JUST RIGHT #1


Title : Just Right #1
Cover by : Yoon17Art
Main cast : Park Chanyeol & Kim Sohyun
Support cast : Byun Baekhyun & other
Genre : School-life, romance, bullying, hurt, friendship, etc
Rated : 16+
.
:+:+:+:+:    NIKYoon PRESENT  ©2016  :+:+:+:+:
.
“Huh... sampah lagi, sebaiknya aku bersihkan sekarang” ucap sesosok namja jangkung dan berkaca mata dengan telaten membersihkan sampah-sampah yang ada di lokernya. Dia sabar walaupun setiap hari para siswa terus melakukannya. Dia tak pernah memarahi atau pun membela diri di depan mereka semua. Karena apa? Baginya itu tak ada hasilnya sama sekali.
---
“Chanyeol-ah, hari ini pulang bersama ya” pinta seorang namja bermata sipit pada seseorang yang ada disampingnya. “Hm... tentu. Baiklah sampai ketemu nanti” orang itu akhirnya berpisah dan kemudian masuk ke dalam kelasnya. Karena kelas mereka berbeda.
.
“Hahaha... hei culun! Aku baru tahu kau punya temen” ejek salah satu siswa yang berada disana. Chanyeol hanya diam tak menanggapi ejekan siswa itu. Dia langsung duduk di bangkunya dan langsung mengambil buku yang ada di dalam tasnya. “Kenapa kau diam? Nggak punya mulut?” mereka masih meledek Chanyeol.
.
‘Sabar Chanyeol kau harus sabar, buat apa kau menanggapi mereka’ batin Chanyeol.
.
“Hei kalian! apa kalian semua tak bosan? Chanyeol juga teman kita bukan? Berhentilah membullynya!”  ucapan seseorang membuat mereka yang tadi mengejek Chanyeol menatap kearah orang itu begitu pun Chanyeol. Ia terperangah. Ternyata masih ada orang berhati mulia, pikirnya.
.
“Kenapa kalian semua diam? Mulai sekarang dan selamanya jangan lagi membully Chanyeol arra?” ujar orang itu. “Karena aku tak suka dengan orang yang seperti itu” sambung orang itu kemudian meninggalkan mereka. Siswa yang tadi mengejek Chanyeol hanya menggerutu kesal dan langung pergi menuju bangkunya masing-masing.
.
“Awas ya kau! kali ini kau boleh tersenyum tapi nanti kau akan terima akibatnya!” ancam salah satu dari mereka sebelum beranjak pergi. “Huft.. apa mereka tak bosan membullyku setiap hari?” gumam Chanyeol dengan menghela nafasnya kasar.
.
:+:+:+:   Pulang sekolah  :+:+:+:
.
Semua siswa berhamburan keluar kelas termasuk juga namja tadi, siapa lagi kalau bukan Chanyeol. Dia teringat akan ucapan sahabatnya saat istirahat. Hari ini mereka akan pulang bersama, kebetulan arah rumah mereka sama. Chanyeol langsung segera menghampiri Baekhyun, namja bermata sipit. Hingga ia tak sadar bahwa ia menabrak seseorang, sehingga buku yang di pegang orang itu terjatuh berserakan.
.
Chanyeol yang menyadari itu langsung berjongkok berniat untuk mengambil buku-buku yang berada di atas lantai. “Mian, aku tak sengaja. Sekali lagi aku minta maaf” ucap Chanyeol seraya mengambil buku-buku itu. “Itu salahku karena aku tak melihat dengan benar tadi. Maaf, ini biar aku saja”.
.
Ketika tatapan mereka bertemu Chanyeol menyadari sesuatu. ‘eoh.. !! bukankah orang yang tadi telah membelaku’ batin Chanyeol tak percaya. Ia segera berdiri dan membantu orang itu juga. “T-terimakasih” ucap Chanyeol tiba-tiba. “Eoh... kenapa kau berterimakasih? Kan seharusnya akulah yang berterimakasih kepadamu karena sudah membantu membereskan buku-buku ini”.
.
