Be Mine (Sequel of True Love)



Be Mine (Sequel of True Love)
Baekhyun & OC | Romance – school life – friendship | Teen |Oneshoot
Story by NIKYoon || Cover by YOON88 Art
.
Notes : FF ini merupakan sequel dari FF True Love. Murni dari pemikiran author. Jadi, hargailah karya author ini. Maaf jika ada typo yang nyelip.
Don’t be copy, this fanfic is mine
.
NIKYoon p r e s e n t  .   .   .
.
.
Hari ini begitu sial untukku. Park Chanyeol memintaku untuk mentraktirnya istirahat nanti. Aku menatap nanar uang sakuku. Sebentar lagi kalian akan aku gunakan untuk mentraktir Chanyeol. Lalu, Kutaruh uangnya lagi di dalam saku celanaku.Pasti kalian akan berpikiran yang tidak-tidak tentangku dan dia. Hey, aku normal. Jadi, aku tidak mungkin suka lagi kepadanya.
.
Tapi perlu kalian tahu, aku masih sangat mencintai Mina. Walaupun dia tak pernah kembali lagi, tapi aku berharap bahwa hal itu tidak akan terjadi. Aku ingin Mina kembali berada disisiku seperti satu tahun yang lalu. Bahkan aku sangat merindukannya.
.
Okey lupakan yang itu. Aku tidak sanggup jika harus berbicara tentang Mina.
.
Bel sudah berbunyi semenjak 10 menit yang lalu. Namun ssaem belum datang. Jadi keadaan kelas sangat begitu riuh dengan candaan dan obrolan para siswa. Park Chanyeol yang sekarang ini sebagai sahabat sekaligus teman sebangkuku menatap ke arahku dengan menampilkan deretan giginya.
.
Terlihat idiot. Itu menurutku.
.
“Mwo??” ketusku padanya. Aku tahu pasti dia akan memperingatkanku agar tidak lupa untuk istirahat nanti. Aku tidak lupa bahkan selalu terngiang-ngiang di pikiranku. “Aku hanya ingin memperingatkanmu agar tidak lupa untuk menraktirku” sudah kuduga. Aku menatap datar Chanyeol.
.
“Iya, aku tidak akan lupa PARK CHANYEOL!!” sahutku dengan penuh penekanan. Sedangkan dia lagi-lagi menampilkan senyum idiotnya.
.
Dia yang dulunya sangat begitu tampan, kini seperti berubah semenjak berteman denganku. Mungkin tempanannya berpindah kepadaku. Percaya diri sekali kau, Baekhyun. Dan aku juga tidak tahu, kenapa dia ingin berteman denganku setelah apa yang ia tahu tentangku. Okey aku tidak ingin mengingat lagi ketika aku masih menyukainya. Astaga aku seperti orang bodoh waktu itu -_- .
.
.
.
Akhirnya ssaem datang. Namun, dia tidak sendirian. Dia ...
.
ASTAGA!!
.
Apa aku tak salah lihat? Dia kembali??
.
Gadis yang kurindukan selama ini telah kembali dan sekarang dia sedang berdiri di samping Cho ssaem. Dan ...  aku meleleh ketika melihat dia tersenyum dengan sangat manisnya. Aku menghiraukan tatapan aneh Chanyeol. Bagiku tak ada yang lebih penting dari senyuman manis itu. Aku masih setia menatapnya.
.
Hingga orang yang di tatap membalas tatapanku. Aku gugup setengah mati ketika kedua mata indah itu menatap kearahku. Aku memasang senyum kearahnya. Akan kutarik lagi ucapanku. Ini adalah hari yang sangat indah untukku.
.
.
.
Aku sungguh kecewa mengingat ucapan ssaem ketika mengenalkan gadis itu. Tapi sungguh, dia begitu mirip dengan Mina. Hanya namanya saja yang beda. Gadis itu bernama  Sakurai Haru Mika. Dia merupakan murid pindahan dari Jepang.
