Title : Love in School
Chapter : 1
Main cast : Kim Jong In (EXO) & Park Ji
Young (OC)
Support cast :
-
Oh Se Hun
-
Bae Seul Mi (OC)
-
Kwon Soon Young a.k.a Hoshi
-
Jeon Jung Kook
-
Shin Hwa Rin (OC)
-
Jeon Won Woo
-
Park Ji Min
-
etc
Genre : friendship, comedy, school life,
romance
Lengt : Chaptered
Rating : 16
Disclaimer : Maaf jika terdapat kesamaan di dalam FF ini.
NIKYoon menulis dengan apa yang keluar dari otak sendiri. Jadi tidak plagiat.
Karena NIKYoon tahu bahwa hal itu sangat tidak baik. Cast di dalam FF ini milik
Tuhan dan keluarganya kecuali OC :v
.
Happy reading guys! And enjoy it!
.
Masa sekolah itu sangatlah sulit. Ada banyak
rintangan yang tengah menanti. Kenangan buruk dan kenangan indah pasti selalu
ada. Percintaan, persahabatan juga ada di masa sekolah. Eits, perlu kalian
ketahui bukan hanya percintaan dan persahabatan saja, ini adalah hal yang
menjadikan siswa menjadi mempunyai kenangan buruk di sekolahnya. Apa kalian
tahu, apa itu? Pembullyan di kalangan siswa masih banyak terjadi. Ada beberapa
siswa yang putus sekolah hanya karena itu. Atau bahkan ada yang pindah
kesekolah lain.
.
.
Seorang yeoja berbalut seragam sekolah
melangkah di koridor yang cukup ramai oleh para siswa. Sorakan semua siswa
mengiringi di detiap langkah yeoja itu. Dia bukan yeoja terpopuler di sekolah
ini. Sorakan itu hanya ejekan para siswa terhadap yeoja itu. Yeoja yang
terkenal dengan kutu bukunya, yang setiap hari ia memakai kacamata dan
rambutnya selalu dikepang dua. Pakaian yang sederhana melainkan tidak terlalu
ketat selalu ia pakai di setiap harinya. Juga Kaus kaki panjang yang selalu
menutupi kaki jenjangnya. Ia terlihat seperti gadis culun.
.
Sudah satu tahun ini, Ji Young tetap bertahan
di sekolah itu. walaupun ejekan, bullyan selalu menghampirinya tetapi ia tak
mempermasalahkan hal itu. Dia tetap bersikeras untuk tidak menyerah. Ia harus
lulus dan mendapat nilai yang sempurna untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Ji Young hanya menunduk dan menahan amarahnya terhadap mereka. Ia ingin segera
terbebas dari tempat ini. Ia harus segera sampai di kelasnya. Tanpa sengaja ia
menabrak seseorang hingga orang itu terjatuh ke lantai.
.
Gadis itu pun langsung meminta maaf dan
berniat ingin membantu orang itu untuk berdiri. Namun, orang itu malah menolak
dan memarahi yeoja itu. “Yak! Gadis culun, kau tak punya mata hah? Lihat,
bajuku jadi kotor gara-gara ulahmu itu!” bentak orang itu. Ji Young menunduk
takut. “A-aku...aku tak sengaja, mianhamnida sungguh aku tak sengaja menabrakmu”
ucap Ji Young yang masih menundukkan kepalanya. “Alasan saja, ini terima
balasanku!” orang itu menumpahkan air ke Ji Young sehingga seragam sekolahnya
menjadi basah. “Rasakan pembalasanku, hahaha!” orang itu menertawai Ji Young
begitupun dengan siswa yang sedang menyaksikan mereka.
.
Ji Young menjadi bahan tertawaan sekarang. Dan
seragam satu-satunya itu basah, dia juga tidak membawa ganti baju. Dia sudah
tak bisa menahan amarahnya sekarang, Ji Young pun mendorong orang itu hingga tubuh orang itu terduduk di lantai. “Cukup!
