Tittle : Special Girl
Author : ByunBaek
Cast : Park Chanyeol <박
찬녈> & Yoon Seorin (OC) <윤
서 린>
Other cast : Byun Baekhyun <변
백 현>
Genre : Fantasy, friendship, School
life, Sad, romance
Rating : PG-16
Lenght : Threesoot/3 (END)
Cover by : Anita Siska L
Warning!
- Don’t
copy
- This
Fanfiction is mine, no plagiat
- No
silent readers
- Typo
merajalela (mungkin)
HAPPY
READING
“Baekhyun, kajja kita pulang”
Baekhyun mengangguk kemudian ia masuk ke dalam mobilnya. Di susul oleh Chanyeol
dan Seorin. Chanyeol masih bingung dengan keadaan yang sekarang. Ia merasa
kedua sahabatnya yang merencanakan ini agar ia tidak jadi mencuri flashdisk
itu. Ia merasa marah sekarang.
.
“Ya!! rupanya kalian bersekongkol
eoh?” tanya Chanyeol memandang mereka berdua. Seorin dan Baekhyun hanya
tersenyum. “Ya!! tak usah tersenyum, sangat jelek tau” ucap Chanyeol mempoutkan
bibirnya. Kemudian, Baekhyun segera menyalakan mesin mobilnya. Seorin hanya
diam saja menghadap ke depan. Chanyeol masih kesal terhadap mereka berdua.
“Kalau seperti ini, apa yang harus aku lakukan besok, pasti Kai marah dan___”
sebelum Chanyeol meneruskan ucapannya tiba-tiba Seorin memegang tangan Chanyeol.
.
“sudahlah kau akan aman besok,
tenang saja” ucap Seorin dia memegang erat tangan Chanyeol. Dan itu membuat
Chanyeol menjadi gugup dan jantungnya berdetak cepat lagi. Seperti yang ia
rasakan sebelumnya. Begitu juga dengan Seorin ia juga merasakan apa yang sedang
dirasakan oleh Chanyeol. Biar kutebak mereka sedang jatuh cinta. Kuyakin itu.
.
Baekhyun berdehem ketika melihat
mereka berdua sedang berpegangan tangan. Seorin segera melepaskan genggaman
tangannya. Rasa canggung menyelimuti mereka berdua. Dan keadaan menjadi hening
tak ada pembicaraan apapun setelah itu. Mobil yang ditumpangi mereka berhenti
dan membuat Seorin dan Chanyeol bingung. Bukankah tujuannya ke rumah Chanyeol?
Kenapa berhenti di depan supermarket?
.
“Eum... kurasa aku akan membeli minuman
dulu, kalian tunggu sebentar ne” Baekhyun melepaskan sabuk pengamannya dan
segera keluar dari mobilnya. Berjalan masuk kedalam supermarket itu. Sekarang
di mobil hanya ada Seorin dan Chanyeol. Tiba-tiba Chanyeol juga melepaskan
sabuk pengamannya dan berniat untuk keluar dari mobil itu. “Ya!! Chanyeol-sii
kau mau kemana?” tanya Seorin. “A-aku akan k-kembali kesekolah!!” jawab
Chanyeol terbata-bata. “jangan Chanyeol, ini juga sudah gelap”.
.
Seorin berusaha mencegah Chanyeol
agar tidak pergi. “Aku akan tetap pergi kesana” bantah Chanyeol kemudian
membuka pintu mobil itu. Dengan cepat Seorin meraih tangan Chanyeol dan itu
membuat tubuh Chanyeol tertarik kedepan sehingga wajahnya berhadapan dengan
wajah Seorin. Mata mereka sedang beradu. Tangan Chanyeol yang satunya menopang
tubuhnya. Chanyeol merasakan jika darahnya berdesir begitu juga dengan Seorin.
Jantung mereka juga berdetak sangat cepat.
.
Disaat seperti itu Baekhyun kembali
ke mobil dan kedua matanya melihat adegan tersebut. Ia terkejut. Tiba-tiba sebuah
ide terlintas di otaknya. Ia segera mengambil handphonenya dari dalam saku.
Berniat untuk memoto mereka berdua. Tetapi dia tidak berhasil, mereka berdua
sadar jika ada dia disitu. Dengan cepat, mereka pun merubah posisi mereka
berdua. Berlagak tidak terjadi apa-apa. “Ehm...ehm... teruskanlah, sebaiknya
aku kembali ke supermarket lagi” seru Baekhyun dengan tersenyum evil.
