My First Kiss 2

Title : My First Kiss (Chap 2)
Author : NIKYoon
Main cast : Moon Taeil (NCT U) & Shin Hana (OC)
Support cast : Jung Hyena (OC), Kim Jongin (EXO), Kwon Soon Young (17’s Hoshi), Jeon Jungkook (BTS), Kim Seul Mi & other.
Genre : Romance, school-life, friendship, comedy, etc
Rated : T
Lenght : Chaptered (1900 words)

.
Link chap 1 + Intro : http://jeonkimkori.blogspot.co.id/2016/05/my-first-kiss-1.html
.
Notes : Semua jalan cerita di FF ini merupakan hasil pemikiran author. Jangan meng-copast FF ini karena FF ini milik author seorang. Wajib bagi yang sudah membawa FF ini harap tinggalkan jejak berupa komentar, kritik, saran atau apapun yang pasti membangun author agar semangat nulis FF ini. Maaf jika ada typo, walaupun author sudah berulang kali meneliti. Oh iya di chap ini full Taeil dan Hana. Selamat membaca^^ semoga ini bisa menghibur para readers.
.
N-I-K-Y-O-O-N >< S-T-O-R-Y-L-I-N-E
.
.
Seul Mi terus menarik Hana dan hingga sampai di lorong yang lumayan sepi. Hana mengernyit bingung dengan tingkah sahabatnya. Dan sebenarnya kenapa sahabatnya itu membawanya kemari. Sedangkan dia harus menyelesaikan urusan dengan para lelaki tadi.
.
“Seul Mi-ya, sebenarnya ada apa denganmu? Kenapa membawaku kemari?” tanya Hana yang bingung dengan sahabatnya. “Ssstt.. diamlah, aku berusaha untuk menolongmu itu saja” jelas Seul Mi membuat Hana semakin tidak mengerti. “Membantuku?” ulang Hana memastikan. “Eoh. Sebaiknya jangan berurusan dengan para sunbae tadi. Kau bisa bahaya” jelas Seul Mi dan Hana semakin bingung dibuatnya. Hei, bukankah mereka yang membuat urusan denganku, pikir Hana.
.
Gadis itu melepaskan genggaman tangan Seul Mi. “Tidak. Aku akan menyelesaikan urusan ini. Lelaki itu sudah keterlaluan, seenak jidatnya ia bicara bahwa aku pacarnya dan menciumku di depan umum. Ughh... aku tidak terima” ujar Hana. Gadis itu mencoba ingin kembali ketempat yang tadi tapi Seul Mi tetap mencegahnya agar tidak pergi kesana. “Tidak Hana, dengarkan aku. Kau akan bahaya” jelas Seul Mi penuh penekanan. Sehingga, Hana menghela nafasnya pelan. “Baiklah” ucapnya kemudian.
.
“Wow... bahkan kau berani menciumnya. This so great, right?” ucap Jungkook kagum. Sedangkan lawan bicaranya menatap malas Jungkook dan menghela nafanya kasar. “Why? Apa aku berkata salah?” tanya Jungkook. “Jangan membahas itu” ujar Taeil yang begitu dingin. “Okay.. baiklah”.
.
“Taeil, mungkin dengan cara itu tetap tidak berhasil. Kau tahukan.. dia gadis yang tak pantang menyerah” kini Jongin angkat bicara. Soon Young mengangguk setuju dengan apa yang Jongin katakan. “Benar. Dia akan melakukan apapun agar mendapatkanmu” sambung Soon Young. Lagi-lagi Taeil hanya menghela nafasnya. Ketiga sahabatnya prihatin dengan apa yang menimpa Taeil saat ini. Masalah gadis, bisa membuat Taeil frustasi seperti ini.
.
Semua siswa berhamburan keluar dan membawa tas mereka. Karena, bel pulang sudah berbunyi. Begitupun dengan Hana, dia berjalan sendirian di koridor. Biasanya dia pulang bersama Seul Mi tapi hari ini Seul Mi ada urusan, jadi dia pulang sendirian saja.
