Tittle : Saranghae
Author : ByunBaek
Cast : Choi Amelia and Do Kyung Soo
Other cast : *temukan sendiri*
Genre : School life, Romance (maybe), marriage life
Rating : General
Lenght : Oneshoot
Warning !!
-No plagitat
HAPPY READING
Yeahh...
kuarasa aku adalah gadis beruntung saat ini. Aku bisa menjamin itu. –Choi
Amelia
Dan benar,
bahkan sekarang ini... aku juga sangat bahagia bisa hidup bersamamu.. aku
mencintaimu –Do Kyungsoo
Choi Amelia pov
First time
I meet with you
“Yeahh... kau benar!! Aku akan segera menemuimu Seul
Rin!!” ucapku kepada temanku yang baru saja keluar kelas. Karena saat ini, bel
istirahat sudah berbunyi dan itu artinya para siswa akan segera mengisi perut
mereka di kantin. Walaupun ada beberapa siswa yang membawa bekal dari rumah. Aku
melangkah dengan penuh semangat. Tidak peduli dengan tatapan tajam beberapa kakak
kelas yang berada di koridor. Kau tahu, aku melangkah seperti yang bisasa anak
kecil lakukan. Kurasa kalian benar, mereka akan mengira bahwa aku seperti anak
kecil yang tersesat di antara orang-orang yang mulai menginjak dewasa. “Aww!!”
pekiku saat kakiku terkilir. Dan jangan tanya, ini bahkan rasanya sangat sakit
sekali. Seperti mau patah. Aku tidak memikirkan terlebih dahulu bahwa akan
menjadi seperti ini. Aku selalu bertindak tidak memikirkan resikonya. Itu
sifatku, biar kalian tahu. “kau tidak apa-apa kan?” tanya seseorang, aku segera
mencari tahu siapa pemilik suara itu. Ternyata dia seorang namja. “hanya
sedikit sakit” balasku sembari tanganku memijat-mijat kakiku yang terkilir.
SKIP
“Apakah sekarang sudah merasa baikan?” tanyanya. Aku
hanya menganggukan kepalaku pelan. Sembari meminum air mineral yang ia beli di
kantin. Dan menurut hatiku sekarang, aku merasakan kebaikan yang ada di dalam
dirinya. Sebelumnya, aku juga bertemu dengan namja-namja di sekolah ini. Namun,
kurasa dia namja paling baik yang pernah kutemui. “kajja, kita ke kelas, pasti
sebentar lagi bel berbunyi” namja itu meraih tanganku dan menuntunku, karena
kakiku masih sangat susah jika di ajak berjalan . Jadi, dia membantuku untuk
berjalan. Sepertinya, aku merasakan ada sesuatu yang aneh dalam diriku. Ketika
namja itu memegang tanganku, tiba-tiba jantungku berdetak sangat kencang, dan
itu membuatku merasa gugup. Waktu itu, aku pernah membaca artikel di internet. Seseorang
yang sedang jatuh cinta, jantungnya akan berdetak kencang. Tidak seperti
biasanya. Jadi, apakah aku sedang jatuh cinta saat ini? dengan namja yang ada
disampingku ini?
For this
day, I’m so happy
Dan seperti sebelumnya, hariki-hariku diisi dengan
kebahagiaan yang diberikan oleh Kyungsoo. Yap!! Namja yang menolongku waktu itu
bernama Kyungsoo. Dia adalah namja yang sangat lucu dan bisa membuatku tertawa
jika ia bertingkah seperti anak kecil. Sepertinya dia jago ber-aegyo. Oh
tidak!! pasti perutku akan sakit jika aku terus membayangkan wajahnya saat itu.