.
“Ya!! Baekhyun-sii” ucap mereka
berdua serempak. “Astaga kalian kompak sekali!!” puji Baekhyun menatap mereka
berdua. “sudahlah, cepat!! Ini sudah malam!!” seru Seorin. Baekhyun terkekeh
geli melihat tingkah laku mereka berdua. Seperti maling yang tertangkap basah.
“baiklah” Baekhyun segera masuk kedalam mobil dan menyalakan mesin mobilnya.
.
>> SKIP <<
“ahjumma kami pulang dulu ne” pamit
Seorin dan Baekhyun. “sekali lagi terimakasih telah mengantarkan Chanyeol”
teriak Ny. Park seraya melambaikan tanganya kepada mereka berdua. Setelah itu,
Ny. Park masuk ke dalam rumahnya. Disisi lain, Chanyeol hanya memandangi mobil
yang mereka tumpangi di jendela kamarnya. Lama kelamaan mobil itu semakin tidak
terlihat jelas. Tiba-tiba saja Chanyeol tersenyum ketika mengingat kejadian
tadi saat di mobil.
.
“Astaga, kenapa disetiap aku
berdekatan dengan Seorin rasanya jantungku ini ingin meledak?” tanyanya pada
diri sendiri. Ia masih tersenyum. Kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ke
ranjang dan membaringkan tubuhnya. Kedua matanya menatap langit-langit
kamarnya. “sepertinya aku jatuh cinta pada Seorin, tapi mana mungkin?! dia itu bukan manusia dan dia juga berasal
dari dunia yang berbeda” gumamnya. “ahh.. sudahlah lebih baik tidur
saja”.Chanyeol melepas kacamatanya dan ditaruh disamping bantalnya. Tak butuh
waktu lama, ia sudah terlelap dari tidurnya. Sepertinya ia merasa lelah hari
ini.
.
>> keesokan harinya <<
Hari yang begitu cerah, sesosok
gadis yang berbalut seragam sekolah ini sedang melintasi koridor sekolahnya.
Ini adalah hari kedua dia bersekolah disini. Seorin tak bersama dengan kedua
sahabatnya. Karena ia lebih memilih berangkat pagi dari pada harus menunggu
Chanyeol dan Baekhyun. mereka berdua sangat lamban. Buktinya tadi pagi saat ia
pergi kerumah Chanyeol, Ny. Park mengatakan kalau Chanyeol belum bangun dan
begitu juga dengan Baekhyun. Jadi lebih baik dia berangkat sendirian saja untuk
hari ini.
.
Saat Seorin sampai di kelasnya,
disana ia mendapat pemandangan yang tidak mengenakan. Kedua matanya melihat sesosok
namja yang ia benci. Kai, dia sedang duduk dibangku paling depan di deretan
kedua. Sorot matanya tajam menatap Seorin. Seperti sedang mencari kebenaran
terhadap diri Seorin. Yeah itu benar. Kemarin ia mendapat kabar dari Sehun
tentang apa yang ia lihat saat di koridor sekolah.
>> Flashback on <<
Sehun terengah-engah saat
menghampiri Kai. Nafasnya masih belum stabil. Karena ia baru saja berlari. Kai
yang melihat Sehun langsung angkat bicara. “Hei, kenapa kau? Ada apa?” tanya
Kai menghampiri Sehun. “Hosh...hosh.. K-Kai... aku punya berita terbaru___”
sebelum Sehun menyelesaikan ucapannya Kai memotonya. “tarik nafas terlebih
dahulu, baru kau bicara” kata Kai. Sehun menuruti perkataan Kai, dia lalu
manarik nafasnya dalam-dalam lalu dia keluarkan. “hm..sudah merasa lebih baik?”
tanya Kai dan dijawab dengan anggukan oleh Sehun.
.
“Aku
punya dua hal yang ingin kubicarakan padamu, yang pertama Chanyeol tak akan
mencuri flashdisk itu dan yang kedua Soerin bukan manusia! Dia bisa teleportasi” Kedua mata
Kai membulat sempurna. Ia sangat terkejut saat mendengar ucapan Sehun barusan. Sehun mengambil handphonenya yang ada di dalam saku
kemudian ditunjukkan kepada Kai. “jika
kau masih tidak percaya tentang Seorin lihatlah video ini” ucap Sehun sembari menyodorkan Hpnya ke Kai. ‘lihatlah
besok Chanyeol, salah satu sahabatmu akan kubuat menderita’ ucapnya dalam hati ia tersenyum
puas.
