My First Kiss #8




My First Kiss #8
Main cast : Moon Taeil & Shin Hana (OC)
Support cast : Kim Jongin, Jeon Jungkook, Kwon Soonyoung, Kim Seulmi (OC), Jung Hyena (OC), etc
Genre : Romance, friendship, comedy, school life, etc
Rate : Teen
.
.
.
Notes : Semua jalan cerita di FF ini merupakan hasil pemikiran author. Jangan meng-copast FF ini karena FF ini milik author seorang. Wajib bagi yang sudah membawa FF ini harap tinggalkan jejak berupa komentar, kritik, saran atau apapun yang pasti membangun author agar semangat nulis FF ini. Maaf jika ada typo, walaupun author sudah berulang kali meneliti.  Baiklah, Selamat membaca^^ semoga ini bisa menghibur para readers. 
.
Cover by : Yoon17 ART
Story by : NIKYoon
.
.
Hana adalah orang kedua setelah ibunya yang sangat di sayangi Taeil.
Hana adalah orang kedua setelah ibunya yang sangat di cintai Taeil.
Jika salah satu dari mereka terluka maka, Taeil pun juga akan terluka. Baginya menjaga mereka merupakan tanggung jawab Taeil. Tapi, untuk hari ini dia tak melakukannya dengan baik. Dia lalai dalam menjaga Hana. Sekarang ini Taeil menatap tak tega ke arah Hana yang sedari tadi meringis kesakitan.
.
Lengan kiri gadis itu tengah di obati oleh petugas kesehatan. Karena sebelumnya gadis itu telah mencoba untuk membuka pintu dengan cara mendobrak dengan memakai lengannya. Dan alhasil lengannya tak sengaja tergores paku hingga terluka.
.
Taeil tak tahan dengan ringisan yang di keluarkan gadis itu. Dan Taeil benar-benar tidak mengerti. Kenapa, ada orang yang tega menjebak Hana di gedung tersebut. Laki-laki itu bertekad akan mencari pelakunya. Apapun demi Hana akan Taeil lakukan.
.
____oOo____
.
“Hana-ya, kau tidak apa ‘kan?” tanya Seulmi yang tiba-tiba datang dan langsung menghampiri Hana yang sedang duduk di ranjang UKS. “Eoh.. aku baik-baik saja kok” ujar Hana. “Seul, makasih ya” lanjut Hana. “Iya sama-sama” sahut Seulmi tersenyum manis.
.
Lalu, Seulmi menolehkan pandangannya ke arah Taeil yang berdiri tak jauh darinya. “Sunbae.. makasih ya sudah membantu Hana. Tanpa sunbae, mungkin aku nggak tau harus gimana lagi agar Hana cepat keluar dari gedung itu” ungkap Seulmi. Taeil mengangguk pelan.
.
“Eum.. Hana, Selumi ... aku pergi dulu ya. Cepatlah sembuh” Taeil pamit untuk pergi dan mungkin dia akan mencari tahu orang yang sudah mencelakakan Hana.
.
____oOo____
.
“Kau sudah punya rencana untuk mencari pelaku?” tanya Jongin pada Taeil yang semenjak tadi berdiam diri entah sedang memikirkan apa. Lelaki yang di tanya melirik Jongin kemudian menggeleng pelan. Tanda belum ada rencana yang Taeil dapatkan.
.
“Yang kutahu setiap ruangan di sekolah ini dipasang CCTV jadi kemungkinan kita bisa menemukan pelakunya melalui rekaman CCTV” mendengar ucapan Jungkook membuat Taeil berpikir sejenak. “Kau cerdas juga” ucap Taeil senang.
.
.
.
“Jadi, Hyena dalang di balik semua ini?”
“Tae, jangan asal menuduh. Orang itu memakai pakaian serba hitam dan wajahnya tertutup oleh topi dan masker yang dia pakai”
“Tapi, siapa lagi kalau bukan dia? Gadis itu memang sudah gila. Aku akan menemuinya”
“Taeil! Hajimma!”
