My First Kiss 3



©    [New cover]   
Title : My First Kiss (Chapter 3)
Author : NIKYoon
Main cast : Moon Taeil (NCT U) & Shin Hana (OC)
Support cast : Jung Hyena (OC), Kim Seul Mi (OC), Jeon Jungkook (BTS), Kwon Soon Young (17’s Hoshi), Kim Jongin (EXO), and other.
Genre : School-life, romance, friendship, comedy, etc
Rated : T
Lenght : Chaptered (1868 words)
Cover by : Yoon17Art
.
.
Notes : Semua jalan cerita di FF ini merupakan hasil pemikiran author. Jangan meng-copast FF ini karena FF ini milik author seorang. Wajib bagi yang sudah membawa FF ini harap tinggalkan jejak berupa komentar, kritik, saran atau apapun yang pasti membangun author agar semangat nulis FF ini. Maaf jika ada typo, walaupun author sudah berulang kali meneliti. Oh iya perlu kalian ketahui FF ini akan di lanjut jika banyak peminatnya. Selamat membaca^^ semoga ini bisa menghibur para readers.
.
N-I-K-Y-O-O-N >< S-T-O-R-Y-L-I-N-E
.
.
Hana membawa Taeil di atap gedung sekolah. Hana melepaskan tautan tangannya dengan Taeil. Suasana kini menjadi serius. Posisi mereka berdua berhadap-hadapan dan saling menatap satu sama lain. Yang satu menatap dengan sorotan tajamnya. Yang satunya menatap datar dan acuh. Taeil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Membuat Hana berdecih. ‘Sok cool’ batin gadis itu.
.
“To the point saja. Aku tak ingin berlama-lama” ujar Taeil datar. Hana memutar bola matanya malas. ‘Mau lama mau sebentar aku tak peduli’ batin Hana yang tak suka.
.
“Kau seperti biasa-biasa saja ya, huh!! Seperti tidak terjadi apa-apa” ucap Hana penuh emosi.
.
“Memangnya aku harus apa?” balas Taeil dengan nada yang seperti biasanya.
.
“Aigoo kau membuatku emosi!!” ucap Hana yang sudah hilang kesabarannya.
.
“Kau ingin aku meminta maaf kepadamu. Hey, aku sudah minta maaf sebelumnya”.”Jangan memaksaku untuk melakukannya lagi” lanjut Taeil. Sedangkan Hana semakin geram dibuatnya.
.
“Aku kesal padamu karena kau telah merebut ciuman pertamaku” jelas Hana dengan emosi yang mereda. Taeil menaikkan alisnya. Meminta gadis itu untuk meneruskannya. “Lalu?”.”Aish.. seharusnya itu untuk pacarku kelak. Tapi kau sudah merebutnya” jelasnya lagi. Taeil tertawa setelah mendengar penjelasan dari gadis itu.
.
“Kenapa kau tertawa sunbae? Apa dari perkataanku ada yang lucu?” Taeil masih tertawa sembari memegang perutnya yang kini sakit. Hana menjadi cemberut. Karena, ia tak suka di tertawakan. Dan ia benci itu. “Berhenti tertawa!” teriak Hana hingga akhirnya tawa Taeil mereda.
.
“Ini pertama kalinya dalam seumur hidupku bisa tertawa hingga perutku sakit” ucap Taeil. ‘Pertama kali dalam seumur hidupnya, jadi selama ini dia tak tertawa seperti itu?!’ ucap Hana dalam hatinya seraya dahinya mengkerut. “Buat apa sunbae hidup jika tak pernah tertawa hingga seperti itu?” celetuk Hana. Membuat Taeil terdiam sejenak.
.
Benar juga, selama ini dia selalu diam dan tak pernah merasa seperti ini. Seperti sebuah patung yang selalu diam tanpa reaksi apapun. Taeil tersentak setelah gadis di depannya menepuk pundaknya. Ia terlalu lama melamun. “Sunbae tak apa?” tanya gadis itu yang melihatnya dari tadi diam terus. “Gwaenchana” jawabnya singkat.
