TRUE LOVE | Baekhyun & OC | Romance – fantasy – school life – sad
Teen | Twoshoot
Story by NIKYoon |
Cover by : Yoon17
.
Notes : FF ini murni hasil
pemikiran author sendiri. Maaf bila ada salah dalam penulisan kata. Don’t be
copy this fanfic because this is mine!
.
“Terimakasih
telah membuatku normal kembali dan biarkan aku mencintaimu”
.
HAPPY READING GUYS^^
.
PART 2 OF 2
.
.
Seperti hari-hari biasa Baekhyun selalu
menyendiri. Bahkan untuk mengisi waktunya agar tidak merasa kesepian, dia hanya
berbekal sebuah buku. Lebih baik membaca buku dari pada berdiam diri tak ada
gunanya. Semenjak beberapa menit yang lalu, Baekhyun tengah asyik membaca sebuah
novel. Sebelumnya lelaki itu tidak suka membaca novel. Tapi ini, entah kesambet
setan apa dia menjadi suka membaca novel. Apalagi novel tentang percintaan. Oh
astaga -_-
.
Saat Baekhyun masih asyik dengan novelnya ...
.
DOOR!!!
.
Baekhyun tersentak kaget. Detak jantungnya dua
kali lebih cepat dari biasanya. Huh! Untung dia tidak punya penyakit jantung. Seketika
Baekhyun menoleh kearah orang yang tega sekali mengagetkannya.
.
Baekhyun berdecak sebal. Lagi-lagi yeoja yang
kemarin. Baekhyun pun mengalihkan pandangannya dari gadis tersebut. Alih-alih
dia mengambil bukunya yang terjatuh karena saking terkejutnya tadi.
.
“Annyeong Byun” sapanya. Dia langsung duduk di
samping Baekhyun. “Wah... Byun seorang kutu buku ya?” Baekhyun hanya
menjawabnya dengan anggukan kecil dan tak lupa disertai senyum paksaan. Ingat
pak-sa-an.
.
“Kenapa hanya mengangguk saja? Byun tidak bisa
bicara ya?” Heh! Kenapa gadis itu masih terus bertanya?.
.
“Bukannya tidak bisa___” Baekhyun menghentikan
ucapannya sebentar. Dia lupa bahwa sejak kemarin dia belum tahu nama gadis itu.
.
“Call me Mina” tiba-tiba gadis itu menyahut.
Oh! Sepertinya gadis itu tahu apa yang sedang dipikirkan Baekhyun sedari tadi.
.
“Eoh.. Mina...” gumam Baekhyun mengangguk
kecil. “Bukannya tidak bisa Mina-sshi” ulang Baekhyun. Setelah itu suasana
menjadi hening. Baekhyun kembali membaca novelnya. Sedangkan gadis itu,
memandangi sekitar taman. “Byun” ucap Mina yang membuat Baekhyun sedikit
menoleh kearahnya. “Dia namja yang disukaimu ‘kan?” Baekhyun mengernyit dan menolehkan
pandangannya kearah yang ditunjuk Mina.
.
CHANYEOL?
.
“I-iya... ke-kenapa dia menatap kesini? Astaga
dia menuju kemari”
“Mina-sshi, apa yang harus kulakukan eoh? Aku
sangat malu jika harus bertemu dengannya”
.
“Tenang.. ada Mina disini. Jadi, Byun fokus
pada novel saja. Biar Mina yang bicara dengannya” Baekhyun mengiyakan ucapan
Mina. Dan menuruti apa yang diperintahkan oleh gadis itu.
.
Pemuda itu sudah sampai di depan mereka
berdua. Dan kedua manik mata Chanyeol menatap kearah pemuda yang masih sibuk
membaca novelnya. “Bae__” saat Chanyeol ingin mengatakan sesuatu, tiba-tiba
Mina memotongnya. “Park Chanyeol, murid kelas 2-1, duduk di bangku deretan
pertama dan selalu mendapat peringkat satu di kelasnya” ucapan Mina membuat
kedua namja yang berada disana menatap tak percaya kearahnya.
.
“Wow... bahkan dia tahu tentang Chanyeol”
gumam Baekhyun yang masih setia menatap Mina.
