My First Kiss #9
Main cast : Moon Taeil & Shin Hana (OC)
Support cast : Kim Jongin, Jeon Jungkook, Kwon
Soonyoung, Kim Seulmi (OC), Jung Hyena (OC), etc
Genre : Romance, friendship, comedy, school
life, etc
Rate : Teen
Cover by : Yoon17 ART
.
Notes : Semua jalan cerita di FF ini merupakan
hasil pemikiran author. Jangan meng-copast FF ini karena FF ini milik author
seorang. Wajib bagi yang sudah membawa FF ini harap tinggalkan jejak berupa
komentar, kritik, saran atau apapun yang pasti membangun author agar semangat
nulis FF ini. Maaf jika ada typo, walaupun author sudah berulang kali
meneliti. Baiklah, Selamat membaca^^
semoga ini bisa menghibur para readers.
.
.
.
N I K Y o o n
present . . .
.
Moon Taeil. Pemuda itu masih setia memandangi
wajah gadis yang sedang berbaring di sampingnya. Menatap setiap inci wajah
polos gadis itu ketika tertidur. Samar-samar dia tersenyum kecil dan tangan
Taeil mengusap pelan surai gadis itu.
.
Hana terlihat sangat terlelap. Sedangkan Taeil
tidak bisa tidur sedari tadi. Mana mungkin bisa tidur. Gadis di sampingnya
sangat takut terhadap petir. Jadi, dia harus siaga jika Hana terbangun dari
tidurnya nanti. Untuk malam ini pemuda itu tahu hal yang membuat Hana takut.
.
_____oOo______
.
Sinar matahari menembus celah-celah jendela
ruangan bernuansa biru muda itu. Cahaya itu menerangi seluruh ruangan hingga
seseorang terbangun dari tidurnya. Orang itu merubah posisinya menjadi duduk
dengan selimut yang masih membalut tubuhnya.
.
Terlihat orang itu sedikit menguap seraya
mengucek-ucek kedua matanya. Rambut panjangnya yang terlihat berantakan tak
menghilangkan kesan cantik dari orang itu. Beberapa detik kemudian, seseorang
dari luar membuka pintu kamar gadis tersebut disertai dengan senyuman yang
merekah dari orang itu. Lalu, menghampiri gadis itu.
.
“Hana-ya ... kau sudah bangun, sayang” kata
orang itu. Merasa namanya di ucap oleh seseorang, gadis itu menoleh kearah
pemuda yang sedang duduk tepat di sampingnya. “Eung .. oppa” kata gadis itu.
Hana masih terlihat sangat mengantuk sepertinya. Terlihat dia sesekali menguap.
“Kalau kau masih mengantuk, tidurlah” ujar Taeil lembut. Gadis itu segera
membalas dengan gelengan.
.
“Aku sudah terlanjur bangun. Lagi pula, aku
harus menyiapkan sarapan pagi” kata Hana dan beranjak dari tempat tidurnya. Namun,
di cegah oleh Taeil. Lelaki itu memegang pergelangan tangan gadis itu. “Ada apa
oppa?” tanya Hana menoleh kearah Taeil. “Aku sudah menyiapkan semuanya. Sana
... mandilah. Aku akan menunggu di ruang makan” jelas Taeil.
.
“Oppa sudah memasak? Seharusnya oppa membangunkanku.
Jadi, aku yang memasak bukan oppa” ucap Hana. Taeil terkekeh kecil. Sebelumnya,
dia sudah membangunkan gadis itu. Tetapi, Hana tetap terlelap tidur.
Dipikirannya, mungkin Hana masih butuh istirahat. Jadi, sebaiknya tak usah
membangunkan gadis itu.
.
“Sana mandilah! Sebelum aku menghabiskan semua
sarapannya” suruh Taeil pada Hana. “Tsk! rakus!” sahut Hana. Lalu, gadis itu
melangkah memasuki kamar mandi.
.
_____oOo______
.
Taeil merasa sudah yakin bahwa masakannya
tidak enak. Karena, Hana masih tetap diam dan memakan makanan itu sedikit
pelan. Pemuda itu siap, jika Hana mengucapkan makanannya tidak enak. Bahkan
sudah disiapkan semenjak Hana pertama memasukan makanan itu pada mulutnya.
.
Oh God! Terlalu tegang suasananya.
.
“Oppa ... “ Taeil terkesiap ketika Hana
memanggilnya. “A-apa? Tidak enak ya?” tanya Taeil kemudian. “Sangat ... “ Taeil
tidak sabar menunggu kelanjutannya. Gadis itu nampak sedang membuat Taeil
penasaran sekali atas jawabannya. “Sangat ... “ ulang gadis itu membuat Taeil
jengah. “Yaa!! Cepat katakan! Jika tidak enak ya sudah katakan. Jangan
membuatku penasaran” mendengar ucapan Taeil yang begitu kesal, Hana tertawa
keras.
