Because, I Love You Chapter 1





Tittle : Because, I Love You (Chapter 1) 
Author : ByunBaek
Main cast : Byun Baek Hyun and Jung Eun Hee
Other cast : Nam Woo Hyun 
Lenght : Chaptered
Rating : PG+15                                                                                                    
Summary : Aku hanya ingin menjagamu, Eun Hee-ya
Selamat membaca FF ini, semoga dapat menghibur para readers. Bila ada kesamaan nama tokoh atau apapun yang ada didalam cerita ini.. itu hanya kebetulan saja.. tidak plagiat.. FF ini hasil pemikiran author sendiri.  PERLU DIINGAT__ mian kalo ceritanya agak sedikit tidak nyambung alias GAJE :-3
HAPPY READING 


Eunhee pov
             “Annyeonghaseyo, naneun Baekhyun imnida” ucapnya memperkenalkan diri. Pandangan semua siswa tertuju padanya. Sosok namja bermata sipit dan imut, telah memperkenalkan dirinya. Aku hanya memandangnya sekilas dan kembali pada buku yang sedang aku baca. “ne sekarang, kamu duduk bersama...” Guru Han sangat bingung memilih tempat duduk untuk murid baru itu. Ahh biarkan saja, semoga saja dia tidak duduk denganku. “Oh kamu!!” ucap Seongsaenim. Aku terkejut saat Guru Han menunjukku. “ne songsaenim?” tanyaku dengan raut wajahku yang bingung. “Kamu tidak keberatan kan, jika Baekhyun duduk sebangku denganmu?“ DEG. Aishh mwoya? Apa-apaan ini dia duduk sebangku bersamaku? Batinku. Aku tidak terima dia duduk disampingku. Tapi apa boleh buat, Aku ingat Guru Han saat mengomel. Hihh... aku tidak mau dimarahi olehnya, jadi kuputuskan saja. Aku perbolehkan saja dia duduk sebangku bersamaku.gwaencaha, silahkan” jawabku tidak ikhlas. Dia pun menuju kebangkuku dengan menggendong ranselnya yang kelihaatan berat dan langsung duduk. Semoga ini tidak akan lama, batinku. “Annyeong^^” sapanya. “...” aku tidak menjawabnya, aku masih saja membaca buku. “Apakah ini punya kau?” tanyanya sambil menyodorkan bolpoint yang tadi jatuh dibawah meja. Aku melirik wajahnya sekilas dan mengangguk lalu kembali pada bukuku.
Baekhyun pov
            Aishh yeoja ini, hari pertamaku masuk sekolah disambut dengan sikap dinginnya, batinku. Aku pun mengikuti pelajaran Sains yang diajarkan seongsaenim. Hingga istirahat, aku pun masih di dalam dikelas. Rasanya malas jika aku keluar kelas. Lagi pula aku juga tidak tahu sebagian tempat di sekolah ini. Pandanganku tertuju pada yeoja yang duduk di sebelahku, Park Eunhee. Ya aku tahu namanya karena aku melihat tag namanya. Eunhee terlihat sangan sibuk dengan bukunya. “sepertinya dia murid yang paling rajin di kelas ini?!” gumamku. “Eunhee-a, kenapa kau tidak bersama dengan yang lainnya ?” tanyaku padanya. Dia pun hanya menatap sekilas dan kembali pada bukunya. “apa kau tidak bosan dengan pekerjaan seperti itu? Pertama aku melihatmu, kau membaca buku terus” ucapku. “memangnya kenapa kalau aku membaca buku? Apakah itu masalah untukmu?” ucapnya yang masih membaca bukunya itu. aku pun hanya berdecak kesal.
-----+++-----
Ini adalah hari keduaku masuk di sekolah baruku. Seperti biasa yeoja itu sedang sibuk membaca bukunya. Aku heran dengan anak itu. Apakah dia tidak bosan membaca buku? Ucapku dalam hati. “Hei, kenapa kau menatapku terus? Apakah tidak ada pekerjaan lain?” dia tersadar bahwa aku telah memperhatikannya. “A-aku... a-aku hanya... ahh ada Lee songsaenim” Ada apa denganku, tidak jelas seperti ini. Ahh sudahlah. Aku berpikir dia seperti yeoja misterius-menurutku-. Sikap dinginya dan juga tidak ada yeoja yang mau mendekatinya, seperti tidak punya teman. Aku jadi penasaran tentangnya.
