Title
: AWARE #Part1
Cast
: Kino (Pentagon) – Jiseul (OC) – Sehun (EXO) and Other
Genre
: School life – Hurt – Romance –
Rated
: Teen
Lenght
: Twoshoot
YEONCHAN
Storyline-Yeonie’s Art
.
Notes
: Cerita ini punya saya dan murni dari kerja otak saya sendiri. Untuk cast
bukan milik saya karena, saya hanya meminjam namanya saja. Maaf jika ada
kesalahan dalam penulisan.
Let’s
read and enjoy it!!
‘Aku mencintaimu, tak bisakah kau memberiku
celah agar aku dapat menaruh hatiku ini padamu’ -Kino-
‘Sekarang aku tahu, cinta yang
terlalu dalam membawa akhir yang menyedihkan’ -Jiseul-
‘Jangan percaya padaku seperti orang bodoh’
-Sehun-
.
Gemercik
air hujan masih saja mengguyur daerah Seoul sore ini. Ini membuat seorang gadis
yang masih berpakaian lengkap sekolahnya hanya termenung dan berdiam diri di
sebuah halte dekat sekolahnya.
.
Hanya
sendirian dan yang pasti sangat dingin. Ia sedang menunggu seseorang. Padahal
sudah terlampaui batas, seharusnya seseorang yang ia tunggu sudah datang sejak
dua jam yang lalu. Namun, sampai saat ini seseorang yang tak lain adalah
kekasihnya sendiri tak kunjung datang.
.
Tetapi,
Jiseul masih setia menunggu kekasihnya datang untuk menjemputnya.
.
Sebuah
mobil berhenti tepat di depan halte. Seseorang yang berada di dalam mobil tersebut
keluar dan menghampiri Jiseul yang sedang duduk dan menatap lurus ke depan. Tak
menyadari jika seseorang sudah berada di sampingnya dan duduk di dekatnya.
.
“Hey!”
suara itu berhasil membuat Jiseul buyar dalam lamunannya dan kepalanya pun
menoleh ke sumber suara tersebut berasal.
.
“Hujan
dan sangat dingin. Kenapa kau masih disini?” tanya orang itu pada Jiseul.
.
Jiseul
menangguk kecil dan kedua manik matanya menatap ke arah air hujan yang tak
kunjung henti. Gadis itu menghela nafasnya pelan. “Aku sedang menunggu Sehun”
jawab gadis itu.
.
“Sampai
kapan kau akan menunggunya? Dia tidak akan datang, Seul-ah” ujar orang itu
penuh penekanan. Kino, orang itu merasa tak habis pikir dengan Jiseul. Entah
sampai kapan dia melihat sahabatnya itu di campakkan oleh kekasihnya. Kino, tak
tega melihatnya. Sehun, memang brengsek. Bisa-bisanya dia mempermainkan hati
seorang gadis secantik Jiseul.
.
Kino
tak tahu harus berbuat apa lagi pada Jiseul agar gadis itu tahu bahwa Sehun
memanglah bukan kekasih yang baik untuknya.
.
Suara
getar berasal dari handphone yang di pegang oleh Jiseul. Membuat gadis itu
segera mengecek apa itu pesan dari Sehun atau bukan. Dan benar saja, satu pesan
baru dari Sehun. Jiseul segera membukanya dengan mata yang berbinar dan tak
lupa dengan senyumnya yang mengembang.
.
-Maaf
sayang. Aku tak bisa menjemputmu, karena ada urusan. Kau pulanglah sendiri. Aku
mencintaimu-
.
Membaca
isi pesan yang di kirim oleh Sehun membuat senyuman Jiseul luntur. Membuat Kino
penasaran dan mengambil handphone dari Jiseul. Dia membaca pesan itu dengan
hati yang menggebu-nggebu.
.
‘Sialan kau Sehun! Untuk kesekian kalinya kau
menyakiti Jiseul-ku’ batin Sehun berucap.
.
Kino
menyerahkan handphone itu kembali dan menatap Jiseul yang sedari terdiam. “Lihat!
Sehun tak menjemputmu. Ayo! Pulanglah bersamaku. Hujan semakin deras. Aku tak
mau kau sakit, Seul-ah” gadis itu menatap sebentar laki-laki yang berada
disampingnya. Lalu dia beralih menatap lurus kedepan dan mengangguk kecil.
.
Kino
menggenggam tangan Jiseul dan menuntunya untuk masuk dalam mobilnya. Begitu pun
dengan dirinya. Kino masuk dan duduk di belakang bersama Jiseul. Menatap nanar
gadis itu. Sedangkan mobil telah melaju dengan kecepatan sedang.
.
‘Sampai kapan kau tersakiti olehnya Seul-ah. Aku
menyayangimu, sungguh. Aku tak ingin melihatmu seperti ini’ batin Kino.