.
Hana hari ini pulang dengan berjalan kaki. Hanya ingin saja. Padahal ia bisa di jemput oleh supir pribadinya. Tetapi, ia memilih untuk jalan kaki sekalian ia mampir ke toko roti. Dia ingin membeli beberapa roti untuk anak-anak panti. Hm yah akhir-akhir ini Hana senang sekali membelikan roti untuk mereka. Apalagi ini merupakan hal positif. Berbagi bersama baginya sangat menyenangkan. Ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan mereka.
.
.
“Setidaknya aku bisa menghemat” gumam Taeil ketika keluar di sebuah toko. Dia menyunggingkan senyumnya sembari menatap kantong kresek yang di bawanya. Hingga ia tak tahu, akan ada kejadian tabrak menabrak. Dia tak sengaja menabrak seseorang. Dengan cepat, ia segera menolong orang tersebut. Taeil mengulurkan tangannya kepada orang itu. “Maaf aku tak sengaja” ucapnya.
.
Orang yang di tabrak mendongak dan seketika kedua matanya membulat sempurnya. Dia menolak uluran tangan Taeil, ia memilih berdiri dengan caranya. “Kau?!” ucap orang itu tak percaya. Taeil mengernyitkan alisnya. Orang itu mengenal dirinya tapi dimana, pikir Taeil. Taeil menatap dari atas sampai ujung bawah. “Kau mengenalku?” tanya Taeil singkat.
.
“Dasar!!, setelah menciumku kini kau lupa” ucap orang itu yang tak lain adalah Shin Hana. Taeil terdiam sejenak dan mencoba mengingat-ingat kembali. ‘Sial kenapa harus bertemu denganya’ batin Taeil setelah ia ingat dengan gadis yang berada tepat di depannya.
.
“Apa aku perlu memukul kepalamu agar kau ingat” ujar Hana dengan tangan yang sudah siap-siap seperti ingin memukul. ‘Apa-apaan dia?’ batin Taeil. Lelaki itu memandang gadis itu sejenak dan kemudian membawa pandangannya ke arah lain. “Tak usah repot memukulku” balas Taeil seperti biasa. Dengan nada dinginnya. “Aku sudah ingat” sambungnya. Taeil melangkahkan kakinya dan melewati gadis itu. Tanpa memperdulikan tatapan tajam dari Shin Hana.
.
Hey, hanya seperti itu. lelaki macam apa dia’ ucap Hana dalam hati. Manik matanya masih memandang punggung lelaki itu yang semakin menjauh. “Yak!! Urusan kita belum selesai!!” teriak Hana tetapi Taeil tak memperdulikannya. Lelaki itu terus berjalan. “Awas saja besok!!” teriak gadis itu lagi. “Dasar lelaki” cibir Hana kemudian.
.
Karena berurusan dengan namja yang tadi, Hana menjadi lupa untuk membeli roti. “Tsk! Awas saja jika aku bertemu dengannya besok di sekolah, walaupun dia sunbae aku tak peduli” setelah mengucapkan itu Hana segera masuk ke dalam toko yang ditujunya.
.
.
Taeil terlihat sangat kesal setelah bertemu dengan gadis itu. Membuat mood lelaki itu memburuk. Ketiga sahabatnya yang sedari tadi hanya asyik memakan roti kini beralih menatap Taeil. Jongin berdiri dan duduk di sebelah Taeil. “Ada apa? Ceritakanlah kepada kami” ujar Jongin yang masih menikmati rotinya. “Gadis itu apa salah satu dari kalian mengenalnya?” pertanyaan Taeil membuat Jongin, Jungkook, dan Soon Young menghentikan makan-memakannya.
.
Kini keadaan mulai serius. Jungkook dan Soon Young juga mendekatkan diri dengan mereka berdua. “Gadis yang tadi di sekolah?” tanya Soon Young di balas dengan anggukan oleh Taeil. “Hey jangankan kau, kita juga tidak tahu siapa gadis itu. Tapi sepertinya gadis itu masih kelas satu” jelas Jungkook dan disertai anggukan oleh Jongin dan Soon Young. “Kupikir juga begitu” sambung Jongin.
