He's My Brother #1



Title : He’s My Brother? #1
Main cast : Fidelya Kayana (OC) & Park Chanyeol
Other cast : *find it by yourself*
Genre : School life, comedy, friendship, family-life
Rate : T                                   
Lenght : Chaptered
++++++++++++++++++++++++
Story by NIKYoon 
++++++++++++++++++++++++
Notes :  Ide FF ini muncul di otak author setelah habis nonton uttaran *jangan di percaya :v . Bukanlah ... jadi, ide author buat FF ini itu keinginan author yang pasti nggak terkabul. Mau tau apaan? Author pengen Si Chanyeol ngunjungin rumah author #PlakAvaikan :v . Aigoo padahal ada beberapa FF yang belum author selesein. Tapi, berhubung mood author itu di FF ini ya udah lanjutin buat. Aku nggak tahu sampai chap berapa, mungkin sampai 10 lebih. Heum ... untuk latar di FF ini berbeda dari sebelumnya. Ini di Indonesia dan lebih tepatnya di tempat tinggalku.  Dan author nambahin beberapa kejadian yang dialami author di FF ini.
++++++++++++++++++++++++
S-E-L-A-M-A-T----M-E-M-B-A-C-A
.
.
Namaku, Fidelya Kayana. Umurku 16 tahun bahkan bulan september yang akan datang umurku akan menjadi 17 tahun.  Aku bersekolah di salah satu SMA yang terdapat di daerahku. Peserta didik baru sih ... dan beberapa hari lagi akan memasuki masa MOS. Dan itu yang membuatku takut akhir-akhir ini. Untuk yang tadi abaikan. Hari ini, hari yang begitu menjengkelkan untukku.
.
Aku baru saja mendapat telephone dari Ibuku dia akan pulang dari Korea Selatan tempat ia bekerja. Kenapa menjengkelkan? Pasalnya dia pulang dengan suami barunya yang sekaligus menjadi ayah tiriku. Juga dengan saudara tiriku. Yyaa .. yyaa .. yya jika aku memilih lebih baik pilih ayah yang sekarang dari pada ayah yang dahulu. Untuk alasannya aku tidak akan memberitahu ke kalian, toh pasti kalian tahu sendiri nantinya :v . Mereka akan sampai kesini besok siang atau nggak sore, itu juga Ibuku yang bilang.
.
Yang membuat aku jengkel itu bukan karena ke datangan ayah tiriku. Tapi .. kedatangan saudara tiriku. Heishh .. dia laki-laki dan pasti sangat menyebalkan. Itu menurut pemikiranku.
.
Sudah hampir dua jam aku menonton tv. Dan tidak ada drama yang aku sukai. Sinetron ... ugh bukan styleku. Lebih baik drama dari pada sinetron. Apalagi sekarang ini lebih banyak film Indianya dari pada Korea. Ya ampun .. -_-
.
“Non, udah jam sembilan malem. Ngga tidur?” Bibi Inah menghampiriku sambil bawa segelas susu di atas nampan. “Iya ... Bi. Ini juga mau tidur. Berhubung nggak ada tontonan seru” sahutku. Lalu, mematikan tvnya. Setelah itu, aku mengambil segelas susu itu dan kuminum hingga habis. Dan ditaruh kembali ke nampan yang masih bi Inah pegang.
.
“Selamat malam bi” ucapku sebelum berlalu masuk ke dalam kamar.
.
_____oOo______
.
“Elya ... palli ireona!”
“Elya ... Ireona! Yyak!”
Suara teriakan itu terdengar sangat jelas di telingaku. Hingga akhirnya aku terbangun. Kedua mataku  masih belum terbuka sepenuhnya. Aku sedikit menguap karena masih terlalu ngantuk.
.
SIAL!
.
Aku melirik smartphone yang terletak tak jauh dari bantal. Mengambilnya dan menekan tombol untuk mengaktifkannya. Kulihat masih jam setengah enam pagi. Aku menaruh smartphone ku kembali dan kulirik seseorang yang sudah membangunkanku.