-------+++--------
Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Eunhee membereskan buku-bukunya yang menumpuk di mejanya. Dia segera bergegas pergi meninggalkan kelas. Dengan langkah kakinya yang santai ia melintasi koridor sekolah. Diam-diam aku mengikutinya. Kan aku sudah bilang, aku penasaran dengannya jadi aku ingin tahu tentangnya.  Tanpa Eunhee sadari, aku berhasil membuntutinya hingga sampai ke sebuah rumah yang cukup besar dan mewah. Terlihat sangat indah, dia sepertinya berasal dari keluarga yang berkecukupan. Saking terpesona oleh rumah itu, aku jadi lupa tak bersembunyi agar aku tidak ketahuan olehnya. Namun dia sudah menyadarinya. Aigoo aku sudah ketahuan olehnya. Eottokhae?.“K-kau? Kenapa kau ada disini? Apakah tadi kau mengikutiku?” tanya Eunhee padaku.m-maafkan a-aku, aku hanya ingin t-tau dimana r-rumahmu” Ohh tidak aku keceplosan, bagaimana ini?apa yang harus aku lakukan?.  baru pertama kali aku bertemu dengan siswa baru sepertimu yang berani mengikutiku, sudahlah sana pergi..kau kan sudah tau rumahku..silahkan pergi dari tempat ini”bentak EunHee. Astaga mimpi apa aku semalam, ini pertama kalinya aku dibentak oleh seorang yeoja. Segera aku pergi dari tempat itu, dari pada aku terus kena omel.
-------+++--------
Fyuhh... akhirnya lolos dari yeoja itu. Pantas saja tidak ada seorang pun yang berani mendekatinya. Dia sangat galak ternyata. Tetapi aku masih penasaran dengannya. Walau dia pemarah, bagiku tidak apa-apa bila ingin mencari tahu tentangnya lagi. Aku harus berjuang... Fighting Baekhyun.                                                 
Author pov
“Ya!! berhentilah mengikutiku? Tak ada pekerjaan lain hah?” teriak EunHee kepada Baekhyun. semenjak hari itu, dia tidak putus asa untuk mencari tahu tentang EunHee. Dia-Baekhyun-memang namja yang tak pantang menyerah. Walaupun dia selalu di marahi oleh Eun Hee.”Ada, aku sedang mencari tahu tentang rahasia seseorang” jawab Baekhyun dengan santainya lalu mensejajarkan langkah kakinya agar sama seperti Eun Hee. “Ohh.. rahasia seseorang ... TETAPI KENAPA KAU SELALU MENGIKUTIKU? AKU SANGAT BOSAN MELIHAT WAJAHMU, KAU TAHU?” teriak Eun Hee sehingga menjadi sorotan seluruh siswa yang berada disana. Aigoo...sabar Baekhyun, kau pasti bisa mengahadapinya.. batin Baekhyun. “Hei kau tidak malu apa? Kita sedang dilihati oleh yang lain” bisik Baekhyun. “Ya!! jangan dekat-dekat” Eun Hee pun langsung melesat pergi. “Ya!! tunggu aku,,,Hei..Hei!!” Baekhyun pun segera mengejar Eun Hee yang sudah semakin jauh.
-------+++-------
Keesokan harinya..di kamar Eun Hee...
Kring...kring...kring...
“Aishhh berisik sekali... menganggu tidurku saja” Eun Hee pun langsung mengambil jam weker yang ada di sampingnya. Eun Hee kaget... ternyata dia bangun kesiangan.”mwo?? Sudah jam tujuh kurang... aku pun belum bersiap-siap sekarang” dia bangun dari tidurnya dan segera menuju ke kamar mandi. Setelah berdandan rapi, Eun Hee pun segera keluar dari kamar. Karena sudah siang, ia tidak sempat untuk sarapan pagi. Dia pergi tanpa pamit kepada eommanya. Dengan cepat  dia berlari mengejar bus, “akhirnya berhenti juga” ucapnya sembari berlari kearah bus itu. lalu, dia  langsung duduk di kursi yang masih kosong. “aku harus sampai sebelum jam tujuh” ucap Eun Hee sembari melihat jam tangannya. Setelah bis itu berhenti , Eun Hee pun segera membayar uang dan langsung melesat pergi.