“Bukan itu, aku berterimakasih untuk hal tadi yang terjadi di dalam kelas” jelas Chanyeol. Orang itu mengerti sekarang. “Oh yang tadi. Bukannya wajar, kita sesama manusia harus saling tolong-menolong bukan?” Chanyeol meringis dan menganggukan kepalanya. “Baiklah aku duluan ya... annyeong” lanjut orang itu kemudian pergi meninggalkan Chanyeol yang masih berdiri di koridor sekolah. “Pertama kalinya aku bertemu seorang yeoja yang sangat baik, kupikir semua yeoja sama saja dengan si brengsek itu ” gumam Chanyeol.
.
Seseorang melangkah menghampiri Chanyeol yang masih berdiri di tempat. Tangan kanannya menepuk pundak namja itu. Hingga Chanyeol sedikit terkejut. Karena ia masih terfokus dengan punggung yeoja tadi. “Yak! Hampir saja... bagaimana kalau jantungku copot. Apa kau mau tanggung jawab huh?” kesal Chanyeol kepada orang itu. Tetapi hanya mendapat kekehan kecil dari orang itu. “Kajja kita pulang” ajak orang itu kemudian.
.
.
Esok paginya di sekolah yang biasanya Chanyeol sibuk membuangi sampah di lokernya kini ia tak melakukannya. Tak ada sampah. Mungkin perkataan gadis itulah yang menyebabkan mereka berhenti melakukan. Chanyeol yang tahu itu bernafas lega. Dan juga Baekhyun yang berada disampingnya. “Chanyeol, kupikir mereka semua lelah menjahilimu” ujar Baekhyun menepuk pundak Chanyeol pelan.
.
“Kupikir juga begitu. Baekhyun kajja! Sebelum bel berbunyi” ajak Chanyeol pada Baekhyun agar segera menuju kelas.
.
.
Semua siswa kini tengah fokus mendengarkan penjelasan dari Mr. Han. Termasuk juga Chanyeol. Sedari tadi dia terus memperhatikan Mr. Han yang sedang mengajar. Sesekali dia juga membenarkan letak kacamatanya yang dari tadi melorot (?). Hingga akhirnya bel istrirahat berbunyi. Mr. Han menyudahi pelajarannya dan sekarang ia telah keluar dari kelas dan disusul oleh sebagian siswa untuk beristirahat. Hingga menyisakan beberapa siswa yang berada di dalam.
.
Chanyeol menghela nafasnya pelan kemudian pandangannya tertuju pada seorang yeoja yang tengah sibuk membereskan bukunya. Chanyeol tersenyum kecil seraya memandang gadis itu. Kemudian dia berniat ingin menghampiri yeoja itu tapi ia terhenti ketika para teman-teman gadis itu mengajaknya pergi. “Huft... aku terlambat” gumam Chanyeol.
.
.
:+:+:+:   Sohyun side   :+:+:+:
.
Sohyun dan teman-temannya sekarang sedang berada di kantin. Mereka sedang asyik mengobrol. “Sohyun-ah apa kau tahu, Raemi sedang jatuh cinta pada seorang namja” ujar Hana. “Aishh kenapa kau malah mengatakannya... bukannya aku sudah bilang bahwa jangan ada seorang pun yang tahu selain kau?”.”Sudahlah sekarang kita semua tahu, geundae... kau jatuh cinta pada siapa eoh?”
.
“Siapa lagi kalau bukan namja bermata sipit itu” sahut Youngmi dan dibalas dengan tatapan tajam oleh Raemi. “Wae? Aku tak salah kan?” lanjut Youngmi santai. “Baekhyun?” tebak Sohyun menatap Raemi serius. Raemi hanya menampilkan senyumannya seolah Sohyun menebak dengan benar. Sohyun mengangguk ngerti.
.
Tiba-tiba saja....
“Mwo? jinjja kau menyukaiku?” seseorang datang menghampiri mereka kemudian menanyakan tentang apa yang tadi mereka  berempat bicarakan. Orang itu mendekat kearah Raemi yang sekarang sedang menunduk malu. Baekhyun dia malah menatap Raemi sembari tersenyum kecil. “Hey, kenapa kau menunduk?” tanya Baekhyun dengan wajah polosnya. Baekhyun tak memperdulikan bahwa ia sekarang sedang di tatap oleh ketiga sahabat Raemi.