.
Mataku seketika membulat sempurna saat aku melihat seseorang itu. Seorang laki-laki dan posisinya sangat dekat denganku. Hingga membuat aku -“Aaaaaaa ...!!” –teriak keras-keras. Bughhhh! Aku terjatuh hingga pantatku menyentuh lantai.
.
“Aishhh” keluhku. Aku sedikit meringis.
.
“HAHAHA” laki-laki itu malah menertawaiku. Aku segera bangkit dan menatap sengit kearahnya. “Yyak!! Nggak sopan sekali. Eh siapa kamu? Main masuk ke kamar orang pake ngebangunin aku segala lagi” ketusku. Bukannya menjawab malah terdiam. Heh. “Kamu nggak punya mulut atau apa? Huh?” tanyaku.
.
“Aku punya mulut. Namaku, Park Chanyeol. Saudara tirimu”
.
APA? Yang benar saja. Dia  bercanda ya?
.
“P-park Chanyeol? Saudara tiriku? Kau yakin?” Aku bertanya kepadanya. Dia melipat kedua tangannya di depan dada. Memasang wajah sok coolnya. “Terserah kamu mau percaya atau nggak. Ayo! Kita olahraga pagi” dan sekarang dia pake ngajak olahraga pagi?!
.
“Kita harus menjaga tubuh kita agar tetap sehat. Kamu ini males banget” cibirnya. Dia langsung menarik tanganku. Dan menuju keluar kamar.
.
Aku mencoba untuk melepaskan genggaman tangannya dariku, namun percuma tenaganya begitu kuat. Terpaksa aku menurutinya. Dan sampailah di depan rumah. Udara dingin langsung terasa di kulitku. Apalagi aku memakai baju tidur yang agak tipis. Aahh dinginnya. Kalo seperti ini mending aku masuk ke kamar dan melanjutkan tidurku.
.
“Hey! Kenapa diam? Ayo mulai!” perintahnya. Heh. Dasar menyebalkan!
.
_____oOo_____
.
Selesai olahraga pagi, aku segera masuk kedalam rumah dan mendapati sesosok Ibu yang sedang berbincang-bincang dengan seorang pria. Aku mengernyit bingung. Bukannya Ibu bilang bahwa akan sampai kesini siang nanti atau sore ? Dan sekarang dia berada disini bersama pria yang ada di sampingnya. Apa itu Ayah baruku?
.
Ibuku menyadari bahwa aku sedang berdiri sambil memperhatikannya. Dia tersenyum ke arahku dan menghampiriku. Memelukku begitu erat. Pasti Ibu sangat merindukanku seperti aku merindukannya. “Ibu ... kapan sampainya? Kok aku nggak tahu?” tanyaku kepadanya. Dia langsung melepas pelukannya. “Maaf Ibu nggak sempet ngabarin kamu. Ibu sampai kesini jam sepuluh malem. Dan kata bibi kamu udah tidur. Jadi, Ibu nggak mau bangunin kamu. Habisnya tidurmu nyenyak banget” jelas Ibu. Aku hanya mangut-mangut mendengar perkataannya.
.
Lalu, laki-laki yang tadi bersamaku masuk. Dan menghampiriku dan Ibu. “Chan ... habis dari mana?” tanya Ibuku. “Habis olahraga pagi, Bu. Nih ... sama Elya” ucapnya dan menyenggol lenganku. Aishh apa-apaan dia? Kemudian pria yang tadinya hanya duduk langsung bangkit dan menghampiri kami.
.
“Dia sekarang Ayahmu, El” kata Ibu. Aku memandangnya dan dia langsung tersenyum kepadaku. “Selamat pagi, Yah” sapaku sedikit membungkuk. “Eum ... kalian berdua habis olahraga pagi. Kok nggak ajak ayah dan ibu?” tanya Ayah padaku dan Chanyeol. “Kupikir ayah dan ibu masih lelah jadi, aku ajak Elya doang, ya ‘kan El?” ucapnya seraya melirikku.