.
“Eh?! Kau siapa? Kenapa kau tahu tentangku?”
tanya namja itu. Mina terkekeh kecil membuat Chanyeol menatap heran.
.
“Panggil aku Mina, aku temannya Baekhyun”
sahut Mina. Chanyeol masih tidak percaya dan melirik Baekhyun. Namun, kemudian
Baekhyun mengangguk kecil. Karena, ia tahu bahwa Chanyeol membutuhkan kejelasan
darinya.
.
“Aku takjub denganmu. Mungkin karena aku
terkenal, kau tahu aku”
.
‘Percaya
diri sekali’ batin Mina menatap aneh namja di depannya.
.
Mina hanya menampakan senyumnya walaupun
sedikit ada keterpaksaan. Baekhyun yang disampingnya tersenyum kagum kearah
Chanyeol. Dia masih melihati wajah Chanyeol. Rupanya Baekhyun sedang curi-curi
pandang kearah namja bermarga Park.
.
“Park, kau pasti kesini karena ada urusan
mengenai temanku ini ‘kan?” lagi-lagi Chanyeol menatap tak percaya kearah Mina.
Gadis itu rupanya bisa menebak pikirannya. Sedangkan Baekhyun bergumam tidak
jelas. Karena juga, dia sudah tahu tentang Mina. Baekhyun mengira, Mina
menggunakan kekuatannya.
.
“I-iya. Mina-sshi, kenapa kau tahu?” gadis itu
gelagapan saat ditanya Chanyeol. Astaga apa yang harus ia jawab?
.
“Hanya menebak saja” jawab Mina kemudian. Gadis
itu menghela nafasnya lega. Jika saja dia menjawab dengan jujur mungkin
Chanyeol akan menganggapnya orang gila.
.
Seperti jika dia menjawab dengan ‘Aku
mempunyai kekuatan, Park. Aku bisa membaca pikiran orang’ atau ‘Aku seorang
fairy. Jadi, aku bisa mengetahui pikiran orang’ mungkin reaksi Chanyeol setelah
mendengar ucapan itu hanya suara tawa yang meledak dan dia bilang kepadanya ‘Kau
gila?’ dan itu dua kata yang enggak banget bagi Mina.
.
Balasan Chanyeol hanya menganggukan kepalanya.
Sekarang, manik matanya menatap Baekhyun yang kebetulan lelaki itu menatap
kearahnya. Sadar bahwa Chanyeol kini sedang menatap dirinya, Baekhyun
menundukan kepalanya. Lebih baik dia menatap novel untuk saat ini.
.
“Baek, kukira kau tak punya teman” ungkap
Chanyeol dengan santainya dan manik matanya masih menatap pemuda yang sedari
tadi sedang menunduk. “Teman di samping mu ini harus mengetahui yang
sebenarnya. Jadi, akan aku katakan okay!” lanjut Chanyeol.
.
“Mina-sshi____” sebelum Chanyeol melanjutkan
ucapannya, Mina memotongnya. “Arra. Kau akan mengatakan bahwa Baekhyun gay ‘kan?
Aku tak keberatan berteman dengan siapapun. Jadi, jangan paksa aku untuk
menjauhinya!” ucapan Mina membuat Chanyeol tak berktutik. Sekarang dia lebih
memilih diam. Lagi pula, tidak ada kalimat yang tepat untuk di ucapkannya. Tapi,
Chanyeol sadar. Lagi-lagi gadis itu tahu. Apalagi Mina tahu tentang tujuannya,
agar gadis itu menjauhi Baekhyun.
.
“Aku yakin. Dia bukan orang biasa” gumam
Chanyeol menelisik kearah Mina yang sedang menatapnya tajam.
.
-skip-
.
“Byun, aku akan bersekolah disini” ucap Mina
dengan semangatnya. Namun, orang yang berada disampingnya hanya menanggapinya
dengan gumaman. Gadis itu menatap sebal kearah Baekhyun. “Kamu nggak suka ya kalo
aku bersekolah disini?” tanya gadis itu seraya mengerucutkan bibirnya.
.