.
“Tapi kenapa tiba-tiba kau bertanya tentang gadis itu, Hey,,, jangan bilang kau tertarik dengannya” tebak Soon Young. “Mana mungkin seorang Taeil tertarik  dengan gadis” ucap  Jongin. Dia tahu semua tentang Taeil. Sejak pertama ia mengenal Taeil, lelaki itu tak pernah di kenalkan atau mungkin melihat Taeil bersama seorang gadis. Mendengar ucapan Jongin membuat Taeil mendengus kesal.
.
“Apa jangan-jangan kau gay?”
Aishh seenaknya saja mengataiku gay’ batin Taeil. Seketika mereka saling menjauhi Taeil dan menatap ngeri namja itu. “Yak!! Kenapa kalian menjauh dariku. Aku masih normal” jelas Taeil membuat ketiga laki-laki itu bernafas lega. “Ughh untung saja” ucap Jungkook.
.
“Jadi kenapa kau bertanya tentang gadis itu?” tanya Soon Young ingin mengetahui kebenarannya. “Sepertinya aku akan memanfaatkan gadis itu untuk membuat Hyena menjauh dariku” jelas Taeil sembari menarik ujung bibirnya. “Kau gila. Bagaimana jika gadis itu tahu bahwa kau hanya memanfaatkannya saja?” tanya Jongin tak percaya atas apa yang diucapkan Taeil sebelumnya.
.
“Aku tak peduli tentang itu. Yang pasti setelahnya, gadis itu tak mengejarku lagi. Ughh senangnya jika tak di ganggu oleh gadis itu” ketiga sahabatnya menatap Taeil tak percaya. Ini gila, Taeil sepertinya sudah kerasukan setan, pikir mereka.
.
.
Hana membaringkan tubuhnya di atas kasur. Dia tersenyum sendiri ketika ia membayangkan saat bermain dengan anak-anak panti. Baginya itu sangat menyenangkan. Membuat rasa kesalnya hilang begitu saja. Berbicara tentang kesal dia jadi teringat lagi tentang namja tadi. Namja yang telah mencuri ciuman pertamanya. Padahal ia berniat untuk memberikan ciuman pertanya kepada pacarnya kelak.
.
“Tiba-tiba dia memenuhi pikiranku” gumam Hana. Gadis itu kemudian merubah posisinya menjadi duduk dan memangku bantalnya. Tangan kanannya memegang bibirnya. Ia teringat ketika namja itu menciumnya secara tiba-tiba di depan para siswa. Baginya, itu hal yang memalukan seumur hidupnya. Hana tak tahu besok wajahnya akan di taruh dimana.
.
“Apa aku perlu menyamar besok? Ahh konyol sekali” celetuk Hana.
.
“Sudahlah ini tak penting untuk dipikirkan. Sebaiknya aku tidur saja” Hana kemudian membaringkan tubuhnya kembali dan memeluk gulingnya. Matanya mulai terpejam.
.
.
.
Pagi hari yang cukup cerah, tetapi tidak dengan Shin Hana. Dia terlalu malas untuk pergi kesekolah. Dan apalagi dia harus menanggung malu akibat ulah namja itu. Namja yang tak dikenalnya sama sekali. Kalau saja dia tahu namanya. Dia langsung menemuinya di kelasnya. Dia tak peduli akan tatapan siswa-siswa di kelas namja itu.
.
Hana, menatap malas sekolahnya. Gadis itu menghela nafas sebelum ia benar-benar masuk ke dalam sekolah itu. Gadis itu sangat cepat melangkahkan kakinya sebelum suasana sekolah ini ramai. Hana buru-buru masuk ke dalam kelasnya. sesampai disana disambut oleh sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Seul Mi. Hana segera duduk di bangkunya.
.