.
Cih! Sok akrab!!
.
Dia menyenggol lenganku supaya menyahut. “Iya, yah” ucapku singkat. Aku langsung mendengus kesal kearahnya. “Kuharap kalian akrab. Dan umur kalian juga sama” tutur Ayah. Aku menanggapinya dengan tersenyum kecil.
.
______oOo______
.
Park Chanyeol, umurnya sama sepertiku. Berkulit putih, berambut warna merah, bergigi rapi, ugh kalau ini aku agak malas mengatakannya. Dia lebih tinggi dariku. Aishh ! Orang Korea memang rata-rata tinggi. Tinggiku hanya sebatas bahunya. Untuk melihat wajahnya saja harus mendongak.
.
Dan satu hal yang harus kalian tahu, dia orang yang sangat menyebalkan. Pemikiranku benar ‘kan sejak awal. Yang paling menyebalkan lagi kamarku dan dia berdekatan. Astaga .. Eoh dia juga satu sekolah denganku. Dan kuharap aku tak sekelas dengannya. Padahal ada banyak sekolah, kenapa Ibu usul di sekolahkan ke SMA yang sama denganku?
.
_____oOo_____
.
Aku mendengus kesal. Entah dari mana dia muncul dan menganggu acara masakku. Karena aku sangat lapar, jadi aku memasak nasi goreng telur. Dia di sampingku dan terus melihatiku yang sedang mengoleh nasi di wajan. Sangat risih jika ada yang melihatiku.
.
Aku beralih menatapnya. “Jangan ngliatin aku terus. Eoh .. kau menyukaiku ya?” aku menyeringai. “Ngapain aku suka sama kamu. Eh .. tambahin nasinya dong. Aku juga mau makan” aku mendengus kesal. “Masak sendiri! lagian ini juga hampir selesai” sahutku.
.
Aku mematikan kompornya. Kemudian meletakkan nasi gorengnya di piring. Dan segera menuju ke meja makan. Chanyeol mengikutiku dan terus menatap sepiring nasi goreng yang habis aku buat. Aku melirik kearahnya. Mungkin, dia laper banget. Dengan terpaksa aku berbagi nasi goreng dengannya. “Jangan ngliatin nasi gorengnya terus. Sana ambil sendok sama piring. Nanti aku bagi jadi dua” titahku kepadanya. Dia menangguk.
.
“Lho kenapa malah ambil sendok doang?” tanyaku saat melihat Chanyeol hanya mengambil sendok saja. “Elya .. mending makan sepiring berdua. Lebih nikmat lho” mendengar ucapan itu aku langsung mengambil piring dan segera membagi nasi goreng dengannya. “Nggak sudi jika makan sepiring denganmu. Nih ambil” ketusku.
.
“Haishh ... sini” sahutnya yang tak kalah ketus. Dan mengambil terpaksa piring yang di pegang olehku. Aku hanya menahan tawaku melihatnya marah.
.
_____oOo_____
.
“Chan, ibu sama ayah kemana?” tanyaku menghampiri Chanyeol yang sedang asyik menonton tv. Aku menggerutu sebal. Pasalnya dia tidak merespon pertanyaanku. Hingga, aku meraih remote tv dan menekan tombol merah agar tvnya mati.
.
“Yyak! Apa yang kamu lakukan? Sini kembaliin!” pintanya. Dia berusaha untuk mengambil remote tv di tanganku. “Jawab dulu pertanyaanku, Park” terdengar helaan nafas pelan yang keluar dari mulutnya. Lalu dia menatapku. “Ibu dan ayah pergi” jawabnya agak malas. “Pergi kemana?” tanyaku lagi. “Ya aku nggak tahu. Lagian kamu kepo banget” sahutnya dengan kedua tangan yang dilipat di depan dada.
.
