wah terimakasih nak, tapi bagaimana denganmu? Kamu juga membutuhkan payung ini” ucap Ibu itu. Ahh benar juga apa yang dikatakan ibu itu. “Oh tidak apa-apa sebentar lagi saya dijemput” ucapku berbohong. “Baiklah sekali lagi Ibu berterimakasih kepadamu nak”
.
Seohyun pov end
.
Author pov
.
Hari semakin sore dan juga hujan belum reda. Seohyun memutuskan untuk pulang tanpa payungnya. Ia hujan-hujanan. Dia teringat Ibunya, pasti beliau sedang mencemaskannya. Tidak ada cara lain selalin hujan-hujanan. Seohyun tak memperdulikan badannya yang basah kuyup. Dengan tenaganya ia berlari menerobos hujan. Sesekali ia juga berteduh sebentar lalu kembali berlari.
.
“Aish! Aku lupa tak membawa hp dan uang. Jika aku bawa pasti aku tak hujan-hujanan seperti ini” keluh Seohyun. “Seohyun-ah!!” teriakan seseorang menghentikannya. Dia menoleh kebelakang mencari sumber suara itu. “Sehun?!” batin Soehyun ketika orang yang memanggilnya tadi ternyata Sehun, orang yang ia cari-cari semenjak tadi. “Se-sehun...” lirih Seohyun yang tak percaya bahwa Sehun sedang hujan-hujanan. Bagaimana mungkin, Seohyun tahu bahwa Sehun sangat membenci hujan. Tapi, kenyataannya Sehun sedang hujan-hujanan dan menghampirinya. Ini aneh, pikir Seohyun.
.
“Se-sehun kenapa kau hujan-hujanan seperti ini?” tanya Seohyun. “Seharusnya aku yang bertanya kepadamu, kenapa kau hujan-hujanan seperti itu?” Sehun bertanya balik. “Aku mencarimu Sehun” jawab Seohyun. “Mencariku?!” ulang Sehun mengernyitkan dahinya. “Ibumu bilang bahwa kau belum pulang semenjak tadi, dan aku sangat cemas sehingga aku memutuskan untuk mencarimu” jelas Seohyun. “Dan akhirnya aku menemukanmu disini” sambung Seohyun senang.
.
“A-aku sangat senang akhirnya aku bisa menemukanmu”
Bruukkk.. tubuh Seohyun lemas dan tergeletak di jalan. Sehun sangat cemas sekali. “Seohyun-ah... kau kenapa? Seohyun...” tak perlu berpikir lagi Sehun akhirnya membopong Seohyun dan pergi ke sebuah rumah yang terdapat disana.
Tok..tok..tok...
“Permisi... ahjumma.. ahjussi tolong saya... teman saya pingsan” sekarang Sehun sangat cemas sekali  dia meminta bantuan kepada orang-orang yang tinggal di daerah situ.
“Oh astaga! cepat nak bawa dia masuk” ucap pemilik rumah itu.
.
.
.
“Eunghhh” lengkuh Seohyun. “Seohyun-ah kau sudah sadar” seru Sehun gembira. “A-aku ada dimana?” ucap Seohyun dengan suara lemahnya. “Kau tadi pingsan dan aku membawamu ke rumah Kim ahjumma” jelas Sehun ia mendekatkan kursi yang di dudukinya ke ranjang yang di tempati Seohyun. Kemudian, Sehun memegang tangan gadis itu. “Ahh aku sangat mencemaskanmu tadi... syukurlah kau sekarang sudah sadar” ujar Sehun.
.
“Se-sehun.. aku sangat tidak percaya tadi...”
“Tentang?”
“Kau hujan-hujanan... aku sangat tidak percaya bahwa kau melakukan hal itu. Bukankah kau tetap pada pendiriamu yaitu membenci hujan”
“Aku...aku melakukan hal itu karena....”
“karena aku tak tega melihat gadis yang menyukaiku hujan-hujanan seperti itu”
.
‘Apa? Bagaimana bisa Sehun tahu?’ batin Seohyun.
.
“Aku sadar Seohyun... aku sangat bodoh sekali. Aku harus berubah dan melupakan kejadian itu. Dan aku baru sadar bahwa aku menyukaimu sama seperti kau menyukaiku” ungkap Sehun. Ada semburat merah di pipi Seohyun. Mungkin ini mimpi.. benar ini mimpi, pikir Seohyun. Seolah membaca pikiran Seohyun. Sehun meyakinkan lagi bahwa ia menyukainya. Menyukai gadis yang ada di hadapannya sekarang.
.
“Aku benar-benar menyukaimu Seohyun” jelas Sehun. “Maukah kau menjadi kekasihku?” lanjut Sehun lagi. “Ne? Mwo?” Seohyun terkejut atas apa yang di ucapkan Sehun barusan. “Baiklah... tanda diam berarti kau sudah resmi menjadi kekasihku”.”Yak! kapan aku menjawab bahwa aku menerimamu eoh?!” bentak Seohyun. “Barusan kau menjawabnya. Baiklah kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih”.”Yak! itu bukan jawaban bodoh. Barusan aku bertanya kep_____”
.
Chu~
.
Sehun mencium bibir Seohyun. Hanya 1 detik saja, ia segera melepaskan tautan itu.
“Jangan berisik.. kita sedang berada di rumah orang” seru Sehun
“Yak! Sehun....”
.
.
END
.
Gimana gajekah endingnya? :v kuharap ni ff bagus^^

Komentar