Because, I Love You Chapter 2




Tittle : Because, I Love You (Chapter 2)
Author : ByunBaek
Cast : Park Eun Hee (OC), Byun Baek Hyun (EXO)
Other cast : Nam Woo Hyun (Infinite)
Genre : School life, Romance, Hurt
Rating : PG+15
Lenght : Chaptered
Summary : Aku hanya ingin tahu, apakah kau juga?
Selamat membaca FF ini, semoga dapat menghibur para readers. Bila ada kesamaan nama tokoh atau apapun yang ada didalam cerita ini.. itu hanya kebetulan saja.. tidak plagiat.. FF ini hasil pemikiran author sendiri.  PERLU DIINGAT__ mian kalo ceritanya agak sedikit tidak nyambung alias GAJE :-3
HAPPY READING

Chapter sebelumnya....
Seseorang telah memegang pundaku dari belakang. Aku terkejut dan segera menengok kebelakang. Dan ternyata... “Ya!! neo? Kenapa kau ada disini, kau mengikutiku?” aku marah, kenapa disetiap aku ingin sendiri pasti ada Baekhyun. Ahh bikin bosan saja. “wae? Kenapa kau selalu saja seperti itu kepadaku? Aku hanya ingin menjagamu” jawabnya. “Ingin menjagaku? Yang benar saja, melihat mukamu saja aku sudah muak” ucapku. Baekhyun terdiam dan masih berdiri di belakangku. Mukanya terlihat tidak seperti biasanya. Aku jadi merasa bersalah atas apa yang aku ucapkan tadi. “m-mianhae, atas ucapanku tadi” permintaan maafku kepada Baekhyun. Dan dia....
.
.
Dan dia tiba-tiba memeluku. Aku sungguh terkejut dengan perlakuan Baekhyun. “Ya!! kenapa kau memeluku? Lepaskan, aku ingin pergi!” ucapku kepada Baekhyun. Tapi pelukan itu semakin lama semakin erat, aku benar-benar susah ingin pergi. “tetaplah seperti ini” ucapnya. “Baekhyun...” ucapku pelan. aku sungguh tidak tahu, kenapa dia tiba-tiba seperti ini. “Tolonglah, ini tempat umum.. apakah kau tak malu hah? Cepat lepaskan!!” teriaku padanya. Ahh aku sangat kesal dengannya. Kenapa dia tidak mendengarkan ucapanku. Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan terhadap anak ini?

Author pov
Baekhyun masih tetap memeluk Eun Hee. Dia tidak memperdulikan apa yang Eun Hee katakan. Kalau Eun Hee meminta untuk dilepaskan, ia malah semakin mempererat pelukanya. “tuan Byun, tolong lepaskan aku ne, aku ingin pergi” ucap Eun Hee seperti anak kecil. “Tuan Byun?!, apa aku salah dengar? Ya!! baru kali ini kau memanggilku dengan sebutan seperti itu” seru Baekhyun yang masih memeluk Eun Hee. “ya sudah, Hei napeun namja cepat lepaskan aku!! Kalau tidak aku akan berteriak”.”Ya!! Ya!! jangan berteriak ditempat ini, nanti orang mengira aku menyakitimu” protes Baekhyun. “kalau begitu cepat lepaskan” pinta Eun Hee. Tanpa aba-aba pun Baekhyun sudah melepaskan pelukannya. Dan Eun Hee berhasil kabur dari tempat itu. “Hei, kau jangan kabur!!” teriak Beakhyun sembari mengejar Eun Hee.
.
.
“Ya!! jangan lari!!” ternyata Baekhyun masih mengejar Eun Hee. Rupanya dia tidak pantang menyerah untuk mendapatkan Eun Hee. begitu juga dengan Eun Hee dia masih semangat berlari untuk menjauh dari Baekhyun. dilihat-lihat mereka seperti anak kecil.
“Baekhyun, ku pastikan kau tidak bisa menangkapku” ujar Eun Hee dengan senyum yang pernuh arti menatap Baekhyun. “Ahh begitukah, kalau begitu lihat saja nanti” balas Baekhyun dengan kemudian ia mempercepat larinya.