.
Taeil mengernyit bingung. Wow ... apakah Hana
sedang menertawakannya?
.
“Kenapa kau malah tertawa, eoh?” tanya Taeil
yang masih kesal. “Haha ... oppa .. oppa. Kau begitu takut jika masakannya
tidak enak ya? tenang saja. Lumayan kok masakannya”
.
Jadi, gadis ini tengah mengerjainya? Tapi,Taeil
begitu senang jika makanannya enak walaupun ada kalimat ‘lumayan’ yang
menyertainya. Sungguh, tapi pemuda itu merasa terpuji akan hal itu. Untung saja
sebelum kesini, Taeil meminta Ibunya untuk mengajarinya memasak. Walaupun gadis
itu mengatakan bahwa masakannya lumayan. Tapi, Taeil sangat senang. Setidaknya,
usahanya berhasil.
.
____oOo____
.
Hari ini sekolah libur. Taeil dan Hana hanya
berdiam diri di rumah setelah menyelesaikan pekerjaan rumah dan selain itu
hanya tv lah yang membuat mereka sedikit sibuk. Sibuk menonton :v . Saat mereka
tengah asyik menonton, sebuah suara bel rumah terdengar nyaring. Mereka berdua
bertatap sejenak. Seolah menanyakan ‘Siapa yang datang?’. Hana berniat ingin
membuka pintu, tetapi Taeil lebih dulu darinya. Hingga Hana mengurungkan
niatnya.
.
.
Taeil menatap malas terhadap orang yang telah
memencet bel tadi. Ada empat orang berdiri di hadapannya dan menampakkan senyum
idiotnya-menurut Taeil-. Salah satu orang itu perempuan. Pemuda itu sangat
jelas mengenalnya. Siapa lagi kalau bukan, Jungkook, Seulmi, Jongin, Soonyoung.
.
‘Ada apa
mereka kesini? Memanggu saja!’ batin Taeil ketika melihat mereka.
.
Tanpa membuang waktu, Taeil segera
mempersilakan mereka untuk masuk. Dan telah di sambut oleh Hana dengan senyum
sumringah. Padahal waktu dia pertama kemari, Hana menyambutnya dengan tatapan
kagetnya. Seperti melihat setan. Dan ini, dia menyambut mereka berempat dengan
senyumannya. Taeil kesal akan hal itu.
.
“Wah ... ige mwoya? Kalian datang kesini. Ada
hal apa?” tanya Hana menghampiri mereka dan menyuruhnya untuk duduk di sofa. “Hanya
berkunjung. Lagian ini hari libur. Sebenarnya, kita berkunjung ke rumah Taeil
sunbae. Tapi, ibunya mengatakan bahwa dia ada disini. Jadi, kita sekalian
berkunjung ke rumahmu saja” jelas Seulmi panjang kali lebar dan disertai
anggukan oleh ketiga orang laki-laki yang datang bersamanya.
.
Taeil berdehem kecil. Membuat semua mata
menatap kearahnya. “W-waeyo? Kenapa kalian semua menatapku?” tanya Taeil yang
terkejut dengan tatapan para sahabatnya dan juga Hana. “Kukira kau akan
mengatakan sesuatu” sahut Jungkook.
.
Hana berlalu pergi menuju ke dapur untuk
menyiapkan minuman untuk mereka berempat. Sedangkan Taeil, ikut duduk bersama
mereka. Jongin menatap Taeil tajam. Dan kebetulan dia duduk tetap di hadapan
Taeil. Hingga yang di lihatnya hanya diam saja dan memandang orang yang sedang
menatapnya.
.
Jongin beralih duduk di sebelah Taeil membuat
namja itu sedikit menggeser duduknya agar Jongin dengan leluasa duduk di
sampingnya. Kemudian namja itu
membisikan sesuatu kepada Taeil. “Kau semalam menginap disini?” bisiknya dan
mendapat anggukan dari Taeil. “Jangan-jangan kau sudah melakukan sesuatu lebih
terhadap Hana?” Taeil melotot mendengar bisikan Jongin.
.
Astaga! pikiran Jongin memang tidak ada
benarnya. Semuanya tentang hal yang tidak-tidak. Dasar otak yadong!
.
“Yaa! Keterlaluan menuduhku seperti itu?
Heishh mana mungkin aku melakukan pada gadis yang belum sah menjadi istri”
balas Taeil marah. Jongin kerkikik geli, melihat sahabatnya yang tengah naik
darah. Begitu mudah jika membuat Taeil marah. Kkkk~
.