.
Sempat aku menyapannya dan menanyakan apa dia mengenalku. Dia menjawab, dia benar-benar tidak mengenalku sama sekali dan dia mengatakan bahwa ini pertama kalinya dia bertemu denganku.  Astaga itu membuatku begitu frustasi.
.
Aku juga menanyakan tentang gadis yang bernama Mina padanya. Dan dia menjawab tidak mengenalnya. Aku bahkan mengatakan bahwa dia sangat mirip dengan Mina. Namun, gadis itu mengatakan bahwa itu hanya kebetulan wajahnya sangat mirip.
.
“YA TUHAAAN!” teriaku. Chanyeol yang tadinya duduk kini berdiri di sampingku. Tangan kanannya menepuk pundakku berkali-kali untuk menenangkanku.
.
“Baek, kau pernah bercerita padaku tentang Mina yang berucap kepadamu sebelum pergi. Dia mengatakan bahwa suatu hari nanti kau akan menemukan cintamu kembali. Sakurai Haru Mika, gadis keturunan Korea-Jepang mungkin itu yang di maksud Mina padamu. Cintamu telah datang, Baek” Aku tertegun mendengarkan penjelasan Chanyeol.
.
Aku jadi teringat saat Mina mengatakan itu.
.
[”Byunnie... selamat tinggal. Aku pergi. Suatu hari nanti kau akan menemukan cintamu kembali. Dia merupakan gadis yang benar-benar mencintaimu. Cintailah gadis itu, Byun!”]
.
Baiklah akan kupastikan. Bahwa, gadis itu mencintaiku atau tidak.
.
.
.
“Byun Baekhyun ‘kan?” aku menoleh kesumber suara. Seorang gadis yang sangat cantik tersenyum kepadaku. Aku menatap tak percaya bahwa gadis itu Mina eh ralat gadis itu adalah Mika. Entah ada angin apa dia menghampiriku. Dia berdiri tepat di sampingku dan apa itu ... aku melihat dia membawa sebuah kotak berwarna biru muda.
.
Kulihat rambutnya berantakan akibat hembusan angin. Hingga, aku berniat untuk merapikannya. Tanganku menyentuh rambut lembut itu. Aku menyilahkanya di belakang telinga gadis itu. sehingga wajahnya kembali terlihat. Wajahnya begitu cantik seperti Mina. Aku jadi membayangkan kenangan saat masih bersama dengan Mina.
.
Kusadari gadis itu menatapku lekat. Seketika aku menyingkirkan tanganku dari rambutnya. “Maaf, a-aku hanya merapikan rambutmu saja” seruku gugup.
.
“Tidak apa-apa” sahutnya. “Ini untukmu” dia memberikan kotak biru muda itu kepadaku. Aku tidak tahu kenapa dia memberikan kotak ini untukku. Lagi pula, aku tak terlalu dekat dengannya. “Untukku?” tanyaku bingung. Mika mengangguk senang dan menarik tangan kananku agar menerima kotak tersebut. Setelah itu, gadis itu pergi meninggalkanku.
.
Aku menatap punggung gadis itu aneh. Walaupun dia mirip dengan Mina, tapi dia begitu aneh. Buktinya dia memberikan kotak ini padaku. Padahal ulang tahunku sudah terlewat satu bulan lalu. Tapi, aku jadi penasaran dengan isi kotak ini. Perlahan aku membuka tutup kotak tersebut. Dan kudapati berisi sebuah kotak makan dan di atasnya ada sebuah kertas.
.
Lalu, ku ambil kertas itu dan ada sebuah kalimat tertera di kertas tersebut.
.
[Byun Baekhyun, aku memberikan ini hanya tanda bahwa aku ingin menjadi temanmu. Kulihat... kau seseroang yang menyenangkan. Aku tidak tahu apa yang kau sukai. Jadi, aku membuat kue beras untukmu. Terimakasih jika kau bersedia menjadi temanku.]
.