Bukankah tadi aku sudah meminta maaf kepadamu dan aku juga sudah bilang bahwa
aku tidak sengaja, kenapa kau malah menyiramku?” bentak Ji Young kepada orang
itu. Semua orang yang ada disana diam membungkam dan menatap tak percaya
kearah Ji Young. Begitu pun dengan orang
itu.
.
Baru kali ini yeoja itu begitu berani dan
bahkan mendorong kekasih ketua geng di sekolah itu. Dia bernama Bae Seul Mi,
semua siswa yang bersekolah disitu takut dan tidak ingin membuat masalah kepada
yeoja itu. Karena semua tahu bahwa Seul Mi adalah kekasih ketua geng yang
sangat di takuti oleh semua siswa. “Yak! Ada apa ini? Astaga...!! chagi kau
kenapa? Gwaenchana?” ucap seseorang yang tak lain ada Oh Sehun, kekasih yeoja
itu. Dia segera membantu Seul Mi untuk berdiri. Dia pun menatap geram ke arah
Ji Young.
.
“Beraninya kau mendorong kekasihku! Dasar
gadis culun tak tau diri! Kau mencari masalah denganku?” Sehun marah kepada Ji
Young karena sudah mendorong Seul Mi hingga ia terjatuh. Ji Young hanya
tersenyum getir melihat kemarahan seorang Oh Sehun. “Asal kau tahu. Aku memang
sengaja mendorong dia karena kekasihmu itu sudah menyiramku dan kenapa? apa kau
mau membalas?” ucap Ji Young lantang. “Wah daebak! Gadis culun ini sudah
berubah rupanya” ucap salah satu teman Sehun, yaitu Jimin dengan menatap kagum
kearah Ji Young.
.
“Kau membuatku emosi, jadi terimalah
pembalasanku” Sehun menarik tangan Ji Young dengan paksa dan menyeretnya di
hadapan Seul Mi. “Dia sudah mendorongmu, jadi kau berhak melakukan apapun
kepadanya” ucap Sehun dengan smirknya kepada yeojachingunya. “Yak! Kalian
keterlaluan lepaskan aku!” teriak Ji Young meronta-ronta. “Jimin, Wonwoo cepat
pegangi dia!” perintah Sehun kepada kedua sahabatnya karena menyadari bahwa
gadis itu sungguh kuat jadi ia tidak sanggup jika sendirian. Dengan cepat Jimin
dan Wonwoo pun mengambil alih dan kemudian memengangi kedua tangan Ji Young
dengan erat supaya tidak lepas.
.
.
“Jika kau berani lagi, aku akan membuatmu
dalam bahaya!” ancam Sehun disertai dengan senyuman jahatnya. Ji Young hanya
menghela nafas pasrah. Ia sudah tidak kuat lagi agar untuk terlepas dari
genggaman kedua orang sialan itu. “Lakukanlah sayang, hukum dia!” bisik Sehun.
Seul Mi mengangguk cepat dan tangan kanannya melayang kearah Ji Young. Ia
berniat untuk menampar pipi Ji Young. Namun, niatnya gagal karena ada sebuah
tangan yang mencegahnya. Seul Mi membelalakan matanya ketika tahu bahwa yang memegang
tangannya adalah Jongin. Namja yang bermarga Kim itu menghempaskan tangan Seul
Mi dengan kasar.
.
“Apa yang kau lakukan??! Beraninya kau ikut
campur!” bentak Sehun saat Jongin berada di hadapannya. “Sebenarnya, aku tak
ingin ikut campur dengan urusan kalian. Tetapi, kalian sudah keterlaluan dengan
yeoja ini. Jadi, kuminta lepaskan dia dan jangan ganggu dia lagi” ucap Jongin
dengan kepala dinginnya. Sebenarnya, ia bisa saja menghajar Sehun. Karena, ia
biang pembuat keonaran di sekolah ini. Mengingat dia tak ingin masalah ini
semakin besar jadi ia menahan amarahnya. Jongin pun menarik tangan Ji Young
agar ikut dengannya dan keluar dari kerumunan para siswa.
.
Ji
Young diam seribu bahasa. Dia hanya mengikuti kemana namja itu membawanya
pergi. Setidaknya ia selamat untuk hari ini. Dia sangat berterimakasih sekali
kepada namja itu. Rupanya Jongin membawanya ke sebuah tempat yang sangat sepi.