>> Flashback off <<
Kai beranjak dari duduknya dan
melangkahkan kakinya menghampiri Seorin yang terdiam di depan pintu. Tanganya melambai-lambai
di depan raut wajah Seorin yang sedari tadi diam saja. Kai menampakkan
senyumannya. “Hei, bersiap-siaplah setelah ini pasti akan ada hal yang seru” ucap Kai menepuk pundak Seorin
dan dengan tersenyum manis ke arahnya. Seorin masih terdiam disana dan
merasakan ada hal yang aneh di dalam diri namja itu.
.
‘cihh.. hal seru, dan kenapa
tiba-tiba dia sok akrab kepadaku?’ tanya Seorin dalam hatinya. Ia berusaha
tidak membahas lagi tentang itu. Ia memilih untuk duduk di bangkunya. Keadaan
kelas masih sama. Sehingga ia mengambil buku di dalam tasnya untuk dibaca
sambil menunggu yang lain. Waktu cepat berlalu tetapi apa yang terjadi, keadaan
kelas masih tetap kosong. Seorin berpikir kalau dia berangkat sekolah sangat
pagi sekali. Tetapi saat dia melihat di jam yang terpajang di dinding
menunjukkan pukul 06.55 dan itu menandakan kelas akan segera di mulai.
.
“Astaga... kemana semua siswa dan
Chanyeol juga, sebentar lagi bel masuk berbunyi tetapi dia belum berangkat
juga” gerutu Seorin yang sudah semakin khawatir tentang keadaan sekarang.
Huh... baru saja Seorin berucap Chanyeol datang dengan nafas yang
terengah-engah. Sepertinya ia habis lari marathon :v. “Ya!! kenapa kau baru
datang, kau tahu aku sangat bigung sekarang. Kemana semua siswa? Apakah ini hari
libur eoh?” tanya Seorin kepada Chanyeol.
.
Chanyeol mencoba mengatur nafasnya
agar kemudian ia menjawab “Seorin-sii, kau dalam bahaya sekarang” ucapan
Chanyeol membuat dahi Seorin mengkerut alis satunya di angkat. Ia tidak
mengerti dengan apa yang diucapkan Chanyeol barusan. “bisa kau ulangi lagi, aku
belum paham” pinta Seorin. Chanyeol menghela nafasnya pelan. “Seorin, aku tidak
tahu kenapa ini bisa terjadi, sepertinya ada seseorang yang sudah tahu tentang
mu, eum... tentang kau yang mempunyai kekuatan, aku melihat berita di papan
pengumuman” jelas Chanyeol dan kini Seorin sangat terkejut.
.
Bagaimana bisa ada seseorang yang
tahu tentangnya. Yang tahu tentang dirinya hanyalah Chanyeol, Baekhyun dan
Orangtuanya Chanyeol. Itu yang sekarang Seorin tahu. Dan itu juga sangat
rahasia. Ia meminta Baekhyun, Chanyeol dan orangtuanya Chanyeol tidak
memberitahukan kepada siapapun. ‘apa
jangan-jangan...’ Tiba-tiba dia teringat saat berada di koridor sekolah waktu
itu. Saat bertemu dengan Baekhyun ia menggunakan kekuatannya. Apakah ada siswa
yang melihatnya saat itu? jika itu benar maka, Seorin terpaksa harus keluar
dari sekolah ini dan tentunya akan pergi meninggalkan bumi untuk selama-lamanya.
Dia juga tidak bisa menjaga Chanyeol
lagi.
.
Ia sangat cemas sekarang. Chanyeol
berusaha untuk menenangkan Seorin. “tenanglah, aku pasti akan membantumu” seru
Chanyeol, Ia pun menarik tubuh Seorin kedalam
dekapanya. Ia sangat kasihan kepada yeoja itu. Ani, bukan kasihan tetapi ia
tidak mau jika yeoja yang sangat ia sanyangi harus pergi ke asalnya bahkan
untuk selama-lamanya.
.
.
.
