First
Love ll Kwon Soon Young (Hoshi) &
Byun Hye Rin (OC) ll School life, romance, sad ll Oneshoot
Rated
Teen //cover : Tiara12 // NIKYoon present
Notes : Maaf jika FF ini jelek^^ Namun lebih
baiknya berikanlah krisar / komentar dan jempol kalian mengenai FF ini. Tolong
sekali lagi hargai karya author^^
:-:-:-:-:-: NIKYoon Storyline :-:-:-:-:-:
.
#HoshiPov
Langkah demi langkah aku berjalan mengikuti
gadis itu. Tanpa dia sadari, aku mencocokan langkah gadis itu. Sehingga aku
sekarang berjalan di sampingnya. Aku tersenyum pernuh arti.
.
Wangi parfum tercium di indera penciumanku. Lagi-lagi hal ini membuat hatiku berdebar seperti ini.
.
Wangi parfum tercium di indera penciumanku. Lagi-lagi hal ini membuat hatiku berdebar seperti ini.
.
Gadis itu sungguh manis hari ini.
.
“Hyerin-ah” panggilku kepadanya. Gadis itu pun
menoleh ke arahku dengan wajah cerahnya. “Hm.. ada apa?” tanyanya. Dia sudah
hafal dengan nada suaraku. Dan kebiasaanku saat pulang sekolah. Mengikutinya
kemudian menghampirinya.
.
Saat melihat wajahnya cantiknya itu, aku jadi merasa
ragu untuk mengatakan hal itu. Sebenarnya, aku ingin memberitahukan sebuah
rahasia terbesarku kepadanya. Tapi aku tak sanggup. Mungkin aku tak bisa mengatakan
hal itu sekarang.
.
“Ah aniya... kajja” Aku menggandeng tangannya.
Dan menggengam jemarinya erat. Mungkin jantungku akan meledak. Ini terlalu
berlebihan tetapi, kalian tahu aku sangat gugup sekali ketika menggenggam
tangannya. Namun, aku berlagak biasa-biasa saja agar ia tak curiga.
#HoshiPovEnd
.
.
SKIP TIME
.
.
Author pov
‘Kau tau, aku sangat senang jika berada di
sampingmu. Tapi aku tak tahu apakah aku pantas mencintaimu?’
Orang itu kemudian meletakkan pulpennya di
samping buku yang tadi ia gunakan untuk menulis beberapa kalimat tadi.
.
“Aku menyukaimu, Hoshi. Aku tak tahu sampai
kapan aku menyimpan perasaanku ini. Mungkin selamanya. Aku merasa tak pantas
bila bersamamu” ucap orang itu. Dia kemudian beranjak dari duduknya dan
membaringkan tubuhnya di ranjang.
.
“Kau tahu aku merasa gugup tadi saat kau
menggandeng tanganku. Namun, aku berhasil menyembunyikan kegugupanku” ucap
orang itu lagi.
.
Drrrtttt...drrrtttt...drrrrttt
.
Orang itu pun segera mengambil hpnya yang
terletak di samping bantal. ‘Sebuah pesan masuk’ batin orang itu saat melihat
di layar hpnya.
.
From : Kwonnie
Annyeong hyerin-ah ;-)
.
Hyerin kemudian membalas pesan tersebut.
.
To : Kwonnie
Nado, ada apa Hoshi... ini sudah malam apa kau
tak mengantuk?
Send~
.
Ajikdo
haru onjongil jiruhagi manhan Morning
(Far
away so far away far away so far away)
Eonjekkajina
jinjeoni eomneun neowaui georin
So far
away (Far away so far away)
->> (Seventeen – 20)
.
Ada panggilan masuk. ternyata Hoshi yang
menelpon dengan hati yang senang Hyerin pun menerima panggilan tersebut.
.
“Hoshi-ya... sekarang kau malah menelponku.
Hm... apa ada hal yang penting? Hingga kau harus menelpon?” Ucap Hyerin
tersenyum.
“Tidak ada. Tapi aku hanya ingin mendengarkan
suaramu itu” jawab Hoshi dengan terkekeh. Ada semburat merah di kedua pipi
Hyerin saat mendengar ucapan Hoshi di telepon.
“Aish. Jawaban macam apa itu” celoteh Hyerin.