Baekhyun pov
Lihatlah nanti Eun Hee, kau pasti akan aku tangkap. Tapi melihatmu seperti tadi sepertinya kau juga memiliki sifat lembut, tetapi kenapa jika disekolah kau seperti macan yang akan menerkam mangsangya. Aku berfikir sepertinya kau memang aneh Eun Hee.
BRUKKKKKK....
“Auw” teriak Eun Hee. Aku terkejut melihat Eun Hee yang terjatuh. Aku bergegas cepat menghampirinya dan segera menolongnya. “gwaenchana?” tanyaku kepadanya. Namun, hanya dibalas dengan anggukan kecil. Aku tak percaya kepadanya, bagaimana mungkin dia baik-baik saja. Lihatlah, kakinya terluka aku pun segera menggendongnya dan dengan sisa tenagaku yang hampir terkuras habis, kulangkahkan kakiku untuk pulang kerumah. Sesampai dirumah, aku segera mengambil kotak P3K untuk mengobati luka yang terdapat di kaki Eun Hee. ku oleskan cairan untuk membersihkan luka dan segera aku menempelkan perban yang sudah ku berikan obat merah setelah itu ku plester agar perban itu tidak lepas. “sudah selesai, sebaiknya kau istirahat dulu” ucapku. “ternyata kau sungguh perhatian, bagaimana pun itu kau tetap menyebalkan” Ya Tuhan, sabarlah Baekhyun kau pasti bisa menghadapi yeoja ini. Semakin lama aku semakin kesal dengan Eun Hee. Bagaimana tidak, dia selalu bersikap seolah-olah aku musuhnya. “menyebalkan” kata-kata yang membuatku sakit. Meskipun seperti itu, aku terus melakukan yang terbaik kepadanya. Aku akan menjaganya walaupun dia menganggapku seperti itu. yah, hanya menggapku seperti itu.

Author pov
Kini Eun Hee sedang berada di kamarnya. Duduk di tepi ranjangnya dan sambil melihati kakinya yang dibalut oleh perban. Sedikit rasa sakit yang ia tahan. Dan bahkan dia selalu teringat ketika kejadian tadi. Saat Baekhyun menggendongnya dan mengobati lukanya. Itu hal tidak disangka olehnya. Padahal setiap hari dia selalu ketus pada Baekhyun tetapi Baekhyun selalu baik kepadanya. Hei, apakah Eun Hee tak terpikir untuk bersikap baik kepada Baekhyun?
“Aishh dia sekarang telah memenuhi otaku” rutuk Eun Hee sambil memegangi kepalanya. “Ayolah lebih baik aku tidur saja, lagi pula aku juga lelah gara-gara tadi aku berlari” setelah itu, Eun Hee membaringkan tubuhnya di ranjangnya dengan satu bantal yang mengganjal kepalanya. Bahkan sekarang dia sudah tertidur lelap. Cepat sekali.
Disisi lain, Baekhyun terlihat senyum-senyum sendiri. Entah apa yang dirasakan oleh anak ini. seperti bahagia mungkin. Dia membaringkan badanya, matanya melihat ke arah  langit-langit kamar. Dengan kedua tangannya yang ditekuk untuk mengganjal kepalanya. Dia masih senyum-senyum sendiri. hei Baekhyun sadarlah, kau itu masih normal. “Eun Hee-ya, kenapa kau membuatku jatuh cinta?” gumam Baekhyun. “Aigoo kenapa aku ngantuk sekali?! Hoammmm” Mata Baekhyun semakin lama semakin tidak bisa di ajak kerjasama. Dalam sekejap dia sudah tidur pulas. Semoga, mimpi indah Baekhyun-ah^^

Keesokan paginya....

“Imo, Baekhyun ada dimana?” ucap Eun Hee setelah menutup pintu kamarnya. Kebetulan dia mendapati eomma Baekhyun yang sedang menyapu lantai. “sepertinya dia masih tidur” ucapnya yang kemudian menghentikan aktivitasnya. “eoh...kepapa kau menyanyakan Baekhyun?” selidik eomma Baekhyun terhadap Eun Hee. “Ahh..itu...itu hanya___” ucapan Eun Hee terhenti ketika ia melihat seseorang yang telah keluar dari kamarnya, dengan rambut yang acak-acakan. Baekhyun namja yang di bicarakannya. Mulut Eun Hee terbungkam dan merasa canggung seketika. “Eomma, ini ada apa? Sepertinya kalian telah membicarakan seseorang?” tanya Baekhyun penuh selidik kepada eommanya dan Eun Hee. “Eung...ahh mumpung kalian berdua sudah bangun dan juga hari ini kalian libur, kalau begitu..kalian bantu membersihkan rumah ne” .”tapi imo,, eumm...hari ini aku ada janji dengan teman” timpal Eun Hee. “Alasan saja..cih malas sekali kau, padahal kau itu seorang yeoja” ucap Baekhyun yang membuat Eun Hee seperti merasa di ejek olehnya. “apa kau bilang?!! Malas?! Hei, akan ku buktikan bahwa aku tidak malas” protes Eun Hee dengan amarahnya yang sudah memuncak. “kalau begitu, cepat buktikan!!” balas Baekhyun dengan tersenyum jahil. Eun Hee pun segera mengambil sapu yang tadinya di pegang eomma Baekhyun. “ne..akan kubuktikan sekarang” jawab Eun Hee dengan lantang. “Mian..imo, sebaiknya imo memasak saja biar aku yang melanjutkannya” lanjut Eun Hee. Ia pun mulai membersihkan lantainya dengan semangat. Eomma Baekhyun yang melihat tingkah laku kedua remaja itu, hanya menggeleng pelan dan meninggalkan mereka berdua di tempat itu.