Seorin
sedari tadi hanya termenung di kelasnya. Tak sendirian, Chanyeol masih ada di
dalam kelas semenjak tadi. Dan hanya memperhatikan Seorin saja. Tak perduli
siswa yang berada di luar kelas. Mereka hanya melihat mereka berdua di jendela
kelas. Dan membicarakan mereka berdua.
“Ya!!
lihatlah, apakah Chanyeol tak takut dengannya?”
“dia
itu bukan manusia, bagaimana jika dia menyihir Chanyeol?”
“Astaga
kenapa kau mengkhawatirkan namja cupu itu, ckckck”
“kalo
kita berdiri disini terus, kapan kita bisa belajar?
“tapi,
lihatlah Seorin masih di dalam kelas”
“Hm..
kalo begitu kita usir saja dia!!”
Begitulah
yang diucapkan para siswa tentang mereka berdua. Mereka takut akan keberadaan
Seorin yang ada di dalam kelas. Dan juga tak hanya itu, mereka berpikir akan
teerjadi hal yang buruk. Maka dari itu, mereka berniat untuk mengusir Seorin
dari sekolah ini.
.
Guru
Han yang tahu tentang hal ini, tak tinggal diam. Dia sekarang sedang menuju ke
kelas. Langkah kakinya terlihat sangat cepat. Sesampai di sana ia langsung
meminta Seorin untuk ke ruangannya. Seorin hanya mengangguk pasrah. Ia berharap
keberuntungan menghampirinya.
.
Disisi
lain Chanyeol merasa gelisah. Baekhyun yang sedari tadi disamping Chanyeol
hanya heran. Dia juga sedang bingung, apa yang seharusnya ia lakukan sekarang,
terutama untuk membantu Seorin. Sebuah ide terlintas di otaknya. Ia segera
memberitahukan kepada Chanyeol. “Chanyeol, aku sudah punya cara untuk membantu
Seorin” ucap Baekhyun disertai dengan senyum yang mengembang di wajahnya.
.
Dan
disambut dengan senyuman Chanyeol yang tak kalah mengembangnya dengan Baekhyun.
Ia sangat terlihat senang ketika mendengarnya. Ia beralih menatap Baekhyun.
Raut mukanya menandakan seperti menyuruh Baekhyun untuk menjelaskan tentang ide
apa yang Baekhyun dapat. “Baiklah, aku akan menjelaskannya kepadamu. Eum...
untuk membantu Seorin bagaimana kalau kita mencari siapa yang membuat berita
itu di papan pengumuman” jelas Baekhyun, sedangkan Chanyeol mengangguk ngerti
apa yang barusan tadi Baekhyun katakan.
.
Kemudian,
mereka berdua pun mulai mencari orang itu. Mereka berkeliling di setiap penjuru
sekolah. Baekhyun masih bertanya-tanya kepada siswa lain tentang berita itu.
sedangkan Chanyeol ia terjatuh karena tertabrak oleh seseorang. Ia masih
memegangi bokongnya yang sakit karena terbentur lantai. Orang itu hanya
memandangi Chanyeol saja, sama sekali tak membantunya. Tetapi, tidak apa..
untung saja Chanyeol di bantu oleh Baekhyun. “Ya!! kenapa kau malah berdiri
terus? Bukannya membantu!!” bentak Baekhyun kepada orang yang telah menabrak
Chanyeol.
.
“Cihh..
buat apa aku membantu dia!! Mengotori tanganku saja” jawab orang itu dengan
tersenyum sinis. Kemudian orang itu berlalu pergi tanpa memperdulikan ocehan
Baekhyun yang sangat berisik. “Kai!!” teriak Baekhyun membuat siswa yang berada
di koridor sekolah menatapnya. “dasar namja tak tahu diri!!” umpat Baekhyun. “sudahlah
Baekhyun, kajja kita mencari lagi” Baekhyun dan Chanyeol melanjutkan
kegiatannya lagi. Mereka tak putus asa mencari orang yang sudah menyebarkan
berita tentang Seorin.
.
“sudah
kita cari ke semua tempat dan bertanya ke semua siswa tetapi tidak ada yang tahu”
seru Baekhyun langkahnya terhenti dan duduk di bangku taman. “hm.. kau benar
Baek. Tetapi apakah kita sudah bertanya kepada semua siswa? Sepertinya tidak?!