.
“Pstt...Kajja lebih baik kita pergi dari sini. Mungkin keberadaan kita disini akan mengganggu mereka” bisik Hana seraya melirik Baekhyun dan Raemi. Tanpa menunggu lama mereka bertiga sudah tidak ada disana, hanya menyisakan Baekhyun dan Raemi.
.
“Raemi-ya... benarkah apa yang tadi mereka bicarakan? Katakanlah yang sebenarnya” Baekhyun pun ikut duduk di hadapan Raemi yang sampai sekarang masih menunduk. Alasannya ia sangat malu. Lelaki yang ia sukai sekarang ada dihadapannya dan sekarang dia bingung mau melakukan apa. Perlahan Raemi pun mengangkat kepalanya dan padanganya menangkap sesosok Baekhyun yang sedang tersenyum manis kearahnya. Oh senyuman yang sangat manis, pikir Raemi.
.
“Kau dari tadi belum menjawab Raemi” celoteh Baekhyun gemas kepada gadis yang ada di hadapannya. “Kenapa sekarang kau malah menatapku terus? Oh aku tahu, aku sangat tampan bukan?” lanjut Baekhyun membanggakan dirinya. “Huh, baiklah dari tadi kau diam saja. Aku pergi ya” ancam Baekhyun, sebenarnya ia hanya menjahili Raemi. Ucapannya tadi tidak serius. Saat Baekhyun mencoba beranjak pergi, Raemi memegang pergelangan tangan Baekhyun.
.
“N-ne, aku menyukaimu” setelah mendengarkan ucapan gadis itu Baekhyun tersenyum. Dan menghadap Raemi dengan wajah yang sangat bahagia sekali.
.
.
.
“Apakah mereka akan jadian?” tanya Hana yang sudah sangat penasaran sekali.
“Molla, nanti kita tanyakan saja pada yang bersangkutan” ujar Youngmi.
“Hm... kalian duluan saja, aku ada urusan” mereka berdua menganggukan kepalanya dan melanjutkan langkahnya meninggalkan Sohyun. Kemudian Sohyun melangkah kearah lorong yang berbeda. Dia akan menuju tempat lokernya.
.
:+:+:+:   Author pov :+:+:+:
.
Terdengar suara rintihan seseorang yang sedang menahan sakit di perutnya. Tak ada seorang pun yang lewat di daerah situ. Hingga, tak ada yang bisa menolong Chanyeol. “Rasakan itu!! Jangan sok belagu ya! cepat kerjakan tugasku!” gertak seseorang yang tadi menendang perut Chanyeol. “Su-sudah kubilang aku tak bisa mengerjakan tu-tugasmu” balas Chanyeol yang sekarang keadaannya semakin melemah,
.
“Kau menolak???! Kalau begitu rasakan ini!!” saat orang itu akan memukul Chanyeol (lagi) terdengar teriakan seseorang yang menggagalkan tindakan yang akan dilakukan orang itu. Seorang yeoja sedang menghampiri mereka. “Hajimma!! Kau sudah gila ya?! Kau sudah membuatnya terluka parah! Apa kau tak sadar huh!!” namun orang itu hanya tertawa mendengar ucapan gadis tadi.
.
“Hahaha... kaulah yang sudah gila. Kenapa kau malah membela si tengik ini huh? Hey! Sohyun! Berhentilah membela orang ini, tak ada gunanya tahu nggak sih!!”
.
“Bukan urusanmu! Cepat pergi dari sini atau akan aku aduin ke kepala sekolah!” ancam Sohyun. “Heh! Awas kau nanti! Kau boleh senang Chanyeol, tapi besok kau akan tahu akibatnya” ancam orang itu kepada Chanyeol sebelum pergi meninggalkan tempat itu.
.
.
“Apa masih sakit?” tanya Sohyun sedikit cemas akan keadaan Chanyeol. “Ter-terimakasih Sohyun-sii! Kau telah menolongku yang kedua kalinya” lirih Chanyeol. Sohyun tersenyum. “Hey, tak usah berterimakasih kepadaku. Aku ini teman sekelasmu bukan? Dan sesama teman harus saling tolong menolong kan?” seru Sohyun.