.
.
.
.
Malam
yang dingin telah berlalu dan kini tibalah pagi yang begitu cerah juga udara
yang begitu terasa segarnya membuat Jiseul bersemangat untuk pergi ke
sekolahnya. Apalagi beberapa detik lalu dia menerima pesan dari Sehun bahwa
laki-laki itu mengajaknya berangkat sekolah bersama.
.
Sebuah
mobil berhenti tepat di depannya. Seseorang yang tak lain adalah Kino
menyembulkan kepalanya. Jiseul menampakkan senyumnya pada laki-laki itu dan
melambaikan tangannya. Sedangkan anak itu hanya menanggapinya dengan senyumannya
saja.
.
“Jiseul,
mau berangkat bersama?” tanya Kino.
.
“Tidak.
Aku akan berangkat dengan Sehun” sahut Jiseul dan tepat saat Sehun sudah datang
dengan motor sportnya. Laki-laki itu menghampiri Jiseul. Sedangkan Kino, dia
menatap tajam dan tak suka pada Sehun yang mulai menggenggam erat tangan
Jiseul.
.
Sehun,
laki-laki itu tersenyum mengejek ke arah Kino yang pastinya tak di ketahui oleh
Jiseul.”Sehun sudah datang. Jadi, sampai bertemu nanti di sekolah, Kino-ya”
pamit Jiseul, sebelum dia naik di motor sportnya Sehun.
.
“Seperti
tak terjadi apa-apa. Begitu cepatnya kau melupakan masalah kemarin sore, Jiseul”
gumam Kino seraya ia memandang ke arah Jiseul dan Sehun yang sudah berangkat
duluan menuju sekolah.
.
.
.
.
Girl
I can’t explain what I feel
Ou~Oh~Yeah My baby, baby,
baby, baby
Yeah~Yeah
Haruga machi ilbunchorom neukkyojige
mandeulji
Nomanisseumyon yonghwasoge juingong
Nol
borodallyoganeun eksyonsinirado jjigeulgot chorom
Nan machi yongungi dwen gotchorom
Non
nege wanbyok
Sangsanghebwasso
Hamkkeramyon ottolkka Yeah
Nan
noman gwenchantago malhejumyon modu wanbyokhe
Oh baby
I
lost my mind
Noreul choeummannasseultte
No hanappego modeungoseun Get in slow motion
Nege marhejwo ige sarangiramyon
Meil geudewa
Sumaneun
gamjong deureul lanwojugo bewogamyo
Ssaugo ulgo anajugo
Nege marhejwo ige
sarangiramyon
Sesangnamjadeul modu nalburowohe Noreul gajin nega jiltuna jukgennabwa
[EXO_What
is Love]
.
Alunan
lagu itu yang terdengar begitu nyamannya ditelinga seketika terhenti saat
seseorang mematikan pemutar musiknya. Sehingga membuat seseorang yang lain
menghentikkan aktivitas tari menarinya. Kino, orang yang mematikan musik
tersebut memilih duduk di sofa yang terdapat disana dan menghela nafas
beratnya.
.
Membuat
seseorang yang habis melakukan tari itu tertarik untuk menghampiri Kino yang
terlihat lesu hari ini. “Oh come on, man! Kenapa pasang muka seperti itu? Dan
satu lagi kau telah menghentikan kegiatanku” ucap pemuda itu seraya dia duduk
di samping Kino.
.
Sedangkan
Kino mengusap kasar mukanya dan terlihat seperti sedang begitu kesal. “Ada apa
denganmu?” tanya pemuda itu yang seperti ingin tahu perihal apa yang membuat
Kino menjadi seperti itu.
.
“Apa
kau pernah mencintai gadis, tetapi gadis itu malah mencintai pria lain?” Kino
berbalik tanya pada pemuda itu. Pemuda yang ditanya memicing ke arah Kino dan
menyeringai lebar. “Jangan bilang kau mencintai Jiseul, sahabatmu itu” tebak
Jongin, nama pemuda itu.
.
“Jangan
mengalihkan pertanyaanku Jongin” sahut Kino menatap malas kearah pemuda yang
sudah dua tahun ini menjadi sahabatnya. “Baiklah. Aku belum pernah” jawab Jongin singkat dan
serasa agak di paksakan karena ia terlalu benci dengan pertanyaan ini. Dan
mengingat ia masih single dan belum pernah sekalipun menjalani hubungan dengan
gadis.
.
“Pasti
ini berat bagimu, karena Jiseul sudah menjadi milik orang lain dan itu Sehun”
.
“Jangan
mengatakan itu di depanku. Ucapanmu itu membuat moodku bertambah buruk saja”
.
Hening.
Baiklah apa yang akan dilakukan sekarang?
.
