JUST RIGHT #2


Title : Just Right #2
Cover by : Yoon17Art
Main cast : Park Chanyeol & Kim Sohyun
Support cast : Byun Baekhyun & other
Genre : School-life, romance, bullying, hurt, friendship, etc
Rated : 16+

:+:+:+:+:    NIKYoon PRESENT  ©2016  :+:+:+:+:
.
Sinar matahari mulai menerobos masuk ke dalam ruangan bernuansa putih itu. Sesosok manusia melengkuh pelan seraya mengucek-ucek matanya. Park Chanyeol sudah terbangun dari tidurnya, dan ia kini melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya. Setelah selesai berpakaian rapi dan dirasa penampilan kini sudah cukup, Chanyeol mengambil tas sekolahnya dan tak lupa ia juga mengambil kacamatanya yang di taruh di atas meja belajarnya semalam.
.
Kini ia menuruni anak tangga dan segera menuju ka ruang makan. Disana ia disambut oleh Ny. Park yang sedang terlihat sibuk mengoleskan selai di atas roti. “Chanyeol-ah, ige kau sarapan dulu. Lalu jangan lupa minum susunya oke” ucap Ny. Park saat menyadari bahwa anaknya sudah berada di ruang makan. Ny. Park memberikan roti yang tadi ia beri selai kepada putranya. “Gomawo eomma” ucap Chanyeol setelah menerima roti tersebut.
.
“Chanyeol-ah... Sohyun gadis yang cantik dan juga baik sepertinya” ucap Ny. Park dan membuat Chanyeol menatap ke arah ibunya. “Lalu?” tanya Chanyeol. “Mungkin dia cocok untukmu” jawab Ny. Park.
.
“Uhuk..uhukk...” Chanyeol yang mendengar itu langsung tersedak oleh makanannya dengan cepat ia mengambil segelas susu yang berada di hadapannya kemudian ia meneguknya. “Apa yang tadi eomma katakan? Astaga eomma... bahkan aku tidak berpikiran seperti itu” sahut Chanyeol seraya menaruh gelas itu kembali.
.
“Eihh... memang benar kok Sohyun anak yang baik. Ajaklah dia kesini lagi, eomma ingin sekali bertemu dengannya” Chanyeol berdecak kesal mendengar ucapan ibunya barusan. “Eomma aku berangkat” pamit Chanyeol dengan tidak bersemangat, sebelum melangkahkan kakinya ia menghela nafasnya pelan. “Baiklah hati-hati di jalan” sahut Ny. Park. “Ingat sesekali ajaklah Sohyun main kesini lagi arra”.”Aishh ne eomma”.
.
:+:+:+:   di sekolah   :+:+:+:
.
Setelah sampai di sekolah, Chanyeol segera melangkahkan kakinya menuju kekelasnya. Saat sudah tiba di depan kelas, Chanyeol membuka pintu dan langsung melangkahkan kakinya. Tapi, tanpa di diduga Chanyeol terpeleset hingga ia terjatuh. Semua siswa yang berada di dalam kelas menertawainya. Salah satu yeoja menghampiri Chanyeol “euhhh...kasihan sekali. Mau ku bantu?” yeoja itu segera menyodorkan tangannya.Tanpa berpikir panjang Chanyeol menerimanya dan ia pun langsung memegang tangan yeoja itu.
.
Yeoja itu langsung menarik tubuh Chanyeol. Tapi, tiba-tiba ia melepaskannya kembali. Hingga, Chanyeol kembali terjatuh. Dan yeoja itu tertawa puas karena berhasil mengerjai laki-laki di hadapannya. “Hahaha... kau terlalu bodoh Chanyeol” ejek yeoja itu. “euhh.. aku harus segera mencuci tanganku. Tak sudi jika kulitku tersentuh olehnya. Minggir kau! dasar culun” yeoja itu meninggalkan Chanyeol yang masih terduduk di lantai.
.
“Hahaha... kena kau! dasar culun”
“Dia benar-benar bodoh”
“Seharusnya dia tak berada di kelas kita. Aku tak mau jika kelas kita buruk jika karena dia”
“lihatlah penampilannya sangat berbeda dengan kita”
“Euhhh... kenapa harus ada anak culun di kelas ini?”