-------------------------

“Ya!! ya!! cepat bersihkan lantai itu!!” teriak Baekhyun yang melihat lantai yang akan di pelnya masih kotor. “Aishh.. tidak bisakah kau lihat, aku sedang menyapu disini?! Lagi pula lantai itu juga sudah ku bersihkan tadi” jawab Eun Hee yang tak merasa bersalah. “Kau ini!!” Baekhyun tersenyum jahil, dia tiba-tiba mendapat ide yang cukup membuat marah orang sepertinya. Dengan cepat ia mengotori lantai yang tadi telah di sapu oleh Eun Hee. “Ya, kenapa kau mengotorinya eoh!! Apa kau tak kasihan kepadaku? Aku sudah sangat capek, kau tau!!” omel Eun Hee panjang lebar, tetapi Baekhyun tidak memperdulikan ocehannya.

Eun Hee pov
Aigoo...anak ini, sungguh keterlaluan. Kalau saja, dia bukan anak teman eommaku. Aku sudah menghabisinya. Aishh,,kalau dibiarkan seperti ini, pekerjaanku bisa tidak selesai hari ini. “Ya!! sudah cukup, kau ini bisa berhenti tidak sih?!” bentakku kepadanya. Dan juga kemarahanku tidak bisa di tahan lagi. “kalau kau ingin aku berhenti, cepat bersihkan ini” ucapnya dengan tersenyum jahil. “Hei, Baekhyun memangnya aku ini pembantumu apa?, bersihkan saja sendiri!!” aku meninggalkannya dan menyerahkan sapunya kepada Baekhyun. Biarkan saja, lagi pula ini juga salahnya. Sebaiknya aku membersihkan diri, Ughh..badanku bau. Gara-gara tadi aku membersihkan seluruh ruangan dengan anak itu.

Baekhyun pov
“Kenapa harus aku yang membersihkan? Yang benar saja” gerutuku saat punggung Eun Hee sudah menjauh. “kalau aku membersihkan semua ini sendirian, Ahh..badanku akan remuk setelah ini” pikirku. “Andwee!!!” aku tidak bisa mengerjakan ini sendirian” pekiku. Aku membiarkan sapu dan kain pelnya tergeletak disana. Aku tidak peduli, lebih baik aku membersihkan diri sebentar. Badanku agak lengket dan juga bau. Aku pun segera bergegas masuk kedalam kamar dan mengambil handuk yang tergeletak di meja dekat tempat tidurku. Kemudian, aku langsung masuk kedalam kamar mandi.
SKIP
Author pov
“Aigoo..anak itu, kenapa disini masih kotor?!” gerutu eomma Baekhyun yang melihat lantai yang masih kotor. “kalau seperti ini, tetap saja aku yang mengerjakan” Eomma Baekhyun mengambil sapu dan kain pel yang tergeletak disana. Segera, ia membersihkan lantai yang kotor. Setelah beberapa menit, lantai tersebut telah kembali seperti semula.
Ting...tong....ting...tong....
Terdengar bunyi suara bel rumah. Sepertinya ada seseorang di depan. Eomma Baekhyun segera membukakan pintu dan terlihat didepan ada seseorang namja telah berdiri dengan ditemani oleh koper dan sebuah tas. Sepertinya dia datang jauh-jauh untuk kesini. “maaf, anak muda ini siapa ya?” tanya eomma Baek kepada namja itu. “Annyeong imo, saya.....    
TBC
Untuk Chap 2 nya segini doang, mian kalo kurang panjang gitu... hehehe^^
Terima kritik dan saran


Komentar