Aku tersenyum, setelah membaca isi surat tersebut. Dan kubuka kotak makanan itu. Kue beras. Itu adalah makanan favoritku.
.
“Aku harap lebih dari teman” ucapku kembali menatap tulisan di kertas yang tadi kubaca.
.
.
.
.
Lebih dari satu Minggu, akhir-akhir ini aku sering bersama Mika. Dan bersama Chanyeol juga. Semenjak Mika memberikan kotak itu padaku, aku menjadi dekat dengannya. Dan sekarang aku dan dia berteman baik. Begitu pun dengan Chanyeol. Sekarang kita bertiga berada di taman. Karena ini merupakan usulan Mika untuk mengerjakan tugas kelompok disini. Jadi, aku dan Chanyeol menyetujuinya. Aku baru saja membeli tiga botol air mineral dari kedai terdekat.
.
Saat aku kembali ke sana, aku melihat Chanyeol dan Mika sedang asyik mengobrol. Hingga Mika tertawa. Mereka seperti terlihat begitu dekat. Hingga, aku sedikit cemburu melihat kedekatan mereka. Aku pun melangkah cepat agar sampai kesana. Ugh.. aku tidak tahan lagi melihat mereka dekat seperti itu.
.
“Wah..wah sedang bicara apa kalian?” celetekku saat sampai disana. Aku segera duduk dan meletakkan air mineral itu di samping keranjang piknik. Yap. Mika yang membawa keranjang itu. Dia membawa banyak makanan untuk kita makan di sela-sela mengerjakan tugas.
.
“Menceritakan pengalaman Chanyeol saat dia masih kecil” jawab Mika yang masih menahan tawanya.
“Aku jadi ingin tahu Chan kecil seperti apa” 
.
Author pov
.
Baekhyun menatap dalam ketika Mika mengatakan itu. Chanyeol yang menyadari Baekhyun menatap Mika mencoba mengalihkan suasana. Chanyeol tahu pasti Baekhyun cemburu dengannya. Chanyeol tahu Baekhyun menyukai gadis itu. Chanyeol tak bermaksud membuat Baekhyun cemburu.
.
“Ahh.. aku lapar. Kalian tidak lapar eoh?” tanya Chanyeol membuat mereka berdua menatapnya. “Baiklah, bagaimana kalau kita makan sekarang. Baekhyun juga sudah membeli minumannya” ujar Mika semangat.
.
“Baek, kenapa diam saja? Kau tak lapar?” tanya Chanyeol yang disertai anggukan oleh Mika. “Eoh... aku juga lapar. Ayo kita mencoba makanannya. Pasti sangat lezat sekali. Apalagi, Mika yang membuatnya” sahut Baekhyun. Membuat Mika tersenyum senang ketika Baekhyun memuji soal makanannya. Padahal belum mereka cicipi :v
.
.
.
.
“Baek, ini kesempatanmu untuk berduaan dengan Mika. Antar dia pulang” bisik Chanyeol kepada Baekhyun. “Idemu bagus juga. Baiklah!” balas Baekhyun berbisik di telinga Chanyeol.
.
“Sepertinya sampai disini saja. Soalnya, arah rumahku dengan kalian berdua tidak searah. Jadi sampai jumpa besok” pamit Chanyeol dan melangkah pergi.“Baiklah sampai jumpa, Chanyeol” teriak Baekhyun dan Mika bersamaan seraya melambaikan tangannya.
.
Baekhyun dan Mika melanjutkan perjalanannya. Mereka terlihat sangat asyik mengobrol. “Byunnie. kukira nama panggilan itu cocok untukmu” ujar Mika membuat Baekhyun menatap kearahnya. Byunnie. Itu panggilan Mina kepadanya. Dan Mika memanggilnya dengan sebutan itu juga. Sungguh, Baekhyun jadi sangat senang mendengarnya.
.
Park Mina dan Sakurai Haru Mika. Mika dan Mina. Hanya satu huruf yang beda yaitu K dan N. Ah sudahlah! Kepala menjadi pusing jika memikirkannya.