Baekhyun menoleh kearah gadis yang bergaun
sama saat pertemuan pertamanya kemarin. Sejenak Baekhyun menatap dari ujung
kaki sampai ke kepala gadis itu. Tak ada yang berubah. Dia memakai pakaian yang
sama seperti kemarin. Apakah fairy tidak punya baju ganti?
.
“Mina-sshi, kamu nggak punya baju lain ya?”
tanya Baekhyun. “Mwo? siapa bilang nggak punya. Aku punya banyak bahkan almari
pun penuh dengan baju-bajuku” jelas Mina.
.
“Lalu kenapa kamu terus memakai baju itu? Kemarin
kamu pakai itu dan sekarang ia”
.
“Perlu kamu tahu, baju-bajuku memang modelnya
seperti ini” (Notes : Liat cover)
.
“Kukira nggak punya baju”
.
“Heishh”
.
“Sepertinya kamu bilang bahwa akan bersekolah
disini? Mana bisa fairy bersekolah?”
.
Mina berdecak sebal. Lelaki itu meremehkannya
ternyata.
.
“Bisa dong”
.
Baekhyun mengernyit bingung melihat apa yang
dilakukan Mina. Gadis itu berdiri dan tangan kanananya diulurkan kedepan. Kedua
mata gadis itu tertutup sedangkan mulutnya berkomat-kamit seperti sedang
membaca mantra.
.
Yang membuat Baekhyun bingungnya lagi,
tiba-tiba muncul sebuah tongkat dengan ada bentuk bintang di ujungnya (Notes :
bayangin aja mainan tongkat peri-perian yang sering dimainin anak kecil :v ). Mina
membuka kedua matanya dan tersenyum saat melihat ada sebuah tongkat di
tangannya.
.
Lalu gadis itu memegang tongkatnya. Kemudian
tongkat itu di gerakan membentuk lingkaran. Sebuah cahaya menerangi tongkat
tersebut, hingga bintang yang terdapat di tongkat tersebut berkilau. Mina
mengarahkan tongkatnya pada dirinya. Tongkat itu digerakkan dari ujung kepala
sampai ujuang kakinya.
.
Dan alhasil penampilan gadis itu berubah. Gaun
putih yang ia pakai kini berganti dengan seragam sekolah. Mahkota bunga yang ia
pakai hilang dan kini rambutnya yang semula di gerai menjadi di kucir kuda
dengan sebuah poni menghias jidat gadis tersebut. Baekhyun yang berada disana
dan melihat penampilan gadis itu hanya tercengang.
.
Kemudian tongkat itu menghilang dari tangan
Mina. Mina duduk kembali di samping namja tersebut. Pemuda itu masih belum
percaya melihat penampilan Mina yang berubah sekejap. Hingga gadis itu terkekeh
melihat Baekhyun yang menatapnya seperti itu.
.
“Byun, belum puas ya melihat penampilanku?”
mendengar pertanyaan Mina membuat Baekhyun membuang wajahnya kearah lain. Mina
tertawa kecil.
.
“Byun, antar aku keruang kepala sekolah. Ayo!”
ajak Mina dan menarik paksa Baekhyun agar ikut dengannya.
.
-skip-
.
Semenjak kehadiran Mina dalam kehidupan
Baekhyun, membuat pemuda itu memiliki banyak perubahan. Walaupun, gadis itu
sangat menyebalkan di mata Baekhyun. Mina selalu menganggunya saat ia sedang
asyik melihat wajah tampan Chanyeol. Bahkan dia sempat menggagalkan rencana
Baekhyun. Rencana untuk bisa berduaan dengan Chanyeol.
.
Saat itu meja di kantin sangatlah penuh, jadi
Chanyeol terpaksa semeja dengan Baekhyun. Karena kebetulan bangku yang di
duduki Baekhyun masih ada yang kosong. Jadi, Chanyeol memilih untuk semeja
dengan Baekhyun. Baekhyun sangat senang sekali. Chanyeol duduk di sampingnya
dan sibuk menyantap makanannya.
.
