Author
: ByunBaek
Cast
: Park Eun Hee (OC), Byun Baek Hyun (EXO)
Other
cast : Nam Woo Hyun (Infinite)
Genre
: School life, Romance, Hurt
Rating
: PG+15
Lenght
: Chaptered
Summary
: Aku hanya ingin tahu, apakah kau juga?
Selamat
membaca FF ini, semoga dapat menghibur para readers. Bila ada kesamaan nama
tokoh atau apapun yang ada didalam cerita ini.. itu hanya kebetulan saja..
tidak plagiat.. FF ini hasil pemikiran author sendiri. PERLU DIINGAT__ mian kalo ceritanya agak
sedikit tidak nyambung alias GAJE :-3
HAPPY
READING
Chapter
sebelumnya....
Seseorang
telah memegang pundaku dari belakang. Aku terkejut dan segera menengok
kebelakang. Dan ternyata... “Ya!! neo? Kenapa kau ada disini, kau mengikutiku?”
aku marah, kenapa disetiap aku ingin sendiri pasti ada Baekhyun. Ahh bikin
bosan saja. “wae? Kenapa kau selalu saja seperti itu kepadaku? Aku hanya ingin
menjagamu” jawabnya. “Ingin menjagaku? Yang benar saja, melihat mukamu saja aku
sudah muak” ucapku. Baekhyun terdiam dan masih berdiri di belakangku. Mukanya
terlihat tidak seperti biasanya. Aku jadi merasa bersalah atas apa yang aku
ucapkan tadi. “m-mianhae, atas ucapanku tadi” permintaan maafku kepada
Baekhyun. Dan dia....
.
.
Dan
dia tiba-tiba memeluku. Aku sungguh terkejut dengan perlakuan Baekhyun. “Ya!!
kenapa kau memeluku? Lepaskan, aku ingin pergi!” ucapku kepada Baekhyun. Tapi
pelukan itu semakin lama semakin erat, aku benar-benar susah ingin pergi. “tetaplah
seperti ini” ucapnya. “Baekhyun...” ucapku pelan. aku sungguh tidak tahu,
kenapa dia tiba-tiba seperti ini. “Tolonglah, ini tempat umum.. apakah kau tak
malu hah? Cepat lepaskan!!” teriaku padanya. Ahh aku sangat kesal dengannya. Kenapa
dia tidak mendengarkan ucapanku. Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan terhadap
anak ini?
Author pov
Baekhyun
masih tetap memeluk Eun Hee. Dia tidak memperdulikan apa yang Eun Hee katakan.
Kalau Eun Hee meminta untuk dilepaskan, ia malah semakin mempererat pelukanya. “tuan
Byun, tolong lepaskan aku ne, aku ingin pergi” ucap Eun Hee seperti anak kecil.
“Tuan Byun?!, apa aku salah dengar? Ya!! baru kali ini kau memanggilku dengan
sebutan seperti itu” seru Baekhyun yang masih memeluk Eun Hee. “ya sudah, Hei
napeun namja cepat lepaskan aku!! Kalau tidak aku akan berteriak”.”Ya!! Ya!! jangan
berteriak ditempat ini, nanti orang mengira aku menyakitimu” protes Baekhyun. “kalau
begitu cepat lepaskan” pinta Eun Hee. Tanpa aba-aba pun Baekhyun sudah
melepaskan pelukannya. Dan Eun Hee berhasil kabur dari tempat itu. “Hei, kau
jangan kabur!!” teriak Beakhyun sembari mengejar Eun Hee.
.
.
“Ya!!
jangan lari!!” ternyata Baekhyun masih mengejar Eun Hee. Rupanya dia tidak
pantang menyerah untuk mendapatkan Eun Hee. begitu juga dengan Eun Hee dia
masih semangat berlari untuk menjauh dari Baekhyun. dilihat-lihat mereka
seperti anak kecil.
“Baekhyun,
ku pastikan kau tidak bisa menangkapku” ujar Eun Hee dengan senyum yang pernuh
arti menatap Baekhyun. “Ahh begitukah, kalau begitu lihat saja nanti” balas
Baekhyun dengan kemudian ia mempercepat larinya.
Baekhyun pov
Lihatlah
nanti Eun Hee, kau pasti akan aku tangkap. Tapi melihatmu seperti tadi
sepertinya kau juga memiliki sifat lembut, tetapi kenapa jika disekolah kau
seperti macan yang akan menerkam mangsangya. Aku berfikir sepertinya kau memang
aneh Eun Hee.
BRUKKKKKK....