.
“Bolehkah aku memanggilmu dengan sebutan itu?” tanya Mina.
.
“Boleh. Bagiku itu panggilan yang lucu” celetuk Baekhyun.
.
“Oke. Baiklah! Mulai sekarang aku akan memanggilmu Byunnie” ucap Mika senang.
.
Mika pov
.
Bagiku... Baekhyun adalah sesosok yang menyenangkan. Dia juga sangat lucu. Wajahnya.. begitu imut. Aku menyukainya. Yap. Aku benar-benar menyukai pria itu. Entah sejak kapan. Mungkin ketika pertama kalinya aku bertemu dengannya.
.
Aku jadi penasaran tentangnya.
.
“Byunnie, kau pernah berpacaran?” tanyaku padanya. Apa salahnya jika aku bertanya itu. Pemuda itu menoleh kearahku. “Belum pernah” jawabnya. Wah.. senang sekali jika Baekhyun belum pernah pacaran. Jadi, mungkin sampai sekarang... belum ada wanita yang mengisi hatinya. Kupikir itu sebuah peluang untuk mendapatkan hati Baekhyun.
.
“Tapi... ada seseorang yeoja yang sangat aku cintai. Dia yeoja yang begitu cantik dan menggemaskan. Sudah satu tahun aku merindukannya” seperti tertohok bongkahan batu ketika mendengar Baekhyun mengatakan itu. Jadi, ada seseorang yang Baekhyun cintai. Hatiku sakit ketika mengetahui semua itu. Aku jadi menyesal bertanya itu padanya.
.
“Oh.. sepertinya kau sangat mencintainya”
“Nde.. aku sangat mencintainya”
.
Oh hatiku....
.
Author pov
.
“Mika-chan... sampai jumpa besok” ucap Baekhyun sambil melambaikan tangannya kepada Mika. Gadis itu juga membalasnya. Baekhyun masih berdiri di depan rumah gadis itu. Dia baru akan pulang, jika gadis itu sudah benar-benar masuk kedalam rumahnya.
.
Setelah Mika masuk kedalam rumahnya, Baekhyun melangkah pergi. Jarak dari rumah Mika ke rumahnya memang tidak jauh. Hanya beberapa meter saja. Baekhyun memang beruntung bisa sekomplek dengan Mika. Dan Baekhyun juga semakin percaya bahwa Mika memang cintanya. Walaupun seperti itu dia juga tidak akan melupakan Mina.
.
.
.
Suasana saat istirahat memang begitu bising. Jadi, Baekhyun memutuskan untuk pergi ke taman belakang untuk menenangkan pikirannya. Dia tadi terlalu keras berpikir untuk menjawab soal dengan benar, akibatnya Baekhyun merasakan sedikit pusing di kepalanya.
.
Pemuda itu mendudukan dirinya di bangku taman. Baekhyun menjadi teringat saat satu tahun yang lalu. Pertama kali dia bertemu dengan Mina adalah disini. Waktu itu dia sedang menyendiri dan merutuki dirinya. Dan sebuah cahaya terang muncul entah dari mana hingga Baekhyun menyilangkan tangannya di depan wajah.
.
Begitu silau dan pada akhirnya seseorang gadis berdiri tepat di hadapannya. Memakai gaun putih, rambutnya di gerai dan memakai mahkota bunga di kepalanya. Baekhyun sangat ingat betul tentang kejadian itu.
.
“Mina-ya... apakah yang di ucapkanmu benar? Jika gadis itu adalah cintaku. Apakah dia gadis yang benar-benar akan mencintaiku?” lirih Baekhyun dengan menatap keatas langit.
.