.
Keadaan seperti itu membuat Hana lupa dengan tujuannya. “Baiklah lupakan tentang ciuman itu. Aku sudah tak memperdulikannya. Aku menerima permintaan maafmu” ujar Hana. Taeil menatap gadis itu sejenak. ‘Gadis yang aneh’ batin namja itu. “Kau tak seperti yang lainnya” sahut Taeil. Membuat Hana tak maksud dengan apa yang dikatakan lekaki itu.
.
“Apa yang maksud sunbae?” tanyanya. “Kau berbeda dari gadis lainnya” jelas Taeil. “Aku setuju dengan sunbae! Memang aku ini beda dengan gadis biasanya. Tak genit dan centil” sahut Hana berbangga diri. “Tsk! Terserah kau saja” gumam Taeil. Tanpa disadari lelaki itu tersenyum. Mereka kini sudah akrab satu sama lain. Membuat kekesalan dan kebencian dari dalam diri mereka hilang tiba-tiba.
.
.
Disisi lain, Seul Mi dan ketiga sahabat Taeil bernafas lega. Ketika mereka tahu bahwa tak ada keributan yang terjadi diantara Taeil dan Hana. Yah.. mereka mengikuti Taeil dan Hana. Bahkan sekarang mereka berempat sedang bersembunyi agar tidak ketahuan oleh Taeil dan begitu juga dengan Hana.
.
“Huh.. kukira akan terjadi keributan” ucap Seul Mi kepada yang lainnya. “Eoh.. tapi ternyata tak seperti bayangan kita” sahut Jungkook. “Mereka malah jadi akrab seperti itu” sambung Soon Young. “Sudahlah, sebaiknya kita segera pergi dari sini. Sebelum ketahuan oleh mereka” ajak Jongin agar mereka segera pergi dari tempat itu. Mereka berempat pun beranjak dari sana.
.
.
.
“Ahh... aku jadi banyak bicara hari ini” ucap Taeil membuat gadis yang berada disampingnya menoleh kearahnya. “Sunbae tipikal orang yang tak suka banyak biacara ya?” tanya Hana. “Eoh..” sahut Taeil singkat. “Pantas saja” sahut Hana. Mereka menelusuri koridor sekolah sambil mengobrol satu sama lain. Hingga tak menyadari bahwa bel masuk sudah berbunyi. Membuat Hana terburu-buru masuk ke kelasnya.
.
“Sunbae, sampai jumpa” pamit Hana seraya melambaikan tangannya ke arah Taeil. Sedangkan namja itu hanya membalasnya dengan senyuman saja.
.
.
@ ISTIRAHAT
.
Hana dan Seul Mi pergi menuju kantin untuk beristirahat disana dan juga mengisi perut mereka yang sudah keroncongan. Kini mereka sedang menunggu makanan datang. Hana yang sedari sibuk dengan ponselnya membuat Seul Mi mendengus kesal. Seul Mi pun merebut ponsel Hana dan menyimpannya di dalam saku seragamnya.
.
“Seul, kembalikan” pinta Hana memohon-mohon. Seul Mi menggeleng cepat. Tapi, tak membuat Hana pantang menyerah ia tetap memohon-mohon agar sahabatnya itu mengembalikan ponselnya. Walaupun harus dengan ber-aegyo pula.
.
“Ughh.. kau mencuekiku. Dan sibuk dengan ponselmu” kesal Seul Mi. “Baiklah aku minta maaf tapi tolong kembalikan” pinta Hana. “Baiklah aku menerima permintaan maafmu. Tapi sebelum aku mengembalikan ponsel ini, kau harus menceritakan apa saja yang kau bicarakan dengan Taeil sunbae” Hana berdecak kesal. “Aigoo.. selalu saja seperti ini. Pasti ada maunya” kesal Hana. Sedangkan Seul Mi hanya terkekeh melihat sahabatnya yang kesal.
.