“Aku akan tetap menemuinya!”
.
_____oOo______
.
BRAKK!!
.
Taeil mendorong tubuh Hyena hingga membuat punggungnya menyentuh dinding. Tatapan tajam Taeil membuat gadis itu menundukan kepalanya takut. Emosi Taeil semakin memuncak. Gadis itu tetap bersih keras tidak mengakuinya. Mengakui bahwa dia yang menjebak Hana.  Akibatnya Taeil mendorong tubuh Hyena hingga punggung gadis itu membentur tembok.
.
Taeil tidak peduli rintihan gadis itu.
.
“Jangan sok lemah di depanku. Cepat katakan! Jika tidak kupastikan semua siswa membencimu!” ancam Taeil membuat Hyena tersentak. Ia mendongak dan menatap wajah Taeil tidak percaya. “I-iya.. memang aku pelakunya. Sudah puas?!!” Taeil mendecih pelan. Jika saja gadis itu mengatakan itu dari awal pasti tidak akan berbuat keras seperti ini.
.
“Heh. Sekali lagi jika kau berbuat seperti itu pada gadisku. Kau akan tahu akibatnya” ancam Taeil (lagi). “Dan ... minta maaflah padanya jika tidak ingin semua siswa membencimu” ucap Taeil tersenyum miring lalu meninggalkan gadis itu.
.
____o0o_____
.
Hana dan Seulmi melangkah menelusuri koridor untuk menuju ke kelas mereka. Tidak ada banyak siswa yang berlalu lalang jadi serasa lumayan sepi. Di tengah perjalanan terlihat Taeil menuju ke arah mereka dengan berlari. Hana mengerutkan dahinya begitupun dengan Seulmi.
.
“Hana-ya ...” seru Taeil ketika sampai di depan mereka. “Aku sudah tahu pelaku yang menjebak Hana” sambungnya. Membuat Hana dan Seulmi membulatkan matanya sempurna. “Nugu sunbae-nim?” tanya Seulmi seketika. “Hyena. Dialah yang telah melakukannya” ucapan Taeil sontak membuat mereka terkejut.
.
“Mwo??” ucap mereka bersamaan. Taeil mengangguk cepat dan menyentuh bahu Hana. “Hana-ya ... akan kupastikan jika Hyena meminta maaf padamu. Kau tenang saja. Dan akan mendapat hukuman atas perbuatannya” seru Taeil menatap lembut Hana. Gadis itu terpaku mendengar ucapan Taeil yang begitu lembut dan penuh kasih sayang. Tanpa mereka sadari, Seulmi berdecak kesal melihat sepasang manusia yang memamerkan kemesraannya.
.
____oOo____
.
Seulmi memilih untuk meninggalkan mereka. Tak ingin jika dia hanya menjadi obat nyamuk mereka.Taeil dan Hana berjalan beriringan dengan mengobrol. Sesekali Hana tertawa kecil karena candaan Taeil. Tanpa disadari oleh mereka, seseorang sedang memperhatikan mereka dengan tatapan yang tidak suka. Seseorang itu mengepalkan tangannya dengan menampilkan seringaian tipis.
.
“Hana-ya ... pulang sekolah aku akan mengantarmu” ucap Taeil pada Hana sebelum berlalu pergi. “Ne oppa. Gomawo untuk semuanya” sahut Hana yang tiba-tiba memeluk Taeil. Pemuda itu sedikit tersentak karena gadis itu memeluk dengan sangat tiba-tiba. Perlahan, Taeil membalas pelukannya. Dan menampilkan senyum manisnya.
.
“Sudah tugasku untuk menjagamu” ucap Taeil lembut. Tangannya mengusap pelan surai gadis itu. Taeil memang sangat menyayangi gadis itu. Seperti dia menyayangi Ibunya. Dan tak ingin jika gadis itu celaka. Taeil semakin mengeratkan pelukannya. Tak peduli jika mereka sedang berada di depan kelas. Hingga, semua pasang mata menatap ke arah mereka dari dalam kelas.