------
Saat Eunhee hendak akan membuka pintu, tiba-tiba ia terhenti. Di dalam kelas sudah terdengar suara seongsaenim yang sudah mulai mengajar. “aduh.. bagaimana ini aku sudah terlambat..” ucap Eunhee yang  takut akan kemarahan seongsaenim nanti. Eunhee pun mencoba masuk ke kelas, dengan perlahan-lahan ia membuka pintu. “Annyeonghaseyo.. maaf saya terlambat” ucap Eunhee. Semua pandangan tertuju padanya salah satunya adalah Baekhyun.  “Eunhee karna kamu sudah terlambat 10 menit, kamu tidak boleh mengikuti pelajaran saya. Kamu saya hukum berdiri di tengah lapangan” ucap seongsaenim kepada Eunhee. Eunhee pun terpaksa menerima hukuman dari seongsaenim.”Ahh hari yang sial, bila aku tidak bangun kesiangan pasti tidak akan seperti ini” gerutu Eunhee.
-----
Panas matahari sudah mulai terasa di badan Eunhee, dia sudah kelelahan berdiri di tengah lapangan, dengan satu kaki dan kedua tangan yang menjewer telinganya. Sekarang Eunhee sangat haus, berharap ada seseorang yang memberi minuman kepadanya. “Aishh ayolah Eunhee kau harus kuat hingga hukumanmu selesai, fighting!!” ucap Eunhee kepada dirinya sendiri. Sudah lama Eunhee berdiri di tengah lapangan, sampai-sampai ia sudah merasa sangat lelah sekali, badannya sudah sangat lemas, efek dari tidak sarapan jadinya EunHee pingsan. Untung saja ada yang menangkap Eunhee dari belakang. Ia seorang namja yang tak lain adalah Baekhyun. Dengan cepat Baekhyun segera menggendongnya dan langsung berlari menuju ke UKS.
------
“bangun Eunhee-ya.. bangun” ucap Baekhyun yang sedari tadi sudah khawatir akan keadaan Eunhee. “tenanglah Baekhyun, dia tidak kenapa-kenapa kok, dia hanya kelelahan saja” ucap Kyungsoo mencoba menenangkan Baekhyun. “tapi, aku sangat khawatir padanya”. “O iya berikan dia minum kalau dia sudah sadar” ucap Kyungsoo, kemudian berlalu meninggalkan Baekhyun. “ne.. terimakasih Kyungsoo-ya kau sudah membantuku tadi” ucap Baekhyun. “ne sama-sama” jawab Kyungsoo singkat. Kyungsoo pun segera keluar dari UKS tersebut dan kembali ke kelasnya. Setelah lama Baekhyun menemani Eunhee, tiba-tiba saja Eunhee mulai bangun dari pingsannya. “Akhirnya kau sadar juga” ucap Baekhyun dengan senangnya. “di mana aku sekarang?” tanya Eunhee sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. “kau di UKS, ini minumlah agar kamu terasa segar kembali” Baekhyun memberikan sebotol air putih kepada Eunhee. Eunhee pun meminumnya, hingga tersisa sedikit. “sepertinya kau haus saat sedang dalam hukuman tadi?!” tanya Baekhyun kepada Eunhee yang melihat air di dalam botol tersebut. Tanpa menjawab dulu pertanyaan Baekhyun, ia pun bangun dan langsung beranjak pergi keluar UKS. “Eunhee-ya, kau masih belum sepenuhnya pulih.. sebaiknya kau istirahat dulu” ucap Baekhyun yang berusaha mencoba agar Eunhee tidak pergi. Eunhee mengabaikan perkataan Baekhyun ia masih tetap melangkah pergi, walaupun kepalanya masih sangat pusing. 
--------+++---------
“Eun Hee-ya... kau harus istirahat!!” ucap Baekhyun yang berada di belakang Eun Hee. “sudahlah, kau jangan memperdulikan aku... dan jangan mengikutiku lagi” sahutnya. Dia memang keras kepala, sudah kubilang jangan mengikuti dia masih tetap saja di belakangku..aku sangat kesal kepadanya ucap Eun Hee dalam hati. “Hei,, mian tapi aku hanya ingin menjagamu” ucap Baekhyun lalu meraih tangan Eun Hee dengan erat. Sehingga langkah mereka berdua terhenti. Kedua mata mereka sekarang sedang beradu, Baekhyun menatap mata indah Eun Hee begitu juga dengan Eun Hee yang menatap mata sipit Baekhyun. Tetapi itu tidak lama, Eun Hee yang sadar Baekhyun sedang memegang tangannya, langsung ia lepas dengan kasar. “ini adalah terakhir kalinya, kau jangan mengikutiku lagi dan jangan pernah memanggil namaku, aku tak mau bertemu denganmu lagi!!” ucap Eun Hee kemudian meninggalkan Baekhyun yang masih setia berdiri disana.

