Title : Oh My Girl
Main
cast : Oh Sehun & Kim Hwa Yeon (OC)
Genre
: Romance (maybe)
Lenght
: Drabble (780 words)
Rated
: T
+++**+++**+++
Notes
: Annyeong^^ author balik lagi nih.. maaf FF Just Rightnya otaku lagi buntu
buat nglanjutin jadi nggak tahu deh mau di lanjutin kapan... tapi tenang author
bawain FF penggantinya.. ya walaupun drabble... semoga kalian suka. So, Happy
reading and enjoy it.
:+:+:+:+:+ NIKYoon STORYLINE :+:+:+:+:+:
.
“Ya!!
aishh, dasar tidak sabaran! Bahkan aku belum menyelesaikan yang satunya” oceh
seorang yeoja bernama lengkap Kim Hwa Yeon.
.
“Ya!!
kenapa malah pergi” omelnya.
.
“Apa
ini? aku harus mengulangnya lagi?! OH MY GOD!!” teriak Hwa Yeon. Seseorang yang
awalnya tak memperdulikan ocehan gadis itu kini mulai geram dan segera
menghampiri gadis itu dengan amarah yang memuncak. Pasalnya, gadis itulah yang
membuatnya terganggu dengan ocehan-ocehan tidak jelasnya tadi hingga orang itu
tak fokus akan materi yang tadi ia pelajari.
.
“Ya!!
chagi-ya bisakah kau tak mengoceh seperti itu dan bisakah kau tak membuat
kebisingan di ruangan ini. Aku terganggu dan pikiranku buyar karena suaramu”
omel orang itu. Oh Sehun, dia segera merebut benda yang di pegang oleh Hwa Yeon
dan menyimpannya di saku bajunya.
.
“Oh
Seh... kembalikan hpku... aku tak bisa hidup tanpanya” pinta gadis itu dengan
memohon-mohon pada namja itu.
.
“Musunseoriya?
Lalu bagaimana denganku... kau menganggapku apa jika karena hp ini tidak ada
kau tak bisa hidup. Apa sangat spesial bagimu?” Sehun berdecak sebal dan
mengalihkan pandangannya ke arah lain.
.
“Oh
Seh... pacarku, kau cemburu pada hp itu eoh?” goda Hwa Yeon pada Sehun yang
masih tak mau menatapnya.
.
“.......”
.
“Baiklah
jika tak mau menjawab, perlu kau tahu.. kaulah yang sangat spesial bagiku bukan
hp itu..”
.
Mendegar
ucapan gadis itu, Sehun menoleh dan menatap Hwa Yeon senang. Lalu dia mengambil
hp itu dan diberikan kepada Hwa Yeon.
.
“Kya~
uri Sehun-ie sangat baik. Baiklah aku tak membuatmu terganggu lagi. Aku akan
pindah ke ruang televisi dan melanjutkan gameku” seru Hwa Yeon lalu ia
melangkahkan kakinya menuju ke ruang tersebut. Sedangkan Sehun kembali pada
kegiatan awalnya, belajar.
.
Sehun
tidak percaya akan ucapan gadisnya itu. Tak menganggunya, mungkin beberapa
menit lagi dia akan berbuat kebisingan lagi walaupun dia sudah pindah ruangan. “Chagi-ya..
ku pegang perkataanmu itu. Awas saja jika mengulanginya lagi!!” teriak Sehun yang
entah itu terdengar oleh Hwa Yeon atau tidak.
.
10
menit kemudian....
.
“Yaaaaaaakk!!!
Kau ingin mati hah? Bagaimana jika dengan ini. Ahh dasar kau itu payah”
.
“Kenapa
malah jadi banyak? Bukankah aku sudah memusnahkannya? Aishh jinjja!!”
.
“APA
BAGAIMANA BISA AKU KALAH LAGI!! OH MY GOD, GAME INI SANGAT MENYEBALKAN!”
