Tittle : Special Girl
Author : ByunBaek
Cast : Park
Chanyeol <박 찬녈> &
Yoon Seorin (OC) <윤 서 린>
Other cast : Byun
Baekhyun <변 백 현>
Genre : Fantasy,
friendship, School life, Sad, romance
Rating : PG-16
Lenght :
Threeshoot/1
Cover by : Anita Siska L
Cover by : Anita Siska L
Warning!
-
Don’t copy
-
This Fanfiction is mine, no plagiat
-
No silent readers
-
Typo merajalela (mungkin)
HAPPY
READING
Seorang namja
berkaca mata, berambut hitam mempunyai kulit putih dan juga tubuh yang tinggi
sedang terlihat sibuk dengan pekerjaannya. Sedari tadi, tangannya
bergerak-gerak mengikuti pola yang ia buat. Tak membiarkan celah sedikitpun
terlihat. Ia terus melapisi kain kanvasnya dengan berbagai macam warna.
.
Dan itu membuat
lukisannya menjadi indah dan kemungkinan akan cantik jika diberi pigura. Dan
dipajang diruangan. Tetapi, kenyataannya dia hanya membiarkan lukisan itu
tergeletak disana. Sebelum ia beranjak pergi, namja itu melihati lukisan yang
ia sendiri ciptakan.
.
Sebuah senyuman
terlihat di raut wajahnya. “Aku takkan membiarkanmu terlihat oleh banyak orang.
Aku akan meletakkanmu dikamarku, agar aku saja yang bisa melihatmu setiap hari”
ucap namja berkacamata itu kepada lukisannya. Sepertinya lukisan itu sangat
spesial untuknya.
.
“Chanyeol-ah
cepatlah keluar, eomma sudah menyiapkan makanan untukmu!” terdengar teriakan
seorang wanita paruh baya nyaring di telinga namja itu. Chanyeol. Namja berkaca
mata itu adalah Park Chanyeol. Dengan segera ia berdiri kemudian kakinya
melangkah menuju keluar kamarnya. Bunyi pintu berderit ketika Chanyeol
menutupnya.
.
“Chanyeol-ah,
eomma memasak makanan kesukaanmu” seru Ny. Park kepada putra kesayangannya.
Chanyeol yang baru saja sampai segera duduk di kursi dan mengambil piring dan
sendok. “cepatlah, nanti kamu terlambat sekolah” ucap Ny. Park lagi sembari
mengambil nasi dan lauk untuk putranya. “ne eomma” balas Chanyeol tak lupa
disertai dengan senyumannya.
.
.
Karena hari ini
ada ulangan, Chanyeol belajar terlebih dahulu mengulang kembali apa yang
dipelajari semalam. Mulutnya terus berkomat-kamit dan matanya terus memandang
buku catatannya. Tak ada suara yang terdengar, ia terus menerus menghafalkan
materi. Sampai tak sadar bahwa ada seseorang yang dari tadi terus memandanginya
dengan mata sipit yang ia miliki.
.
Tak ada kalimat
yang keluar dari orang itu, karena ia takut akan menganggu sahabatnya yang
sedang belajar. “Eoh... kau. Sejak kapan kau ada disini?” Ucap Chanyeol yang
tersadar akan keberadaan sahabatnya. “sudah lama, kau saja yang terlalu serius
belajar, jadi tak tahu aku disini” jelas Baekhyun disertai senyuman manisnya.
Yap! Namja bermata sipit itu bernama Byun Baekhyun. Satu-satunya
sahabat Chanyeol.
.
.
.
“Jadi, kau mau
berkunjung kerumahku? Boleh saja” ucap Chanyeol sembari menikmati es krim yang
tadi ia beli bersama Baekhyun. “Aku senang jika ada orang yang mau berkunjung
kerumahku, apalagi sahabatku” sambung Chanyeol. Senyumnya tak henti-henti
hilang dari wajahnya.
.