Sedangkan Baekhyun masih senyum-senyum sendiri
dan seraya menatap Chanyeol. Sudah lama dia tidak seperti ini dengan Chanyeol. Walaupun
Chanyeol begitu tak memperdulikannya. Senyum Baekhyun tiba-tiba memudar ketika
kedatangan Mina. Mina bahkan mendudukkan dirinya di tengah-tengah mereka.
Seperti pembatas antara Chanyeol dan Baekhyun.
.
Baekhyun menggeser duduknya agar memberi celah
supaya Mina bisa duduk. Gadis itu terlihat santai-santai saja. Tapi, Baekhyun
sangat terlihat tidak baik. Ia berdecak sebal kepada gadis itu. Chanyeol yang
berada di sebelah Mina, masih sibuk menyantap makanannya dan samar-samar ia
tersenyum kecil.
.
.
.
Mina selalu berusaha membuat Baekhyun menjauh
dari Chanyeol, dengan alasan agar rasa suka pemuda itu semakin berkurang. Hal
itu membuat Baekhyun kesal. Tapi, perlakuan Mina ada bernarnya juga. Mungkin
dia harus segera menghilangkan rasa sukanya pada Chanyeol (?).
.
Sudah tiga hari ini semenjak Mina bersekolah
dengannya, Baekhyun merasa ada hal yang berbeda pada dirinya. Bukan tentang dirinya
yang semakin hari jauh dari Chanyeol. Namun ini tentang perasaannya. Perasaannya
begitu aneh ketika berdekatan Mina akhir-akhir ini. Dan bahkan jantungnya
berdebar cepat ketika melihat senyuman Mina. Baekhyun masih belum tahu tentang
itu, namun kupikir Baekhyun mulai ada rasa pada Mina (?).
.
.
.
Sudah beberapa kali Baekhyun menguap dan
merasakan kantuk yang luar biasa. Jika dia boleh untuk tidur, mungkin dia sudah
melakukannya semenjak satu jam yang lalu. Pelajaran Han ssaem bagi Baekhyun
seperti lagu yang selalu dinyanyikan saat akan tidur. Jadi, dia sekarang sangat
mengantuk. Bahkan siswa yang duduk di bangku sebelah sudah terlelap setengah
jam yang lalu.
.
Rasa kantuk yang sedari tadi ia tahan jadi
terasa hilang. Karena bel istirahat berbunyi. Baekhyun tersenyum senang
mendengarnya. Saking laparnya, dia terburu-buru pergi ke kantin demi makanan
yang ia sukai. Kue beras. Baekhyun sangat menyukai makanan itu. Mungkin jika
dia dibuatkan oleh ibunya pasti sangat enak sekali. Berbicara tentang Ibu,
Baekhyun memang sangat merindukan sosok itu. Sudah satu bulan lamanya Ibu
Baekhyun sedang berada di Jepang. Karena, urusan pekerjaannya.
.
.
“Aihh, perutku sangat tidak sabaran” keluhnya.
Sekarang ini dia sedang menunggu pesanannya datang.
.
Tanpa diketahui oleh Baekhyun seseorang
berjalan menghampirinya dan duduk sangat pelan di samping Baekhyun. Mina
tersenyum kecil melihat Baekhyun yang sepertinya sangat tidak sabaran sekali
menunggu makanan datang.
.
“Byunnie” sapa Mina dengan eyesmilenya. Astaga
baru kali ini membuat Baekhyun terpaku melihat gadis itu. Baekhyun menoleh
kearah gadis itu dan sedikit tersentak. Pasalanya, ia baru tahu bahwa ada Mina
disampingnya. “Byunnie??” ulang Baekhyun setelah sadar bahwa tadi Mina
memanggilnya dengan sebutan itu.
.
“Hem... kamu nggak suka ya jika aku panggil
Byunnie? Habisnya nama panggilan itu cocok untukmu sih” jelas Mina sedikit
cemberut.
.
“Nggak juga sih. Baiklah terserah deh mau
panggil aku apa” sahut Baekhyun seraya menampilkan senyumnya.Tanpa diduga-duga
kue berasnya sudah datang. Baekhyun jadi tidak sabar ingin mencicipinya.
.