“Eishh... bagaimanapun juga dia adalah bahan bullyan kita. Kalau dia tidak ada disini, tidak ada lagi tontonan menyenangkan untuk kita, hahahaha”
“Kau benar juga”
.
Chanyeol yang mendengar ejekan para siswa yang ada disana mulai geram. Ia mengepalkan kedua tangannya. Kali ini dia tidak bisa menahan emosinya. Chanyeol segera berdiri dan menggebrak meja yang berada di hadapannya.
.
“Apa kalian puas membullyku?” bentak Chanyeol yang membuat semua siswa tersentak kaget. “Kalian memang tidak punya hati. Aku memang menahan emosiku selama ini dan aku sabar terhadap kelakuan kalian. Tapi lama kelamaan kalian sudah keterlaluan! Kalian manusia atau bukan hah? Cih.. tak punya hati sekalipun, aku juga bisa melaporkan perbuatan kalian dan mungkin bisa kalian akan di keluarkan di sekolah ini!!” semua keluh kesah Chanyeol keluar barusan.
.
“Dan asal kalian tahu, aku tak selemah yang kalian kira!” semua siswa masih terdiam dan menatap Chanyeol tak percaya akan ucapannya tadi. “Kalian memang brengsek!” ucap Chanyeol dengan nada penekanan.
.
Tanpa di sadari ada seseorang yang melihat tentang kejadian tadi. Orang itu tersenyum. “Chanyeol, kau apa yang kau lakukan tadi sudah benar” gumam orang itu.
.
.
.
Hari ini jam pelajaran guru Choi, dan seperti biasa tempat duduk di ubah. Chanyeol di ganti dan duduk dengan Sohyun sekarang. Begitu pun dengan yang lainnya. Youngmi dan Hana yang tadinya duduk bersama di ubah, Hana dengan Soon young dan Youngmi dengan Lee Chan. Sedangkan Raemi dia duduk bersama Ji Soo. Pelajaran pun di mulai seperti biasa. Guru Choi kini tengah menjelaskan beberapa materi untuk ujian minggu depan.
.
Chanyeol sedari tadi merasa gugup, karena yang duduk di sampingnya adalah Sohyun. Chanyeol juga curi-curi pandang ke arah Sohyun. Sedangkan Sohyun tak mengetahui, ia masih fokus ke depan mendengarkan penjelasan guru Choi. Chanyeol merasa dirinya berbeda dari kemarin. Semenjak ia melihat senyuman Sohyun yang manis itu, ia seperti merasa canggung dan gugup bila berada di dekat gadis itu. Memang cukup aneh.
.
Tiba-tiba...
“Chanyeol, lihatlah ke depan bukan kesampingmu. Dan perhatikan saat saya sedang mengajar” seru guru Choi membuat Chanyeol tersadar jika semenjak tadi dia tak terlalu fokus memperhatikan guru Choi. Chanyeol hanya menampilkan deretan gigi putihnya dan menggaruk-nggaruk tengkuknya yang tak gatal. “joesonghamnida ssaem” ucap Chanyeol kemudian. Sohyun melirik ke laki-laki yang berada di sampingnya.
.
‘Semenjak tadi Chanyeol memperhatikanku terus?’ batin Sohyun.
.
.
Bel istirahat sudah berbunyi, guru Choi telah mengakhiri pelajarannya. Chanyeol membereskan buku tulisnya dan di masukannya ke dalam tas. Ia juga membenarkan letak kacamatanya yang sedari tadi terus melorot. Gadis yang berada di sampingna berdehem kemudian mulutnya terbuka untuk mengatakan sesuatu. “Chanyeol, kita ke kantin yuk” ajak Sohyun antusias kepada Chanyeol. Sedangkan namja itu terlihat bingung mau menjawab apa. Sebenarnya Chanyeol hari ini malas untuk ke kantin.
.
“Ehm... mian a-aku tidak bisa” jawab Chanyeol. Sekarang ini dia sedang tidak enak kepada Sohyun karena menolak ajakan gadis itu. “Kenapa? Apa kau tak mau jika pergi ke kantin bersamaku?” Chanyeol segera menggeleng cepat. “A-aniya. Aku tak bermaksud seperti itu... hanya saja” Chanyeol menghentikan ucapannya sejenak. Ia sedang berpikir keras untuk alasan apa yang akan ia gunakan. “Kau kan biasa pergi ke kantin bersama ketiga temanmu. Lagi pula aku juga akan mengerjakan sesuatu saat ini” lanjut Chanyeol.