.
Sudah
diduga pasti gadis itu berbuat bising lagi. Oh Sehun sudah sangat marah.
Seperti ada api yang menyala-nyala di sekujur tubuhnya. Emosinya akan meledak
sebentar lagi. Sehun pun segera menghampiri Hwa Yeon dan meluapkan emosinya
yang sudah ingin mendesak keluar.
.
“HWA
YEON...!! BUKANKAH SUDAH KUBILANG BAHWA JANGAN BERISIK!! ASTAGA AKU BISA GILA
SEKARANG!!” teriak Oh Sehun mungkin bisa terdengar di setiap ruangan rumah ini.
.
“KAU
TAK TAHU BETAPA SUSAHNYA DIRIKU MEMPELAJARI MATERI SAINS AGAR MASUK KEDALAM OTAKU...
HUH, JEBAL AKU HANYA MENGINGINKAN NILAI YANG BAGUS UNTUK BESOK..” oceh Sehun
beserta amarahnya yang sedang meluap.
.
“Mianhae,
jeongmal mianhae... Oh Seh.. tolong maafkan aku. Aku tadi terlalu terbawa pada
game ini. Aku jadi sangat emosi” Hwa Yeong merasa bersalah atas apa yang di
lakukannya. Sehun kini marah padanya. Lalu dia tak tahu harus bagaimana lagi
meminta maaf kepada seorang Oh Sehun.
.
Hwa
Yeon menunduk, ia merasa takut pada Sehun sekarang. Dia tahu ini juga salahnya.
Sehun juga merasa bersalah karena telah membentak dan memarahi gadisnya.
.
“Hwa
Yeon-ah, maafkan aku.. aku tak bermaksud untuk membentakmu tadi... aku..aku..”
.
“Sudahlah...
aku yang salah... jadi maafkan aku...” potong Hwa Yeon.
.
“Hmm
dari pada kita saling meminta maaf seperti ini lebih baik kau ikut aku belajar”
ujar Sehun disertai senyuman mengembang. Tiba-tiba raut muka Hwa Yeon berubah
menjadi cemberut.
.
“Waeyo?
bukankah itu bermanfaat dari pada bermain game.. Aishh kau ini” Sehun segera
menarik paksa Hwa Yeon agar ikut belajar bersamanya.
.
“Tapi,
aku benci pelajaran sains... aku tidak mau!!” tolak Hwa Yeon tapi tak di
perdulikan oleh Sehun. Namja itu tetap menarik Hwa Yeon ke ruang depan.
.
“Cepat
duduk dan kita mulai belajar” titah Sehun. Kemudian, ia mengambil buku cetak
yang tebal lalu di taruh di meja tepat depan gadis itu. Sehun menyuruh Hwa Yeon
agar membaca buku itu. Tapi, Hwa Yeon menolaknya.
.
“Oh
jadi begitu ya... kau mau kucium eoh? kau pilih saja... baca atau merasakan
sensasi yang begitu panas saat aku cium?”
.
Hwa
Yeon tersedak saat mendengar ucapan Sehun yang terakhir. ‘Apa cium?! Tidak..tidak’
batin Hwa Yeon. “Oke...oke aku akan baca” jawab Hwa Yeon mantap. Sehun
tersenyum senang. Dan tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Sehun.
.
CUP!!
Sekilas Sehun mencium bibir mungil Hwa Yeon. Hwa Yeon terkejut. ‘Apa??!
bukankah aku membaca buku ini? tapi, kenapa dia menciumku?’ batin Hwa Yeon.
.
“Yak!!
kenapa kau menciumku?? Bukankah aku bilang bahwa aku mau membaca buku ini”.“Sudahlah
jangan protes.. kajja mari kita mulai belajar” ujar Sehun semangat. “Aishh
jinjja” keluh Hwa Yeon.
.
.
THE
END

Komentar
Posting Komentar