Chanyeol memang
suka tersenyum kepada semua orang. Entah itu hobi atau bukan. Yang pasti ia
akan tersenyum kepada semua orang. Dia seperti orang yang selalu ceria. Dan
keceriaan itu tak pernah hilang dari kesehariaan. Siapa bilang dia tidak
mempunyai masalah? Sebenarnya, senyuman itu hanya sebuah kebohongan belaka.
Senyuman itu, hanya menutupi masalah yang dideritanya. Dia tidak mau, membuat
orang disekitarnya mengakhawatirkan keadaanya. Apalagi dengan kedua
orangtuanya. Pasti ia akan menyesal jika membuat ayah dan ibunya sedih.
.
“Baiklah sepulang
sekolah nanti, sekalian kita pulang bersama” ucap Baekhyun dan ia pun
melambaikan tangannya. Karena, ia akan masuk ke kelasnya. Baekhyun tidak
sekelas dengan Chanyeol. Itu yang membuatnya sedih. Ia merasa sedih jika ia tak
bisa bersama dengan Chanyeol. Ia selalu teringat akan keadaan Chanyeol
dikelasnya.
.
Apalagi
sahabatnya itu sekelas dengan anak berandalan yang hobinya membuat siswa-siswa
yang dimata mereka lemah selalu diperlakukan seperti budak. Anak-anak berandal
itu menyebut dirinya sebagai “Wolf Boy”. Padahal, ia sudah berbicara kepada
Chanyeol agar pindah dari kelas itu. Tetapi selalu ditolak olehnya. Dan hal
yang dilakukan Baekhyun saat ini adalah hanya membantu Chanyeol dalam menghadapi
masalahnya. Ia selalu siap menghadapi
anak-anak berandal itu. karena satu hal, demi sahabatnya.
.
Disisi lain
tepatnya di kelas yang ditempati Chanyeol. Keributan selalu terjadi dikelas
itu. Hanya permasalahan kecil, tetapi diakhiri dengan perkelahian. Chanyeol
yang terusik dengan kebisingan itu hanya mendesah pelan. Ia hanya diam
ditempatnya. Sebenarnya, Ia ingin membereskan permasalahan itu dan membuat
kelasnya menjadi tenang. Tetapi, apa daya? Itu hanya membuat permasalahan ini
semakin menjadi besar.
.
Dia terus terdiam
ditempatnya sembari membaca buku yang ia pegang. “Hei sudah hentikan saja, aku
sudah bosan dengan pertunjukan ini. lebih baik kita cari mangsa lain” ucap
salah satu anggota di geng itu dengan memasang senyuman yang sulit diartikan. Kemudian,
Kai ketua “Wolf Boy” menghampiri Chanyeol yang sedang terduduk di bangku depan.
Ia terus menampilkan smirknya. Sepertinya dia akan berbuat sesuatu kepada
Chanyeol.
.
“Hei lemah!! Aku
tagih janjimu!” bentak Kai sembari tangannya memegang pundak Chanyeol. Saat
ini, Chanyeol merasa gugup dan cemas. Ia pun segera mengambil buku dan langsung
diberikan kepada Kai. Ia tidak mau berurusan dengan anak itu. “bagus, kau
mengerjakannya dengan baik. Aku akan memberikanmu hadiah sebagai balasan kerena
kau telah mengerjakan tugasku” bisik Kai ditelinga Chanyeol. Chanyeol hanya
bergidik ngeri mendengar ucapan anak itu. “Selama satu bulan ini kau akan
menjadi pembantuku arraseo?” ucap Kai
dan itu membuat Chanyeol melotot tak percaya.
.
“Mwo?!” ucap
Chanyeol tak percaya. “Astaga kau menolak? Jika kau menolak, maka aku tak
segan-segan membuatmu menderita” ucap Kai dengan santainya. Kemudian, ia pun
pergi dari tempat itu. begitu pula dengan anggotanya. Ia terus berjalan
mengikuti ketuanya. Chanyeol hanya berdecak kesal. “Kenapa harus ada seperti
ini disekolah? Bukankah ini tempat untuk menuntut ilmu? Ya Tuhan, apa yang
harus aku lakukan setelah ini?” tak lama kemudian guru Kim pun masuk kedalam
kelas. Chanyeol pun memperbaiki duduknya dan segera ia mengambil buku di dalam
tasnya. Dan itu tandanya ia sudah siap menerima materi dari guru Kim.