“Cepat katakan atau... Ahh kurasa ponsel ini bila dijual lumayan” seketika Hana menatap tajam pada Seul Mi. “Yak!! Jangan kau jual! Baiklah aku akan cerita” akhirnya Hana pasrah ia memilih untuk menceritakan apa saja yang dilakukannya dengan Taeil sunbae. Menghadapi sahabat yang terlalu ingin tahu, bagi Hana sangat susah. Bahkan Seul Mi sahabat yang paling dia sayangi satu-satunya. Jadi, dia mengalah saja ketimbang melihat ponselnya yang akan di jual oleh sahabatnya itu.
.
Hana menceritakan apa saja yang dibicarakan bersama dengan Taeil sunbae kepada Seul Mi. Gadis itu mendengarkan dari awal sampai akhir cerita. Hingga makanan mereka sudah datang. Hana pun bergegas mengambil sendok dan menyantap makanannya. Begitu pun dengan Seul Mi.
.
“Tapi, kurasa kau harus jaga jarak dengan Taeil sunbae” ujar Seul Mi disela-sela makannya. Membuat gadis yang sedang diajak bicara menatapnya. “Kenapa aku harus menjaga jarak dengannya?” tanya Hana tak mengerti. “Turuti saja perkataanku atau kau akan menghadapi bahaya” jelas Seul Mi. Namun, Hana tetap tidak mengerti. Bahaya?!memang sebenarnya apa yang terjadi?
.
“Akan kuceritakan yang sebenarnya” ucap Seul Mi karena ia tahu Hana masih belum paham juga.
.
Flashback on
.
Setelah Seul Mi berpisah dengan ketiga sunbae, yang beberapa menit lalu dia dan ketiga sunbae itu mengikuti Hana dan Taeil, lalu dia melangkahkan kakinya untuk menuju kekelasnya. Namun, sebelum itu dia pergi ketoilet terlebih dahulu. Di dalam sana Seul Mi tak sengaja mendengar ucapan seseorang. “Aku tak akan membiarkan mereka dekat” ucap seseorang di salah satu toilet. Seul Mi berusaha menajamkan indera pendengarannya. Ia sangat penasaran sekali. “Moon Taeil hanya miliku dan aku harus menyingkirkan gadis itu” ucapnya lagi.
.
Seul Mi akhirnya tahu bahwa seseorang di dalam sana adalah gadis yang waktu itu yang memohon-mohon pada Taeil sunbae. Dia gadis yang tergila-gila dengan Taeil sunbae. Mendengar derit pintu yang terbuka. Seul Mi segera bersembunyi. Orang itu akhirnya pergi. Seul Mi bernafas lega sekarang. “Aku harus memberitahu Hana” ucap Seul Mi.
.
Flashback off
.
“Mwo? Bahkan aku bukan siapa-siapanya sunbae.. kenapa orang itu ingin menyingkirkanku?” tanya Hana setelah mendengar penjelasan dari Seul Mi. Sedangkan yang di tanya menggeleng tak mengerti. “Aigoo kenapa bisa seperti ini ya?” gumam Hana. “Jadi sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengan Taeil sunbae arra? Aku tak ingin sahabatku kenapa-napa” ungkap Seul Mi membuat Hana terenyuh dengan kalimat yang di ucapkan oleh sahabatnya itu.
.
“Arraseo... kau memang sahabatku yang terbaik” puji Hana seraya memeluk Seul Mi gemas.
.
.
.
Soon Young menghampiri Taeil yang sedari tadi melamun entah memikirkan apa. Lelaki itu mencoba untuk menyadarkan Taeil hingga ia melambai-lambaikan tangannya. Merasa tak di respon Soon Young kemudian menepuk pundak lelaki itu. Dan akhirnya Taeil tersadar dari lamunannya.
.
“Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Soon Young. Sedangkan pria itu hanya menjawabnya dengan gelengen saja. “Kalau begitu ayo kita gabung dengan yang lain, mereka sudah menunggu kita” ucap Soon Young. Taeil mengangguk dan ia segera beranjak pergi dari kelasnya dan menuju tempat kumpul mereka sebelum latihan basket.