“Cha..
bagaimana jika kita menari saja. Aku punya gerakan baru untuk lagu yang tadi”
.
“Yeah
.. setidaknya aku bisa menenangkan perasaanku ini dengan menari”
.
.
.
.
Sementara
itu, disisi lain Jiseul terlihat senang ketika Sehun tiba-tiba menyuapinya.
Mereka sekarang berada di kantin dan kebetulan suasananya tidak terlalu ramai
untuk hari ini. “Bagaimana, apakah enak?” tanya Sehun dengan seulas senyumnya. “Benar-benar
enak. Suapi lagi dong” sahut Jiseul manja.
.
“Kau
benar-benar. Baiklah buka mulutmu” Jiseul menuruti perintah Sehun namun saat
sendok itu akan masuk kedalam mulutnya, Sehun memilih untuk memasukkan sendok
yang berisi makanan tersebut kedalam mulutnya sendiri. Hal itu membuat Jiseul
mengerucutkan bibirnya sebal.
.
Sehun
hanya terkekeh melihat Jiseul yang sudah kesal seperti itu. “Aigoo kiyeowo”
gemas Sehun sembari dia mencubit hidung kekasihnya itu.
.
“Yak
appo. Kau terlalu keras mencubitnya”
.
“Mian
.. mian ..Omong-omong kau terlihat cantik jika sedang marah”
.
“Tsk.
Gombal”
.
.
TING!
.
.
Bunyi
sebuah pesan masuk membuat Sehun mengambil handphone dari dalam saku baju
seragamnya. Dia menyalakan dan terpampang jelas jika pesan itu dari kekasih-
.
“Sayang,
tak apa kan jika aku tinggal. Ada urusan penting”
.
-Satunya
lagi.
.
Jiseul
merasa kecewa jika Sehun pergi. Namun mengingat hal penting, dia tak bisa
berbuat apalagi selain mengijinkan. “Baiklah. Segerala pergi jika hal itu
sangat penting” kata Jiseul walaupun agak terpaksa. Sehun beranjak dari
duduknya dan mengecup pipi gadisnya itu sebelum dia pergi.
.
“Bye
sayang” pamit Sehun dan melambaikan tangannya pada kekasihnya.
.
.
.
.
“Ugh.
Lelah” keluh Kino.
.
“Bagaimana
jika kita pergi ke kantin? Lapar dan haus. Apa kau merasa?” tanya Jongin yang
kebetulan dia juga begitu lelah. Karena baru saja mereka menyelesaikan latihan
dance beberapa detik yang lalu.
.
“Aku
setuju. Kajja” angguk Kino dan berlalu pergi menuju pintu ruangan tersebut
diikuti oleh Jongin yang berada di belakangnya.
.
“Kino-ya,
lihatlah ini!” ujar Jongin sembari menunjukkan gambar yang muncul di layar
handphonenya.
.
Amarah
Kino memuncak ketika ia melihat dengan jelas apa yang terdapat dalam gambar
itu. Seorang laki-laki dan perempuan yang berciuman. Karena laki-laki yang
terdapat dalam foto tersebut adalah Sehun kekasih sahabatnya sendiri. wanita
itu .. bukan Jiseul. Mungkin dia kekasih Sehun yang lainnya.
.
Jongin
mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Kino, dia pasti kecewa dan marah. “Aku
tak sengaja memergoki mereka. Dia Sehun bukan? Dan siapa wanita yang bersama
dia. Kuperhatikan wanita itu bukan Jiseul” ujar Jongin.
.
Kino
terdiam sejenak. Memang benar jika wanita itu bukan Jiseul. Dan kesabarannya
kali ini sudah habis, dia harus memberi pelajaran pada Sehun. Dia tidak peduli
dan ini demi Jiseul.
.
Kino
berlari cepat meninggalkan Jongin untuk mencari keberadaan Sehun. “Ya!! Kino-ya
, kau mau kemana eoh, kearah kantin bukan kesitu!” teriak Jongin, namun Kino
tak memperdulikannya. “Aigoo anak itu” cibir Jongin yang masih memandang
punggung Kino yang sudah semakin jauh dari jangkaunnya.
.
.
.
.
BRUGHHH
“Kau
memang brengsek dan pantas mendapatkan ini, Oh Sehun sialan!!” pekik Kino
dengan emosi yang menggebu. Sehun tergeletak di atas lantai dengan sudut bibir
dan pipinya yang lebam. Menahan rasa sakit yang kini menjalar di sekitar
wajahnya. Dirinya mencoba bangkit namun di tahan oleh Kino. Laki-laki itu
menarik kerahnya dan menatap benci pada Sehun.
.