Dia masih kalut dalam pikirannya. Hingga tak menyadari jika Chanyeol menghampirinya. Dia menatap Baekhyun iba. Lalu, dia menepuk pundak Baekhyun hingga laki-laki itu menoleh kearahnya. “Oh.. Chanyeol” ucap Baekhyun ketika tahu bahwa Chanyeolah yang menepuk pundaknya. “Percayalah yang aku katakan” ucap Chanyeol membuat Baekhyun tak paham. “Ada apa memangnya?” tanya Baekhyun.
.
“Dia mencintaimu”
.
“Mwo?” pekik Baekhyun ketika mendengar itu. “Dia mengatakan itu padaku. Bahwa dia mencintaimu. Sebenarnya ini rahasia. Tapi, aku kasihan kepadamu. Jadi, aku mengatakan ini padamu” sahut Chanyeol. Baekhyun segera pergi dari sana. Pemuda itu ingin menemui Mika. Chanyeol yang masih berdiri disana hanya menatap punggung Baekhyun yang semakin mejauh dari padangannya. Samar-samar di menyunggingkan senyumnya lebar.
.
Baekhyun pov
.
Jika benar gadis itu mencintaiku, aku akan sangat senang.
.
Aku melangkah untuk menemui Mika. Terlihat gadis itu sedang melangkah untuk menuju kelas. Aku langsung berlari dan berhambur kepelukannya. Aku memeluk dia dari belakang. Tak perduli jika itu di koridor sekolah. Aku masih memeluknya walaupun tatapan semua siswa disana menatap kearah kami. Aku memang tidak memperdulikannya.
.
Kurasakan gadis itu sedikit tersentak ketika aku peluk dan sekarang dia jadi diam di tempat. Aku memegang pundak gadis itu dan memutar badannya agar dia berhadapan denganku. “Byunnie” lirihnya ketika dia melihatku. Terlihat dari wajahnya dia begitu terkejut tentang kejadian tadi. “A-pa yang kau lakukan tadi?” tanyanya gugup. Aku terkikik geli melihat raut mukanya jika gadis itu sedang gugup. Bagiku itu sangat lucu. “Memelukmu” sahutku tersenyum kearahnya.
.
GREP!!
.
Aku memeluknya lagi hingga gadis itu sedikit terkejut. Tanganku menyentuh surai gadis itu dan mengelusnya lembut. Tanganku yang satunya memegang pinggang gadis itu. “Terimakasih karena kau mencintaiku” ucapku. “Byunnie, bagaimana kau mengetahuinya? Ahh arra..pasti Chanyeol yang memberitahukanmu ‘kan?” tanya gadis itu langsung melepas pelukanku.
.
 “Kurasa kita harus menghentikan pertemanan ini” kulihat raut wajah Mika berubah terkejut mendengar perkataanku barusan. “Byunnie, waeyo? Aku tidak ingin pertemanan ini terputus, Hanya karena aku mencintaimu. Aku minta maaf karena aku sudah lancang mencintaimu. Kau bahkan masih mencintai yeoja itu. Jadi, mianhae”  ujarnya menundukan kepalanya.
.
“Tentang gadis itu, dia sudah pergi dan tak pernah kembali. Mika-chan, aku juga mencintaimu” ucapku membuat gadis itu menatap wajahku. Aku tersenyum lembut. Kusadari di sekitar banyak siswa yang mengerubungi kami. Kurasa ini waktu yang tepat. “Mari menghentikan pertemanan ini dan maukah kau menjadi kekasihku?” ucapku tulus. Gadis itu masih menatap wajahku.
.
Semua siswa berteriak menyuruh Mika untuk segera menjawabnya. Dia terdiam sejenak dan kemudian menganggukan kepalanya pelan kearahku. Aku sangat senang. “Terimakasih” seketika aku memeluk gadis itu kembali. Dan dia membalas pelukamu. Aku tersenyum bahagia.
.
“Saranghae, Byunnie”
.
END ^^

NIKYoon tahu alurnya pasti kecepeten. Karena, NIKYoon lagi buru-buru. Jangan lupa tinggalkan jejak. SAMPAI KETEMU DI FANFIC SELANJUTNYA^^

 



Komentar