.
“Kau ini. Baiklah, aku pergi dulu” pamit Sohyun kemudian. Ia melambaikan tangannya kepada Chanyeol sembari tersenyum manis kepada namja itu. Tanpa di sadari Chanyeol membalas lambaian tangan Sohyun dan juga tersenyum manis kepada Sohyun. Setelah Sohyun sudah tak terlihat lagi, Chanyeol menurunkan tangannya. Dan ia baru tersadar bahwa tadi dia tersenyum kepada yeoja itu dan membalas lambaian tangannya. Ada apa ini?
.
.
“Raemi-ya, lihat bungannya cantik sekali seperti kau” ucap Baekhyun seraya melihat bunga yang tadi dia petik. Kemudian, Baekhyun menyelipkan bunga itu di telinga Raemi sehingga membuat gadis itu semakin cantik seperti tuan putri. “Wahh sekarang kau tampak seorang princess di mataku” puji Baekhyun. “Raemi-ya, bagaimana kalau sepulang sekolah nanti kita jalan-jalan” ujar Baekhyun sembari menatap gadisnya.
.
“B-baekhyun, bukankah kemarin kita sudah jalan-jalan bagaimana bisa nanti jalan-jalan lagi. Aku tak mau” Baekhyun mengerucutkan bibirnya. “Wae? Apa kau sudah tak sayang lagi padaku eoh? Raemi-ya, jebal aku ingin sekali jalan-jalan denganmu hari ini” ucap Baekhyun yang dibuat-buat seperti anak kecil. Bukannya menjawab, Raemi malah tertawa renyah karena melihat tingkah laku kekasihnya itu. “Yak! Kau tak sadar umur hah? Jangan bertingkah seperti anak kecil” ucap Raemi. “Baiklah, kita jalan-jalan. Tapi jangan pulang terlalu sore, aku ada ulangan besok jadi aku harus belajar” ucap Raemi lagi.
.
“Yeah.. baiklah. Eung..Kupikir-pikir kau berubah terlalu cepat Raemi” gadis itu mengernyit. “Apanya yang barubah?” tanya gadis itu. “Kau jadi banyak bicara sekarang” jawab Baekhyun. “Hm.. i-itu... itu... ahh kajja bel sudah berbunyi. Aku tak ingin jika harus di marahi karena terlambat masuk kelas”.”Ck! jangan mengalihkan pembicaraan Raemi-ya” teriak Baekhyun memandang punggung yeojanya yang semakin menjauh. Baekhyun pun tak tinggal diam, ia segera mengejar Raemi dan mensejajarkan langkahnya.
.
.
“Chanyeol, apa lukamu sudah sembuh total?” tanya Sohyun hati-hati. Chanyeol yang sedari tadi menunduk membaca buku kini wajahnya menoleh ke arah Sohyun. “Hm.. sudah” jawab Chanyeol singkat dan sembari membenarkan kacamatanya. Setelah itu, Chanyeol kembali lagi pada bukunya. Dan keadaan kembali hening. Namun kemudian, guru Kim datang. Semua siswa pun menyiapkan bukunya masing-masing. Dan pelajaran pun dimulai.
.
{ SKIP TIME, SORRY }
.
Semua siswa mengemas bukunya masing-masing ke dalam tasnya. Sohyun yang sudah selesai kini ia melesat pergi karena teman-temannya telah menunggu. Chanyeol ? Dia sedari tadi dia sibuk dengan handphone nya. Terlihat ia sedang menuliskan untuk seseorang, siapa lagi kalau bukan Baekhyun.
.
To : ByunBaek
Baek, kau ada waktu luang hari ini?
Sent~
.
Tak menunggu lama Chanyeol mendapat balasan dari Baekhyun.
.
From : ByunBaek
Aniya. Hari ini aku akan pergi kencan dengan Raemi. Jadi, aku tidak ada waktu luang. Mian, aku harus segera menjemput Raemi pasti ia sudah menunggu. Hei, jangan kirimi pesan padaku lagi. Aku tak mau ada pengganggu jika aku sedang kencan.
.