.
.
Teriakan histeris yang diberikan oleh siswa  yang kini sedang menonton membuat Taeil bersama yang lainnya menjadi semangat. Hari ini ada pertandingan basket antar sekolah. Sehingga membuat Hana dan Seul Mi juga ikut menonton pertandingan. Mereka juga menyemangati tim basket sekolahnya.
.
“FIGHTING!!” teriak Hana kepada Taeil yang kebetulan sedang melihat kearahnya. Taeil tersenyum mendengar Hana menyemangatinya. Siswa yang berada di sekitarnya menatap sinis Hana. Bahkan semenjak kemarin seluruh siswa perempuan seperti sangat membenci Hana. Mungkin sejak kejadian itu. Wajar jika mereka benci kepada Hana karena Taeil dan ketiga temannya merupakan idola di sekolahnya terutama untuk para perempuan.
.
Tetapi mereka sudah salah paham. Hana memang bukan yeoja chingunya Taeil. Dia berusaha untuk menjelaskannya tetapi tidak ada yang percaya. Hana hanya pasrah.
.
.
“Hey kau kekasihnya Taeil kan?” tanya seorang siswa. Hana menoleh ke arah siswa itu begitu pula dengan Seul Mi. “Tsk! Lihat mereka” siswa itu menunjuk kearah lapangan dan disana menampilkan Taeil yang sedang bersama dengan seorang yeoja. Hana mengerutkan dahinya. ‘Ada apa memang?’ batin Hana.
.
“Jung Hyena, gadis itu masih saja mendekati Taeil. Lihat, dia memberikan botol minuman kepada Taeil. Apa kau hanya diam saja disini?” sekarang Hana tahu bahwa siswa itu sedang mengungkit hubungannya dengan Taeil. Maksud dari siswa itu bukankah Hana berpacaran dengan Taeil? Kenapa dia membiarkan Hyena untuk dekat dengan Taeil?
.
Hana pov
.
SIAL! Mereka tidak mengerti juga tentang penjelasanku. Bukankah aku sudah bilang bahwa aku bukanlah pacarnya. Aku menatap siswa itu geram. Kemudian aku membalas ucapannya. “Apa yang harus aku lakukan? Aku tidak ada hubungannya dengan ini” ujarku kemudian menolehkan pandangan kearah lapangan.
.
“Kau pacarnya seharusnya kau yang berada disana bukan Hyena. Jujur aku setuju jika kau dengan Taeil. Kalian pasangan yang serasi”
.
WHAT???
.
Sebagian besar siswa membenciku karena itu, tapi siswa ini mendukungku. ASTAGA! aneh sekali. Kukira dia juga sama seperti yang lainnya. Hey! Apa yang kau pikirkan Hana?
.
Aku menoleh ke arah Seul Mi yang masih melongo mendengar perkataan siswa itu. “Hey! Bukankah dia aneh?” bisikku ketelinga Seul Mi. Gadis itu hanya membalas dengan anggukan kepalanya.
.
“Tenang saja Hana.. aku setuju dengan TaeHan. Hidup Taehan.. yeah hidup Taehan. YEAH TAEIL HANA!” INI BENAR-BENAR GILA! Dia seperti sedang tidak waras (?). Bahkan sekarang semua siswa yang berada disekitar memperhatikan kearah sini. Aku sedikit risih dan malu atas tatapan yang mereka berikan.
.
Hana pov end
.
“Seul Mi-ya... kajja kita pergi!” ajak Hana pada Seul Mi. “Kajja...” sahut Seul Mi. Yang mungkin dia juga sama dengan Hana karena siswa itu mereka mendapatkan tatapan semua siswa yang berada disana.
.
Akhirnya Hana dan juga Seul Mi pergi dari tempat itu. 
.
TBC
.

Hahaha gimana untuk chapter ini apakah menyenangkan?? Tinggalkan jejak ya^^

Komentar