.
.
Akhirnya waktu
yang ditunggu para siswa pun datang juga. Bel pulang sudah berbunyi. Jadi, ini
adalah waktu para siswa terbebas dari ocehan para guru dan tumpukan soal yang
menghantuinya setiap hari. Begitu juga dengan namja yang bermarga Byun. Ia
sedang terlihat cerah hari ini. Ia berjalan dengan penuh keceriaan menuju ke
kelas sahabatnya.
.
Saat ia membuka
pintu, raut wajahnya berubah menjadi marah. Ia marah saat melihat Chanyeol
sedang di pukuli oleh “Wolf Boy” geng sialan itu. kemudian, ia mempercepat
langkahnya menghampiri mereka. Tak segan-segan ia menonjok wajah Kai dengan
satu tangannya. Tak habis pikir kenapa mereka selalu saja membully para siswa
disini?
.
Amarahnya kali
ini sedang memuncak. Jadi, ia tak sadar akan perlakuannya terhadap ketua geng
itu. “Kau? Beraninya kau menonjok Kai. Jangan ikut campur urusan kami dengan si
lemah ini. Jika kau tak pergi, kau akan
menjadi korban kami selanjutnya!” gertak Sehun salah satu anggota “Wolf Boy”.
“Aku tak takut akan ancamanmu itu! Ck! terdengar kekanak-kanakan” ucap Baekhyun
sinis.
“Mwo? apa kau
bilang??” kali ini Kai yang angkat bicara. Sekarang ia sangat marah dengan
ucapan Baekhyun tadi. Salah satu tangannya mengepal erat. Kai akan memukulkanya
tepat di wajah Baekhyun. Tetapi sebuah suara menghentikannya. “Kai-sii j-jangan
sakiti Baekhyun. A-aku tak mau dia terluka. Biar aku saja yang merasakan
sakitnya. karena ini salahku tidak mau menuruti perintahmu” seru Chanyeol yang sekarang
ini sedang menahan rasa sakitnya akibat pukulan dari Kai.
.
“Cih, dramatis
sekali. Baiklah, aku akan membiarkannya lolos asalkan kau menuruti perintahku!”
ucap Kai yang tepat di wajah Chanyeol. Sehingga, ia bisa merasakan deru nafas
Kai. “B-baiklah a-aku akan menuruti perintahmu” balas Chanyeol dengan lemah dan
ia pun tak bisa menahan beban tubuhnya lagi. Ia tergeletak pingsan tepat di
depan Kai. Baekhyun yang melihat itu merasa khawatir, ia pun segera menghampiri
Chanyeol yang sekarang ini tak sadarkan diri.
.
“Baiklah, cepat
kita pergi sebelum guru berdatangan kesini” perintah Kai kepada temannya.
Dengan wajah tak bersalahnya ia melangkah pergi begitu saja. Tanpa ada kata
maaf yang terucap di bibirnya. Baekhyun menghela kasar. Tangannya terus saja
mengguncang-ngguncang tubuh Chanyeol yang tidur terlentang di lantai kelasnya.
Tak perlu menunggu waktu lama, Baekhyun segera menelpon untuk meminta bantuan.
.
.
“Astaga!! Kenapa
teman tuan?” teriak seseorang setelah melihat keadaan Chanyeol yang sekarang.
“sudahlah lebih baik kita bawa kerumahnya!! Aku takut jika ia semakin parah”
seru Baekhyun kepada sopirnya kemudian langsung memapah tubuh Chanyeol yang
masih lemas. Orang itu hanya mengangguk cepat dan menuruti perkataan Baekhyun.
.
>> di rumah
keluarga Park <<
Tok...
tok....tok....
“Ahjuma...ahjuma
tolong bukakan pintu” seru Baekhyun iya semakin cemas dengan keadaan Chanyeol.