“Auw”
teriak Eun Hee. Aku terkejut melihat Eun Hee yang terjatuh. Aku bergegas cepat
menghampirinya dan segera menolongnya. “gwaenchana?” tanyaku kepadanya. Namun,
hanya dibalas dengan anggukan kecil. Aku tak percaya kepadanya, bagaimana
mungkin dia baik-baik saja. Lihatlah, kakinya terluka aku pun segera
menggendongnya dan dengan sisa tenagaku yang hampir terkuras habis,
kulangkahkan kakiku untuk pulang kerumah. Sesampai dirumah, aku segera
mengambil kotak P3K untuk mengobati luka yang terdapat di kaki Eun Hee. ku
oleskan cairan untuk membersihkan luka dan segera aku menempelkan perban yang
sudah ku berikan obat merah setelah itu ku plester agar perban itu tidak lepas.
“sudah selesai, sebaiknya kau istirahat dulu” ucapku. “ternyata kau sungguh
perhatian, bagaimana pun itu kau tetap menyebalkan” Ya Tuhan, sabarlah Baekhyun
kau pasti bisa menghadapi yeoja ini. Semakin lama aku semakin kesal dengan Eun
Hee. Bagaimana tidak, dia selalu bersikap seolah-olah aku musuhnya. “menyebalkan” kata-kata yang membuatku
sakit. Meskipun seperti itu, aku terus melakukan yang terbaik kepadanya. Aku
akan menjaganya walaupun dia menganggapku seperti itu. yah, hanya menggapku
seperti itu.
Author pov
Kini
Eun Hee sedang berada di kamarnya. Duduk di tepi ranjangnya dan sambil melihati
kakinya yang dibalut oleh perban. Sedikit rasa sakit yang ia tahan. Dan bahkan
dia selalu teringat ketika kejadian tadi. Saat Baekhyun menggendongnya dan
mengobati lukanya. Itu hal tidak disangka olehnya. Padahal setiap hari dia
selalu ketus pada Baekhyun tetapi Baekhyun selalu baik kepadanya. Hei, apakah
Eun Hee tak terpikir untuk bersikap baik kepada Baekhyun?
“Aishh
dia sekarang telah memenuhi otaku” rutuk Eun Hee sambil memegangi kepalanya. “Ayolah
lebih baik aku tidur saja, lagi pula aku juga lelah gara-gara tadi aku berlari”
setelah itu, Eun Hee membaringkan tubuhnya di ranjangnya dengan satu bantal
yang mengganjal kepalanya. Bahkan sekarang dia sudah tertidur lelap. Cepat
sekali.
Disisi
lain, Baekhyun terlihat senyum-senyum sendiri. Entah apa yang dirasakan oleh
anak ini. seperti bahagia mungkin. Dia membaringkan badanya, matanya melihat ke
arah langit-langit kamar. Dengan kedua
tangannya yang ditekuk untuk mengganjal kepalanya. Dia masih senyum-senyum
sendiri. hei Baekhyun sadarlah, kau itu masih normal. “Eun Hee-ya, kenapa kau
membuatku jatuh cinta?” gumam Baekhyun. “Aigoo kenapa aku ngantuk sekali?! Hoammmm”
Mata Baekhyun semakin lama semakin tidak bisa di ajak kerjasama. Dalam sekejap
dia sudah tidur pulas. Semoga, mimpi indah Baekhyun-ah^^
Keesokan
paginya....
“Imo,
Baekhyun ada dimana?” ucap Eun Hee setelah menutup pintu kamarnya. Kebetulan
dia mendapati eomma Baekhyun yang sedang menyapu lantai. “sepertinya dia masih
tidur” ucapnya yang kemudian menghentikan aktivitasnya. “eoh...kepapa kau
menyanyakan Baekhyun?” selidik eomma Baekhyun terhadap Eun Hee. “Ahh..itu...itu
hanya___” ucapan Eun Hee terhenti ketika ia melihat seseorang yang telah keluar
dari kamarnya, dengan rambut yang acak-acakan. Baekhyun namja yang di
bicarakannya. Mulut Eun Hee terbungkam dan merasa canggung seketika. “Eomma,
ini ada apa? Sepertinya kalian telah membicarakan seseorang?” tanya Baekhyun
penuh selidik kepada eommanya dan Eun Hee. “Eung...ahh mumpung kalian berdua
sudah bangun dan juga hari ini kalian libur, kalau begitu..kalian bantu
membersihkan rumah ne” .”tapi imo,, eumm...hari ini aku ada janji dengan teman”
timpal Eun Hee. “Alasan saja..cih malas sekali kau, padahal kau itu seorang
yeoja” ucap Baekhyun yang membuat Eun Hee seperti merasa di ejek olehnya. “apa
kau bilang?!! Malas?! Hei, akan ku buktikan bahwa aku tidak malas” protes Eun
Hee dengan amarahnya yang sudah memuncak. “kalau begitu, cepat buktikan!!”