Baekhyun pov
‘ini adalah terakhir kalinya, kau jangan mengikutiku lagi dan jangan pernah memanggil namaku, aku tak mau bertemu denganmu lagi!!’ Ahh sial dia semakin marah kepadaku. Dan pastinya dia membenciku. Astaga, kepalaku tiba-tiba pusing. Aigoo apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus menuruti kata-katanya. Ahh tidak..tidak aku sudah terlanjur menyukainya..eh bukan tetapi aku terlanjur mencintainya. Bagaimana ini? ini adalah hari yang terburuk menurutku.
Author pov
Sedari tadi mereka hanya diam, tidak ada pembicaraan yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Setelah mendengar bel pulang Baekhyun segera pergi meninggalkan kelas. Biasanya dia adalah siswa yang paling akhir keluar dari kelas. Eun Hee juga begitu hari ini dia pulang lebih awal. Dia juga sangat terburu-buru. “Akhirnya dia tidak mengikutiku lagi, ucapanku tadi sepertinya membuat ia menyerah” ucap Eun Hee disertai senyum yang mengembang di wajahnya karena tidak melihat sesosok yang ia benci dibelakangnya. Dia masih menikmati perjalanannya. Setelah ia sampai di depan rumahnya. Dengan cepat ia langsung masuk ke dalam rumah. “eomma aku pulang” ucap Eun Hee. eomma Eun Hee yang mendengar anaknya pulang pun segera menghampirinya. “cepatlah kau ganti baju, ada yang mau eomma omongin” ucap eomma dengan wajah yang serius. “tentang apa eomma? Sepertinya penting” balas Eun Hee. “sudahlah ganti baju dulu!!” eomma Eun Hee menyuruh anaknya untuk masuk ke kamar agar ganti baju.
---------+++---------
Setelah lama, akhirnya Eun Hee keluar dari kamarnya dan mendapati eommanya yang sedang duduk di depan tv. “eomma ada hal penting apa?” tanya Eun Hee kemudian duduk di sebelah eommanya. “eoh.. kau,,, begini, dalam waktu setengah bulan eomma dan appa pergi ke China untuk urusan bisnis jadi kau tinggal dirumah saja, tenang akan ada yang menjagamu kebetulan dia juga sahabat eomma dan dia juga mempunyai anak, yang pasti tampan dan juga seumuran dengan kau” ucap eomma panjang lebar. Eun Hee hanya menyimak dengan perasaan yang sedikit tidak terima. Aishh, pasti begini,,, jadi selama setengah bulan aku dirumah sendiri eh maksudku hanya...Ahhhh... pastinya membosankan,apakah sahabat eomma baik.. kalau galak tamatlah riwayatku nanti, batin Eun Hee. “Eomma kenapa lama? Aishh, tapi apakah sahabat eomma baik?” tanya Eun Hee yang penasaran. “Kau ini,, dia sangat baik,, dan dia juga akan mengajak putranya untuk tinggal di rumah ini,, tapi ingat kau harus bersikap baik kepada mereka” jawab eomma. Ahhh tidak...mengajak anaknya untuk tinggal dirumah ini juga... Aishhh, ucap Eun Hee dalam hati.
-----------+++---------
Hari ini adalah hari yang terburuk yang di rasakan Eun Hee, selain ia ditinggal oleh eomma dan appanya ke China dan dia juga serumah dengan... yang pasti ini hal yang paling ia benci. Baekhyun, yap ternyata ia putranya sahabat eomma. Dia tinggal serumah dengan Eun Hee beserta eommanya untuk menjaga Eun Hee. Dia terlihat sangat bosan hari ini. lihatlah, Baekhyun seenaknya menguasai tv-nya padahal hari ini ada acara musik kesukaannya. “dan sekarang apa yang harus aku lakukan ?” gumam Eun Hee sembari menatap jendela. “yang harus kau lakukan adalah membersihkan rumah” sahut Baekhyun dengan entengnya yang masih menatap tv-nya sambil memakan kripik. “Ya!! seenaknya saja, seharusnya kau yang membersihkan rumahku...kau juga menumpang disini” balasnya. Eun Hee pun pergi dan segera masuk ke kamar. Dari pada meladeni Baekhyun yang membuat ia kesal.