“Ya Tuhan,
Chanyeol kau kenapa? Cepat bawa masuk” titah Ny. Park. Baekhyun pun menuruti
perintah eomma Chanyeol. Ia segera memapah tubuh Chanyeol dan menidurkannya di
kamarnya. Kebetulan kamar Chanyeol terletak dekat di ruang tamu. Ny. Park
datang dengan membawa sesuatu di tangannya. Ia kemudian duduk di kursi sebelah
tempat tidur Chanyeol. Dan mengambil kain yang ia basahi dengan air lalu
diusapkan ke wajah Chanyeol yang luka.
.
“Baekhyun-ah kenapa
Chanyeol bisa seperti ini? apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Ny. Park kepada
Baekhyun yang berada tepat disampingnya. Raut muka Baekhyun terlihat sendu
menatap Chanyeol, yang berstatus sahabat terbaiknya. “Ahjuma, ini merupakan
salahku. Aku terlambat, aku terlambat menolong Chanyeol. Ia dipukuli oleh geng
berandal itu. Maafkan aku ahjuma karena tidak menjaga Chanyeol dengan Baik”
jawab Baekhyun air matanya kini mulai mengalir dipipinya. Ia tak bisa
menahannya dengan baik. Ia terus terisak dengan keadaan Chanyeol yang seperi
ini.
.
“Sudahlah, ini
bukan salahmu. Kau juga telah menolong Chanyeol dengan membawanya kesini” seru
Ny. Park sembari mengelus-elus pundak Baekhyun. “sebaiknya nak Baekhyun pulang.
ini sudah malam, nak Baekhyun bisa kesini lagi besok” kata Ny. Park terhadap
Baekhyun. Segera ia mengatar Baekhyun keluar dari kamar Chanyeol dan menuju kedepan rumahnya.
“Ahjuma saya pulang, besok saya akan kesini menjenguk Chanyeol, Annyeong” pamit
Baekhyun sambil membungkukan badannya sembilan puluh derajat. Kemudian ia
melangkah pergi menunju mobilnya yang terpakir di depan rumah Chanyeol.
.
“Ayo ahjussi”
perintah Baekhyun kepada Kim ahjussi . Pandanganya terus menatap rumah
Chanyeol. “Baik tuan” balas Kim ahjussi kemudian ia menyalakan mobilnya dan berlalu
pergi. Rumah Chanyeol semakin jauh tidak terlihat dari penglihatan Baekhyun.
Kemudian, ia mengalihkan pandangannya kedepan. Ia terus mengkhawatirkan keadaan
Chanyeol. Baekhyun berharap, sahabatnya segera siuman dan kembali seperti
semula. Yang selalu ceria dan tersenyum.
.
>> keesokan
harinya <<
Seorang yeoja
dengan berpakaian dress berwarna putih dan berambut panjang, Kini tengah
memperhatikan seseorang yang sedang tertidur disebuah ranjang. Yeoja itu
berdiri tepat di samping tempat tidur. Tangan kanannya mencoba untuk
menghalangi sinar matahari agar tidak mengenai wajah tampan itu. “aku akan
menjagamu Chanyeol, dan aku ingin membuatmu bahagia” ucapan lembut itu keluar
dari bibir mungil yeoja cantik itu. “Aku takkan membiarkan orang-orang itu
terus menyakitimu” sambungnya.
.
Tangan yeoja itu
mengusap lembut rambut namja yang sedang ditatapnya. Hingga membuat namja itu
membuka matanya pelan. Karena sinar matahari yang begitu terang. Namja itu
memicingkan matanya. Tangannya bergerak untuk mengambil kacamata yang terdapat
di meja dekat ranjangnya.
.
Dia mulai melihat
dengan jelas. Ketika tatapannya menangkap sesosok yeoja yang sedang berdiri
disampingnya, membuat namja itu terkejut seketika. Begitu juga dengan yeoja
itu. “si-siapa kau? Kenapa kau ada dikamarku? Apa yang kau lakukan disini?”
pertanyaan itu terlontar oleh mulut namja berkacamata itu.