“Baiklah sekarang aku sudah mendengar suaramu
dan sekarang kau harus tidur. Besok kau harus bangun pagi. Jaljayo~”
“Hm... jaljayo Hoshi-ya” Hyerin mematikan
telephone nya dan ia taruh hpnya di atas meja dekat ranjang. “Namja aneh” gumam
Hyerin terkekeh kecil.
.
“Selamat tidur” seru Hyerin sebelum akhirnya
kedua matanya tertutup rapat.
.
.
.
Pagi yang cerah dan hawa dingin menusuk tulang
sesosok manusia yang sedang terlelap tidur di kamar miliknya. Membuat orang itu
menarik selimut untuk menutupi sebagian tubuhnya. Dingin. Sangat dingin bila
dia harus mandi sekarang ini :-) . Makhluk paruh baya yang sudah tidak sabar
lagi menahan amarahnya, kini ia menatap tajam dengan tangan yang berkacak
pinggang.
.
Kedua tangannya menarik selimut tersebut
hingga orang itu menggigil. “Hoshi-ya bagunlah!! Ini sudah pagi!!“ teriak yeoja
paruh baya terhadap putra satu-satunya. “Ahh eomma sebentar lagi... mungkin 5
menit... aku masih ngantuk” keluh Hoshi dengan mata yang masih terpejam. “Hyerin
sudah menunggumu di luar” kali ini Hoshi langsung bangun dari tidurnya dan
bergegas menuju ke kamar mandi. “Eomma... bilang kepadanya bahwa aku akan
segera turun” teriak Hoshi dari dalam kamar mandi.
.
“Dasar anak-anak.... mungkin aku akan
menggunakan cara ini lagi jika dia susah untuk bangun” gumam Ny. Kwon. Kemudian
ia keluar dari kamar putranya dan kembali pada tempatnya semula yaitu dapur.
.
Setelah berpakaian rapi dan menata rambutnya,
Hoshi segera keluar dari kamarnya dan ingin menemui Hyerin. Dia tidak tahu
bahwa Ny. Kwon membohonginya. “Eomma, kemana Hyerin apa dia sudah berangkat
duluan?” teriak Hoshi hingga membuat Ny. Kwon menghampirinya. “Tidak ada
Hyerin, cepat berangkat!” titah Ny. Kwon kepada putranya.
.
Hoshi menatap tajam ke arah ibunya. “Jangan
bilang jika eomma membohongiku” Ny. Kwon terkekeh pelan. “Eomma memang
membohogimu Hoshi. Jika eomma tak bilang bahwa ada Hyerin pasti kau tidak
bangun-bangun”.”Ahh eommaaaaa.....!!!”
.
.
.
At School
.
Hyerin melangkah masuk kedalam ruang kelasnya.
Dia tersenyum cerah saat melihat Hoshi sudah berada di kelas. Biasanya dia yang
datang duluan kemudian barulah Hoshi datang. Tapi ini malah dia yang agak
terlambat masuk. “Hoshi-ya” sapa Hyerin. Sedangkan yang di sapa hanya
tersenyum. Hyerin segera menaruh tas di bangkunya. Dan duduk di samping Hoshi.
.
“Kau tahu, hari ini eommaku berbohong kepadaku
dan itu membuatku kesal” seru Hoshi cemberut. “Berbohong tentang apa?” tanya
Hyerin penasaran. “Dia membohongiku bahwa kau menungguku. Kukira kita akan
berangkat sekolah bersama. Dan ternyata eommaku hanya membohongiku saja” Hyerin
terkekeh kecil ketika mendengar penjelasan Hoshi barusan. “Kau sungguh lucu
Hoshi” ucap Hyerin dan membuat Hoshi menoleh kepadanya dengan raut muka tak
paham.
.
“Lucu?! Apanya yang lucu?” tanya Hoshi meminta
penjelasan. “Lucu saja, ternyata kau gampang dibohongi ya” ucap Hyerin dengan
nada mengejek. “Aish! Jangan membuatku semakin kesal Hyerin-ah” gerutu Hoshi.
Sedangkan Hyerin tertawa tak bersalah.
.
.
.
“Apa aku
mengatakannya sekarang?” ucap seseorang. “Tapi, bagaimana jika dia tak
mencintaiku?” tambahnya. “Katakanlah jika kau sangat mencintainya. Kau akan
menyesal jika kau tak jujur dengan perasaanmu” Sebuah ucapan seseorang membuat
Hoshi mendongak mencari keberadaan orang tersebut. “Si-siapa kau? dimana kau
berada?” tanya Hoshi seraya mencari ke seluruh penjuru. ‘tidak ada siapa-siapa.