.
“Kajja sebaiknya kita ke UKS, agar lukamu segera di obati” Sohyun segera memapah tubuh Chanyeol dan melangkah menuju UKS.
.
.
Back to Baekhyun and Raemi ~
.
“Jadi, sekarang kita jadian bukan? Hahh...Raemi-ya aku sunggu senang sekali hari ini” seru Baekhyun sembari menatap awan. Sekarang ini mereka sedang berada di taman sekolah. “Apa kau juga senang?” tanya Baekhyun kepada Raemi yang dari tadi terdiam terus. Raemi meruapakan tipe gadis pendiam, apalagi kalau di depan laki-laki. Pasti dia sangat gugup sekali hingga ia tak bisa berucap sekalipun.
.
“Kau pendiam sekali. Dari tadi aku mengoceh terus, tetapi kau malah diam saja” cerocos Baekhyun.
(Notes : Ceritanya Baekhyun disini cerewet ketimbang ceweknya. Karena itu sifat Baekhyun disini J )
“A-aku bingung mau mengatakan apa” balas Raemi kemudian. “Nah... gitu dong sesekali bicara. Jangan malu berbicara, suaramu juga nggak terlalu buruk kok^^” canda Baekhyun pada gadis yang berada di sampingnya.
.
“Hah! Yak!! Berarti kau menanggap suaraku buruk begitu?” kesal Raemi
“A-aniya. Ah..Akhirnya aku bisa melihatmu kesal juga”
“Aigoo. Kau ini orang yang aneh”
.
.
.
Setelah Sohyun mengantarkan Chanyeol ke ruang UKS dan memastikan bahwa Chanyeol sedang ditanggani oleh siswa yang bertugas hari ini, dia pun kembali ke kelasnya dan disambut oleh kedua sahabatnya. “Sohyun-ah dari mana saja kau? Kenapa lama sekali?” tanya kedua sahabatnya. “Ah mian, tadi sebenarnya aku dari UKS” jawab Sohyun. “Hah?! Kau sakit? Kenapa kau malah balik kesini. Kajja aku antar ke UKS lagi” Hana berinisiatif untuk mengantarkan Sohyun, ia pun segera menuntun Sohyun agar segera pergi ke UKS.
.
”Bukan aku yang sakit, tapi Chanyeol” sahut Sohyun kemudian. “Kenapa kau tak bilang dari tadi?”.“Itu salah kamu, nyerocos aja” cibir Youngmi. “Hehehe kaya nggak tahu aja sifat aku” sahut Hana dengan cengirannya. Dan Sohyun hanya bisa menggeleng-nggelengkan kepalanya melihat tingkah laku para sahabatnya itu.
.
.
“Raemi-ya aku ke kelas dulu ya. Dahh.. jangan lupa pulang sekolah oke” Baekhyun melambaikan tangannya kepada Raemi yang sedang tersenyum ke arahnya. Dan Raemi juga membalas lambaian tangan Baekhyun sampai sosoknya menghilang dari padangannya. Ia segera masuk ke dalam kelasnya sebelum Guru Nam mendahuluinya.
.
“Ekhm!! Raemi-ya, kemana saja kau?” tiba-tiba saat dia ingin memasuki kelasnya Hana sudah berdiri di depan pintu dan membuat Raemi terkejut. “Oh astaga... kau mengagetkanku. A-aku habis... aku habis,,,,,” sebelum Raemi meneruskan kalimatnya tiba-tiba Hana memotong duluan. “Kencan dengan Baekhyun ‘kan?” tebak Hana.
.
‘Kenapa selalu tepat’ batin Raemi. “Ah aniyo” elak Raemi walaupun apa yang dikatakan Hana benar. “Huh... tercium bau kebohongan nih” sindir Hana seraya mendengus-ndengus (?) sekitar tubuh Raemi. “Yak Hana-ya! kau sedang apa sih?” tanya Sohyun yang heran dengan kelakuan Hana. Ia pun menghampiri mereka berdua.