“Astaga anak itu, siapa juga yang mau menganggu. Ishh aku kan hanya bertanya saja. Dasar!” gerutu Chanyeol yang kesal terhadap Baekhyun. Lalu ia pun mengambil tas dan kemudian menggendongnya. Dan Chanyeol pun melangkah pergi keluar kelasnya.
.
Saat di koridor sekolah Chanyeol melihat segerombolan siswa laki-laki yang sedang menatapnya sengit. Salah satu siswa itu menyeringai. ‘Huft, pasti mereka sedang merencanakan sesuatu’ batin Chanyeol. Namun, Chanyeol tetap melangkah maju hingga ia sekarang tepat berada di depan para segerombolan anak laki-laki tersebut.
.
Salah satu siswa itu melangkah maju dan tangan kanannya menarik kerah baju Chanyeol dengan sangat kuat. “Kau mulai berani rupanya” ucap siswa itu dengan nada tak suka. “Cih, apa urusanmu?” tanya Chanyeol. “Yah itu memang urusanku. Apa dengan kata-katamu tadi, aku akan takut hah??!” Chanyeol ingat, pasti tentang kejadian tadi pagi di kelas. “Lalu?” tanya Chanyeol lagi. Siswa yang berada di depannya menggeram kesal. “Kita beri pelajaran padanya” ucap siswa itu kepada teman-teman yang lainnya.
.
Bughhh... bughhh... bughhhh
Segerombolan siswa itu mulai mengeroyok Chanyeol. Tak ada tindakan yang di lakukan Chanyeol untuk melindungi dirinya. Ini tak akan berhasil karena jumlah siswanya sangat banyak. Namja itu meringis kesakitan ketika para siswa itu menendang perutnya. Wajah Chanyeol kini penuh lebam dan penampilan sangat berantakan sekali. Di sudut bibirnya mengeluarkan darah. Para siswa itu masih mengeroyok Chanyeol.
.
“Hahaha rasakan, makanya jangan belagu. Ayo pergi sebelum ada yang tahu” segerombolan siswa itu kini telah meninggalkan Chanyeol yang terkapar di lantai. Keadaannya sangat memprihatinkan. Ia juga meringis kesakitan karena merasakan ngilu di perutnya. “T-tolong.. a-akuu....” lirih Chanyeol yang sudah tak berdaya.
.
:+:+:+:   Sohyun pov   :+:+:+:
.
“Ck! Kenapa aku bisa lupa membawanya” rutukku. Yah, aku ingat bahwa aku melupakan sesuatu di kelas. Jadi, aku kembali lagi dan menelusuri koridor sekolah yang sekarang sangat sepi. Aku meminta kedua teman-temanku agar tidak menungguku. Aku berniat untuk pulang sendiri setelah ini. Saat aku sedang menelusuri koridor, aku terdengar suara rintihan seseorang. Aku tersentak ketika melihat seseorang yang terkapar di lantai. Dengan cepat aku menghampirinya. Saat aku sudah berada disana, kedua mataku membulat sempurna.
.
“C-chanyeol, astaga siapa yang melakukan ini kepadamu?” aku sangat khawatir saat ini Chanyeol lemah tak berdaya. Di wajahnya banyak lebam dan disudut bibirnya mengeluarkan darah. Kemudian aku memapahnya dengan sangat hati-hati. Berniat membawanya untuk keluar dari sekolah. Aku pun segera menelpon Pak Lee untuk menjemputku.
.
:+:+:+:   Sohyun pov end   :+:+:+:
.
.
Sohyun memapah Chanyeol hingga sampai di depan gerbang sekolah. Disana pak Lee sudah menunggu. “Astaga non, nak Chanyeol kenapa kok bisa seperti ini?” tanya pak Lee menghampiri Sohyun dan Chanyeol. “Iya pak nanti saja menjelaskannya, cepat kita bawa Chanyeol masuk ke mobil” ucap Sohyun. “Baik non” balas pak Lee.
.
“Jadi sebenarnya, apa yang menyebabkan nak Chanyeol jadi seperti ini?” tanya pak Lee pandangannya masih mengarah kedepan karena dia sedang menyetir mobil. “Ehm sebenarnya aku tak tahu kejadiannya seperti apa, yang pasti aku sudah tahu pasti ini kerjaan siswa-siswa itu” jelas Sohyun. Namun, pak Lee belum mengerti juga. “Maksud non?” tanya pak Lee. Sebelum menjawabnya Sohyun menghela nafasnya kecil. “Dia merupakan korban bullyan” jawab Sohyun kemudian.