Ji Young menjadi berpikiran yang tidak-tidak kepada Jongin. Ia pun meminta
Jongin untuk berhenti sebentar. “Tunggu, kau akan membawaku kemana?” tanya Ji
Young penuh selidik. “Ketempat yang aman dan pastinya menyenangkan” balas namja
itu santai disertai senyuman.
.
‘Ruangan apa itu, aku sama sekali tidak tahu
ternyata ada tempat seperti ini disekolah’ batin Ji Young saat sudah sampai di
depan pintu sebuah ruangan. Jongin pun membuka pintu itu dan masuk ke dalam. Begitu
juga dengan Ji Young. Walaupun dia masih penasaran. “Wah.. Jongin-ah kenapa kau
lama sekali. Eoh kau membawa murid perempuan” ucap namja bermata sipit dan
berambut pirang. Kemudian muncul namja satu lagi dengan seorang perempuan. “Oh
Jongin?! Dia siapa?” tanya perempuan itu melirik ke arah Ji Young. “Nanti saja
aku memberitahukannya, yang pasti dia butuh pakaian ganti, seragam yang ia
pakai sekarang basah. Hwa Rin-ah, apa
kau membawa seragam cadanganmu?” yeoja bernama Hwa Rin mengangguk dan segera
mengambil seragamnya di loker yang terdapat di ruang itu.
.
“Ige, ganti bajulah. Disini ada kamar mandi,
disebelah sana” Hwa Rin menunjukkan letak kamar mandi kepada Ji Young. “T-terimakasih”
Ji Young pun akhirnya berjalan ke arah yang ditunjukkan oleh Hwa Rin.
.
*SKIP*
.
“Oh jadi namamu Ji Young, senang bertemu
denganmu . Aku Kwon Soon Young panggil saja aku Hoshi, dia Shin Hwa Rin, yang
di sebelahnya adalah Jeon Jung Kook dan yang menolongmu adalah Kim Jong In”
seru namja yang bermata sipit itu memperkenalkan dirinya dan semua yang ada
diruangan itu. Ia tersenyum manis kepada Ji Young. “Ne senang bertemu dengan
kalian juga” balas Ji Young dengan senyuman indahnya. “Kenapa, seragamu basah
tadi? Apa yang terjadi?” tanya Hwa Rin merasa ingin tahu. “Itu, karena Seul Mi menyiramku”
balas Ji Young sedikit ragu. “Astaga bagaimana bisa?” tanya Hwa Rin terkejut.
.
“Sudahlah jangan menanyai dia terus, yang
pasti dia tidak bersalah atas kejadian tadi. Memang salah Seul Mi dan Sehun,
dia semakin keterlaluan. Bahkan dia sudah menjelaskannya bahwa dia tak sengaja
menabrak Seul Mi tapi kalian tahu kan sifat mereka, sangat keras kepala sekali
dan selalu ingin menang sendiri jadi begitulah kenapa seragam dia basah” jelas
Jongin panjang lebar . “Oh jadi begitu, sudahlah Ji Young kau sudah aman disini
bersama kita” ucap Hwa Rin dengan tersenyum senang. Sedangkan Ji Young
mengangguk pelan sembari tersenyum kecil.
.
Pertama kali, dia merasa takut akan hal yang
buruk terjadi. Dia terlalu berpikiran negative. Tetapi saat dia sudah tahu semuanya,
ia terlihat begitu tenang dan senang. Karena, ia mempunyai teman baru di tempat
itu. Ji Young penasaran dengan mereka semua. Kenapa ia seperti baru melihat
mereka. Bahkan di sudah 1 tahun lebih bersekolah disini tetapi ia baru bertemu
dengan mereka semua. “Aku masih belum paham dengan kalian semua, selama aku
bersekolah disini aku tak melihat kalian berempat. Apa kalian murid baru?” ucap
Ji Young menatap ke arah mereka.
.