Jadi tadi apa?’ batin Hoshi menyadari bahwa tak ada orang sama sekali kecuali
dia. “Kau tak perlu tahu aku siapa dan dimana. Tapi ingatlah apa yang tadi aku
ucapkan. Temuilah dia dan katakanlah yang sebenarnya. Kau akan menyesal jika
dia sudah di ambil oleh orang lain” setelah itu suara tadi tak terdengar lagi.
.
.
.
Mimpi. Ternyata Hoshi bermimpi. Hoshi pun
bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk. “Mimpi yang aneh” gumamnya. Tetapi
dia teringat dengan apa yang di ucapkan suara misterius itu. Mungkin dia akan
mengatakannya sekarang. Yap, Hoshi ingin menemui Hyerin. Dia pergi meninggalkan
atap sekolah. Dan bergegas mencari gadis yang ia cintai.
.
“Tunggu, apa kau melihat Hyerin?” tanya Hoshi
kebeberapa siswa yang berlalu lalang di koridor sekolah. Mereka menggeleng
tidak tahu. Hingga membuat Hoshi menghela nafasnya. “Di kelas dia tidak ada? Sekarang
dia ada dimana?”
.
Hoshi masih mencari Hyerin di seluruh penjuru
sekolah. tetapi hasilnya nihil. Tak ada sekalipun yang tahu tentang keberadaan
Hyerin. Namun, seseorang menghampirinya dan menepuk pundaknya pelan. Hoshi
tersentak kaget. Dia menoleh kebelakang dan mendapati seorang yeoja. “Kau
sedang mencari Hyerin bukan? Aku tahu dia dimana” ucap yeoja itu.
.
“Benarkah? Cepat katakan dia dimana” Hoshi
tersenyum senang. Ternyata ada orang yang tahu dimana Hyerin berada. “Kulihat
dia terburu-buru sekali tadi. Setelah ia mendapatkan telepon entah dari siapa”
jelas siswa itu. Hoshi mengernyitkan keningnya. Sedikit tidak paham atas
penjelasan yeoja tadi. “Dia pergi pulang ke rumahnya” lanjut yeoja itu.
.
‘pulang ke rumah? Pasti ada sesuatu’ batin
Hoshi. “Terimakasih atas infonya” Hoshi pun berlalu pergi berniat ingin
menyusul Hyerin. Takut ada apa-apa dengan Hyerin. Sekarang perasaannya menjadi
tidak enak. Seperti ada sesuatu yang buruk.
.
.
Disisi lain, hyerin sangat buru-buru sekali. Dia
berusaha berlari lebih cepat. Keadaan sedang genting. Hyerin merasa khawatir
dengan keadaan adiknya yang sedang sakit. Dia menerima telepon tadi dan bibi
Kim bilang bahwa penyakit Yojin kambuh lagi hingga Yojin harus di bawa kerumah
sakit. “Yojin-ah semoga tak terjadi apa-apa denganmu...bertahanlah” ucap Hyerin
cemas.
.
Hyerin harus cepat-cepat sampai di rumah
sakit. Dia tak melihat-lihat apa yang di laluinya. Yang ia inginkah harus
sampai di rumah sakit. Itu saja.Hyerin menyebrang. Hingga ia tak menyadari
bahwa lampu lalu lintas yang tadinya merah sekarang menjadi hijau. Dan sebuah
mobil melaju kearahnya.
.
Brakkkkk.....
.
Tubuhnya terpental. Sekelilingnya di penuhi
darah yang mengalir. Orang-orang berteriak dan mengerubunginya.
.
.
#HoshiPov
Berlari dengan sekuat tenagaku. Perasaanku
semakin tak enak. Aku harus segera menemui Hyerin. Aku takut terjadi apa-apa
dengannya. Namun, aku melihat segerombol orang entah mereka sedang mengerubungi
apa. Aku pun berhenti dan melihat apa yang sedang mereka lihat. Seseorang
tergeletak dengan bersimbah darah. Aku semakin penasaran. Aku semakin mendekat
dan membelah segerombolan orang itu.
.