.
“Oppa... bisa kau lepaskan pelukannya. Aku malu di lihat banyak orang” ucap Hana yang telah menyadari bahwa mereka sedang menjadi bahan tontonan oleh semua siswa di kelasnya. Taeil terkekeh kecil setelah melepas pelukannya. Pipi gadis itu bersemu merah. Gadis itu benar-benar malu.
.
“Kau harus terbiasa” bisik Taeil tepat di telinganya. Suara yang terdengar sangat errr ... sexy. Tanpa di duga oleh Hana, Taeil mengecup singkat pipinya dan berlalu pergi meninggalkannya.  Hana terpaku dan menatap tak percaya pada punggung Taeil yang semakin jauh.
.
“OPPA...!!!” teriak Hana kemudian. Taeil terkikik geli ketika mendengar teriakan Hana yang begitu nyaring di telinganya.
.
Bagitu banyak perucahan yang terjadi pada diri Taeil semenjak ada Hana di kehidupannya.
.
____oOo____
.
Malam yang sepi bagi Hana. Sendirian di rumah, tak ada yang menemaninya. Dua jam yang lalu, kedua orang tuanya pergi meninggalkannya sendirian. Tn. Shin dan Ny. Shin pergi keluar kota karena ada urusan pekerjaan. Dan mirisnya mereka keluar kota selama dua hari. Hana menghela nafas pasrah.
.
Drrrt...drrrt...drrrtt...
.
Sebuah getaran berasal dari smartphone milik Hana terdengar jelas di telinga gadis tersebut. Dengan cepat, ia ambil smartphone nya. “Oppa ... “ gumam Hana ketika membaca nama yang tertera di layar smartphone nya.
.
“Yeoboseyeo”
“......”
“Ne? Oppa ada diluar?
“.......”
“Ne .. ne .. chamkamman”
.
Hana mematikan telephone nya dan langsung beranjak menuju pintu utama. Gadis itu membuka pintu tersebut dan menampakkan ada seseorang yang tengah berdiri tegap dengan sebuah kantung kresek putih di pegang oleh tangan kanannya. Moon Taeil. Laki-laki itu menampilkan senyumnya ketika pemilik rumah itu membuka pintunya.
.
Hana masih terdiam sambil menatap laki-laki itu. Membuat yang di tatapnya berdehem kecil.  Hingga gadis itu tersadar dia mendiamkan Taeil sedari tadi tanpa mempersilakan masuk terlebih dahulu. Hana tersenyum kikuk seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal sama sekali. Lalu, gadis itu menyuruh masuk pemuda itu.
.
“Oppa kenapa kau kesini?” tanya gadis itu setelah memastikan pintu itu tertutup rapat. Lalu, Hana menghampiri Taeil yang sudah duduk di sofa. “Apa kau tak suka jika aku berkunjung kesini?” tanya Taeil balik kepada Hana.
.
“Aniya ... bukan itu maksudku. Ada hal apa sehingga kau datang kesini?”  bukannya menjawab pertanyaan Hana, Taeil malah menarik gadis itu dan menyuruhnya untuk duduk di sampingnya. Membuat gadis itu sedikit terkejut dengan perlakukan Taeil.
.
“Chagi-ya ... aku akan menemanimu. Kau sendirian bukan?. Jadi, tak perlu khawatir ada aku disini” ungkap Taeil yang membuat Hana merasa pipinya bersemu. Kenapa tidak, Taeil telah memanggilnya dengan sebutan ‘Chagi’.
.
Tunggu! kenapa Taeil tahu tentang Hana yang sendirian?
.
“Oppa ... tahu darimana kalau aku sendirian, sekarang?” tanya Hana pada Taeil. Pemuda itu menarik sudut bibirnya dan menggeser sedikit duduknya hingga jarak mereka terkikis. Wajah Taeil mendekat ke arah gadis itu yang membuat sang empunya mundur sedikit demi sedikit.