.
Pak Lee tersentak kaget. “Astaga...nak Chanyeol yang malang” seru pak Lee yang merasa iba pada Chanyeol. Tanpa disadari mereka hampir sampai di rumah kediaman keluarga Park. Setelah mobil yang di naiki mereka sampai tepat di depan gerbang rumah Chanyeol, Sohyun kemudian membuka pintu mobil dengan di bantu oleh pak Lee. Karena, keadaan Chanyeol yang masih tak sadarkan diri. Hingga Sohyun dibantu oleh pak Lee untuk memapah Chanyeol.
.
Ting...tong...ting...tong...
Sohyun memencet bel rumah Chanyeol berkali-kali hingga akhirnya ada yang membukakan pintu. “Astaga, Chanyeol-ah!! Kajja kita bawa ke dalam” panik wanita paruh baya yang tak lain adalah ibu kandung Chanyeol sendiri. Ny. Park segera mempersilakan mereka masuk ke dalam rumah.
.
“Sebaiknya pak Lee pulang terlebih dahulu, mungkin aku akan pulang lama. Aku tak mau jika pak Lee harus menunggu” ucap Sohyun. Pak Lee segera mengangguk. Setelah membantu Chanyeol untuk ke kamarnya dia langsung pergi menuju keluar dan tak lupa ia juga membungkukan badannya sebelum pamit.
.
“Sohyun-ah, kenapa Chanyeol bisa seperti ini?” tanya Ny. Park pada Sohyun. “Ini, kurasa karena siswa-siswa itu” jelas Sohyun. Ny. Park paham apa yang di maksud Sohyun. Ny. Park pun menghela nafasnya kasar. “Chanyeol memang sangat keras kepala. Kubilang ini memang cara yang salah. Tapi, dia tetap bersihkeras untuk meneruskannya” keluh wanita paruh baya itu. Dahi Sohyun mengkerut. ‘Apa maksud ahjumma?’ batinnya.
.
“Dia memang bukan Chanyeol yang sebenarnya” lirik ahjumma. Sohyun semakin tidak paham apa yang tengah dibicarakan Ny. Park. “Maksud ahjumma?” tanya Sohyun hati-hati. “Dia merubah penampilannya demi mendapatkan yeoja yang tulus mencintai tanpa memandang fisiknya” Sohyun tersentak kaget. ‘Jadi, selama ini Chanyeol menyamar’ pikir Sohyun. “Ahjumma menceritakan ini kepadamu karena kaulah satu-satunya yeoja yang dekat dengan Chanyeol. Kuharap kau bisa mengerti itu” Sohyun menangguk paham apa yang tadi di jelaskan oleh Ny. Park.
.
“Ahjumma bolehkah aku menemani Chanyeol disini?” ujar Sohyun sembari memandang iba Chanyeol. “Boleh, jika itu tidak merepotkanmu. Baiklah, ahjumma pergi dulu” setelah itu Ny. Park meninggalkan Sohyun dan juga Chanyeol yang sedang berbaring di atas ranjangnya. Sohyun mengambil kursi dan di dudukinya. Ia sedikit tersenyum. Namun, saat ia melihat wajah Chanyeol senyuman itu berubah menjadi kesedihan yang terlihat di raut wajah Sohyun. Sohyun prihatin dengan keadaan Chanyeol saat ini.
.
.
.
Kedua mata Chanyeol mengerjap tanda ia sudah sadar. Kedua matanya memandang keseluruh ruangan dan mendapati sesosok yeoja yang sepertinya sedang menatapnya dengan lekat. “So-sohyun?!” gumam Chanyeol terdengar lirih tetapi masih bisa di dengar  oleh telinga Sohyun. “Iya, ini aku Sohyun” ucap Sohyun. Kemudian gadis itu membantu Chanyeol duduk bersandar. Sohyun mengambil sebuah bantal untuk menyandarkan punggung Chanyeol. “Terimakasih” ucap Chanyeol .

TBC ~
NGGAK JADI TWOSHOOT.. Jadinya threeshoot :v


Komentar