Aku memangguk pelan. Lalu aku beranjak pergi. Namun, Chanyeol memegang pergelangan tanganku. Aku menghadap kearahnya dengan malas. “Ada apa?” Tapi Chanyeol malah mendekat kearahku hingga jarak diantara aku dan dia sangat dekat. Aku hanya bisa melihat dadanya. Dan terbengong. Entah kenapa detak jantungku begitu cepat. Pikiran negative terngiang-ngiang di otakku. Jangan-jangan Chanyeol akan berbuat yang tidak-tidak terhadapku.
.
Nafasku tercekat ketika tangannya merosot hingga ke jari-jari tanganku. Sebenarnya, apa yang akan dilakukannya?
.
“Chan ... jangan macam-macam kepadaku” lirihku. Tapi apa yang aku dapat, dia malah terkekeh kecil. Dan-“Yyak!” pekiku ketika dia mengambil sesuatu yang ada di tanganku. Ooh jadi dia hanya mengambil remote saja. Astaga kenapa pikiranku begitu berlebihan. Mungkin sekarang aku menahan maluku.
.
“Macam-macam apanya?!... cih aku hanya mengambil remote saja. Jangan berpikiran negative kepadaku” ucapnya. Chanyeol melangkah mundur dan kembali duduk di sofa. Lalu dia menyalakan tv nya kembali. Sedangkan aku segera berlari menuju lantai atas dan masuk ke dalam kamarku. Sungguh malunya.
.
.
Aku segera menghempaskan tubuhku di atas kasur dan menutupi wajahku dengan bantal. Astaga mungkin sekarang wajahku sedikit memerah. Fidelya kenapa kamu akhir-akhir ini sering berprasangka buruk sih, rutukku dalam hati.
.
Drrrtt..drrtt...
.
Ada suara getaran dan itu berasal dari smartphone ku. Aku langsung mengambil. Ada satu pesan masuk.
.
From : Cira
El, sini ngumpul bareng. Di tempat makan biasa.
.
Wah .. ini kesempatanku. Lagi pula di rumah bareng Chanyeol hanya membuatku selalu emosi. Aku bergegas dan segera merapikan pakaianku yang agak terlihat berantakkan dan tak lupa membawa tas untuk menyimpan dompet dan smartphoneku.
.
Tap ... tap ... tap ...
.
Injakan kakiku terdengar ketika menuruni anak tangga dengan sedikit agak buru-buru. Akibatnya, Chanyeol melihat kearahku dengan tatapan bingung. Apalagi aku membawa tas segala.
.
“Mau kemana kamu?” tanyanya saat aku melewati dirinya yang masih duduk. “Mau pergi sebentar” sahutku seraya membuka pintu depan. “Eits .. tunggu dulu” dia menarik tanganku. “Ada apa lagi?” tanyaku jengah. “Pergi sebentar? Kemana??” aku menggerutu sebal kenapa laki-laki ini jadi kepo tentang urusanku. “Ngumpul bareng temen SMPku” dia menangguk cepat dan lalu menyuruhku agar menunggu sebentar.
.
Aku mengernyit heran melihat Chanyeol yang menuju lantai atas. Beberapa menit kemudian, dia menuruni anak tangga dan segera menarik tanganku. “Ayo!” ajaknya. Aku menatap punggungnya bingung. Lalu aku melepaskan tangannya dariku. “Kamu mau kemana?” tanyaku. “Mau pergi bareng kamulah! Dari pada di rumah terus mending aku ikut kamu. Siapa tahu aku dapat temen disana” jelasnya. Aku hanya terbengong. Oh God! Alasanku pergi karena ingin menghindarinya dan sekarang dia malah ikut pergi denganku. Ya ampun ... jika aku memilih mending punya saudara tiri perempuan dari pada laki-laki.
.
“Ya udah deh” sahutku. Terpaksa aku membiarkan dia ikut pergi denganku.
.
TBC
.
Hem... chap satu sampai gini aja. Gimana nih seru atau nggak? Kalo seru aku bisa nglanjutin FF ini tapi kalo nggak ya udah author nggak nglanjutin ff ini dan mending nglanjutin ff yang laen kalo gitu :v .
.
Don’t forget leave your comment!


Komentar