.
“Aku sedang mencari kebenaran” jawab Hana yang masih saja mendengus-ndegus di sekitar tubuh Raemi. “Hey ayolah, ini di kelas dan lihat para siswa melihati kita. Nanti di kira kita orang gila lagi”.”Yak!” kesal Hana.
.
.
.
:+:+:+:   @ Pulang sekolah   :+:+:+:
.
Semenjak tadi Baekhyun mencari Chanyeol. Ia sangat khawatir, mungkin terjadi apa-apa dengannya.Sohyun yang melihat Baekhyun sudah mengetahui bahwa pasti Baekhyun sedang mencari sahabatnya. Gadis itu pun menghampiri Baekhyun sambil menepuk pundak namja bermata sipit itu.
.
“Kau sedang mencari Chanyeol?” tanya Sohyun dan di jawab dengan anggukan kepala Baekhyun. “Dia di UKS” ucapan Sohyun membuat Baekhyun terkejut. “Mwo? Bagaimana bisa dia di UKS. Kenapa? Saat pagi dia masih sehat-sehat saja. Tapi kenapa kau baru bicara padaku? Kalau saja kau bicara sejak awal pasti aku akan menemaninya disana” cerocos Baekhyun disertai rasa cemas pada Chanyeol. “Maka dari itu, sebaiknya kita ke UKS dulu dan baru kau bertanya”.”Kajja”
.
:+:+:+:   di UKS   :+:+:+:
.
“Huwaaa Chanyeol... kau tidak apa-apa kan? Mana yang sakit?” tanya Baekhyun bertubi-tubi saat sampai di UKS. Chanyeol yang mendengar itu hanya bisa menggeleng-nggelengkan kepalanya. Chanyeol memang sudah terbiasa dengan sifat Baekhyun yang cerewet itu. Sempat Chanyeol berpikir bahwa cerewet Baekhyun melebihi seorang yeoja. Sohyun yang tadinya di belakang Baekhyun melangkah maju kedepan menghampiri Chanyeol duluan kemudian disusul oleh Baekhyun.
.
“Hm... Chanyeol naik ke mobilku saja, kebetulan Pak Lee sedang menunggu di depan. Kajja!” Baekhyun mengangguk kecil menyetujui apa yang tadi dibicarakan oleh Sohyun. Tapi Chanyeol tak setuju. “Ahh... mian. Aku tidak mau merepotkanmu Sohyun-sii. Aku pulang dengan Baekhyun saja” tolak Chanyeol sedikit tidak enak. “Astaga Chanyeol-ah, lihatlah keadaanmu. Sebaiknya kau terima saja ajakan Sohyun. Lagi pula hari ini aku ada janji dengan seseorang” ujar Baekhyun . “Tapi....”.”Ayolah... kajja, sini biar aku membantumu berdiri”.
.
.
“Sampai jumpa... hati-hati di jalan” teriak Baekhyun sambil melambaikan tangannya. Kedua matanya masih menatap mobil yang semakin lama menjauh. “Pasti Chanyeol seperti ini gara-gara mereka. Chanyeol... andai kau tidak memilih cara ini. Aku berpikir bahwa apa yang kau lakukan selama ini merupakan hal konyol. Pasti jika mereka tahu Chanyeol yang sebenarnya, mungkin mereka menyesal atas perbuatan mereka selama ini. Dan mereka pasti akan mendekati Chanyeol. Perjuangan cinta memang seperti itu” setelah itu Baekhyun menghela nafasnya dan langsung melangkahkan kakinya untuk pulang.
.
Tapi sebelum itu ia teringat bahwa dia akan pergi kencan dengan Raemi. Dia pun mengurungkan niatnya dan menunggu Raemi datang. Setelah dua menit Baekhyun menunggu kekasihnya, akhirnya gadisnya datang dan berlari kecil kearahnya disertai senyuman yang mengembang. “Mian kau jadi menungguku” ucapnya kemudian. “Tidak juga kok. Baiklah ayo kita pergi” ajak Baekhyun sembari menggandeng tangan Raemi.
.