Saat ini, aku sedang duduk di sebuah halte bus yang
biasa aku tempati jika aku akan berangkat sekolah. Aku sedang menunggu
seseorang. Hari kemarin, dia telah berjanji bahwa hari ini akan mengajakku
kesebuah tempat. Aku tidak tahu, dia akan membawaku kemana. Yang pasti,
sepertinya tempat itu sangat spesial. Aku sempat bertanya kepadanya mengenai
tempat itu, tetapi dia menjawab “sudahlah nanti kau juga tahu” Ya!! yang benar
saja, dia sudah membuatku penasaran.
Aku terus saja menengok jam yang ada di pergelangan
tanganku. Aku takut jika ia membohongiku. Tetapi menurut perasaanku, sepertinya
Kyungsoo bukan tipe namja yang suka memberi harapan palsu. Kalau saja
perasaanku salah, aku tak segan-segan memukul wajahnya jika aku bertemu
dengannya besok.
“maaf... aku terlambat, kau tak marah kan?” ucap
namja yang dari tadi kutunggu. Dan akhirnya, tentang pukulan itu kurasa aku
membatalkannya. Dia sudah menepati janjinya padaku. Aku tersenyum lega kepada
Kyungsoo. “sudahlah, yang pasti saat ini kau telah menepati janjimu itu.
Tadinya, kalau kau tak datang aku akan memukul wajahmu. Tetapi jangan khawatir,
aku sudah membatalkannya” sahutku sembari terkekeh melihat wajah imutnya. “dan
benar dugaanku, sepertinya kau yeoja yang tomboy”.”Ya!! terserah kau sajalah”
balasku sembari mengerucutkan bibirku.
That’s
right, I like you
Hari ini, aku merasa senang. Kyungsoo mengajakku ke
sungai Han. Aku sangat berterimakasih kepadanya. Aku juga senang bisa
bersahabat dengannya. Dia merupakan sahabat yang sangat perhatian. Tunggu,
mengingat kalimat perhatian. Apakah kalian berpikir sama sepertiku?. Okay, biar
aku jawab. Pasti kalian berpikir bahwa Kyungsoo menyukaiku. Atau dia bersifat
seperti itu karena hanya aku sahabatnya?. Kurasa hanya Kyungsoo dan Tuhanlah
yang tahu.
“Kyungsoo-ya~ gomawo” ucapku sembari memeluknya. Dia
hanya tersenyum kecil dan menjawab “ne cheonma” kemudian aku melepas pelukanku.
Senyumanku masih tidak hilang dari raut wajahku. “Chingu, sebenarnya aku
mengajakmu kesini untuk memberitahumu tentang sesuatu hal” seru Kyungsoo dia
terus menghadap ke arah depan melihati pemandangan di sekitar sungai Han. “katakanlah,
aku akan mendengarnya” sahutku. Arah pandangku tertuju kepada Kyungsoo yang
sekarang ini menatap lekat wajahku. “Kurasa perasaanku ini benar bahwa aku
mencintaimu” Seketika detak jantungku berhenti sekejap mendengar kata yang
terakhir Kyungsoo ucapkan. “mencintaimu” apakah ini sungguhan? Apakah aku
sedang tidak bermimpi? Aku mencoba mencubit lengan kananku dengan tangan yang
satunya. Yeah, dugaanku tidak salah. Bahwa sekarang ini, aku tidak sedang bermimpi.
Berarti ini sungguhan. Dan juga tidak ada kebohongan.
“mencintaiku?” tanyaku yang masih tidak percaya. Dia
tidak menjawabnya, melainkan dia menganggukan kepalanya seolah-olah dia
berkata-iya-. “Aku sangat mencintaimu, sungguh” tak kurasa, sebuah tetesan air
jatuh tepat dipipiku. Untuk detik ini, aku merasa sangat bahagia sehingga, aku
tidak bisa membendung lagi air mataku. Aku memeluk Kyungsoo dan kemudian aku
berkata “nado... Kyungsoo-ya~ aku juga mencintaimu” balasku di sela-sela
pelukanku dengannya. Aku sudah tahu tentang perasaanku saat pertama kali aku
bertemu dengannya. Aku bahkan terus memikirkan tentang pernyataan itu. kalian
boleh saja menganggapku konyol. Yeah... aku akan terima itu. Aku sudah jatuh
cinta pada pandangan pertama. Jadi untuk saat ini, persaanku dengannya sama. Dia
mencitaiku dan begitu juga denganku. Aku berharap aku bisa terus mencintainya
selamanya.