.
“Kenapa kau memundurkan wajahmu dariku? Tenang, aku tak ingin macam-macam denganmu. Kalau kita sudah resmi suami-istri barulah aku melakukan sesuatu yang lebih denganmu” ujar Taeil dengan suara yang sedikit serak dan menggoda-menurut Hana-.
.
Gadis itu terlalu gugup di posisi seperti ini. Apalagi wajah Taeil sangat dekat. Dan hembusan nafas Taeil yang begitu di rasakan oleh kulit Hana. Oh iya. Gadis itu sedikit agak berkeringat. Karena merasakan panasnya keadaan.
.
Lalu, lelaki itu menjauhkan dirinya dan terkekeh kecil. Membuat Hana mengernyit heran. “Apa yang tidak di ketahui bagi seorang Taeil. Apalagi ini mengenai gadisnya” ujarnya kemudian. Membuat gadis yang bernama Hana blushing seketika.
.
_____oOo_____
.
“Oppa ... kau membawa ini semua untuk cemilan kita. Apakah tidak terlalu banyak?” tanya Hana yang begitu membuka isi dari kantung kresek yang di bawa Taeil tadi. “Jika lebih, kau simpan saja di kulkas” jawab Taeil santai yang tidak menoleh ke arah Hana sedikit pun. Pemuda itu tengah asyik menonton drama yang sedang berlangsung di tv.
.
Hana mendengus kesal. Lalu, gadis itu beranjak pergi menuju ke dapur untuk menyiapkan beberapa cemilan yang di bawa Taeil dan menaruh sebagian di kulkas. Gadis itu kembali dari dapur seraya membawa makanan tersebut dan dua gelas jus jeruk.
.
“Wah oppa ... kenapa kau mengganti chanelnya? Kemarikan remote nya!” omel Hana ketika menyadari bahwa Taeil telah mengganti chanel sebelumnya. Hana mencoba merebut remote itu dari Taeil. Namun, Taeil begitu lihai menghindarinya. Membuat Hana menggerutu sebal.
.
Selain lembut dan penyayang, dia jahil juga ya?
.
____oOo____
.
JEDERRR ... !!! (Notes : Anggap ini suara petir :v)
.
Suara gemuruh petir terdengar sangat keras hingga membuat Hana terkejut ketakutan. Refleks dia memeluk Taeil. Begitu sangat erat. Kedua matanya terpejam. Dan tangannya menarik kuat baju Taeil. Pemuda itu tertawa kecil ketika Hana ketakutan seperti itu. Well, dia begitu menggemaskan.
.
Ternyata di luar hujan deras di sertai angin. Dan gemuruh petir yang masih terdengar.
.
Tangan Taeil membelai lembut surai gadis itu. Sekedar untuk menenangkan sang gadis. Agar gadis itu nyaman kembali dan ketakutannya hilang. Hana masih memeluk Taeil erat dengan kedua matanya yang terpejam. Hana sungguh merasa ketakutan setelah mendengar suara petir barusan. Itu salah satu hal yang paling di takuti Hana. Dan Taeil telah mengetahuinya.
.
“Tenanglah .. oppa ada disini. Kau jangan takut” ucap Taeil lembut. Hana melepas perlahan pelukannya dan menatap wajah pemuda itu. “Oppa ... aku takut jika harus tidur sendirian. Suara petir itu membuatku sangat takut oppa ...” ungkap Hana yang membuat Taeil sedikit membulatkan matanya.
.
“Temani aku tidur” pinta gadis itu.
.
“Mwoya??” sahut Taeil menganga tak percaya.
.
.
TBC
.

Akhirnya chap 8 selesai juga. huhu~ gimana untuk chap ini. tsk! Hana takut sama suara petir dan dia ingin tidurnya ditemani Taeil. Ntar chap selanjutnya Taeil nurutin permintaan Hana nggak ya ...? tunggu aja yeth ... !!

Komentar