“Byunnie, tugasku sudah selesai” kata Mina. Gadis
itu kemudian menopang dagunya dengan tangan kiri dan sambil menatap Baekhyun
yang sangat asyik menyantap kue beras.
.
Baekhyun kemudian menghetikan makannya dan
menatap Mina tidak mengerti. “Tugas? Hari ini ssaem tidak memberikan tugas”
sahut Baekhyun. Mina menggeleng pelan. Bukan itu yang dia maksud.
.
“Byunnie, bukan tugas sekolah melainkan
tugasku disini. Aku sudah berhasil membuatmu menjadi normal kembali” jelas
Mina. “Jadi, aku harus kembali ke asalku” lanjut Mina. Tunggu! jika seperti
itu, Mina tidak akan kembali. Baekhyun sangat tidak rela jika Mina pergi
meninggalkannya.
.
Mendengar itu, Baekhyun langsung meraih tangan
Mina dan menuntunnya untuk pergi dari sini. Sebab, ada banyak orang di kantin.
Baekhyun menuju ke atap sekolah. Karena, disanalah tempat yang sepi.
.
.
“Mina-shi, tapi aku tidak mengijinkamu pergi”
ujar Baekhyun saat sampai disana. Mina mengerutkan dahinya. “Kenapa?” tanya
Mina. Bagi Baekhyun, butuh keberanian untuk mengatakan bahwa dia kini mulai
mencintai gadis ini. Kini, mereka berdua saling menatap satu sama lain. Dan
kedua tangannya saling bertautan. “Sebelumnya terimakasih telah membuatku
normal kembali dan .... biarkan aku mencintaimu” Mina tercengang mendengar
ucapan Baekhyun. Baekhyun mencintainya?
.
“Byun, aku tidak bisa mencintai manusia. Kaumku
tidak memperbolehkannya. Jadi, maaf aku tidak bisa membalas cintamu”.
.
Seperti tertusuk benda tajam ketika Mina
mengatakan itu padanya. Baekhyun mengeratkan genggaman tangannya pada tangan
gadis itu. Dan menatap Mina dengan kedua mata yang kini berkaca-kaca. Sedari
tadi Baekhyun menahan tangisnya agar air matanya itu tidak keluar. “Mina-ya,
berikan aku kesempatan. Kau jangan pergi. Aku akan kehilanganmu!” ucapnya.
.
Mina melepaskan genggaman tangan Baekhyun
pelan. Kemudian, beralih untuk memeluk pemuda itu. Baekhyun terdiam ketika Mina
memeluknya erat. Namun, perlahan dia membalas pelukan gadis itu. “Byunnie,
maafkan aku” lirih gadis itu terisak. Tunggu! Gadis itu terisak. Itu benar,
Mina telah menangis dipelukan Baekhyun.
.
Membuat air mata yang tadinya di tahan oleh
Baekhyun kini mengalir di kedua pipinya. Baekhyun mengeratkan pelukannya. Seolah
tak ingin kehilangan gadis itu.
.
”Byunnie... selamat tinggal. Aku pergi. Suatu
hari nanti kau akan menemukan cintamu kembali. Dia merupakan gadis yang
benar-benar mencintaimu. Cintailah gadis itu, Byun!” setelah mengatakan itu
Mina melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya pelan. Manik matanya menatap
lekat kedua mata pemuda itu.
.
CHU~
.
Ciuman sekilas mendarat tepat di bibir
Baekhyun. Membuat sang pemuda sedikit tersentak akibat ulah gadis itu. Gadis
itu melangkah mundur dan memberi jarak di antara mereka. Mina tersenyum manis
kearah Baekhyun dan perlahan dia menutup matanya.
.
Sebuah cahaya muncul dan menerangi tubuh Mina.
Perlahan-lahan gadis itu mengilang dari pandangan Baekhyun.
.
“Mina-ya...” lirih Baekhyun. Kini Mina telah
menghilang dari hadapannya.
.
END
.
Maaf jika bagian terakhirnya suasananya kurang
sedih gitu. Author masih belajar buat FF
bergenre sad. Maafkan author^^ . Ini mau di buatin sequel nggak? Mumpung
authornya nawarin lho.. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.

Komentar
Posting Komentar