Eun Hee pov
Aishhh bocah itu, kenapa harus dia... aku membaringkan tubuhku diranjangku menatap langit-langit kamarku. “Ehh,, ini selama setengah bulan bersama dia,, untung tidak selamanya...sabar Eun Hee kau pasti bisa menghadapinya, Fighting!!” ucapku dengan semangat. Aku pun beranjak dari tidurku. Karena aku dipanggil oleh eomma Baekhyun, aku pergi keluar kamar. “ada apa imo?” tanyaku. “eoh,,,sini imo sudah menyiapkan sarapan pagi untuk kalian” kalian?!, aku pun menengok kebelakangku ternyata ada Baekhyun. Ahh, sepertinya aku tidak bisa makan bersamanya. Tetapi, apa boleh buat. Aku teringat kata eommaku. Harus bersikap baik kepada mereka. Toh, imo kan akan menjagaku selama setengah bulan. Tetapi untuknya-Baekhyun-sepertinya tidak. Apakah kalian ingin tahu, kenapa aku tak suka jika ada Baekhyun?. karena itu adalah sifatku, aku tak suka jika ada yang menggangguku. Dia sangat menganggu keseharianku. Aku pemarah, bisa dibilang galak. Oleh karena itu, tak ada yang mendekatiku. Jadi, aku tidak punya teman akrab. Tapi, menurutku itu hal biasa. Aku tak memperdulikannya. Jadi, kalian sudah tau kan. Dan sekarang pemandangan tak sedap sedang menghampiriku. Sedari tadi Baekhyun menatapku terus. Ada apa dengannya? Kenapa terus memandangiku? Tanyaku dalam hati.
Baekhyun pov
Melihatnya, seperti tak biasanya. Dia sangat cantik sekali. Entah kenapa hatiku jadi deg-degan tak karuan. Aigoo kenapa aku jadi begini ya? Ahh aku teringat, ini adalah kesempatanku untuk mengetahui semua tentangnya. Secara diam-diam pastinya. “Hei, Baekhyun ayo habiskan makananmu, jangan memperhatikannya-Eun Hee-terus” ucap eommaku yang mengagetkanku. Aku pun kembali memakan ramenku. Aihhh...  kenapa dingin, apakah selama itu aku memperhatikanya terus.. setelah makan, aku pun beranjak ke kamar. Astaga kau tahu? Aku sangat tidak nyaman di kamar ini. Ini tak seperti kamarku. * Author :Ya iya lah Baek oppa, jelas” nggak mirip, itu juga bukan kamar oppa. Baekhyun : ikut campur aja lu >_<. Author : :X *. “Baekhyun, eomma akan pergi sebentar, jadi kau berdua saja dirumah ne,, Eun Hee imo pergi!!” teriakan eomma terdengar oleh telingaku. “ne” balasku singkat.
Author pov
“Ya!! neo? Jangan mengikuti aku terus, sungguh aku sangat bosan melihat wajahmu” bentak Eun Hee. “kalau bosan jangan melihat wajahku” balas Baekhyun santai sembari kedua tangannya yang dilipat di atas perutnya. “Ya!! kau tak ingat hah?, tentang ucapanku waktu disekolah?” tanya Eun Hee yang semakin kesal dengan Baekhyun. “Oh yang itu, ingat...memangnya kenapa?” Aishhh bocah ini, tak mengerti juga rupanya... batin Eun Hee. “oh baguslah,,,sebaiknya kau tinggalkan aku disini ne...cepat...sana!!” jawab Eun Hee dengan mendorong Baekhyun untuk keluar dari ruang tv. “Hei,,tunggu...Ya!!..Ya!! Aishhh” teriak Baekhyun. “Uhhh...akhirnya terbebas dari bocah itu?” ucap Eun Hee lega. Ia pun tersenyum simpul dan kembali menonton acara kesukaannya di televisi.