balas Baekhyun dengan tersenyum jahil. Eun Hee pun segera mengambil sapu yang
tadinya di pegang eomma Baekhyun. “ne..akan kubuktikan sekarang” jawab Eun Hee
dengan lantang. “Mian..imo, sebaiknya imo memasak saja biar aku yang melanjutkannya”
lanjut Eun Hee. Ia pun mulai membersihkan lantainya dengan semangat. Eomma
Baekhyun yang melihat tingkah laku kedua remaja itu, hanya menggeleng pelan dan
meninggalkan mereka berdua di tempat itu.
-------------------------
“Ya!!
ya!! cepat bersihkan lantai itu!!” teriak Baekhyun yang melihat lantai yang
akan di pelnya masih kotor. “Aishh.. tidak bisakah kau lihat, aku sedang
menyapu disini?! Lagi pula lantai itu juga sudah ku bersihkan tadi” jawab Eun
Hee yang tak merasa bersalah. “Kau ini!!” Baekhyun tersenyum jahil, dia
tiba-tiba mendapat ide yang cukup membuat marah orang sepertinya. Dengan cepat
ia mengotori lantai yang tadi telah di sapu oleh Eun Hee. “Ya, kenapa kau
mengotorinya eoh!! Apa kau tak kasihan kepadaku? Aku sudah sangat capek, kau
tau!!” omel Eun Hee panjang lebar, tetapi Baekhyun tidak memperdulikan
ocehannya.
Eun Hee pov
Aigoo...anak
ini, sungguh keterlaluan. Kalau saja, dia bukan anak teman eommaku. Aku sudah
menghabisinya. Aishh,,kalau dibiarkan seperti ini, pekerjaanku bisa tidak
selesai hari ini. “Ya!! sudah cukup, kau ini bisa berhenti tidak sih?!”
bentakku kepadanya. Dan juga kemarahanku tidak bisa di tahan lagi. “kalau kau
ingin aku berhenti, cepat bersihkan ini” ucapnya dengan tersenyum jahil. “Hei,
Baekhyun memangnya aku ini pembantumu apa?, bersihkan saja sendiri!!” aku
meninggalkannya dan menyerahkan sapunya kepada Baekhyun. Biarkan saja, lagi
pula ini juga salahnya. Sebaiknya aku membersihkan diri, Ughh..badanku bau. Gara-gara
tadi aku membersihkan seluruh ruangan dengan anak itu.
Baekhyun pov
“Kenapa
harus aku yang membersihkan? Yang benar saja” gerutuku saat punggung Eun Hee
sudah menjauh. “kalau aku membersihkan semua ini sendirian, Ahh..badanku akan
remuk setelah ini” pikirku. “Andwee!!!” aku tidak bisa mengerjakan ini
sendirian” pekiku. Aku membiarkan sapu dan kain pelnya tergeletak disana. Aku
tidak peduli, lebih baik aku membersihkan diri sebentar. Badanku agak lengket
dan juga bau. Aku pun segera bergegas masuk kedalam kamar dan mengambil handuk
yang tergeletak di meja dekat tempat tidurku. Kemudian, aku langsung masuk
kedalam kamar mandi.
SKIP
Author pov
“Aigoo..anak
itu, kenapa disini masih kotor?!” gerutu eomma Baekhyun yang melihat lantai
yang masih kotor. “kalau seperti ini, tetap saja aku yang mengerjakan” Eomma
Baekhyun mengambil sapu dan kain pel yang tergeletak disana. Segera, ia
membersihkan lantai yang kotor. Setelah beberapa menit, lantai tersebut telah
kembali seperti semula.
Ting...tong....ting...tong....
Terdengar
bunyi suara bel rumah. Sepertinya ada seseorang di depan. Eomma Baekhyun segera
membukakan pintu dan terlihat didepan ada seseorang namja telah berdiri dengan
ditemani oleh koper dan sebuah tas. Sepertinya dia datang jauh-jauh untuk
kesini. “maaf, anak muda ini siapa ya?” tanya eomma Baek kepada namja itu. “Annyeong
imo, saya.....
TBC
Untuk
Chap 2 nya segini doang, mian kalo kurang panjang gitu... hehehe^^
Terima
kritik dan saran

Komentar
Posting Komentar