.
Yeoja itu
terlihat kebingungan. Ia gugup, ia tak tahu apa yang harus ia jawab sekarang.
“ke-kenapa kau diam saja?” tanya namja itu lagi. “tenanglah Chanyeol, aku tidak
akan menyakitimu percayalah. Aku datang kesini, hanya menjalankan tugasku untuk
menolongmu” jelas yeoja itu kemudian bibir mungilnya membentuk lengkungan.
Yeoja itu tersenyum manis kepada Chanyeol.
“dan bagaimana
kau tau namaku?”
“Ahh... itu tidak
perlu tahu, tapi sekarang aku akan menyembuhkan lukamu dulu”
Tangan yeoja itu
menyentuh wajah Chanyeol yang terdapat luka lebam disana. Dan itu membuat
Chanyeol sedikit meringis kesakitan.
“sekarang,
wajahmu kembali seperti semula” kata yeoja itu senang.
Chanyeol jadi
merasa penasaran akan yeoja ini. bagaimana bisa ia menyembuhkan hanya butuh
waktu beberapa detik saja. Apakah yeoja itu semacam penyihir? Tapi Chanyeol
tidak percaya dengan hal semacam itu. Bagaimana mungkin ada penyihir di zaman
sekarang. Yang ia tahu hanyalah pesulap. Yang kesehariannya hanya
mempertunjukan trik-triknya untuk mengelabuhi para penonton.
.
“siapa namamu?”
tanya Chanyeol singkat sembari mengubah posisinya menjadi duduk. “namaku Yoon
Seorin” balasnya. “kau datang dari mana? aku baru melihatmu sekarang. Dan
kenapa kau berada di dalam kamarku? Apakah sebelumnya, keluarga kami pernah
mengenalmu?” kini tatapan mereka sedang dalam beradu. Seorin menatap Chanyeol
dengan sorotan matanya yang sipit itu.
.
“jika aku
memberitahumu bagaimana aku datang dikamarmu pasti kau takkan percaya. Dan kau
benar, kau baru pertama kali melihatku. Aku datang kesini hanya untuk
menjalankan tugasku” ucap gadis itu sebelum ia berlalu pergi.
.
>> Chanyeol
pov <<
Dia menghilang
begitu saja. Tanpa berjalan sekalipun. Sebenarnya siapa dia? Apakah dia seorang malaikat? Ahh... membuatku
pusing saja. Sebaiknya, aku harus cepat-cepat membersihkan diri.
SKIP
Karena ini hari
libur, aku tak lupa membersihkan ruang kamarku. Badan ini terasa segar setelah
gadis itu menyembuhkan lukaku. Bagaimana mungkin? Sepertinya tanganya sangat
ajaib.
.
Tiba-tiba pintu
kamarku terbuka. Seseorang tengah menghampiriku yang sedang membereskan tempat
tidurku. Aku hafal, karena ia adalah sahabatku Baekhyun. aku memandang wajahnya
dengan penuh keheranan. Kenapa dia menatapku seperti itu? apakah ada yang salah
dengan penampilanku?
.
Aku pun mencoba
untuk bertanya kepadanya. “Oh kau, kenapa kau datang sepagi ini? dan kenapa kau
menatapku seperti itu? apakah ada yang salah dengan penampilanku?” dan ia hanya
diam saja. “Astaga, kenapa kau diam saja?” tanyaku lagi, dia semakin membuatku
bingung saja. “C-chanyeol kenapa luka diwajahmu bisa hilang dengan cepat?
Padahal luka seperti itu bisa hilang sekitar satu minggu lebih. Dan kenapa kau
tak istirahat?” jadi karena itu dia terus menatapku.
.
“sebenarnya aku
bisa menjadi seperti ini, karena gadis itu” jawabku. “gadis itu? nuguya?”
Baekhyun mulai penasaran dengan yeoja yang tadi telah menyembuhkan lukaku.
“yang pasti itu sangat rahasia” aku mencoba menutupi tentang gadis itu.