“Permisi, ahjumma...ahjussi” ucapku. Mataku terbelalak
ketika tahu bahwa seseorang yang tergeletak itu adalah Hyerin. “Hyerin?!
Hyerin-ah!!!” teriakku hingga membuat orang-orang menoleh ke arahku. “Nak,
sebaiknya bawa dia ke rumah sakit terdekat. Takut lukanya semakin parah. Cepat
bawa dia ke dalam mobil” ucap salah satu orang. Dengan cepat aku membopongnya
dan membawa Hyerin masuk ke dalam mobil orang tersebut.
.
“Hyerin-ah bertahanlah. Kumohon bertahanlah”
.
.
.
SKIP TIME
.
Author pov
Hoshi duduk termenung menunggu informasi dari
dokter yang menanggani Hyerin. Dia terus mencemaskan keadaan Hyerin. Dia
berharap Hyerin bisa terselamatkan menginggat keadaannya sangat parah. “Hyerin-ah
kumohon jangan tinggalkan aku. Aku ingin mengatakan sesuaatu kepadamu...
Hyerin-ah” Hoshi terus mengucapkan kalimat itu semenjak tadi. Sedangkan Bibi
Kim hanya menatap Hoshi sedih. Bibi Kim tak tega melihat Hoshi khawatir seperti
itu.
.
Sedangkan ia juga merasa cemas apakah Hyerin
akan baik-baik saja? Bibi Kim sudah menganggap Hyerin sebagai anaknya begitu
juga dengan Yojin adiknya. Dia sangat baik sekali kepada mereka berdua. Semenjak
kedua orangtua Hyerin dan Yojin meninggal, Bibi Kim merasa iba dan dia membawa
Hyerin dan Yojin untuk tinggal bersamanya. Baginya hanya merekalah yang
sekarang ia miliki. Dia tidak ingin kehilangan mereka berdua. Apalagi mengingat
keadaan Yojin yang sedang melemah saat ini.
.
Satu jam sudah berlalu, Hoshi masih berharap
bahwa Hyerin bisa terselamatkan. Bibi Kim juga mengharapkan seperti itu.
.
Krieeetttttt...
.
Pintu ruangan terbuka. Dokter keluar. Hoshi
pun beranjak dari duduknya. Berniat ingin menanyakan keadaan Hyerin. “Dokter,
bagaimana keadaan Hyerin?” tanya Hoshi cemas. Dokter masih terdiam. Hingga
membuat Hoshi semakin cemas akan keadaan Hyerin. “Dokter tolong jawab, Hyerin
selamat ‘kan?” tanya Hoshi lagi. Dokter itu hanya menghela nafas. “Maaf nak, Tuhan
berkehendak lain. Kita sudah berusaha menolongnya” ucap sang Dokter. “Apa
maksud dokter?” tanya Bibi Kim kemudian seraya berdiri dari duduknya.
.
“Apa maksud dengan berkehendak lain? Dia
selamatkan ‘kan dokter? Hyerin selamat ‘kan?” tanya Hoshi lagi. “Dia tidak
terselamatkan” Hoshi menitikan air matanya setelah dokter mengucapkan kalimat
itu. Hingga membuat dokter menatapnya sendu. “Apa? Ini tidak mungkin” Tubuh
Bibi Kim melemah hingga ia tak sadarkan diri. “Bibi Kim..!!” pekik Hoshi.
.
.
MIANHAE NE...^^ SKIP TIME AGAIN
Seorang namja berpakaian hitam sedang
meletakan sebuah bunga di atas sebuah makam. Namja itu kemudian tersenyum kecut
ketika melihat nama yang tercetak jelas di atas nisan tersebut. Seharusnya
kejadian ini tidak terjadi. Dia menyesali dirinya sendiri. seharusnya ia
mengatakan perasaannya sejak dulu.
.
“Hyerin-ah sebenarnya, aku ingin mengatakan
sesuatu kepadamu....” ucap Hoshi sejenak. “Aku mencintaimu Hyerin. Seharusnya
aku mengatakan ini kepadamu kemarin. Tapi... kejadian naas menimpamu hingga
membuatmu jadi seperti ini” lanjut Hoshi sembari terus memandangi makam yang
terletak di depannya.
.
“Kaulah cinta pertamaku. Aku tak akan
melupakanmu Hyerin”
.
.
END
Gaje banget ya Ffnya??? RCL chinguya!!!!
.
Komentar
Posting Komentar