“Eomma...pulang” ucap eomma Baekhyun sembari menutup pintunya. Baekhyun yang melihat eommanya pun menghampirinya. “ssttt,,,eomma dari mana saja?” bisik Baekhyun agar pembicaraanya tidak diketahui oleh Eun Hee. “ada apa denganmu?” bisik eomma. “Engg apakah eomma tahu makanan kesukaan Eun Hee” tanya Baekhyun yang membuat eommanya menjadi heran. “Eomma, jawab...apakah eomma tahu?” tanya Baekhyun lagi. “Baekhyun,,, buat apa Baekhyun ingin tahu makanan kesukaan Eun Hee...Ooohh eomma tahu Baekhyun menyukai Eun Hee?” pertanyaan eomma membuat Baekhyun menjadi tersenyum malu. “Ahh eomma tahu saja” Ups...Baekhyun keceplosan. “Ahh ti-tidak-tidak eomma...aku tidak menyukainya,,,aneh sekali hanya bertanya makanan kesukaan saja dibilang suka,,Aishh eomma”.”Aigoo anak eomma,, kalo Baekhyun ingin tahu bantu eomma masak arraseo?”.”Baiklah” jawab Baekhyun singkat.

 ----- skip time -----
“Wahhh...sepertinya enak imo?” seru Eun Hee menatap makanan yang ada dihadapannya. “makanlah, ini makanan kesukaanmu kan?” tanya eomma Baekhyun. “ahh ne,, kamshahamida” jawab Eun Hee, kemudian ia mencoba sedikit-demi sedikit. Sampai-sampai ia tak sadar bahwa makanannya sudah habis. “Kelihatanya kau sangat lapar, untung saja Baekhyun memasakan itu untukmu^^” ketika mendengar itu, Eun Hee langsung menatap serius eomma Baekhyun, apa yang ia rasakan setelah ini, setelah memakan makanan buatan Baekhyun namja yang sangat ia benci?.”mwo!! imo jangan katakan makanan ini semua adalah masakan Baekhyun namja pa_ oh maksudku anak imo” fyuhh..hampir saja Eun Hee keceplosan.”wae? apa kau tidak suka masakan Baekhyun? atau kurang garam atau yang lain?”.”Aniya imo, aku hanya___ ahh enak imo tidak ada masalah,, ya sudah Eun Hee keluar dulu” Eomma Baekhyun hanya menatap bingung. Sebenarnya ada apa ini?
Eun Hee pov
Hampir saja aku keceplosan, kalau aku mengatakan bahwa...ah tidak-tidak, bagaimana jika ada orangnya disekitar sini. Ahh aku lupa, mana mungkin dia ada disini. Lagi pula ditempat ini tidak ada orang, pikirku. Melihat ada sebuah bangku disana, aku langsung mempercepat langkah kakiku untuk segera duduk. Udara terasa sejuk sekali. Angin menerpa kewajahku hingga rambutku terurai. “Ahh sial disaat seperti ini, aku tidak membawa kamera” gerutuku. Kalau aku membawa kamera, aku langsung siap-siap pose yang keren, Aishh aku kenapa? Tiba-tiba jadi narsis seperti ini. Hei, tapi benar juga pemandangan disini lumayan keren. Seperti orang yang tidap pernah kemari saja.
----------
Seseorang telah memegang pundaku dari belakang. Aku terkejut dan segera menengok kebelakang. Dan ternyata... “Ya!! neo? Kenapa kau ada disini, kau mengikutiku?” aku marah kenapa disetiap aku ingin sendiri pasti ada Baekhyun. Ahh bikin bosan saja. “wae? Kenapa kau selalu saja seperti itu kepadaku? Aku hanya ingin menjagamu” jawabnya. “Ingin menjagaku? Yang benar saja, melihat mukamu saja aku sudah muak” ucapku. Baekhyun terdiam dan masih berdiri di belakangku. Mukanya terlihat tidak seperti biasanya. Aku jadi merasa bersalah atas apa yang aku ucapkan tadi. “m-mianhae, atas ucapanku tadi” permintaan maafku kepada Baekhyun. dan dia.....
TBC
Hahaha mianhae.... gimana next or no??? Kurang bagus ya Ffnya? OKE KALO UDAH BACA FF INI HARAP KOMEN!!! Terima saran dan kritik


Komentar