Baek, ada dua siswa yang belum kita tanyai atau mungkin, merekalah yang
menyebarkan berita itu” ujar Chanyeol seraya membenarkan kaca matanya. “maksudmu,
Kai dan Sehun?” tanya Baekhyun yang dijawab dengan anggukan kepala Chanyeol.
.
>>
Ruangan Guru Han <<
Perasaan
cemas dan takut masih menyelimuti di dalam diri Seorin. Dia tidak bisa
membanyangkan dirinya yang akan pergi meinggalkan bumi ini dan tidak lagi
bertemu dengan Chanyeol. Padahal baru beberapa hari, dia seperti tak ingin
berpisah dengan Chanyeol. Sepertinya virus cinta telah menyebar dalam diri
Seorin. Mungkin, ia menaruh rasa kepada Chanyeol.
.
“Seorin-sii,
coba jelaskan lagi tentang kejadian itu... itu bukan kau kan?” tanya Guru Han
yang ingin tahu kebenarannya. Seorin merasa bingung mau menjawab apa, yang
pasti dia tidak mau jika jati dirinya ketahuan. “I-itu... i-tu___” ketika
Seorin ingin menjawab tiba-tiba terhenti dengan suara pintu yang dibuka dengan
sangat keras. ‘Baekhyun...Chanyeol’ ucap Seorin dalam hati. Guru Han yang
melihat tingkah laku siswanya, segera berdiri dri duduknya. Wajahnya sangat
marah, karena siswanya ini dianggap tidak sopan.
.
“Apa
yang kalian lakukan huh? Chanyeol...Baekhyun... kalian” ucap Guru Han marah. “maaf
Bu, kami tidak bermaksud seperti itu. kami hanya ingin membenarkan tentang
berita itu. Kami yakin pasti itu bukan Seorin” ujar Baekhyun sembari menundukan
kepalanya. “bagaimana mungkin, apakah ada buktinya?”. Tiba-tiba Kai dan Sehun
muncul dihadapan mereka semua. “Jangan dengarkan kata mereka Bu, kami punya
buktinya jika Seorin itu bukan manusia” ucap Kai dengan lantangnya. Ia pun
melangkah maju menghadap Guru Han dan menujukkan video yang direkam oleh Sehun
di dalam Hpnya.
.
“Se-seorin
k-kau....” ucap Guru Han tak percaya. Soerin hanya tertunduk takut. Sorot mata
Guru Han seperti masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat barusan. Tak
terkecuali dengan Chanyeol dan Baekhyun, karena mereka sudah tahu kebenaran
Seorin dari dulu. Chanyeol pun mengajak Seorin untuk pergi dari tempat itu.
menuju ke sebuah tempat yang tenang dan nyaman untuk menghibur Seorin.
.
.
“Ahh...
tak usah khawatir ada aku disini” Chanyeol mencoba menenangkan Seorin. Seorin
malah menangis. Chanyeol menjadi sangat khawatir kepadanya. Ia memilih untuk
memeluknya agar Seorin merasa lebih nyaman. Jujur saja, jantung Chanyeol sudah
tak terkendali (?). Detak jantungnya lebih cepat dari sebelumnya. Dan darahnya
berdesir mengiringi detak jantungnya.
.
Seorin
masih terisak dalam tangisnya. Dan jangan lupa, dia juga masih berada di
pelukan Chanyeol. “Chanyeol-ah,, kurasa aku harus segera pergi” ujar Seorin
dengan manatap tepat wajah Chanyeol. Chanyeol terdiam dengan apa yang barusan
Seorin katakan. “aku harus pergi dan mungkin selamanya, jika aku tetap disini
pasti hal buruk akan terjadi” lanjut Seorin kemudian melepaskan pelukan Chanyeol
dan berdiri. Matanya masih menatap Chanyeol yang sekarang wajahnya berubah
menjadi sedih.
.
Segera
Chanyeol meraih tangan Soerin. Karena, alasan utamanya adalah Soerin harus
tetap berada di sampingnya. Dia tak ingin Seorin pergi meninggalkannya. Dia tak
ingin bahwa hari ini adalah hari terakhirnya melihat Seorin. Karna bagaimana
pun ia tak sanggup jika harus kehilangan Seorin, gadis yang sangat ia cintai. “Aku
mohon, kau jangan pergi... tetaplah disini, karena a-aku mencintaimu Seorin-ah”
Deg....