1 bulan kemudian....
Hari ini aku sangat sibuk. Bahkan selama seharian,
aku tak bisa meninggalkan buku pelajaranku. Karena ujian tinggal tiga hari
lagi, aku sedang serius belajar. Hei, baru pertama kali aku menjadi murid yang
rajin. Dulu keseharianku hanya main,main dan main. Mengingat nasehat ibuku, aku
jadi tak ingin membuatnya kecewa lagi. Saat ujian kemarin, nilaiku rendah dan
itu membuat ibu, sehari semalam memarahiku terus. Aku kasihan pada ibuku yang
setiap waktu memarahiku. Aku berharap untuk ujian kali ini aku tak
mengecewakannya lagi.
“Annyeong chingu” sapa seseorang kepadaku. Aku
merasa pernah mendengar suara ini. Tapi siapa yah? Aha!! Aku sekarang ingat,
itu suara Seul Rin. Dia temanku sejak kecil. Selama satu bulan ini aku baru
mendengar suaranya. Bahkan ini untuk yang pertama kalinya. “hei, kenapa kau
baru datang?” tanyaku. Dia kemudian duduk disampingku, dan menjawab “akhir-akhir
ini, guru Jung memberiku tugas. Jadi, aku tidak sempat menemuimu” jelasnya. Aku
mengangguk pelan kemudian menutup bukuku yang tadinya kubaca. “wah...daebak!!
kau berubah Amelia, untuk pertama kalinya, aku melihatmu serius belajar. Apakah
ini bukan mimpi?” ckckckck... dia sangat lebay. “Ah benar, ini bukan mimpi Seul
Rin” jawabku datar.
“aku akan membuat pesta untuk ini” ucapnya. Aku
tidak bisa mencerna ucapannya itu. Tadi, dia mengatakan akan membuat pesta. Kurasa
dia sudah gila, apakah dia membuat pesta dengan alasan aku yang sudah berubah
karena belajar tadi ya bisa dikatakan siswa rajin. Sungguh, tidak masuk akal. Ini
seperti kekanak-kanakan. “itu tidak mungkin terjadi Seul Rin” seruku. “wae? Apa
kau tak suka?” tanyanya. Sudah kuperjelas tadi, bahwa orang yang mengadakan
pesta semacam itu kekanak-kanakan. Seperti orang bodoh saja. “aku hanya ingin
ketenangan saja, apa kau lupa? Tinggal tiga hari lagi kita ujian, apa kau tidak
menyadari itu?” tanyaku kepada Seul Rin. Ahh yang benar saja, sepertinya dia
tidak sadar.
“sudahlah tak usah memikirkannya, aku duluan... bye
sampai ketemu besok” aku meninggalkan Seul Rin di taman. Karena, aku teringat
akan Kyungsoo yang menjemputku. Kurasa dia sudah lama menunggu. Jadi kuputuskan
untuk segera menemuinya. Aku merasa sangat bersalah kepadanya. Sudah membuatnya
menunggu lama. Ah benar!! Ternyata dia sudah menungguku di depan gerbang. Aku
segera mempercepat langkahku agar segera sampai di hadapannya. “sepertinya, aku
sudah membuatmu menunggu lama?” tanyaku saat sampai dihadapannya. “sudahlah,
lebih baik kau masuk... lagi pula hari juga sudah mulai malam. Palli!” ucapnya.