Tangan kirinya digunakan untuk menopang dagunya dan tatapannya menatap keluar jendela. Seul Mi yang melihat itu segera menghampiri Hana dan duduk dihadapannya. Sedangkan Hana masih memandang keluar jendela. Membuat Seul Mi melambai-lambaikan tangannya agar Hana menoleh ke arahnya.
.
Akhirnya gadis itu tersadar.  “Eoh... ada apa?” tanya Hana sedikit lesu setelah menyadari Seul Mi sekarang sedang duduk dihadapannya. “Aku heran kenapa kau tak seperti biasanya. Yang ceria begitu” ujar Seul Mi. “Moodku sedang buruk, Seul” jelas Hana. Sekarang Seul Mi tahu, pasti Hana masih memikirkan kejadian kemarin.
.
“Pasti karena ciuman itu” tebak Seul Mi hati-hati. Hana terdiam sejenak. “Eoh..” balas Hana tak bersemangat. Seul Mi memegang pundak gadis itu dan menatap Hana. “Sudahlah. Seharusnya kau senang, aku saja sampai saat ini belum ada yang menciumku dan kau, kau bahkan sudah mendapatkannya” Hana menatap Seul Mi heran. “Aish kau ini! bagaimana bisa kau berkata seperti itu?”.”Dia sudah merebut ciuman pertamaku dan kau bilang harus senang. Ciuman itu hanya untuk pacarku saja nanti” lanjut Hana dengan penuh penekanan.
.
“Aigoo.. Hana-ya jika sunbae itu kelak akan menjadi pacarmu bagaimana?” tanya Seul Mi dengan menaik turun kedua alisnya. ‘Aish pertanyaan macam apa itu’ batin Hana. “Haha aku hanya bercanda Hana” tambah Seul Mi. “Seul Mi bantu aku untuk mencari kelas namja itu. Aku akan mendatanginya. Hahh akan kuberi pelajaran kepadanya” Seul Mi tercengang setelah mendengar sahabatnya itu berucap. Oohh dia akan terlibat dalam masalah ini.
.
.
Moon Taeil hari ini terlihat begitu senang. Apalagi setelah ia menyadari bahwa Hyena sekarang tidak muncul setelah dia memperkenalkan seorang yeoja yang di akui sebagai pacarnya. Bukan itu saja dia bahkan mencium yeoja itu. Taeil dan ketiga sahabatnya tengah memasuki kelasnya. kebetulan belum ramai hanya ada beberapa siswa saja. Mereka pun segera duduk di bangku mereka masing-masing.
.
Belum lama setelah mereka masuk, tiba-tiba seseorang datang. Dua siswa perempuan yang satu terlihat ketakutan dan yang satu terlihat berani. Membuat siswa yang berada di kelas itu menatap kearah mereka berdua.”Sudahlah, kita batalkan saja. Kajja kita pergi” bisik siswa yang satunya. Namun yang satunya lagi tak peduli.
.
Gadis itu kemudian melangkahkan kakinya menuju ketempat namja yang ditujunya. “Akhirnya kita  bertemu lagi” ucap siswa itu dengan menyunggingkan senyumnya. Setelah itu ia menatap tajam namja tersebut.
.
“Apa yang kau lakukan disini?” tanya namja yang tak lain adalah Taeil. Yah kalian pasti tahu. Gadis tadi adalah Hana dan yang satunya adalah Seul Mi. Hana menarik ujung bibirnya sembari menatap namja di depannya. Ia tak memperdulikan tatapan aneh setiap siswa yang berada disana. Ia hanya ingin urusan dengan namja itu selesai. Itu saja.
.
“Tak usah bertanya. Ayo kita selesaikan urusan kita. Tapi jangan disini” Hana menarik paksa Taeil dan Taeil hanya menurut saja. Entah apa yang di lakukan Hana selanjutnya kepada namja itu.
.
.
.
TBC
.
Gimana untuk chap ini? serukah atau malah ngebosenin? Maafkan author jika FF ini ngebosenin. Tapi author akan berusaha agar membuat para readers masih setia baca FF author ini. sekian dari author, jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca^^  

Komentar