Jantung
Seorin seakan berhenti setelah mendengar pernyataan Chanyeol. Bahwa Chanyeol
mencintai dirinya. ‘itu tak mungkin’ batinnya. Seorin masih tidak percaya
dengan apa yang ia dengar. Chanyeol tak mungkin mencintainya. Apakah dia lupa
bahwa aku bukan manusia?, pikirnya.
.
“Tidak
mungkin Chanyeol-ah” jelasnya, air matanya mulai deras mengalir dipipi. “tidak
mungkin bagimu, tetapi mungkin bagiku, yeah... kuperjelas lagi bahwa aku
mencintaimu dan aku minta kau jangan pergi meninggalkanku” mata Chanyeol mulai berkaca-kaca.
Air matanya mendesak ingin keluar tetapi ia berusaha menahannya. Chanyeol
menarik Seorin kedalam pelukannya. Sekali lagi ia tetap bersih keras agar yeoja
yang disayanginya tidak pergi meninggalkannya. Chanyeol ingin Seorin berada
disampingnya selamanya.
.
.
>>
1 Tahun <<
Sesosok
namja dengan berperawakan tinggi sedang duduk di taman. Matanya menatap kosong
ke depan. Tak ada pergerakan sama sekali. Semenjak tiga jam yang lalu. Ia
memikirkan seorang yeoja yang amat ia sayangi. Kurasa kalian paham? Benar,
namja itu adalah Chanyeol. Ia sekarang sedang merindukan Seorin. Sejak Seorin
meninggalkan dia waktu itu, ia merasa hatinya tak tega. Tetapi ia harus
menghargai keputusan Seorin. Walau bagaimana pun Seorin harus pulang ke asalnya.
.
Chanyeol
berharap ia bisa bertemu dengan Seorin. Walaupun hanya sebentar saja. Dia ingin
memeluknya, melepas kerinduannya selama ini. Sudah satu tahun Seorin
meninggalkannya. “Seorin-ah... kumohon, aku ingin sekali bertemu denganmu,
walau hanya sebentar saja” matanya memanas. Ia tak bisa menahan air matanya
lagi. Tes... air mata itu mulai membasahi pipinya. Dan pada saat itu juga hujan
turun. Kini, seluruh pakaian sudah basah kuyup akibat air hujan. Ia masih tetap
duduk di bangku taman itu.
.
Hingga
tak sadar, seseorang datang dan memayunginya. Chanyeol mendongakan kepalanya. Menatap
lekat wajah itu. wajah yang sangat ingin ia tatap sampai sekarang ini. Kini dia
datang. Keinginan Chanyeol terkabul. Dengan cepat Chanyeol memeluk orang itu
hingga payung yang di pegangnya jatuh. “Seorin-ah kau datang?!... aku sangat
merindukanmu kau tahu, aku menunggumu... aku tidak ingin kau meninggalkanku
lagi” sebuah ucapan yang keluar dari mulut Chanyeol membuat orang itu menangis.
Seseorang yang tadi datang adalah Seorin.
.
Chanyeol
melepaskan pelukannya. Kedua tangannya memegang pipi Seorin. Menatap lekat
kedua mata indah yeoja itu. “Chanyeol-ah aku juga sangat merindukanmu, dan aku
juga tidak ingin meninggalkanmu lagi... aku ingin terus berada disampingmu
seperti dulu. Walaupun aku tak bisa mejagamu dengan kekuatanku lagi... aku
berubah Chanyeol... pemimpin mengijinkanku untuk menjadi manusia. Tetapi,
kekuatanku sebagai syaratnya. Sekarang ini aku tak lagi mempunyai kekuatan...
tapi aku akan tetap menjagamu dengan sepenuh hatiku, aku menyayangimu
Chanyeol.. sangat” kata-kata tersebut membuat Chanyeol tersenyum.
.
“Tak
perlu menjagaku lagi Seorin... justru aku yang harus menjagamu” ucap Chanyeol. Ia
memegang erat kedua tangan Seorin. Ia merasa bahagia saat ini. “Saranghae
Chanyeol-ah” ungkap gadis itu. Ahh kurasa jantung Chanyeol akan meledak setelah
ini setelah mendegar ucapan Seorin. “nado saranghae” balas Chanyeol disertai
senyumannya.
.
.
FIN

Komentar
Posting Komentar