Dia memang berhati baik. Aku tahu itu tak pantas. Karena perbuatanku itu, dia
jadi menunggu lama. “mian Kyungsoo-ya”.”aniyo, kau tak berbuat salah, aku juga
belum lama menunggumu disini”. Oh syukurlah....aku bisa bernafas lega sekarang.
2 tahun kemudian...
Kita memang ditakdirkan untuk bersama
Cinta mempertemukan kita sampai sekarang ini
Berbahagia denganmu merupakan keberuntungan untukku
Tak ada hal lain, selain aku mencintaimu, bahkan
sangat mencintaimu
Aku berharap kita bisa selamanya seperti ini
Saranghae Kyungsoo-ya, berharap aku bisa menjadi
istri yang baik untukmu
--- Choi
Amelia ---
Bahagia!! Yah... aku sangat bahagia hari ini,
bertepatan hari ulang tahun anakku. Aku dan suamiku hanya membuat pesta
kecil-kecilan di sebuah taman di Seoul, ya... bisa dibilang seperti piknik. Kyungsoo
kecil selalu saja menolak jika aku membuatkan pesta yang cukup meriah. Dengan
beralasan, dia tidak mau merepotkan eomma dan appanya. Sungguh anak yang baik. Sifatnya
seperti appanya. Kurasa Kyungsoo telah menurunkan sifatnya ke Do Min Jin. Dia
juga memiliki mata yang bulat dan pipi yang sedikit berisi, bisa disebut cubby.
Pasti kalian penasaran dengan keadaanku yang
sekarang ini? aku telah menjadi seorang istri. Lebih tepatnya menjadi nyonya
Do. Pada waktu itu...setelah lulusan sekolah, Kyungsoo melamarku. Dan pada saat
itu juga eomma dan appaku langsung merestuinya. Ahh jangan menanyakan soal
perasaanku. Yang pasti aku akan mengatakan bahwa aku sangat senang, bahagia,
terharu dan sepertinya aku akan menangis saat itu juga. Sama seperti sekarang ini. Hari ini adalah
hari yang paling bahagia yang pernah kurasakan. Dan aku tidak akan
melupakannya.
“Min Jin-ah, eomma punya sesuatu untukmu” seruku
memanggil putra kesayanganku yang sedang asyik bermain dengan ayahnya. “ahh..eomma,
Min Jin thedang belmain dengan ayah... untuk mathalah hadiah nanti thaja, Min
Jin juga tak telalu menginginkannya” sahut Min Jin yang masih asyik bermain.
Astaga!! Bahkan dia tahu, bahwa aku akan memberikan sebuah hadiah untuknya. “baiklah
terserah Min Jin saja” kemudian, aku melirik Kyungsoo yang sedang mengajari Min
Jin cara bermain sepak bola. Kulihat, semakin hari dia semakin tampan. Yah!! Aku
jadi teringat saat masa SMA.
“Nyonya Do, kenapa kau terus memperhatikanku?” ucap
Kyungsoo menyadarkanku saat aku masih memperhatikannya. “Kau terlihat lucu saja”
balasku disertai senyuman manis. “kau berbohong, pasti ada alasan lain untuk
itu atau sepertinya kau senang melihat wajah tampanku ini?” Ya Tuhan, dia
sangat percaya diri. Walaupun alasan itu benar. “daebak!! tebakanmu benar”.”sudah
kuduga” balasnya. “appa cepat ajali Min Jin lagi, kenapa malah athyik mengoblol?”
Min Jin kenapa kau sangat lucu. Kau membuat eommamu ingin tertawa saat kau
berbicara. “Aigoo... ternyata anak appa tidak sabaran ya?! baiklah akan appa
ajarkan, lihat baik-baik ne” ucap Kyungsoo.
Hatiku senang jika melihat Min Jin bahagia. Aku berharap kebahagiaan ini
tidak akan hilang untuk selamanya. Aku ingin keluargaku seperti ini.
FIN
-

Komentar
Posting Komentar