“Ah, sudah kuduga pasti kau akan menanyakan hal itu. Kita berempat memang tak sering
menampakkan diri. Kita berasal dari kelas yang berbeda. Setiap ada waktu yang
lenggang kita sering berkumpul disini. Begitu pun sekarang, kita bisa belajar
bersama diruangan ini dan bermain juga bersantai” jelas Jung Kook. “Oh jadi
begitu. Aku baru tahu sekarang” seru Ji Young tersenyum sembari menyipitkan
kedua matanya.
.
.
Semenjak saat itu, keseharian Ji Young di
sekolah berubah. Ia sudah mempunyai sahabat yang sangat baik seperti mereka.
Setiap hari dia juga mengunjungi tempat itu lagi. Dan berkumpul bersama mereka
berempat. Sampai-sampai sudah satu bulan mereka menjalin persahabatan itu.
Seperti sekarang ini dia ingin pergi ke markas mereka atau tempat kumpul
mereka. Karena Hwa Rin mengirimkan pesan agar ia datang kesana. Ia pun segera
bergegas melangkah pergi. Kebetulan ini waktu istirahat. Saat di koridor
sekolah ia bertemu dengan Seul Mi dan juga Oh Sehun. ‘Astaga orang itu lagi’
batin Ji Young.
.
“Heh, gadis culun kenapa kau melihatku seperti itu?”
tanya Seul Mi sembari menghadang Ji Young. Ji Young hanya menundukkan kepalanya
dan diam tak merespon pertanyaan Seul Mi. Sesekali dia juga membenarkan
kacamatanya. “Heh, kau tuli. Astaga sepertinya kau butuh alat bantu mendengar”
ejek Seul Mi. “Dasar gadis miskin” ejek Seul Mi kemudian menggandeng tangan
Sehun dan melanjutkan langkahnya lagi. “Ahh chagi kau sangat hebat tadi” puji
Sehun. “benarkah?” tanya Seul Mi dan dibalas dengan anggukan Sehun.
.
.
“Astaga kenapa kau baru sampai?” tanya Hwa Rin
saat Ji Young sedang menutup pintu. “Tadi aku bertemu dengan Seul Mi dan Sehun”
jelas Ji Young menghampiri Hwa Rin dan semuanya. Kemudian ia duduk di sofa. “Kau
tak di apa-apakan oleh mereka kan?” tanya Jongin cemas. Ji Young membalas
dengan gelengan. “Syukurlah kalo begitu” ucap Jongin lega. “Ada denganmu,
tiba-tiba cemas sekali kepada Ji Young?! Ahh jangan-jangan kau....” sebelum
Hoshi menyelesaikan ucapannya tiba-tiba Jongin menginjak kaki Hoshi yang
kebetulan mereka berdua duduk bersebelahan. “Jangan berpikiran yang tidak-tidak.
Kita kan semua sahabat jadi kita berhak mengkhawatirkan sahabat sendiri” sergah
Jongin.
.
“Aish. Tapi jangan menginjak kakiku juga kali”
protes Hoshi sembari mempoutkan bibirnya. Jongin hanya tersenyum kecil dan
menggaruk-nggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “Sudahlah kalian ini ada-ada
saja” ucap Hwa Rin sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. “Jadi, kenapa kita
berkumpul disini, apakah ada sesuatu yang penting?” tanya JungKook yang to the
point. “Sekolah akan mengadakan lomba pentas seni, jadi menurut pendapatku kita
harus ikut lomba itu” jelas Hwa Rin.
.
“Lomba pentas seni, tapi memangnya kita akan
menampilkan apa eoh?” tanya Ji Young menatap Hwa Rin seraya membenarkan
kacamatanya. “Bagaimana kalo dance?” usul Hoshi dengan semangatnya. Sepertinya
jiwa tarinya sudah keluar. “Aku setuju!” ujar Ji Young dengan lantangnya. Sedangkan
yang lainnya diam membungkam. “Ahh bagaimana dengan kalian apakah kalian tak
setuju?” tanya Ji Young menatap kearah mereka. “Em.. aku setuju denganmu Ji
Young” ujar Jongin. “baiklah aku juga setuju” ucap JungKook dan Hwa Rin
bersamaan.
.
TBC
.
RCL juseyo^^
Komentar
Posting Komentar