Sepertinya tidak tepat jika aku beritahukan sekarang. Lagi pula jika aku
mengatakan hal itu kepadanya pasti aku dikira tidak waras olehnya. Dan aku
tebak pasti dia berkata “Mwo?! kau sudah gila! Mana mungkin ada orang yang
menghilang begitu saja dan bisa menyembuhkan luka hanya dengan sentuhan? Kau
aneh” pasti itu yang akan dikatakan oleh Baekhyun.
.
Aku pun mengajak
Baekhyun untuk keluar dari kamar. Tak banyak pun yang kami lakukan. Semenjak
tadi, rasa canggung menyelimuti kami berdua. Aku merasa aneh saja, kenapa aku
menjadi seperti ini? padahal biasanya kami sangat akrab. Dan kurasa Baekhyun
masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya sekarang.
.
Aku mencoba untuk
mengajak ia berbicara untuk menghilangkan rasa canggung kami. “eum... Baekhyun
terimakasih untuk kemarin” seruku kepada Baekhyun. “eoh itu.. ne Chanyeol itu
sudah seharusnya. Bukankah kita bersahabat sudah lama? Aku juga sudah
menganggapmu sebagai saudaraku. Tak usah dipikirkan lagi”.
.
“eoh Chanyeol
kenapa kau tak istirahat, Aigoo... kenapa dengan lukamu itu?” tiba-tiba eomma
melihatku bersama Baekhyun. Dia terkejut saat melihat luka diwajahku hilang.
Astaga kenapa mereka seperti itu saat melihatku sudah sembuh? Bukankah
seharusnya mereka senang?
.
“kenapa orang
dirumah ini sangat terkejut dengan kesembuhanku eoh? Astaga seharusnya kalian
senang” ucapku yang sudah risih dengan tatapan mereka. lebih mengejutkan lagi,
gadis itu tiba-tiba muncul dihadapanku dan juga Baekhyun dan eomma. Lengkaplah
sudah -_- . kenapa Seorin muncul disaat seperti ini? Huft sekarang apa yang
harus aku jelaskan kepada mereka?
.
>> 10 menit
<<
“jadi kau yang
menyembuhkan anakku?! Aigoo... terimakasih banyak Seorin-sii. Tetapi aku masih
tidak mengerti penjelasan tentang asalmu. Apakah ada tempat seperti itu di
dunia nyata ini?” seru eomma kepada Seorin. Sepertinya eommaku sangat penasaran
tentangnya. “tentang itu ahjumma, tempat tinggalku berada pada titik dimana
manusia tidak dapat melihat dengan mata telanjang. Dan itu sangat rahasia”
jelas Seorin. Dan aku juga bingung dibuatnya. Apakah disana lebih indah dari
pada di bumi? Apakah lebiah menyenangkan dari pada disini?
.
>> Author
pov <<
Hari yang begitu
cerah, disambut oleh namja berkaca mata yang kini sedang berangkat sekolah. Ia
terus tersenyum, dia terlihat sedang bahagia. Chanyeol berangkat sekolah dengan
berjalan kaki. Ia lebih memilih itu dari pada harus mengikhlaskan uangnya untuk
membayar biaya angkutan umum.
.
Sesampai ia
disekolahnya, tiba-tiba raut wajahnya berubah. Tadinya tersenyum sekarang
seperti terlihat ketakutan dan juga cemas. Matanya melihat sesosok namja yang
ia takuti sejak kejadian itu. kejadian dimana ia harus seperti orang bodoh yang
dengan terpaksa memenuhi permintaan konyol namja itu. Kai namja itu, menatap
tajam kearah Chanyeol.
.
Chanyeol hanya
tertunduk takut. Ia sedang berpikir apa yang harus ia lakukan untuk sekarang?
Untung saja keberuntungan menghampiri Chanyeol. Tiba-tiba seseorang menepuk
bahunya dan langsung mengajak Chanyeol untuk pergi dari tempat itu.
TBC
next or no???
diharapkan
setelah membaca FF ini dimohon untuk komen... jangan jadi siders.... Tolong
hargai karya author

Komentar
Posting Komentar