Sedangkan
laki-laki bermarga Oh itu tersenyum mengejek. “Pukul aku lagi jika belum
membuatmu puas” ucap Sehun disertai kekehan kecil. “Aku masih punya hati. Tak
mungkin jika aku melakukannya lagi. Tapi, Kau harus ingat Sehun! jangan
menyakiti Jiseul lagi mengerti!!” setelah mengucapkan itu Kino melepaskan kerah
seragam Sehun dan meninggalkan laki-laki itu masih tergeletak disana.
.
Sehun
merintih dan memegangi sudut bibirnya yang berdarah. Dia mendudukan dirinya dan
punggungnya bersender di tembok. “Kau pikir aku tak tahu jika kau menyukai
Jiseul” gumam Sehun menatap punggung Kino yang semakin hilang dari pandanganya.
.
.
.
.
Jiseul
masih berada di kantin dan menatap kosong ke arah depan. Menghiraukan makanan
yang baru saja ia pesan tadi. Entah sedang memikirkan apa namun mungkin hal
yang serius terlihat dari raut wajahnya.
.
Tanpa
sadar seseorang sudah duduk di hadapannya dan menatap aneh padanya. Orang itu
melambai-lambaikan tangannya ke depan wajah Jiseul agar gadis itu tersadar dari
lamunannya. “Hey! Jiseul-ssi” panggil orang itu. Merasa belum di respon oleh
Jiseul, orang itu menepuk pundak gadis itu hingga membuat Jiseul sedikit
terlonjak kaget .
.
“Eoh
..! H-hai .. sudah lama?”
.
“Sudah
5 menit yang lalu”
.
“Mianhae”
.
“Gwaenchanha
.. omong-omong kenapa melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?”
.
“Tidak
ada apa-apa, Kino mana? Biasanya bersamamu jika ke kantin”
.
“Dia
sedang ada urusan sebentar dan mungkin sebentar lagi dia akan kesini. Nah itu
dia!” Jiseul menoleh kearah yang ditunjukan oleh Jongin dan terlihat jika Kino
sedang berjalan menuju kesini dengan raut yang gembira.
.
“Hai,
kalian menungguku?” tanya Kino setelah sampai di hadapan mereka berdua dan
mengambil kursi yang masih kosong untuk di dudukinya.
.
“Terserah
apa yang kau pikirkan namun, habis dari mana kau? Kenapa lama?” ujar Jongin. .
.
“Memberi
pelajaran pada seseorang” sahut Kino singkat dan terkesan dingin ketika
mengatakannya.
.
“Jangan
bilang jika kau menemui___”.”Jiseul-ah, kuharap kau percaya. Sehun bukanlah
namja yang baik bagimu. Jauhilah dia” Kino tiba-tiba memotong ucapan Jongin. “Wah
.. wah jadi benar kau menemui Sehun” sambung Jongin yang hanya membuat Jiseul
semakin tidak mengerti apa maksudnya.
.
‘Menemui
Sehun?’
‘Untuk
apa?’
‘Ada
apa sebenarnya?’
.
“Jiseul-ah,
Sehun brengsek itu telah menyakitimu!” Kino menekankan ucapannya pada Jiseul. “Lebih
brengsek aku apa kau?” celetuk seseorang yang tiba-tiba membuat pandangan
mereka terarah padanya.
.
Oh
Sehun, sedang menghampiri mereka bertiga dengan seringaiannya. Menatap Kino
misterius dan tersenyum mengejek. Jiseul yang melihat wajah Sehun babak belur
menjadi khawatir dan menghampiri pria itu. “Sehun-ah kenapa dengan dirimu? Siapa
yang melakukannya?” tanya Jiseul yang sangat khawatir pada kekasihnya itu.
.
“Tanyakan
saja pada dia” ujar Sehun dengan nada dingin dan jari telunjuknya terarah pada
Kino yang sedari tadi hanya berdiri dan melihat kearahnya.
.
Jiseul
memandang Kino dengan tatapan tidak percaya. Bagaimana mungkin jika Kino
melakukan ini pada kekasihnya sendiri. “Kino-ya apakah itu benar?” tanya
Jiseul. “Memang benar jika aku yang melakukan itu padanya. Karena dia memang
brengsek Jiseul-ah. Dia lekaki yang tak pantas untukmu!!” bentak Kino.
.
PLAKKK!!
.
Tamparan
keras mendarat di pipi Kino, membuat Jongin yang hanya melihat pertikaian itu
menatap tak percaya pada Jiseul. Dan juga Kino.
.
“Cukup
Kino! Jaga ucapanmu itu. Sehun bukan namja seperti itu. Kajja Sehun, aku akan
mengobati lukamu”
.
Setelah
mengatakan itu Jiseul dan Sehun beranjak pergi meninggalkan Kino dan Jongin
yang masih terdiam di tempat.
.
.
To
be continued or no?
.
I
need you respond. Please leave your comment about my fanfiction.

Komentar
Posting Komentar