.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam telah berhenti di kediaman keluarga Park. Terlihat seorang gadis sedang membukakan pintu dan memapah seseorang hingga sampai di depan pintu rumah.
~ Ting tong.... ting tong....~
Gadis itu memencet bel rumah. “Sohyun-sii, jeongmal gomawo” ucap seseorang yang tak lain adalah Chanyeol. Sohyun hanya mengangguk kecil dan tersenyum kearah Chanyeol.
.
DEG!
.
Tiba-tiba Chanyeol merasa jantungnya sedikit berdetak lebih cepat dari biasanya. Setelah melihat senyuman tadi, Chanyeol merasa ada yang sedikit berbeda pada dirinya. ‘Ah... kenapa aku jadi gugup bila di dekatnya’ batin Chanyeol. Hingga tak menyadari bahwa pintu telah terbuka dan terlihat wanita paruh baya menatap mereka berdua.
.
“Chanyeol... kau kenapa? Apa yang terjadi pada Chanyeol?” tanya wanita itu cemas. “Kajja bahwa Chanyeol masuk kedalam” titah wanita itu. Sohyun menganggukan kepalanya kemudian memapah Chanyeol sampai ke sofa. Chanyeol duduk di sofa disusul oleh Sohyun. Sedangkan wanita itu masih bingung dengan keadaan ini.
.
“Apa kau teman sekolahnya Chanyeol?” tanya wanita itu menatap Sohyun. “Ye... ahjumma,, aku teman Chanyeol. Aku kesini untuk mengantar Chanyeol pulang” jawab Sohyun sembari tersenyum manis.
.
‘Astaga! senyuman dia. Kenapa jantungku selalu berdetak cepat jika aku melihat senyumannya’ batin Chanyeol. Ia pun memilih untuk memalingkan wajahnya agar ia tak melihat senyuman Sohyun.
.
[ SKIP TIME, SORRY :v ]
.
Setelah lama Sohyun berada di kediaman keluarga Park dan ia juga menceritakan kejadian yang sebenarnya Chanyeol alami, ia pun memutuskan untuk pulang. Ia teringat akan Pak Lee yang sedang menunggunya di mobil. “Kalau begitu ahjumma, aku pamit pulang ini sudah sore” pamit Sohyun sembari membungkukkan badannya. “Hati-hati di jalan. Dan terimakasih telah menolong Chanyeol” ucap Ny. Park menatap Sohyun. Lalu kemudian gadis itu berlalu pergi.
.
Ny. Park pun masuk ke dalam rumahnya dan menghampiri putranya yang masih duduk di sofa. “Chanyeol-ah... sudahlah... jangan kau lakukan hal ini lagi. Berhenti dengan memakai cara ini. Eomma akan semakin khawatir kepadamu. Eomma tak mau jika anak eomma satu-satunya di bully terus menerus-menerus” jelas Ny. Park panjang lebar. Chanyeol hanya menghela nafas pelan.
.

“Eomma... aku tak ingin berhenti sampai sini. Sudahlah jangan khawatirkan aku. Aku sudah besar eomma” ucap Chanyeol kemudian. Namun setelah itu dia langsung beranjak pergi meninggalkan eommanya yang masih terduduk di sofa. Chanyeol melangkah pelan menuju kamarnya. Dia masih memegang perutnya karena masih terasa sakit. Kemudian, ia membuka pintu kamarnya dan menutupnya kembali.
.
“Aku tetap akan bersabar sampai ada seorang yeoja dengan tulus mencintaiku. Aku tak mau kejadian pahit itu terjadi” gumam Chanyeol lalu merebahkan tubuhnya di kasur king sizenya. “Aku, masih belum mengerti... kenapa jantungku berdetak tidak seperti biasanya saat melihat senyuman Sohyun dan itu juga membuatku sangat gugup bila di sampingnya” lanjut Chanyeol sambil menerawang. “Apa aku jatuh cinta pada Sohyun?!... ahh konyol sekali...  itu tidak mungkin Chanyeol” ucap Chanyeol (lagi).
.
“Jika benar aku jatuh cinta padanya, apa dia akan mencintaiku dengan tulus?”
.
.
TBC

Ingat RCL okay???

Komentar