Jongin menepuk berkali-kali pundak Taeil
hingga membuat namja itu berkerut dahinya. “Haha ... segitu saja sudah marah.
Aku hanya penasaran saja” ucap Jongin membuat semua orang yang disana menatap
mereka berdua tidak mengerti. Terutama Hana yang baru saja keluar dari dapur
dan membawa sebuah nampan berisi 4 gelas jus apel.
.
Jongin mengambil jus tersebut dan diminumnya
dua kali tegukan. Lalu, ia letakkan kembali di atas meja. Taeil menatap kesal
Jongin. Laki-laki itu telah menuduh sembarang. Aigoo~
.
‘Dasar
Jongin si otak mesum!!’ pekik Taeil dalam hatinya.
.
____oOo____
.
“Hana-ya” panggil Seulmi. Gadis itu
menghampiri Hana yang sedang duduk di bangku taman. “Ada apa?” sahut Hana. Matanya
enggan menoleh kearah Seulmi. Dia masih sibuk memandangi sesosok namja dengan
sangat lincahnya bermain basket. Mereka semua sekarang sedang berada di halaman
belakang rumah Hana. Para laki-laki sedang bermain basket.
.
Ini memang usulan Soonyoung setengah jam yang
lalu. Dia mengatakan sambil melihatkan bola yang di ambilnya dari dalam tasnya.
Dan kebetulan halaman belakang rumah Hana cukup luas. Jadi, Hana menyuruh
mereka untuk bermain di sana. Sedangkan dia hanya menonton. Seperti sekarang.
.
Seulmi menyodorkan makan ringan pada Hana. Tapi,
Hana tetap terfokus ke arah depan. Dia pun mengikuti arah pandang Hana. Seulmi
tahu akan hal yang sedang dilihat sahabatnya itu. Taeil sunbae. Seulmi
menggeleng pelan. “Hana-ya ... kau tidak mau ini, eoh? Ya sudah biar aku
habiskan” celetuk Seulmi. Alhasil Hana menoleh kearahnya dan melihat apa yang
di bawa Seulmi.
.
“Tsk! Jangan rakus, Seul. Hey, aku mau”
“Hm ... saking fokusnya pada lelaki pujaannya
hingga mengabaikan makanan yang sangat enak ini”
“Heishhh!!”
.
“Taeil sunbae hanya ada satu. Kenapa kau
melihatnya terus?” ledek Seulmi. “Ya dia memang ada satu. Aigoo~ jangan
memangguku!” ketus Hana. “Astaga~ dasar! Jika sudah jatuh cinta ya ... kaya
gini nih” gerutu Seulmi.
.
____oOo____
.
Hana
pov
.
Sudah pukul tiga sore. Mereka baru saja
pulang. Hingga menyisakan aku dan oppa. Setelah
mengantarkan mereka, aku dan oppa segera masuk ke dalam rumah. Oppa mendudukan
dirinya di sofa sedangkan aku baru saja menutup pintu rumah.
.
Aku menghampirinya dan duduk di sebelahnya. “Oppa,
malam ini kita makan apa?” tanyaku padanya. Dia terlihat sedang berpikir
sejenak. “Eung .. aku tidak tahu” Yah ... kukira dia akan memberi pendapat
tentang makanan yang akan di masak malam ini.
.
Aku menghela nafas pelan. Kuletakkan punggunku
di senderan sofa.“Oppa yang semalam jangan beritahu siapapun ya” dahi Taeil
berkerut ketika aku mengatakan itu. Dia menatapku tidak mengerti. “Tentang aku
takut petir” ucapku pelan. Sedikit ada rasa malu ketika aku mengatakan itu.
Apalagi ini di depan Taeil. Oh astaga!
.
Taeil tertawa. Wah ... apa ucapanku terdengar
lucu di telinganya?
.
“Hana-ya ... semalam kau sungguh ketakutan. Dan
Ooh ...!! kau begitu erat memeluku. Astaga ...” ucapnya sembari masih tertawa.
.
Aku berdecak sebal. Taeil sedang menertawaiku
rupanya.
.
“Dan yang pasti ... malam itu adalah malam
keberuntunganku. Aku dapat pelukan dan bisa tidur bersamamu”
.
APA?! Yang benar saja!!
.
“Yaa!! Oppa, kau semalam tidur denganku?”
“Kau tidak ingat, eoh? Kau kan memintaku untuk
menemanimu tidur, semalam”
“Oppa ... rasanya aku tidak mengatakan itu”
“Aigoo~ gadis aneh ini”
.
TBC
:v - Don’t forget leave your comment
-

Komentar
Posting Komentar